Perjalanan Hidup Anak Kampung

Perjalanan Hidup Anak Kampung
Liburan 1


__ADS_3

" kalian ini ya, enak banget pulang kerja langsung makan aja." kata pak bambang


" iya, seperti dirumahnya aja." kata pak menteri UMKM


" memang disini rumah kita, makan, tidur," jawab silvy


" iya pak, disini udah seperti rumah kita sendiri, makan tinggal makan, tidur tinggal tidur, nyuci pakaian pun tinggal di simpan di tempat cuci," kata amira


" iya nih kita jadi merepotkan pak vian dan keluarga, sampai menitipkan anak anak kita disini." kata pak menteri pendidikan


" enggak apa apa pak, kami bersyukur jadinya banyak saudara." kata vian


" ini jalan dari Allah supaya kita bisa terus bersilaturahmi, dan saya juga banyak belajar dari keluarga ini, kita juga bisa melihat sendiri bagaimana Allah menunjukan kepada kita waktu di tanah suci mekkah, pak vian memperlakukan kita seperti ini dan disana Allah juga menunjukan bagaimana pak vian diperlakukan." kata pak gubernur D


" iya ya pak, kita aja yang namanya pejabat tidak mendapatkan perlakuan seperti pak vian dapatkan, saya iri betul." kata pak gubernur B


" mungkin itu kebetulan saja pak." kata vian


" tetlepas itu kebetulan atau tidak pak, mana bisa sampai beberapa kali dan untung saja saya ikut pak vian jafi bisa merasakan sholat di raudhoh dan mencium hajar aswad dengan tenang, waktu saya berangkat kesana sama keluarga enggak mendapatkan perlakuan seperti itu." kata pak gubernur B


" iya ya, ternyata kita masih kurang koneksi dan orang dalam." kata pak bambang sambil ketawa, yang lain pun ikut tertawa.


" itulah indahnya silaturahmi," kata pak menteri UMKM


" mendengarkannya saja saya iri kenapa enggak dari dulu saya bersilaturahmi ya. Jadinya saya enggak bisa ikutan umroh bareng " kata pak menteri sosial


" sama saya juga pak menteri." kata pak menteri pendidikan


" kita nanti adakan lagi aja umroh bareng." kata vian


" boleh tuh pak.... Perlu kita agendakan." kata mereka


" iya pak setelah RUPS PBN aja pak, kita kesana." kata pak bambang


" betul... Boleh tuh." kata pak menteri UMKM


" boleh, semoga aja di tahun pertama ini PBN mendapatkan keuntungan." kata vian


" aamiin." jawab mereka

__ADS_1


" oh iya gimana kalian sudah mempersiapkan segalanya untuk liburan besok." kata vian


" sudah om." jawab mereka


" terus kerjaan di kantor gimana." kata vian


" untuk masalah teknis sudah diserahkan ke tim a, dan kita juga akan memantaunya kok." kata ika


" bagus kalau begitu." kata vian


" kita juga disana sekalian kerja kok om, kita mau bikin iklan dan yang lainnya." kata silvy


" bagus. Jadi ada manfaat tambahan." kata vian


" kalau begitu nanti sekalian buat iklan untuk LCI ya, nanti produknya tante kasih." kata lily


" siap tante." kata mereka


" kalau ada produk sunblock tante, kita kan mau ke pantai jadi cocok." kata silvy


" iya, tante sudah siapkan kok itu semua." kata lily


" alhamdulillah pak, aku banyak belajar dan itu tidak ada di kuliahan." kata amira


" di tempat kuliah itu hanya sebagai panduan saja, yang bagus itu ya seperti ini praktek langsung, karena apa yang kita fikirkan belum tentu sama di lapangan." kata pak menteri pendidikan


" orang yang pinter di tempat kuliah belum tentu pintar pas prakteknya, jadi kalian harus bisa menyesuaikan. Karena sudah dapat panduannya setifaknya tidak akan melenceng." kata pak menteri UMKM


