Perjalanan Hidup Anak Kampung

Perjalanan Hidup Anak Kampung
Kunjungan Tamu Agung


__ADS_3

Lily menyuruh ibu sisil dan pak bambang istirahat di kamar tamu sedangkan vian mengajak astrid dan dilla pergi ke ruko di antar pak dede, sampai di ruko vian memeriksa pengerjaan interior toko LAD's.


" hari ini selesai pak." kata pengawas pengerjaan


" oke terimakasih banyak ya, nanti saya lunasi sisa pembayarannya." kata vian


" baik pak, silahkan saja sama kantor." kata pengawas pengerjaan interior.


" pak di cafe ada kiriman dari surabaya, katanya buat LAD's, dan ada kiriman dari LA katanya untuk Bapak di rumah." kata riki


" iya nanti bawa kesini ya pak, sama yang buat ke rumah masukan aja ke mobil saya." kata vian


" baik pak, nanti saya sama pak yanto angkut kesini." kata riki


" terimakasih pak." kata vian, setelah selesai disana vian ke ruko SPI, vian melihat kondisi toko, gudang lalu ke kantor. Disana masih ada ika, bella, lusi dan mitha sedangkan karyawan sedang beres beres untuk pembukaan esok hari.


" aa, kak astrid dan kak dilla kapan datang." tanya ika lalu menyalami vian, astrid, dan dilla diikuti bella, lusi, dan mitha


" baru aja datang." jawab mereka


" gimana persiapan besok, dan apa sudah ada penjualan." kata vian


" pesiapan besok sudah selesai, penjulan juga udah ada tapi baru sedikit." kata ika


" bagus dong, tingkatkan lagi iklannya." kata vian


" sudah mas, bahkan iklan paket sample juga sudah tayang." kata bella


" bener kerja yang bagus, pelan pelan saja jangan terbawa nafsu." kata vian


" itu karyawan belum pada pulang." lanjut vian


" belum aa, mereka mau lembur katanya." jawab ika


" kalian sudah pada makan belum." kata vian


" siang udah aa." kata ika


" jadi ada berapa orang karyawan disini." kata vian


" bagian gudang 2 orang, marketing online 3 orang, marketing ofline 2 orang, keuangan 1 orang, akuntansi 1 orang, toko 2 orang." jawab ika


" o iya kamu ada teman gak yang mau kerja di toko LAD's 2 orang aja." kata vian


" kayanya ada deh aa, nanti ika coba tanya." kata ika


" kalau ada besok suruh datang ya." kata vian


" siap aa," jawab ika


" aa gak akan lama disini, karena masih di rumah ada pak bambang dan nanti mau ada kunjungan tamu agung daerah ini." kata vian


" siapa aa, jangan bilang pak gubernur." kata ika

__ADS_1


" memang beliau yang mau datang." kata astrid


" bisa gak besok undang ke acara pembukaan aa." kata ika


" nanti aa coba ngomong, wah kalau gitu biar sekalian sama LAD's aja ya." kata vian


" iya ide bagus tuh, besok pagi kita rapihkan aja dulu produk produk LAD'snya. Jadi pembukaannya jam 10an aja." kata dilla


" biar rame mas undang juga manajemen BLS dan LNI." kata astrid


" biar sekalian ya, jadi suruh teman kamu yang mau kerja besok jam 8an ka." kata vian


" siap bos, ini ika lagi tanya di group kelas." kata ika


" udah kita juga pulang aja, biar bisa ketemu sama pak gubernur." lanjut ika.


" iya udah suruh karyawan pulang, dan ajak mereka makan di cafe dulu." kata vian


" oke pak bos, aa yang traktir kan." jawab ika


" iya, aa traktir." kata vian, lalu berangkat ke cafe diikuti astrid dan dilla


" mas aku sama dilla ke supermarket dulu ya, ada yang mau dibeli, mas mau titip apa." kata astrid


" rokok aja 3 bungkus, kalian pegang uang gak, emang mau beli apa sih." kata vian


" ada mas, ini rahasia mas gak boleh tau." kata astrid


vian pergi ke cafe sedangkan astrid dan dilla ke supermarket yang gak jauh dari sana. Vian memesan kopi lalu menyalakan rokoknya. Disana ada pak dede sedang ngopi sama ngerokok juga. Tak lama karyawan SPI datang, mereka pun menyapa vian.


