
Vian pun makan siang, selesai makan siang pergi ke mesjid, setelah selesai dari mesjid vian pergi ke villa, dia menyuruh shinta untuk membeli kopi dulu di restoran dan membayar makanan tadi. Vian masuk ke dalam villa dan duduk di sofa sambil menyetel music. Tak lama shinta datang membawa kopi. Vian pun menyalakan rokoknya lalu minum kopi. shinta duduk di sebelah vian.
" nanti habis magrib ada acara dulu ya di mesjid sini, jadi pulangnya malam." kata vian
" iya a, enggak apa apa yang penting sama aa aja." kata shinta, dia pun meminum minuman kemasan yang tadi dibeli di jalan.
" a kemarin si deni bilang ke aku, katanya dia dikasih uang sama aa, dibilang juga enak ya kalau punya kakak ipar baik kaya aa." kata shinta
" jadi baiknya kalau saya kasih uang aja ya." kata vian
" enggak gitu juga a, tapi jangan sering sering loh a takut dia kebiasaan." kata shinta, lalu dia pun tidur di pangkuan vian
" aku bahagia banget bisa terus bersama aa seperti ini." lanjut shinta
" doakan saja semoga kita bisa cepat bersama, dan usaha yang saya jalankan ini bisa berjalan dengan lancar sehingga pandangan orang kedepannya terhadap kamu juga baik, kalau usaha ini hancur maka kamu juga akan terbawa." jelas vian
" aku akan selalu mendoakan aa, aku akan selalu mendukung aa." kata shinta
" apa kamu sudah siap segala konsekuensinya." kata vian lalu membelai rambut shinta
" aku bisa terima itu a, aku udah membulatkan tekad aku bahwa aa suami aku." kata shinta.
" kenapa kamu bisa yakin, saya bukan manusia sempurna, penuh dengan dosa dan kesalahan." kata vian
" karena dimata aku aa orang baik, jadi aku yakin, makanya aku rela waktu itu memberikan mahkota aku ke aa." kata shinta
" apa kamu juga memikirkan perasaan ibu kamu, bagaimana kalau dia diejek atau dihina sama keluarga kamu lainnya bahkan tetangga kamu." kata vian
" itu akan terjawab dengan berjalannya waktu, aku dan ibu sudah kebal akan hinaan dan ejekan orang a." kata shinta
" kamu masih mudah, cantik pasti banyak orang yang menyukai kamu, saya sudah punya 3 isteri apa yang kamu harapkan." kata vian
" pokoknya hanya aa di hati aku selain ayah." kata shinta
" gimana kalau kamu enggak diterima sama isteri saya." kata vian
__ADS_1
" mereka pasti menerima aku a," kata shinta
" apa yang membuat kami yakin sampai sebegitunya." kata vian
" karena mbak lily, mbak astrid dan mbak dilla orang baik." kata shinta, dia pun mengelus pusaka vian dari balik celananya. " aku mau ini a, aku selalu kangen ini." bisik shinta lalu dia pun bangkit dan mencium vian setelah itu mengajak vian ke kamar.
Di dalam kamar shinta membuka baju vian supaya tidak kusut dan kotor lalu membuka pakaiannya. shinta mencium bibir vian dan memberikan bukit kembarnya sambil tangannya mengelus pusaka vian lalu mengulumnya. Shinta pun memberikan mahkotanya supaya dimainkan vian, " a aku mau keluar." lirih shinta lalu tubuhnya menggelinjang, setelah itu dia bangkit dan membimbing mahkotanya ke pusaka vian. " aku puas banget bisa melakukan ini sama aa." kata shinta sambil mendesah. Dia pun menggoyangkan pantatnya dan mencium bibir vian, dia pun mencabut dan menungging vian memasukan pusakanya lalu memaju mundurkan pusakanya. Tak lama tubuh shinta menggelinjang dan ambruk. Vian membalikan tubuh shinta supaya terlentang dan memasukan lagi pusakanya, vian memompa shinta terkadang dia menciumi bibir dan bukit kembarnya. " ayo a, terus... Aku mau keluar lagi." lirih shinta, vian mempercepat pompaannya dan akhirnya dia mencapai puncaknya, disaat itu pula shinta mendapatkan puncaknya. Vian mencium kening shinta lalu tiduran di sebelah shinta.
