
" Assalamualaikum, selamat siang semuanya, yang terhormat bapak Gubernur, yang terhormat bapak ibu aparat pemerintahan, yang terhormat bapak ibu semuanya, terimakasih banyak atas waktu yang diberikan kepada saya, keberadaan saya disini tadinya hanya melihat lihat saja, apa yang di sampaikan bapak gubernur tadi memang itu harapan saya juga dan kita semua bahwa kita harus bisa memenuhi ketahanan pangan, oleh sebab itu saya sudah menyuruh karyawan untuk mencari lahan pesawahan untuk kita beli dan kita garap sendiri dengan melibatkan para petani sekitar, kedatangan saya ke daerah ini karena sudah lama tidak mengunjungi pabrik, mengapa saya tertarik waktu di ajak pak gubernur karena sekarang saya sedang membangun pabrik penggilingan beras jadi saya perlu pemasok gabahnya dikarenakan daerah ini terkenal sebagai lumbung padi. Bagaimana akan disebut sebagai lumbung padi lagi kalau lahan pesawahannya tinggal sedikit diakibatkan alih fungsi lahan. Untuk itu kita harus bisa memberikan penyuluhan kepada pemilik lahan dan para petani supaya mereka tidak menjual lahannya dan sebagai pihak pemerintahan harus melihat terlibih dahulu dalam memberikan perizinan, kita harus bisa bersinergi dengan dinas dinas lainnya jangan kalan sendiri sendiri. Kalau memang ada para petani yang ingin bekerjasama dengan perusahaan kami saya sangat terbuka lebar. terimakasih." kata vian, dia pun langsung turun dari podium dan pergi ke kursi tadi.
" bapak ibu sekalian, kita sudah mendengar bahwa perusahaan beliau membuka pintu untuk bekerjasama dengan kita, baik dalam hal penyuluhan, pembiayaan, dan pemasaran hasil pertanian dan waktu penyuluhan di kantor dinas provinsi mempersilahkan dinas untuk menjadi perantara asalkan melalui koperasi tidak atas nama dinas dan pribadi. Untuk itu bagi siapa saja yang mendukung tentang ketahanan pangan ini kita sambut bersama yang terpenting tidak merugikan siapapun dan tidak melibatkan anggaran negara, sekarang kita meninjau lokasi lahan pesawahan." kata pak gubernur, beliau pun siap siap untuk pergi ke tempat lahan pesawahan, beliau mengajak vian untuk pergi, vian menggendong devan pergi ke mobilnya dan ajudan pak gubernur pun mengatur supaya mobil vian berada dekat dengan mobil pak gubernur. Setelah itu mereka pergi menuju lokasi lahan pesawahan yang akan di tinjau. Vian melihat hamparan pesawahan.
" ini sangat luas, sayang sekali kalau nanti ini jadi lahan perumahan, pabrik atau perkantoran." kata vian
" betul pak, ini lokasinya bagus jadi khawatir akan berubah fungsi." kata pak gubernur
" kalau lahan ini akan di jual saya akan usahakan pak, insyaAllah." kata vian
" nanti saya coba tanya tanya pak," kata pak gubernur
pak gubernur pun mengobrol dengan kepala dinas dan aparat setempat. Setelah itu vian mengajak pak gubernur ke pabrik LNI, karena waktu sudah waktunya siang pak gubernur mengajak vian untuk ke rumah makan dulu.
" pak vian memangnya sudah nikah lagi, kok si aa manggil ibu shinta mamah." kata pak gubernur
" itu dia pak saya juga bingung, dia tuh kalau udah nyaman sama seseorang gitu, awalnya kemarin pulang dari lokasi sekolah dia tidur dan mengigau pas bangun yang ada disana shinta, jadi dia minta di peluk sama shinta dan manggil mamah." kata vian.
tak lama vian menerima video call dari lily.
" pah lagi dimana, aa rewel enggak." kata lily
" lagi makan nih bareng pak gubernur, aa enggak rewel kok, tuh dia lagi disuapi lilis." kata vian sambil memperlihatkan video ke pak gubernur dan devan
" syukur kalau enggak rewel, takut aja dia bosen." kata lily
" aa ini mamah." kata vian
" halo mamah, aa lagi makan mah." kata devan
" aa enggak rewel kan anak mamah pintar kan." kata lily
" enggak rewel, aa senang kok, tadi papah tampil di depan orang orang loh mah keren." kata devan
" hebat dong ya papahnya." kata lily
__ADS_1
" iya hebat." kata devan
selesai makan mereka pergi ke pabrik LNI, di perjalanan vian memberitahukan posisinya ke hendra supaya mempersiapkan pabrik karena dia bersama pak gubernur.
Tak lama mereka pun tiba di pabrik LNI, hendra menyambut mereka.
