
vian melanjutkan ucapannya setelah meminta izin ke pak wahyudi.
" bukan mau membuka lembaran lama pak yudi, tapi ini bisa diambil contoh untuk semua, awalnya saya enggak kenal sama sekali sama pak yudi, tapi pak dede selaku direktur utama L-Trans memberikan rekomendasi karena waktu itu saya mau buka usaha di kota ini, karena beliau mau levih dekat sama ibunya, maka saya tawarkan mau enggak membuka cabang L-Trans di surabaya, kata beliau mau dan rencana beliau mau membawa ibunya kesini juga dan itu sudah kesampaian, berjalannya waktu mertua saya yang awalnya menjadi direktur di dillas ikut kami tinggal di jakarta, otomatis disini menjadi kosong, enggak ada penanggung jawab, maka saya tawarkan ke pak yudi mau tidak, pada awalnya beliau bilang enggak sanggup pak karena belum ada pengalaman, saya bilang kalau sambil belajar bisa enggak, beliau bilang bisa, ya udah sampai sekarang beliau menjadi penanggungjawab di dillas di L-Trans ada penggantinya, terus untuk bapak ibu gimana apa hubungannya cerita saya tadi, kalau perusahaan ini berkembang tidak menutup kemungkinan dillas akan membuka cabang di kota kota lain atau daerah lainnya, misalnya dari kota M, bapak ibu yang mengusulkan, pak saya dari kota M saya ingin pulang kampung tapi saya masih ingin bekerja di Dillas, saya berencana untuk membuka kantor disana, kerjanya saya akan mengumpulkan hasil panen dari sana lalu mengirimkannya kesini sebagian saya akan membuka pasar disana juga, target awal saya sebulan 100juta, analisa pasarnya seperti ini bapak ibu jelaskan. Serahkan ke pak yudi nanti pak yudi akan menyerahkannya ke saya. Kalau oke tim dari dillas akan kesana untuk melakukan survey lokasi kantor, operasionalnya seperti apa. Kalau untuk disini kita membutuhkan banyak tenaga untuk tim pembelian supply, bapak ibu bisa mengajukan pak saya mau jadi koordinator tim untuk daerah P, karena saya asli sana, saya kenal para petani disana jadi supply jagung setiap bulannya dari sana 3 ton, nanti koordinasi dengan tim lainnya. jangan takut masalah jenjang karir, masalah kata kata jabatan bisa kita buat sendiri, yang terpenting tadi akhlak, etika dan kejujuran bapak ibu sekalian. Nanti diperjalanan waktu kalau apa yang saya ucapkan ini ada yang belum saya lakukan tolong ingatkan. Satu hal lagi saya meminta ke tim direksi dan manajemen supaya membentuk koperasi karyawan, barang apa saja disana produk dari PBN ada minyak goreng, beras, mie instans, terigu dan produk LA, air minum dalam kemasan, prozen food, snack bisa karyawan membelinya di koperasi dan koperasi ini yang akan menghandle urusan pinjaman karyawan dengan kerjasama dengan cabnag bank BLS, kenapa saya katakan pinjaman karena kita enggak tau kebutuhan kita, daripada karyawan meminjam ke rentenir lebih baik perusahaan mengakomodirnya apalagi itu kebutuahn yang sangat urgent. Akan tetapi harus diperhatikan juga jangan sampai meminjam karena gaya hidup. Kalau untuk yang urgent jangan sampai bertele tele prosedurnya, bagian koperasi hatua bekerjasama dengan bagian HRD supaya bagian HRD bisa melakukan verifikasi. saya rasa sudah cukup perkenalan ini, terimakasih atas waktunya sehingga saya bisa bertemu dengan bapak ibu karyawan dillas ini, mohon maaf kalau ada kata kata yang salah. Terimakasih." kata vian. Para karyawan dillas pun memberikan tepuk tangan.