" terimakasih ya, kamu udah memberikan kebahagiaan sama saya." kata vian lalu mencium bibir dan kening shinta lagi.
" sama sama a, aku juga bahagia bisa melayani aa." kata shinta
Setelah dirasa cukup istirahat vian pergi mandi, setelah itu dia berpakaian dan pergi ke ruang keluarga, shinta pun pergi mandi tak lupa ia meminum obat yang selalu dia bawa.
vian minum air putih lalu kopi setelah itu dia menyalakan rokoknya sambil mendengarkan music. vian menanyakan kondisi devan
" mah, si aa bagaimana, apa perlu dibawa ke rumah sakit." kata vian
" enggak perlu pah, kata lilis udah enggak apa apa, tadi dia hanya kecapean aja mainnya." kata lily
" pah lagi apa, apa perlu kita kesana." lanjut lily
" iya sudah kalau begitu." kata lily
Tak lama shinta datang setelah berdandan dan duduk di samping vian lalu minum minuman dalam kemasan dan makan snack.
" oh iya gimana usaha tokonya lancar." kata vian
" alhamdulillah a lancar, ibu senang dia memiliki kegiatan." kata shinta
" terimakasih ya a, aa udah sayang sama aku dan keluarga aku juga." lanjut shinta
Vian dan shinta pun keluar dari villa lalu duduk di gazebo, tak lama pak dede datang kesana membawa kopi.
" pak de, gimana untuk bis sudah mulai dikerjakan." kata vian
__ADS_1
" sudah pak, 6 bulanan lagi sudah jadi, bisa kita jalan jalan lagi nih." kata pak dede
" iya nanti kita cari tempat yang enak buat santai." kata vian
" pantai aja pak, labuan bajo." kat shinta
" boleh tapi enggak akan kepake busnya kalau kesana, mudah mudahan aja PBN dan pabrik pengolahan air minum bisa jalan tahun ini." kata vian
" oh iya pak de, kita magriban disini dulu ya, katanya jamaah mesjid ingin silaturahmi." lanjut vian
" baik pak santai saja." kata pak dede
" persiapan kalian udah semua buat pergi umroh." kata vian
" udah pak, ibu yang menyiapkan." kata shinta
" beres pak, isteri yang menyiapkan, dia yang sibuk." kata pak dede
vian pun mengajak pak dede dan shinta untuk pergi ke kantor yayasan memastikan kembali Persiapan Peresmian Yayasan Pendidikan Livi. Vian melihat prasasti yang sedang di pasang
" untuk tenda dan podium sudah di pesan pak, tenda besok di pasang, podium juga sama besok di kirimnya." kata bayu
" besok pastikan kembali ya." kata vian
" baik pak." kata bayu
" spanduk apa perlu dibuat juga, ucapan selamat datang." kata vian
" itu semua sudah pak, besok di pasangnya, plang sekolahan pun besok dipasang." kata bayu
" oke kalau begitu, besok kita pastikan kembali, sama untuk yang mengirim karangan bunga juga harus di tata ya lokasinya supaya tidak semberawut." kata vian
" baik pak, oh iya pak untuk perizinan keramaian dan pengamanan kita sudah sudah koordinasi sama pihak polsek." kata bayu
" syukur kalau begitu, kalau ada apa apa koordinasikan saja di group ya." kata vian
__ADS_1
" siap pak." jawab mereka tim yayasan
vian dan shinta pamitan kembali ke villa, pak adi, pak bowo dan pak wanto pun pergi kesana. Shinta menawarkan kopi lalu dia memesannya ke restoran.