
Ika dan yang lainnya pun membawa pak iwan dan pak yana ke aula, Mereka pun berkenalan lalu mengobrol masalah produksi kaoskaki
" terimakasih pak sudah mau datang kesini, saya berencana ingin produksi kaoskaki di tempat bapak, kalau boleh tau selama ini bapak produksi kaoskaki muslimah aja atau kaoskaki lainnya juga." kata ika
" saya produksi kaoskaki muslimah aja mbak." kata pak yana
" kalau saya ada kaoskaki bola dan sekolah." kata pak iwan. Mereka pun mengeluarkan produk yang mereka produksi, ika pun menanyakan kafasitas produksinya mereka, mereka pun deal untuk kerjasama. Vian pun menemui mereka.
" assalamualaikum pak iwan, pak yana, apakabarnya nih," kata vian
" waalaikumsalam, alhamdulillah baik pak," jawab pak iwan dan pak yana
" udah lama banget kita enggak bertemu, saya dengar juga bapak keluar dari perusahaan S, sekarang bapak dimana." kata pak iwan
" saya sekarang disini pak, ngurus ternak sama jadi petani aja." kata vian
" kalau ada yang masih dibicarakan lanjutkan saja." lanjut vian
" sudah selesai pak." kata pak iwan
" gimana apa bapak enggak masalah produksi ke orang lain pak." kata vian
" enggak pak, perusahaan S sudah jarang order ke kita lagi." kata pak iwan
" bapak tau lah dulu saya seperti apa disana." kata pak yana
" semalam adik saya bilang mau produksi kaoskaki dan hari ini mau bertemu dengan bapak, mudah mudahan saja kerjasamanya berjalan dengan lancar pak, tolong bantu adik saya ini." kata vian
" aamiin, insyaAllah pak." jawab pak iwan dan pak yana
" nanti kirimnya ke pabrik LA yang disana aja ka, supaya packagingnya disana." kata vian
" iya a, udah ika kasih." kata ika
" oh mbak ika ini adiknya pak vian." kata pak iwan
" iya pak, dia mau belajar usaha katanya, dan kalau saya yang maju juga kan enggak enak ya." kata vian
__ADS_1
" enggak masalah pak, lagian bapak sudah tidak disana lagi. Sudah gitu saya juga sudah jarang bertemu sama pemilik perusahaan tersebut." kata pak iwan
" sudah beda level pak, jadi kita ini sudah ketinggalan jadi enggak kepakai lagi." kata pak yana
" iya mbak saya harap kalau memang ada kekurangan di kita ini, mbak kasih tau, jangan sampai main putus begitu saja." kata pak iwan
" baik pak, kita sama sama aja," kata ika
" kalau ada pak vian saya percaya, dulu saja sebenarnya beliau sudah ambil barang sama saya, tapi karena merasa enggak enak jadi enggak dilanjutin padahal saya tau bahwa barang yang pak vian order tuh lain dengan produk perusahaan, tapi saya salut bapak mengalah supaya tidak banyak omongan." kata pak iwan
" begitulah pak, dari awal sampai akhir, makanya saya memutuskan untuk keluar." kata vian
" makanya saya juga lebih baik enggak banyak omong saja, pas lagi butuh saya dikejar kejar pas sudah enggak di lupakan." kata pak iwan
" InsyaAllah enggak akan seperti itu pak, yang terpenting bapak juga sama kalau ada apa apa koordinasikan dengan kami." jawab ika
" alhamdulillah kalau memang pak iwan sama pak yana mau membantu, saya mohon bantuannya juga dari bapak bapak," kata vian
" insyaAllah pak, saya jadi lebih tenang karena ada pak vian disini," kata pak iwan, vian pun bertukar nomor telepon sama pak iwan dan pak yana
" pak yana saya minta kaos kaki polos dari pak yana, kalau yang motif dari pak iwan dan yang polos untuk di printing " kata vian
" kalian sudah bicarakan pembayarannya seperti apa." kata vian
" udah om, untuk yang awal ini kita akan akan bayar 70% dulu sisanya setelah barang diterima di kantor LA, orderan ke dua sampai selanjutnya sampai kerjasama ini berjalan satu tahun kami akan bayar 50% pas order turun dan sisanya setelah barang diterima, kalau kedepannya lagi bisa saja kita lunasin atau minta tempo pembayaran 2 minggu setelah barang di terima." kata silvy