" selamat siang pak, pak gubernur." kata hendra
" selamat siang juga pak, selamat siang semuanya." kata pak gubernur, vian pun membawa pak gubernur untuk keliling pabrik
" alhamdulillah pak vian sehat dan selamat." kata karyawan
" terimakasih ya atas doa doa kalian semua, mohon maaf saya baru bisa datang kesini lagi." kata vian
" enggak apa apa, kami juga tau bapak pasti sibuk tidak hanya mengurus pabrik ini saja, waktu ada musibah kecelakaan pesawat itu, kami semua mengadakan doa bersama semoga bapak diberikan keselamatan." kata karyawan
" terimakasih semuanya." kata vian
" saya iri kepada pak vian ini, sungguh banyak orang yang sayang sama bapak." kata pak gubernur
" saya mau tanya kenapa kalian sampai sebegitunya ke pak vian, memangnya apa yang sudah pak vian berikan ke kalian." kata pak gubernur
" beliau yang sudah menyelamatkan kami dari kehilangan pekerjaan, beliau juga memberikan gaji yang sangat layak buat kami." kata karyawan
" beliau memperlakukan kami dengan baik." kata karyawan lainnya
Selesai berkeliling, pak gubernur pamitan karena ada acara lainnya.
" Terimakasih pak sudah berkunjung ke pabrik LNI." kata vian
" sama sama pak, kalau begitu saya pamit, sampai ketemu minggu depan." kata pak gubernur
vian pun mengantar beliau ke depan pabrik, setelah itu vian kembali ke dalam pabrik.
" pak si aa bobo di mobil." kata shinta
__ADS_1
" iya sudah enggak apa apa lagian ada lilis." kata vian
" pak sudah makan siang." kata hendra
" sudah dra tadi bareng pak gubernur, gimana sudah dicari tanah untuk lahan perumahan dan sawah." kata vian
" sudah pak, tapi belum dapat yang cocok." kata hendra.
" iya sudah kalau begitu, kalau ada informasi tolong langsung kabari ke saya atau ke shinta ya." kata vian
" siap pak." jawab hendra
" kumpulkan karyawan ada yang ingin saya sampaikan." kata vian. Hendra pun perg mengumpulkan karyawan di aula.
" assalamualaikum, selamat siang semuanya, mohon maaf mengganggu waktunya, ada beberapa hal yang ingin saya sampaikan :
pertama : terimakasih atas doa doa teman teman sekalian sudah mendoakan saya dan keluarga. Saya juga mohon maaf atas jarangnya saya kesini.
kedua : minggu depan saya, keluarga, manajemen LNI akan berangkat umroh bersama distributor LNI, untuk itu saya mohon doanya, dan insyaAllah kalau LNI terus bekembang nanti akan ada giliran kalian juga.
Ketiga : saya saat ini sedang membangun pabrik minyak goreng, pabrik mie instant, pabrik tepung, penggilingan padi, jadi kalau ada dari teman teman yang tau sumber gabah bisa informasikan kepada pak hendra atau langsung ke saya nomornya xxxxxxxxx449
ke empat : saya sudah suruh pak hendra untuk mencari lahan pesawahan dan lahan untuk perumahan, jadi kalau teman teman ada yang tau hubungi pak hendra saja
ke lima : jika ada keluarga, saudara, dan tetangga yang ingin bersekolah di yayasan livi tahun ajaran ini akan di buka dari TK, SD, SMP, SMA, SMK, dan mudah mudah kampus juga bisa beroperasi tahun ini, jika ada silahkan hubungi saya, nanti pampletnya akan di kirimkan kesini, untuk masalah biaya bisa kita bicarakan untuk keluarga karyawan Livi Group." kata vian
" saya mau tanya selama ini kalau teman teman sakit itu berobat kemana." kata vian
" kebanyakan kita ke puskesmas atau klinik dekat rumah pak." kata karyawan
" doakan saja saya akan bangun di lokasi pabrik ini klinik Livi kerjasama dengan Rumah sakit Livi jadi kalau ada dari teman teman atau keluarga yang memerlukan penanganan rumah sakit silahkan datang ke rumah sakit Livi nanti bisa dijemput." kata vian
" saya tanya lagi siapa yang belum memiliki rumah sendiri." kata vian, hampir 70 orang yang angkat tangan, kebanyakan dari mereka yang masih numpang sama keluarganya
" seperti yang saya sampaikan tadi bahwa saya sedang mencari lahan untuk perumahan. Lahan tersebut saya akan bangun perumahan untuk karyawan LNI yang ada disini, jadi kalau melihat yang angkat tangan kurang lebih membutuhkan minimal 4 hektar sama untuk fasilitas lainnya, untjk pembayarannya sama dengan karyawan lainnya tanpa DP, angsurannya bisa didiskusikan, jadi saya harap bamtuan dari teman teman juga karena ini untuk teman teman kalau bisa yang dekat sini, tapi kalau enggak juga enggak masalah yang penting jangan terlalu jauh, nanti bisa disiapkan bus karyawan." lanjut vian
__ADS_1
Vian pun memberikan kesempatan untuk mereka bertanya.