
Mereka pun memesan makanan, setelah hidangan disajikan mereka semua makan siang bersama, selesai makan vian pamit untuk merokok bersama pak dede, pak edi, haris dan putra. Vian menerima pesan dari shinta
" pak harga akhirnya segini Rp.xxx juta, siang jam 2an saya mau bertemu sama pemiliknya." kata shinta
" iya sudah, nanti setelah raka cek surat suratnya kamu kabari saya dan minta nomor rekeningnya, nanti saya transfer, atau saya transfer ke kamu aja." kata vian
" langsung saja bapak transfer ke pemiliknya," kata shinta
" iya sudah kabari aja ya." kata vian sambil menghisap rokoknya
" baik pak, terimakasih ya." kata shinta
selesai makan mereka pun kembali pulang, di perjalanan vian bilang ke lily, astrid dan dilla bahwa dia akan ke perumahan livi residence mau ajak devan main, orang tua mereka pun mau ikut. lily dan yang lainnya turun di ruko, sedangkan vian dan orang tua serta mertuanya melanjutkan perjalanan menuju livi residence. Di perjalanan vian minta mampir di supermarket tetlebih dahulu untuk membeli makanan ringan dan minuman serta stok rokoknya. Setelah belanja vian melanjutkan perjalanan.
Sampai di villa livi residence, devan langsung berlari ke kandang thunder, " thunder... Aa datang.. Aa kangen.", sedangkan vian, pak adi, pak bowo dan pak dede duduk di gazebo, sambil minum kopi kemasan, vian menyalakan rokoknya. Vian menerima pesan dari shinta.
" pak ini saya sama pak raka sedang bertemu pemilik ruko." kata shinta.
" saya telepon raka sekarang." kata vian. Vian pun menelepon raka menanyakan surat surat kepemilikan ruko.
" ka, gimana surat surat rukonya." kata vian
" sudah sesuai pak, tinggal transaksinya saja." kata raka
" suruh shinta kirim nomor rekeningnya ke saya, udah gitu kamu urus perpindahan kepemilikannya ya atas nama shinta aja." kata vian
" baik pak kalau begitu, saya akan urus." kata raka
" terimakasih ya ka, dan untuk biaya pengurusannya kabati saya aja ya." kata vian
"baik pak. sama." kata raka
tak lama vian menerima pesan dari shinta
" ini pak nomor rekeningnya Bank xxx norek xxxx xxxx xxx, atas nama nnnn nnnn, Rp. xxx juta." kata shinta. Vian pun mentransfer uang tersebut, setelah berhasil transaksinya, vian mengirimkan buktinya ke shinta.
" pak transaksinya sudah selesai, pak raka sudah membawanya untuk diurus pemindahan kepemilikan. Terimakasih ya a, semoga usaha ini membawa keberkahan." kata shinta
" iya, kamu kelola yang baik ya." kata vian
" iya aa, ini aku lagi suruh ibu untuk kesini lihat lihat. Aa lagi dimana ini, kapan ke LNI " kata shinta
__ADS_1
" kamu atur saja, kamu komunikasi sama opik untuk produk LAnya, yang penting kamu harus bahagiakan ibu kamu, saya lagi di livi residence." kata vian
" iya a, terimakasih ya, ibu pasti bahagia banget punya toko jadi dia ada aktivitas." kata shinta
" syukur kalau memang bisa membuat ibu kamu bahagia, saya mau meriksa pembangunan dulu ya." kata Vian
" iya a, hati hati ya." kata shinta.
" shin tolong kamu kasih tau ke teman teman LNI yang mau buat pasport besok di tunggu di kantor imigrasi jam 9an." kata vian
" baik pak, saya akan kasih tau ke mereka." kata shinta.
Setelah selesai urusan dengan shinta, vian mengajak pak dede untjk melihat pembangunan, pak adi dan pak bowo pun ikut, sedangkan ibu ningsih, ibu retno, bu sri dan bu asti pergi ke restoran. Devan ditemani lilis main bersama thander.
" wah bangunan untuk sekolah TKnya." kata pak dede
" iya tahan ajaran ini sudah bisa di pakai." kata vian. Mereka pun pergi ke lokasi pembangunan sekolah lainnya. Vian sambil menyalakan rokoknya, mereka jalan kaki ke lokasi pembangunan tersebut.