" kalian atur aja, pada intinya setiap kerjasama harus saling menguntungkan kedua belah pihak dan kalau ada apa apa langsung cepat di komunikasikan." kata vian
" betul itu pak, komunikasikan saja misalnya barang dari saya itu ada yang cacat, saya akan senang diberitahukan daripada didiamkan siapaya kami bisa cepat memperbaikinya." kata pak iwan
" untuk barangnya bisa kita ambil pak ke pabrik bapak jadi tinggal infokan saja, nanti tim dari SPI akan ada yang mengambilnya kesana." kata vian
" alhamdulillah kalau seperti itu, jadi saya enggak akan pusing dalam mengantarkan barangnya. Kalau seperti itu bisa saya kurangkan lagi harganya." kata pak iwan
" atur saja aama bapak, saya percaya sama pak iwan dan pak yana, saya masih ingat apa yang dulu bapak bilang, waktu itu saya mau mengundurkan diri karena di pindahkan posisi ke bagian gudang, bapak bilang pak anggap saja itu sebagai ilmu gratis, orang lain kalau mau belajar harus bayar, bapak malahan dibayar, coba jalankan saja dulu." kata vian
" dulu saya lihat memang bapak itu gigih, walau di bagian keuangan tapi masih mau membantu mengangkat barang, siapin orderan, bahkan kirim barang." kata pak iwan
__ADS_1
" terimakasih pak, kalau ada apa apa mengenai kerjasama ini sampaikan kepada saya, supaya hubungan silaturahmi ini masih tetap berjalan baik, saya enggak mau karena hal ini menjadi pemutus hubungan silaturahmi." kata vian
" baik pak, terimakasih." kata pak iwan dan pak yana
" ngomong ngomong pak ini pabrik apa ya." kata pak iwan
" ini pabrik pengolahan daging untuk prozen food dan minuman." kata vian, vian memanggil opik supaya menyiapkan beberapa hasil produksi LA 2 paket untuk pak iwan dan pak yana, vian juga memberitahukan pak dede untuk menyiapkan 1 kendaraan untuk pengangkutan produk dari tempat pak iwan dan pak yana.
" alhamdulillah ya kita masih bisa di pertemukan seperti ini." kata vian
" betul pak, ini takdir Allah, dulu kita enggak bisa lanjut kerjasama, ternyata Allah telah mempersiapkannya sekarang." jawab pak iwan
" kalau ada produk lainnya pak boleh hubungi saya." kata vian
" siap pak." kata pak iwan
" banyak yang bisa kita kerjakan bersama, kalau bapak mau menjadi pemasok gabah dan hasil pertanian juga bisa ke sini, nanti hubungi pak opik saja." kata vian
" insyaAllah pak, inilah manfaat silaturahmi." kata pak iwan
" bapak tinggal dimana gitu sekarang." kata pak yana
" saya tinggal di jakarta balik lagi ke asal setelah lepas dari perusahaan S itu," kata vian
" takdirlah yang bisa mempertemukan kita lagi." kata pak yana
" sebenarnya sudah lama anak anak alumni perusahaan S mengajak untuk membuka usaha kaoskaki ini, tapi saya belum menyanggupinya, karena saya masih menghargai perusahaan S." kata vian lalu menyalakan rokoknya
" enggak usah difikiran pak mereka juga belum tentu mikirin kita." kata pak iwan
" oh iya pak untuk ukuran kaoskakinya mau disamakan saja dengan yang sudah ada atau ada permintaan lain." lanjut pak iwan
" samakan saja, untuk yang polos itu ukuran pendek dan panjang tapi lebih banyak yang pendek, sama dengan yang motif juga." kata vian
" oke kalau begitu, kita akan langsung jalankan pesanannya." kata pak iwan
" kalau saya kesini bisa nanti kita sering ketemu pak, kalau sudah tau seperti ini." kata vian
__ADS_1
" iya pak, terimakasih bapak masih mengingat saya." kata pak iwan dan pak yana.
Setelah mengobrol, pak iwan dan pak yana pun pamitan pulang.