
Pak bambang pun meminta polisi untuk melakukan patroli untuk mencegah hal ini terjadi lagi. vian membawa keluarganya ke rumah sakit dan yang lainnya balik ke resort. setelah di obati mereka pulang ke resort. devan yang masih shock diam gak ceria seperti biasa.
Mereka makan siang di resort, vian menghampiri anaknya yang masih terlihat diam
" anak papah ini kenapa kok diem aja sih." kata vian
" aa minta maaf pah, gara gara aa papah berantem, kakek dan yang lainnya terluka." jawab devan sambil memeluk vian
" gak apa apa sayank, itu karena kita sayang keluarga saling melindungi. tapi nanti lebih hati hati ya." kata vian sambil mengusap punggung anaknya itu
" iya pah aa akan hati hati." jawab devan
" ya udah aa sekarang makan biar kuat, nanti sore kita main di pantai lagi ya.." kata vian
" aa main di sini aja pah." jawab devan masih takut main di luar
" beneran aa gak mau main di pantai, padahal papah mau naik spead boat lho. kita jalan jalan ke tengah laut." kata vian
" beneran pah mau main ke tengah laut.." jawab devan
" masa papah bohong sih." kata vian
" asyiiiik.. ya udah aa akan makan banyak." jawab devan
akhirnya devan mau makan dan sudah mulai ceria, lily yang melihat anaknya sudah mulai ceria menghampiri vian
" papah bilang apa ke aa." tanya lily
" papah mau ajak aa naik spead boat." jawab vian
vian pun menanyakan ke pak bowo untuk penyewaan spead boat dimana, pak bowo berkoordinasi dengan pak made.
mendengar mau naik spead boat yang lain mau pada ikut termasuk lily.
" nanti kita bisa diving disana," kata pak bowo
__ADS_1
orang orang yang ada disana bersemangat termasuk devan
" gitu dong anak papah semangat." kata vian
" makasih yah pah untuk semuanya." kata lily
" sama sama sayank, papah bahagia kalau kalian bahagia, kamu gak akan apa apa gitu." kata vian
" gak pah, malahan bagus buat ibu hamil, mamah kan udah 7 bulan." jawab lily
" kamu cerdas bisa menangani situasi, tadinya bapak khawatir akan mental devan, yang tadinya ceria jadi murung, tapi melihat ini luar biasa." kata pak bowo
" iya pak, tapi insyaAllah si aa bisa kuat nanti saya kasih pengertian ke dia, dan ini juga bisa kita jadikan paket untuk pengunjung resort ini pak, apalagi kalo penyewaan speadboat bisa ada di area pantai kita ini." jawab vian
" nanti bapa suruh pak made tanya pengusaha penyewaan speadboatnya." jawab pak bowo
" aa kamu gak apa apa." tanya pak adi
" gak pak, aa cuma sakit sedikit di tangan tadi anngkis pukulan dan tendangan brandal itu." jawab vian
" tadi bapak lihat aa kaya beda, kekuatan dan gerakan aa beda." tanya pak adi
" waktu apa." tanya pak adi penasaran
" waktua aa mengantar seorang kakek pemulung, vian dan lily ke rumahnya, pas mau pulang aa salaman sama dia rasa hangat mengalir di tubuh aa." jawab vian
" emang kenapa aa sampai kesana kerumahnya." kata pak adi penasaran
" aa melihat akkek itu mendorong grobak kelelahan dan gak kuat mendorong di tanjakan, jadi aa sama putra bantu dorong sampai dirumahnya. aa melihat kondisi gubuknya dan lingkungannya memprihatinkan. untuk itu aa berencana membangun Rusun, jadi ide pembangunan rusun itu dari dari sana pak," jawab vian menjelaskan.
sore hari mereka pergi ke tempat penyewaan speadboat, karena banyak yang ikut mereka menyewa 2 speadboat. seadboat melaju ke lautan dengan obak yang kecil speadboat berhenti. vian mengajak devan terjun ke air diikuti oleh yang lainnya. mereka bergembira dan melupakan kejadian tadi siang, setelah matahari hampir tenggelam mereka kembali ke pantai lalu pergi ke resort. moment moment tadi tak lepas dari dokumentasi astrid.
" gimana aa, senang." tanya vian
" aa senang banget pah, makasih yaaa." jawab devan
__ADS_1
mereka pergi ke kamar masing masing untuk mandi dan berganti pakaian.
setelah magrib mereka pergi ke tempat live music dan makan malam di area tersebut. jam 11 malam.mereka kembali ke kamar masing masing.
