
Seperti biasa di pagi hari vian berolahraga naik sepeda, pak gubernur ikut naik sepeda keliling komplek. Mereka berkeliling beberapa kali setelah itu baru kembali ke rumah. Vian membuat susu panas lalu duduk di teras depan bersama pak gubernur
" terimakasih banyak pak susunya." kata pak gubernur
" sama sama pak," jawab vian
vian memberitahukan pak dede supaya membawa minibus ke rumah jam 8an untuk pergi ke peresmian panti asuhan.
" saya benar benar enggak enak loh pak, saya selalu merepotkan bapak." kata pak gubernur
" enggak pak, saya senang malahan bisa mendapat saudara baru, tapi saya dan keluarga pun memohon maaf apabila dalam melayani atau ada tindakan kami yang tidak berkenan." kata vian
" ini sudah sangat luar biasa, jujur saja saya sangat merasakan disini aura kekeluargaan jadi saya tidak merasa segan lagi, itu yang membuat saya enggak enak hati." kata pak gubernur
" saya bersyukur kalau begitu karena kalau bapak merasa segan segan jadinya saya juga enggak enak." kata vian
" insyaAllah ini rumah menjadi berkah, banyak memberikan manfaat buat yang lainnya juga, kalau di hitung pakai rumus manusia berapa biaya yang harus dikeluarkan bapak untuk menjamu kita kita, apalagi yang saya lihat yang tinggal disini lebih dari 30 orangan. Bapak menyediakan temlat tinggal, makan, dan kebutuhan sehari hati lainnya." kata pak gubernur
" aamiin, saya juga enggak nyangka bakalan seperti ini, makanya bangunan mes dan kamar tamu ini pun baru karena enggak ada rencana sampai sejauh ini. Kalau gedung livi group memang sudah ada rencana makanya saya membeli lahan kavling." kata vian
" jujur saja saya sangat terpukau melihat pak vian dan keluarga dalam menjamu tamu tamu, memperlakukan orang lain dengan baik." kata pak gubernur
" saya ingin dikala saya sudah menghadap ilahi, orang orang banyak yang mengingat atas apa yang sudah saya lakukan ini sihingga mau mendoakan saya." jawab vian
" betul pak, di dunia ini kita hanya sementara saja, doa doa dari mereka lah yang akan membawa kita ke surganya Allah." kata pak gubernur
__ADS_1
" aamiin." jawab vian
vian dan pak gubernur pun masuk ke kamar, mereka mau siap siap untuk pergi ke peresmian panti asuhan. Sebelumnya vian menelepon pak ustadz supaya jangan mencari kendaraan untuk membawa anak anak panti asuhan. Vian pun menelepon pak dede supaya menyiapkan kendaraan untuk mengangkut anak anak dan pengasiluh panti asuhan.
Jam 7.37 menit mereka pun sarapan bersama, vian meminta ari dan bimo serta deni untuk membuat dokumentasi nanti di panti asuhan. Selesai sarapan vian pergi ke depan untuk merokok, tak lama astrid dan dilla menemuinya.
" pah aku enggak ikut ke acara peresmian panti asuhan itu ya, de avin takut belum terbiasa takutnya nanti rewel." kata astrid
" iya pah aku juga ya, enggak apa apa kan." kata dilla
" iya udah enggak apa apa, lagian de avin sama de alea masih belum biasa di ajak pergi jauh jauh." kata vian
" terimakasih ya pah." kata astrid dan dilla, mereka pun memberikan ciuman di pipi vian.
Jam 8.37 menit vian dan yang lainnya pergi ke lokasi panti asuhan. Jam 9.27 menit mereka pun sampai di lokasi yayasan pendidikan Livi, karena kendaraan tidak masuk kelokasi. Vian menyampaikan supaya mengantar kalau pak menteri sosial datang disuruh mengantarkannya ke panti asuhan. Vian dan yang lainnya pun pergi ke lokasi panti asuhan.
