
Tak lama Ika dan Bella datang bersama ari dan bimo
" aa ada waktu gak, ika dan bella mau bicarain masalah perusahaan itu." kata ika
" kalian gak boleh ngeduluin kakak kakaknya ya." kata lily
" bukan begitu kak, soalnya untuk busana muslim ada moment di bulan ramadhan untuk meningkatkan penjualan sayang kan kalau terlewati." kata ika
" kakak sama adik sama aja, kalau ada kesempatan pengen buru buru." kata lily
" terus apa yang mau kalian diskusikan." kata vian
" pertama untuk modal gimana, kedua apa merk Belik ini nanti saja di urus patentnya, ketiga supply barangnya aa." kata ika
" modal nanti aa kasih buat aja rencana anggarannya, untuk merk karena perusahaannya belum ada atas nama pribadi aja dulu, sini logonya aa suruh si raka cek dulu kalau udah langsung didaftarkan, untuk masalah supply barang kamu cari konveksi konveksi datanya lihat aja di nasabah BLS itu juga kan bantu mereka." kata vian
" sekalian pah sama LAD's ya daftarkan merknya." kata lily
" iya sayank, mana logonya." kata vian
" bell udah ada kan." kata lily
" ini mba gimana." kata bella
" bagus, gimana menurut kamu As, Dil." kata lily
" bagus, saya setuju aja mba." kata astrid dan dilla
" iya udah aku kirim ke raka untuk cek." kata vian lalu mengirim ke raka
" o iya pak kalau bapak tidak keberatan, bapak menjadi pemasok hasil pertanian dan buah buahan dari daerah jawa timur ini untuk ke perusahaan LA dan Dilas, nanti bapak juga sebagai pemilik PT. Dilas Maju Bersama, untuk legalitasnya mungkin baru tahun depan kita buat akta perubahannya bagaimana." kata vian
" bapak ikut kalian saja bagaimana bagusnya, tugasnya bagaimana." kata pak wanto
" bapak hanya mengumpulkan dari para petani, negosiasi harga kalau bisa sampai mengatur pola tanam para petani, untuk masalah expedisi nanti pake L-Trans yang atur." kata vian
" oke bapak setuju, lagian bapak gak ada pekerjaan." kata pak wanto
" untuk operasional bapak nanti hubungi dilla aja." kata vian
" baik nak, tetimakasih." kata pak wanto
" kita kan sekarang sudah jadi keluarga pak jangan segan." kata lily
" iya nak terimakasih." kata pak wanto
" kita juga masih kekurangan orang buat di yayasan Livi Education, barangkali bapak dan ibu ada yang memenuhi kualifikasi di bidang pendidikan bisa gabung pak." kata lily
" memang kualifikasinya apa ya." tanya pak wanto
" yang jelas buat tenaga pengajar, guru dan dosen, kepala asrama, terutama yang lebih mengerti agama, soalnya untuk sekolah SMP, SMA, SMK ini bentuknya Boarding school." kata lily
" untuk tempat tinggal sudah kita siapkan juga di dekat sana." kata vian. pak adi dan pak bowo pun datang kesana.