" untuk makan siang sudah dipesankan dari dillas cafe, jika bapak ibu mau makan, ngopi membawa keluarga ke dillas cafe itu tinggal menunjukan kartu karyawan nanti akan mendapatkan potongan 20%." kata pak wahyudi
" nanti agendakan family gathering setelah RUPS ya, jadi setiap karyawan boleh membawa suami atau isterinya sama anak anaknya, kalau yang belum berkeluarga boleh bawa orangtuanya. Diatur sama bagian HRD saja gimana teknis yang bagus, semuanya harus bisa ikut, jadi diatur jangan sampai operasional pun terganggu apalagi mesin behenti, kegiatan ini untuk menjalin silaturahmi mempererat persaudaraan antar karyawan dan keluarga. Nanti pak yudi kabarkan saya aja, tapi supaya saya bisa datang jangan sampai 6 bulan ini aja, karena isteri saya sebentar lagi melahirkan dan kemungkinan dia juga ingin ikut, supaya si bayi bisa diajak jalan jalan kalau udah 4 bulan. Tapi kalau memang mau dipercepat juga enggak masalah yang penting jangan 2 bukan ini aja." kata vian
" baik pak nanti saya lihat waktunya sama saya akan cari lokasinya juga." kata amel
" kalau kira kira ada masalah urgent hubungi saya langsung saja kalau pak yudi sedang berhalangan." kata vian
" baik pak." kata mereka
" oh iya pak ada yang perlu bapak tandatangani untuk masalah peralihan hak lahan ini, sama ibu astrid dan ibu dilla juga." kata pak wahyudi
" bawa aja, nanti di rumah tanda tangannya." kata vian
__ADS_1
" baik pak, oh iya bapak mau makan disini agau dimana." kata pak wahyudi.
" di dillas cafe aja deh, sambil saya mau ngobrol disana. Saya keluar duluan ya pak yudi, silahkan urus dulu aja disini." kata vian, Vian pamitan lalu pergi keluar, di pos security vian menyalakan rokoknya.
" pak mau dibuatkan kopi biar enak ngerokoknya." kata pak maulana
" boleh pak mul, terimakasih ya. Ada enggak kopinya." kata vian
" ada pak, pak yudi sudah menyiapkan untuk kita kita yang jaga." kata pak maulana, lalu membuatkan kopi untuk vian, tak lama dia membawa secangkir kopi dan memberikannya kepada vian.
" terimakasih, saya jadi enak nih." kata vian
" kapan kapan bisa pak, kalau saya kesini bisa ngopi bareng." kata vian
" makasih pak atas perhatiannya kepada kami, jujur saya sangat tersentuh apalagi bapak mau duduk bareng sama karyawan seperti saya ini." kata pak maulana
" semua orang sama saja pak, tolong ingatkan saya kalau memang saya membeda bedakan orang, seperti yang saya ucapkan tadi yang terpenting buat saya akhlak, etika dan jujur, percuma berpendidikan tinggi kalau enggak punya akhlak yang bagus. Jadi santai saja sama kalau sama saya, silahkan tanya ke pak dado security LCI, saya ngopi bareng dia kok." kata vian
__ADS_1
" makanya saya berani nawarin kopi juga karena saya dapat informasi dari pak dado pak, katanya bapak enggak pilih pilih tempat, baik, dan memang terbukti sama saya sekarang." kata pak maulana
" kalau karyawan seperti saya ini boleh enggak mengambil rumah di LAD's Residence." kata pak maulana
" memangnya bapak belum memiliki rumah." kata vian
" belum pak, selama ini setelah saya menikah selalu ngontrak terus." kata pak maulana
" semua karyawan boleh mengajukan kepemilikan rumah, enggak ada terkecuali." kata vian
" isteri pasti senang nih mendengarnya," kata pak maulana
" saya berharap bapak dan yang lainnya bisa menjaga asset perusahaan ini, ini milik bapak juga yang harus dijaga," kata vian
" itu sudah pasti pak, apalagi bapak ini baik kepada kami, jujur saja sebelum saya melamar pekerjaan di dillas saya sebelumnya bertanya ke pak dado karena saya berteman dengan dia, dan saya melihat pak yudi juga baik memperlakukan karyawan tidak semena mena mentang mentang dia pimpinan, sama seperti bapak ini mau ngopi bareng dengan kami, terkadang sampai malam kalau ada kerjaan." kata pak maulana
" saya juga enggak enak sama pak yudi tuh, karena beliau kan penanggungjawab perusahaan bagaimana dilihat karyawan kalau dia menjadi sopir saya, tapi dia bilang enggak masalah, biarkan saja orang menilai apa yang terpenting kita tidak melakukan hal hal buruk." kata vian.
__ADS_1
vian pun menikmati kopi dan rokoknya sambil mengobrol dengan pak maulana dan menunggu pak wahyudi selesai urusannya.