" cepat juga ini pembangunan." kata pak bowo
" iya, tapi harus di perhatikan kualitas bangunannya, jangan sampe karena mau cepat selesai jadi asal asalan." kata pak adi
" L-Pro dapat tenaga kerja segini banyak dari mana vian." kata pak bowo
" dari mana mana pak, dari KBB, ada juga pekerja yang tinggal di Rusun." kata vian
" bagus kalau begitu, jadi mereka ada pekerjaan." kata pak adi
" iya pak, apalagi yang di surabaya juga mau di mulai pembangunan perumahan." kata vian
" oh disana juga mau bangun perumahan, dimana lokasinya." kata pak bowo
" di sebelah pabrik LCI pak. Di KBB juga lagi bangun pabrik " kata vian
" mudah mudahan apa yang kamu usahakan berkah, bisa menjadi tempat orang lain mencari nafkah untuk keluarganya, kamu jangan sampai menunda pembayaran gaji mereka." kata pak adi
" aamiin." seru mereka
" kamu juga harus perhatikan kedepannya kalau proyek ini sudah selesai," lanjut pak adi
" iya pak, aa sudah wanti wanti ke pak daryat mengenai hal tersebut." kata vian
__ADS_1
" bagus kalau begitu, jadi apa yang kita peroleh juga berkah." kata pak bowo, setelah melihat lihat pembangunan, vian dan yang lainnya kembali ke villa, di villa kakek braja sudah menunggu.
" kek siap siap ya, kakek ikut kita sekarang, besok soalnya mau ke kantor imigrasi." kata vian
" oh.. Besok ke kantor imigrasinya." kata kakek braja
" iya kek besok, kakek sama nenek siap siap ya." kata vian
" iya sudah kalau begitu kakek siap siap ya." kata kakek braja lalu pergi ke rumahnya.
Karena sudah sore mereka siap siap untuk pulang, setelah siap semuanya mereka pulang ke rumah termasuk kakek braja dan nenek. Jam 4 sore mereka sudah sampai di rumah, vian pergi berganti pakaian lalu pergi ke gazebo. Di gazebo vian membuat kopi lalu menyalakan rokoknya, vian melihat rincian orang orang hang akan berangkat umroh, lalu melihat penawaran dari travel, vian langsung mendealkan dan membayar DP 1,5 milyar, setelah selesai transfer vian memberitahukan ke mirza dari travel bahwa dia sudah mentransfer uang sebagai tanda jadi.
tak lama vian menerima pesan dari shinta, mengabarkan bahwa ibunya sangat senang.
" terimakasih banyak pak ya udah buat ibu saya bahagia, dia sangat senang." kata shinta
" iya sama sama, oh iya besok kamu sama ibu kamu langsung aja ke kantor imigrasi ya." kata vian
" iya pak, saya sama ibu akan kesana. Terima kasih banyak." kata shinta
" saya sudah memenuhi janji dan itu adalah bentuk tanggung jawab saya ke kamu ya." kata vian
" iya pak, tanpa bapak memberikan itu pun aku bahagia kok pak, aku enggak tau harus membalas kebaikan bapak seperti apalagi." kata shinta
" doakan saya aja, dan maaf kan saya juga." kata vian
" bapak enggak salah kok, aku pasti doakan yang terbaik buat bapak." kata shinta.
Setelah mengirim pesan dengan shinta vian pun pergi melihat lihat pembangunan mess dan kamar tamu, disana ada pak daryat yang sedang memeriksa pekerjaan pembangunan.
" sore pak, itu sedang mengebor untuk apa." kata vian
" sore juga pak, itu buat sumber air di mess dan kamar tamu, nanti akan di tampung terlebih dahulu di penampungan itu, lalu di dorong kembali ke toren air yang akan di pasang di atas mess." kata pak daryat
" iya sudah atur saja sama bapak, jangan sampai nanti kekurangan air." kata vian
" makanya itu pak saya bor lagi, khawatir lagi banyak orang air tidak mencukupi." kata pak daryat.
" bagus, luar biasa bapak sampai memikirkan sampai hal seperti itu." kata vian
Mereka pun terus mengobrol sampai lily dan yang lainnya datang dari ruko.
__ADS_1