__ADS_1
" serius banget nih ngobrolin apa." kata pak bowo
" ini pak ngobrol masalah yayasan barangkali keluarga astrid dan dilla ada yang mau gabung." kata lily
" benar itu pak ibu saya sangat senang karena tugas saya jadi lebih sedikit." kata pak bowo
" kalian liburan masih aja ngobrol masalah kerjaan ya." kata pak adi
" kita ngobrol santai aja pak, kita kan seperti ini gak bisa setiap saat juga." kata vian
" iya juga sih, apalagi kamu tuh gak bisa santai kelihatannya." kata pak adi
" makanya itu pak, vian pengen bagi bagi kerjaan, belum kalau rumahsakit jadi, minggu depan vian ke KBB lihat lahan buat sekolah dan kampus sama rumahsakit juga disana, belum lagi vian suruh ngasih penyuluhan ke dinas dan para petani." kata vian
" itu juga resort yang di bali kamu belum apa apain lho." kata pak bowo
" sudah pak, vian minta bella dan temannya untuk bantu promosinya karena astrid kan harus fokus dulu di Dilas Cafe." kata vian
" bagus kalau begitu, lain kali kita bisa berlibur bersama disana." kata pak bowo
" belum astrid dan dilla harus ngurus LAD's jauga nantinya." kata lily
" usaha apalagi itu." kata pak bowo
" usaha kita bertiga pak dibidang fashion." kata lily sambil senyum
" iya udah kalau memang kalian bisa kepegang, kalau gak bella aja yang di resort gantiin kakak kamu." kata pak bowo
" saya sekarang lagi bantu di cafe dan mau buka usaha sama kak ika, tapi saya sudah minta bantuan ke teman teman om." kata bella
" usaha fashion muslimah pak, ika sama teman teman dan bela sama teman temannya juga." kata ika
" bagus kalau udah ada pemikiran kesana mumpung masih muda, bapak juga kalau masih muda pengen belajar sama vian." kata pak bowo
" saya yang harus belajar sama bapak." kata vian
" kamu tuh yang bikin bapak salut bisa mengintegrasikan setiap usaha. bapak cuma fokus aja dibidang yang sama gak kefikiran ke yang lain. contohnya aja investama coba kalau gak kamu akuisisi mungkin jalan tapi ya akan diam di tempat. tapi sekarang usaha yang lain maju BLS juga ikutan maju." kata pak bowo
" jadi pilihan lily tepat dong ya pak." kata lily
" iya, kamu juga dulu berkutat di investama aja kenapa gak kefikiran ke usaha lain." kata pak bowo
" otaknya gak jalan pak, sekarang kan udah dipanasin terus sama vian." kata lily tersenyum
" terus pabrik si di karawang itu gimana a, bapak lihat kamu gak pernah kesana." kata pak adi
" itu si hendra yang urus, lagian tinggal mengolah saja." kata vian
" tuh bim kamu harus banyak belajar sama kakak mu." kata pak wanto
" kalian ari dan bimo belajar dulu aja yang benar, asah apa yang kalian suka. kalian suka apa." kata vian
" kalau aku suka Photografer kak." kata bimo
__ADS_1
" kalau aku suka Design arsitektur." kata ari
" iya belajar benar benar minta ajarin sama bella, kalau arsitektur nanti bisa bantu kakak di L-Pro, bisa aja nanti buka proyek perumahan di daerah surabaya, kalau fhotografer kamu bisa bantu untuk photo produk." kata vian
" o iya ri kamu kan suka deaign arsitektur, kamu buat design untuk kos kosan luasnya 25 meter persegi totalnya 30 unit 2 lantai." kata vian
" iya kak nanti ari coba." kata ari
" kamu mau bikin kos kosan dimana vian." kata pak bowo
" kemarin astrid ngasih ide pak di dekat kampus yang lagi kita bangun." kata vian
" ini yang bapak suka dengan adanya acara kebersamaan seperti ini pasti ada ide ide yang muncul." kata pak bowo
" inilah indahnya kebersamaan pak, satu sama lain bisa saling mendukung, vian aja gak pernah kefikiran buat bikin kos kosan." kata vian
" kamu memang gak pernah salah pilih." kata pak bowo
" yang terpenting kamu harus bertanggung jawab apa yang kamu ambil, dan kalian bapak berharap terus akur, saling jaga, saling menghormati." kata pak adi
" iya pak." jawab lily, astrid dan dilla
" bapak jadi iri sama kamu vian," kata pak bowo
" aku bilangin sama ibu, awas aja ya." kata lily
" bapak kan cuma bilang iri," kata pak bowo
tak lama devan datang kesana dengan membawa tabletnya
" tante bella gambarin aa thunder dong." kata devan
" tante bella kan gak tau thunder itu apa a,." kata lily
" o iya ya aa lupa belum kasih tau." kata devan
" emang apa thunder itu. petir." kata bella
" bukan tante, thunder itu kuda aa, nanti kalau tante kesana aa kenalin sama tante." kata devan sambil memperlihatkan kudanya ke bella
" sini tante gambar, nanti aa yang warnai ya." kata bella
" asyiiiiik, terimakasih tante cantik." kata devan
" bi ika gak cantik gitu aa." kata ika
" bi ika cantik juga kok." kata devan
" nenek boleh peluk aa gak." kata bu sri
" boleh nek." kata devan lalu memeluk ibunya dilla, lalu ibunya astrid
" nenek gemezzz deh." kata bu asti
__ADS_1
" emang sih aa gemezzin," kata devan. mereka pun tertawa melihat tingkah laku devan yang lucu dan gemezin