
Vian pun tidur di kamar bersama isteri isterinya kecuali shinta. Di pagi hari vian bangun lalu mengajak isterinya untuk sholat shubuh, setelah itu vian pamitan dan dia pun pergi naik sepeda keliling komplek. Setelah naik sepeda vian duduk di teras, shinta yang baru keluar dari mess lalu menghampiri vian.
" aa.. Eh pah mau dibuatkan apa." kata shinta
" minta air putih sama kopi ya, terimakasih ya." kata vian, shinta pun masuk ke dalam membuatkan kopi lalu membawa air putih dan kopi ke vian. Vian minum air putih lalu menyalakan rokoknya setelah menghisap rokoknya vian meminum kopi yang dibuat shinta.
" maaf ya, mungkin kedepannya kamu enggak akan seperti lily, astrid dan dilla untuk selalu standby di rumah atau bekerja dekat sini." kata vian
" iya enggak apa apa, kan sama papah ini perginya juga, jadi aku bisa selalu berduaan sama papah." kata shinta
" iya, saya bilang begitu supaya kamu jangan merasa dibedakan aja." kata vian
" iya aku ngerti kok pah." kata shinta
Mereka pun masuk ke dalam untuk sarapan, vian menyuruh shinta untuk memanggil lily, astrid dan dilla.
" mbak sarapan dulu kata papah." kata shinta
" iya shin, terimakasih, sebentar lagi kita turun." kata lily
" eh ada mamah shinta, mah papah mana." kata devan
" papah di bawah sayang mau sarapan, ayo aa sarapan juga ya." kata shinta
" iya mah, tapi aa masih lemes mah." kata devan,
" iya sudah ayo mamah gendong." kata shinta, shinta pun menggendong devan, lily, astrid dan dilla pun mengikuti dari belakang.
Mereka pun sarapan, pak gubernur L sekalian pamitan disana.
" terimakasih iya semuanya, hari ini saya pamitan sama isteri mau pulang karena saya harus dinas kembali, mohon maaf telah merepotkan keluarga ini." kata pak gubernur L
" sama sama pak, kami juga mohon maaf kalau ada pelayanan kami tidak berkenan." kata vian
" ini sudah luar biasa pak, kalau ke surabaya kabari." kata pak gubernur
" insyaAllah pak." jawab vian
" oh iya feb kalau vinna dan fenny jadi ke jakarta hari ini jam berapa mereka tiba." kata vian
__ADS_1
" sore om jam 5 sampai jakartanya." kata febby
" iya sudah nanti kasih tau aja ke vinna bakalan ada yang jemput ya, om koordinasi sama pak dede supaya ada orang yang menjemputnya." kata vian
" iya om, terimakasih." kata febby.
pak gubernur pun pamitan, vian dan yang lainnya mengantar ke depan, vian pun berpesan ke sopir L-Trans bahwa nanti sore menjemput temannya febby di bandara.
" pah, mamah mau menyuruh Dina dan siti untuk ikut shinta ya, supaya mereka bisa bantu bantu disana, kata shinta nanti siang mereka akan pulang." kata lily
" iya sudah enggak apa apa, lagian disini juga udah enggak terlalu repot, nanti minta antar sopir aja." kata vian
jam 8.27 menit kakek braja pamitan mau pulang ke solo berziarah ke makam orangtuanya.
" nak kakek izin pergi dulu mau pergi berziarah ke makam orangtua kakek dan nenek, terimakasih banyak atas kebaikan kalian." kata kakek braja
" terus kakek naik apa." kata lily
" naik mobil, udah disiapkan sama vian nak." kata kakek braja
" iya kek kalau begitu hati hati di jalan," kata lily
" tunggu sebentar ya kek." kata vian, dia pun pergi ke kamar mengambil uang, setelah itu dia memberikan kepada kakek braja.