" benar luar biasa ini, insyaAllah anak anak betah." kata pak menteri UMKM
" ini ruangan untuk melakukan pertemuan dan belajar anak anak, itu musholla ukurannya 4x6 m2, itu rumah untuk pengasuh saya buat 3 rumah type 45 karena yang selama ini ada 3 keluarga pengasuh, dan yang masih belum berkeluarga kita buatkan semacam mess dan itu menyatu dengan kamar anak anak luasnya hanya biasa diisi 2 orang, sedangkan untuk kamar untuk anak anak ada sekitar 10 kamar satu kamarnya bisa diisi 4 sampai 5 anak remaja dan dewasa, sedangkan untuk kamar anak anak di bawah umur 12 tahun ada 8 kamar masing masing kamar bisa menampung sampai 6 orang. Itu semua dibangun menjadi 2 lantai dan di setiap lantai ada Kamar mandi sebanyak 4 kamar mandi. Bangunan tersebut ada 2 untuk putra dan untuk putri, Itu di atas kolam ada dapur dan tempat mereka makan. kita juga bangun lapangan untuk bermain anak anak disini. Vian juga menjelaskan bahwa semua lahan untuk panti asuhan ini di pagar kawat berduri dan untuk area bangunan di pagar memakai tembok." kata vian menjelaskan bangunan bangunan yang ada disana, mereka pun mengecek ke setiap kamarnya.
" ini bagus sekali pah, bisa memberikan kenyamanan bjat anak anak, tapi perlu kita ingatkan kepada mereka terutama pengasuh atau pengelolanya supaya bisa menjaga fasilitas yang ada disini." kata pak bambang
" iya pak karena menjaga lebih sulit dibandingkan kita membangunnya." kata pak menteri UMKM
Tak lama rombongan anak anak dari panti asuhan datang, pak ustadz terkagum kagum melihat bangunan tersebut, karena sebelumnya dia pernah datang kesana tapi belum jadi.
__ADS_1
" pak ini rumah yang akan kita tinggali nanti." kata salah satu anak
" iya nak, nanti kamu sama teman teman tinggal disini, gimana kalian suka." kata pak gubernur
" iya sayang, nanti kita semua akan pindah kesini." kata pak ustadz Hasan
" asyiiiiiiiiik, ada tempat mainnya." kata mereka lalu mereka berlari ke lapangan dan tempat bermain.
" terimakasih bapak bapak atas kepeduliannya, terutama pak vian dan keluarga saya selaku pengurus panti asuhan mengucapkan terimakasih yang telah peduli kepada kami." kata pak ustadz Toha
" pak ustadz kemat, pak ustadz toha, pak ustadz hasan kami sudah membuatkan rumah juga untuk bapak bapak sekeluarga, untuk adik adik pengasuh bisa tinggal di mess dekat kamar anak anak." kata vian
" terimakasih banyak pak, padahal kita bisa tidur di kamar barwng anak anak." kata pak ustad kemat
" pak ustadz kan sudah berkeluarga, bapak juga punya privasi, jadi saya harap bapak juga bisa memberikan kebahagiaan kepada keluarga bapak," kata vian
" betul pak ustad, bapak punya keluarga jadi bapak juga punya kebutuhan itu untuk memberikan kebahgiaan untuk keluarga bapak." kata pak bambang
" kami sangat berterimakasih karena bapak mau mengasuh anak anak ini." kata pak gubernur
" nanti akan ada tim dari yayasan livi yang akan membantu, nanti pak ustad kemat tinggal menghubungi mereka saja, saya dan yang lainnya menitipkan bangunan ini supaya di jaga, dan insyaAllah kami telah sepakat untuk pengurus panti asuhan ini setiap bulannya akan mendapatkan upah melalui yayasan livi. Saya harapkan bapak ustadz juga bisa membimbing anak anak kita ini menjadi lebih baik." kata vian
" kita juga akan bekerjasama dengan pihak dinas sosial dalam hal ini pemerintahan untuk membantu dalam menjalankan panti asuhan ini, jadi bapak bapak tidak perlu khawatir untuk masalah dana, jadi kami berhatap bapak bapak ini fokus ke pembibingan anak anak saja." kata pak menteri UMKM
" untuk sekolah anak anak pun bapak tinggal koordinasi sama pihak yayasan livi dalam hal sekolah anak anak." kata vian
__ADS_1
mereka mengobrol sambil menunggu pak menteri sosial datang.