" sore juga, iya udah kalian sebelum pulang makan dulu, sama pesan buat dibawa ke rumah ya, biar nanti saya yang bayar." kata vian


" iya pak, terimakasih." jawab mereka, mereka pun langsung memesan makanan dan minuman


handphone vian berbunyi ada telepon dari lily " pah masih lama disana, ini pak bambang tanya.".


" lumayan sih, papah lagi santai dulu di cafe." jawab vian


" ini kata pak bambang dia juga pengen kesana, mamah sama ibu sisil kesana ya." kata lily


" iya sudah, papah tunggu disini, pak edi ada kan." kata vian


" iya pah ada, iya udah mamah pergi sekarang." kata lily, lalu menutup teleponnya


" mas ini rokoknya." kata astrid


" makasih sayang, kalian mau pesen apa, sebentar lagi lily, ibu sisil sama pak bambang kesini." kata vian, astrid dan dilla pun memesan minuman.


" o iya pak, makasih banyak ya sudah bantu si yudi, dia gembira banget kemarin telepon saya, katanya baru dapat rumah dan dia nawarin perabotan ke saya." kata pak dede


" sama sama pak de, iya sudah bantu dia beli barang barangnya." kata vian


" sudah saya bilang ke dia pak." kata pak dede

__ADS_1


" syukur kalau begitu. Ajarin dia juga cara ngatur pengiriman, cek barang, dan yang lainnya." kata vian


" iya pak, nanti sama saya juga di kontrol dari sini." jawab pak dede.


Tak lama lily, ibu sisil dan pak bambang datang


" saya cariin, eh bos lagi santai disini." kata pak bambang


" saya ingin memastikan buat pembukaan toko LAD's dan SPI besok pak." kata vian


" jadinya besok pak grand opening toko LAD's." kata pak bambang


" iya pak biar sekalian, lagian sudah selesai tuh pengerjaan interiornya." kata vian


" mudah mudahan aja besok bapak ada waktu dan pak gubernur mau hadir." kata vian


" insyaAllah kalau sebelum jam 12 saya bisa pak," kata pak bambang


" Alhamdulillah kalau begitu." jawab vian. Vian membawa pak bambang, ibu sisil dan lily pergi ke toko LAD's, astrid dan dilla pun ikut


" itu cafe bapak juga." kata pak bambang


" iya pak, toko frozen food dan sayuran itu juga, ini butik istri." kata vian


" benar benar pak vian ini, lokasinya strategis udah gitu gak jauh dari rumah lagi." kata pak bambang


" iya pak, kita beli rumah dekat rumah pak vian juga, biar ibu juga dekat ke sini." kata ibu sisil


" ibu kan gak harus setiap hari juga datang kesini." kata pak bambang


" iya, tapi kan kalau rimah disini bu bisa ada teman dan setiap hati bisa ngobrol sama ibu lily, ibu astrid, dan ibu dilla," kata ibu sisil


" iya bu beli rumah disini aja, biar kita bisa ngobrol jadi rame deh dan kita tetanggaan jadinya." kata lily


" tuh pak, ibu jadi ada teman kalau bapak lagi dinas." kata ibu sisil


" iya deh, nanti minta tolong pak vian untuk cariin." kata pak bambang


" itu rumah yang no.8 sebelah rumah saya katanya mau di jual pak." kata vian


" tuh pak, kita bisa sebelahan sama pak vian." kata ibu sisil antusias


" gak sebelah banget sih bu, karena ada danau kecil dan taman." kata vian


" iya sudah nanti saya suruh orang untuk melihatnya." kata pak bambang


" gitu dong.. Makasih ya pak." kata ibu sisil


" kayanya rumah yang lain gak sebesar rumah dan halaman bapak ya." kata pak bambang


" iya pak, dulu saya beli rumah itu rumah contoh karena viewnya paling bagus, dan yang lainnya masih kavling, jadi kavling no 1 sampai kavling no 6 saya beli dan yang di bangun cuma kavling no 6 aja buat yang bantu bantu di rumah, yang lainnya saya buat taman, kebun, kolam ikan, aviary dan tempat parkir," kata vian


" pantas saja besar." kata pak bambang

__ADS_1


sambil mengobrol vian mengirimkan undangan kepada murti dan shinta supaya mereka menyampaikannya ke manajeman BLS dan LNI.


__ADS_2