" pak Roni dan pak rudi, ini untuk uang bensin dan kebutuhan lainnya, jika ada sesuatu kamu kabari pak dede ya, kamu urus keperluan kakek braja, nanti kalau mau tidur di hotel cari saja pokonya kamu yang atur ya. Kalau kurang uang kamu kabari pak dede juga, kamu juga menginap di hotel aja kalau mau istirahat dan makan juga pakai aja uang ini." kata vian, vian pun memberikan uang ke pak roni
" baik pak, terimakasih." kata roni,
Kakek braja dan nenek pun berangkat menuju solo, vian menyuruh pak dede supaya yang mengantar kakek braja berdua supaya bisa gantian, dan enggak suntuk kalau ada temannya.
Sehabis sholat zduhur dan makan siang shinta dan ibunya pamitan, vian memberikan uang kepada shinta untuk acara syukuran, vian meminta pak dede untuk mengantar mereka pulang, dina dan siti pun ikut bersama. Setelah mengantar mereka vian melihat proses pembangunan gedung livi group, dan penambahan kamar tamu. Karena dengan banyak pertimbangan mereka tidak jadi membangun kamar di bawah, tapi merenovasi kamar yang sudah ada sekarang dengan membobol kamar disebelahnya untuk memperbesar kamarnya itu, vian juga menyuruh tim L-Pro untuk merenovasi kamar untuk devan dan de qinar.
karena kamar mau direnovasi jadi mereka pindah dulu ke kamar tamu jadi mereka pun merapihkan semua barang barang yang ada supaya enggak kotor.
" enggak jadi bangun kamarnya vian." kata bu retno
" enggak bu, soalnya enggak enak juga kalau kamar kita terpisah dari rumah ini, lagian untuk astrid dan dilla ada lift, jadi kita renovasi aja dan jebol satu kamar, kamar untuk tamu sekarang sudah ada di mess." kata vian
" iya sih enggak enak masa tuan rumah kamarnya di luar." kata bu retno
__ADS_1
" kalau kita bangun pasti makan waktu lama dan biaya juga, sedangkan ini palingan 2 mingguan sudah beres." kata vian
" oh iya, nenek katanya mau pulang besok, soalnya tetangga mau bertemu yang orang yang baru pulang umroh, mereka ingin mendapatkan keberkahan katanya." kata bu retno
" terus mau naik apa bu, mau di antar pakai mobil saja atau naik pesawat supaya cepat." kata vian
" nenek bilang naik kereta aja enggak apa apa." kata bu retno
" supaya enggak ribet naik mobil aja, kasian bi rina bawa barang barangnya, nanti saya minta sopir lagi ke pak dede mobilnya pakai yang saya supaya nyaman buat nenek." kata vian
" iya sudah kalau begitu, biar ibu bilang ke nenek." kata ibu retno. bu retno pun pergi menemui ibunya, tak lama kembali lagi.
" vian kata nenek kalau memang mau diantar pakai mobil nanti malam saja supaya pagi sudah sampai gimana." kata ibu retno
" iya sudah kalau begitu, saya koordinasi dengan pak dede." kata vian, dia pun langsung menelepon pak dede.
" iya bu, kata pak dede bisa, nanti jam 9an aja dari sininya." kata vian
" iya sudah terimakasih ya, ibu mau bantu nenek siap siap kalau begitu." kata bu retno.
" ada apa pah." kata lily yang datang menghampiri vian dan bu retno
" nenek mau pulang katanya, tetangga mau ketemu sama orang yang baru datang dari umroh, mereka ingin mendapatkan keberkahannya." kata vian
" terus naik apa." kata lily
" naik mobil vian, dia pun udah cariin sopirnya." kata bu retno
" mamah ada uang cash enggak, papah tadi dipakai untuk ngasih ke kakek braja dan baoya di perjalanan ke sopir." kata vian
" mamah paling ada 1 jutaan." kata lily
" iya sudah kalau begitu papah ambil dulu ke ATM, di ruko ada kan." kata vian
" iya ada, papah mau naik apa kesana." kata lily
" naik mobil aja, minta anter pak edi. Atau naik motor juga enggak masalah." kata vian
" naik motor aja yu, aku kan belum pernah naik motor sama papah." kata lily
__ADS_1
" iya udah ayo sekatang biar enggak terlalu sore." kata vian
" aku pakai kerudung dulu kalau begitu." kata lily. Lalu pergi ke kamar, setelah memakai kerudung dia kembali bersama devan.