" kepintaran itu harus dilihat dari kemampuan kalian bukan dari nilai kalian. Karena kalau melihat kepintaran dari sisi nilai saja itu tifak mencerminkan bahwa kalian mampu." kata vian


" betul pak, karena kalau kepintaran itu dilihat dari nilai saja tidak mencerminkan bahwa orang itu pintar karena bisa saja nilai yang di dapatkan itu dari hasil kurang baik." kata pak menteri pendidikan


mereka mengobrol sambil makan jagung bakar dan susu panas, vian minum kopi sambil menghisap rokoknya. Karena sudah malam dan besok mau pergi liburan jafi mereka pergi istirahat. Vian dan isterinya pun pergi ke kamar.


" gimana persiapan besok sudah siap semuanya." tanya vian sambil duduk di sofa


" kalau aku udah pah." jawab lily


" sama kita juga udah pah." jawab astrid, dilla dan shinta

__ADS_1


setelah mengobrol sebentar mereka pun tidur.


di pagi hari sehabis sholat shubuh vian pergi untuk bersepeda, sewaktu mau berangkat bersepeda pak gubernur B datang, akhirnya vian dan pak gubernur B pergi bersepeda berkeliling komplek, setelah beberapa putaran dan sudah berkeringat mereka kembali ke rumah, vian duduk di teras minum air mineral yang ada disana lalu membuat susu dan kembali ke teras. Vian menyalakan rokoknya lalu meminum susu yang dibuatnya. Jam 6.07 menit dari catering datang untuk mempersiapkan makanan untuk sarapan. Jam 6.17 menit pak dede dan pak edi bersama keluarganya datang.


" pak de, gimana bus untuk ke bandara sudah siap." tanya vian


" sudah pak, sebentar lagi juga datang." jawab pak dede


" syukur kalau begitu, iya sudah pak dede dan pak edi istirahat aja dulu, kalau mau ngopi bikin sendiri aja ya." kata vian


" siap pak." jawab pak dede dan pak edi. Vian pamitan mau berganti pakaian.


jam 6.27 menit vian mengajak semuanya untuk sarapan karena jam 7an mau berangkat ke bandara. Mereka pun pergi sarapan bersama, vian pun mengajak pak dede dan pak edi beserta keluarhanya untuk satapan terlebih dahulu.


" tetimakasih banhak ya pak, saya merepotkan dan menitip isteri dan anak saya." kata pak bupati P


" tenang saja pak bupati, meteka juga sudah pada dewasa, enggak harus dijagain juga." jawab vian


" aduh jadi kepengin ikut kalau begini." kata pak menteri UMKM


" iya nih, rapatnya kita usulkan di undur saja ya." kata pak menteri pendidikan


" betul. Tau begini kita kemarin usulkan diundur." kata pak menteri sosial


" kita menyusul saja nanti." kata pak bambang


" siap pak, kita kabar kabar ya, supaya sama sama perginya." kata pak menteri UMKM


" oh iya, nanti minta tolong di bantu ya untuk check in di bandara dan sekalian absensi ke anak anak muda, ini sudah saya biatkan listnya." kata lily


" siap tante. Nanti kita kerjakan." kata anak anak SPI


" nanti jangan pisah pisah ya, kalau mau ada keperluan bqik di bandara atau nqnti di tempat liburan, tolong kasih gau yang lainnya, supaya enggak saling mencari." kata vian


" siap." jawab mereka


" setelah sarapan, kalian langsung bawa batang bawaannya dan masukkan ke bagasi bus, kalian juga harus bisa menjaga barang bawaan kalian masing masing dan saling bantu, karena kita ke bali dulu batu kita ke labuan bajo, memang sedikit ribet tapi insyaAllah kalau kita bersama sama enggak masalah." kata vian


Setelah sarapan mereka pun mengambil barang bawaan mereka lalu memasukannya ke bagasi. Vian pun memberikan briefing terlebih dahulu dan berdoa bersama untjk keselamatan dan kelancaran selama perjalanan dan libutan tersebut.

__ADS_1


__ADS_2