" terimakasih ya pah, udah bikin kita bahagia." kata lily
" sama sama sayank, syukur kalo kalian bahagia." jawab vian. vian pun mengecup kening sang istri, lalu ******* bibir tipisnya. vian membimbing lily ke kasur dan pegulatan insan terjadi, saling memberikan kenikmatan dan kepuasan sehingga mencapai puncak bersama sama, vian mengecup kening lily sambil mengucapkan
" Terimakaaih sayank. I love you." kata vian
" I Love you tooo. my husband." jawab lily
mereka pun tertidur berpelukan dibawah selimut
di pagi hari vian bangun mandi, sholat berjamaah, selesai sholat lily izin untuk istirahat lagi, sedangkan vian pergi ke kursi di teras membawa secangkir kopi. vian menyalakan rokok, vian belum bisa menghilangkan kebiasaan merokoknya apalagi kalo ada banyak fikiran.
vian selalu memikirkan bagaimana membangun usahanya lebih berkembang lagi. ini bukan ambisi pribadi, vian sudah merasa cukup kalau untuk pribadi dan keluarganya setidaknya anaknya tidak akan merasakan apa yang pernah ia rasakan dulu. ambisi vian yang terbesar adalah bagaimana membangun usaha yang bisa membantu orang lain. vian pernah merasakan di tolak lamaran pekerjaannya karena pendidikan yang ia tempuh hanya diploma saja. vian juga sempat diremehkan oleh mertuanya karena status pendidikannya berbanding tebalik dengan gelar yang disandang sang istri.
untuk itu standard di perusahaannya bukan dari izajah tapi dari kemampuan dan etika, kalau hanya terpatok dari sisi nilai nilai izajah saja tidak mencerminkan bahwa orang itu kemampuannya bagus. vian bukan berarti tidak mementingkan pendidikan vian beberapa kali mendapatkan beasiswa tapi vian tolak karena saat itu dia sedang bekerja dan sedang membangun usahanya. vian gak mau hanya cuma mendapatkan izajah saja sedangkan ilmunya ia tidak mendapatkannya.
Cara pandang seperti itu mungkin ada yang membenarkan tapi banyak juga yang menyalahkan. tapi dari hasil dilapangan bahwa banyak pekerja yang lulusan sarjana tidak mengerti apa apa dan cendrung lambat memahami pekerjaannya, sedangkan yang hanya lulusan SMA sederajat bisa lebih cepat memahami pekerjaanya. kamampuan seseorang tidak bisa dilihat dari gelar apa yang dia sandang, mereka yang tidak memiliki gelar bukan tak ingin mendapatkan gelar tapi mungkin kesempatan, kondisi, dan keadaannya belum bisa.
dari pemikiran dan perenungannya itu, vian akan merencanakan dengan matang masalah dunia pendidikan ini dan bahkan mewujudkannya secepat mungkin.
disaat sedang memikirkan hal hal tadi, lily datang menghampiri. " pah ada apa, kok kelihatannya papah melamun." tanya lily
" papah lagi mikirin rencana untuk membangun sekolah dan universitas. papah kan gak begitu menguasainya, apa mamah ada orang yang bisa membantu.? jawab vian
" nanti mamah coba tanya bapak dan teman teman mamah kalo gak salah ada yang berkecimpung di dunia pendidikan juga." kata lily
" wah bagus itu, kalo nanti sudah ada kita ketemuan saja ya." jawab vian
" iya pah." kata lily sambil mengajak vian untuk sarapan.
di dalam sudah berkumpul keluarganya untuk sarapan, vian memberitahukan bahwa hari ini jam 2 siang kita harus sudah di bandara. vian juga menanyakan keinginan keluarganya mau kemana. mereka bilang ke tempat pusat oleh oleh saja dan langsung ke bandara.
__ADS_1
setelah sarapan vian berbica kepada pak bowo untuk mengadakan brefing bersama karyawan resort ini. mereka berdua pergi ke tempat meeting dan mengumpulkan karyawan. vian meminta laporan dari karyawan tentang hasil dari proses yang sudah dikerjakan.
pihak manajemen resort itu menyampaikan bahwa reapon mengenai reaort itu mengalami peningkatan. hasil tidak akan menghianati prosesnya. vian juga menyampaikan bahwa hari ini dia dan keluarga akan pulang, jadi jika ada yang mau didiskusikan bisa telepon ke dirinya.