Perjalanan Hidup Anak Kampung

Perjalanan Hidup Anak Kampung
Rencana Karyawan L-Trans ke rumah


__ADS_3

Karena sudah malam vian dan yang lainnya pamitan kepada endris dan keluarganya, mereka kembali ke villa jam 10.37 menit merrka sampai di villa, devan sudah tertidur jadi vian menggendongnya masuk ke kamar setelah itu vian dan shinta berganti pakaian, vian duduk di sofa dan meminta dibuatkan kopi, tak lama shinta datang membawa kopi dan susu panas untuk dirinya. Vian menyalakan rokoknya dan menyalakan music.


" besok kita pulang jam berapa pah," kata shinta


" siangan aja deh, santai ini papah enggak ada jadwal ketemuan kan." kata vian


" enggak ada pah." jawab shinta sambil bermanja manja, setelah itu mereka pun melakukan hubungan suami isteri lalu tidur. Setelah mandi vian membangunkan shinta untuk sholat syubuh berjamaah, lalu vian duduk di sofa sedangkan shinta pamit mau istirahat menemani devan. Vian lun menelepon lily menanyakan apakah mereka sudah bangun apa belum.


vian pun membawa kopi ke saung disana sudah ada putra dan pak dede yang sedang ngopi sambil merokok, vian pun ikut gabung sama mereka.


" pak anak anak L-Trans jadi ketemu bapak malam jum'at di rumah bapak." kata pak dede


" iya sudah kalau begitu, pak dede suruh mereka membawa keluarganya juga kan, kira kira berapa orang." kata vian


" 40 orangan pak sama keluarganya." jawab pak dede


" pak dede, kelihatan pak dede sama pa vian kok akrab banget memangnya saudara ya." kata putra


" iya saudara seiman, saya sama pak vian kenal waktu kita kerja di perusahaan S, pak vian dari dulu seperti ini, kalau pagi ngobrol, ngopi dan ngerokok bareng di pos satpam." kata pak dede


" pantesan aja kelihatan dekat banget." kata putra


" padahal saya cuma sopir ya put, dulu aja pak vian itu atasan saya put, tapi dia enggak mau aja dibilang atasan karena pak vian atasan itu murah, di pasar aja cuma 10ribuan." kata pak dede


" kok 10 ribuan, gimana bisa." kata putra


" coba kamu tanya ke tukang baju, bang baju atasan ini berapa." kata pak dede sambil ketawa


" iya juga ya." kata putra


" pak dede ini direktur utama L-Trans put jangan salah." kata vian


" iya pak, bapak sama pak dede orang yang low profile, enggak mau tampil mencolok dihadapan orang orang, padahal bapak boleh juga kalau mau sombong, perusahaan banyak, karyawan banyak, isteri 4 cantik cantik," kata putra


" itu hanya hiasan saja put, saya enggak perlu tampilan, kalau orang yang mengerti tidak mengerti pasti mementingkan tampilannya dulu, memang tampilan itu bisa mencerminkan sejauh mana kita memiliki sesuatu akan tetapi yang lebih penting tampilan hatinya, buat apa gelar berjejer di nama, buat apa mobil mewah, buat apa rumah mewah dan isteri cantik kalau itu hanya dipakai untuk pamer saja, sedangkan hati tidak diperhagikan tampilannya, orang akan menilai kita baik kalau penampilan kita bagus, tapi apakah terfikirkan jika semua itu enggak akan ada lagi orang mungkin akan menjauhi kita, karena kita hanya menampilkan tampilan luarnya saja." kata vian

__ADS_1


" betul itu pak, gelar berjejer belum tentu memiliki tampilan dalamnya bagus, malahan mereka biasanya sombong karena merasa dia pintar." kata putra


" orang yang emmandang hanya karena tampilan luar saja, itu orang culas, kita bisa melihat dia teman baik atau enggak pas kita sedang ada di bawah, dan pas kamu dibawah , ada 3 orang yang harus kamu ingat dalam momen hidup kamu :



Orang  yang Meninggalkan kamu Ketika sedang Mengalami Kesusahan.


Orang yang Tetap Ada disamping kamu ketika Mengalami Kesusahan


Orang yang membuat kamu susah.


dari sana kita bisa tau siapa saja teman atau saudara sesungguhnya jadi pas kamu berada di posisi atas kamu biasa mengetahuinya." kata vian



" betul itu pak, saya merasakannya padahal waktu itu dia mengalami kesusahan saya sekuat tenaga membantu dia, eh pas saya susah saya pinjam uang saja banyak aja alasannya." kata putra


" seperti itu lah sifat manusia." kata vian


" saya kadang berfikir apa pak vian enggak rugi gitu, di rumah banyak orang sampai menyiapkan mess dan kamar tamu segala, sudah gitu harus menyiapkan makannya pula." kata putra


" jadi inget dulu si ari sopir sebelum saya, dia bilang pak vian baik banget sampai setiap hari dia ngasih saya uang yang enggak kerasa, saya suka minta rokok sampai sehari bisa 4 batang, sebulan aja sudah berapa." kata pak dede


" kalau kita menghitung pakai logika kita itu pasti rugi, tapi kalau menghitung dari sisi lain saya untung, misalnya saja berapa orang yang ingin mengundang menteri datang ke tempatnya sampai menghabiskan beberapa rupiah, sedangkan saya tanpa di undang pun mereka datang sendiri." kata vian


" iya juga sih." kata putra


" makanya kita kalau melihat sesuatu jangan melihat dari satu sisi saja, lihat sisi yang lain, begitu pula dalam berbisnis." kata vian


" waktu itu saya sudah bilang, kalian coba cari usaha apa yang cocok untuk kalian untuk bisa mengembangkan diri kalian." lanjut vian


" iya pak, saya sudah ngobrol sama haris tapi belum ketemu juga." kata putra


" cari saja usaha yang memang kamu sukai, misalnya kamu sekarang jadi security, oya sudah kamu biat perusahaan yang menyediakan tenaga keamanan." kata vian

__ADS_1


" itu bagus put, jadi nanti keamanan perusahaan perusahaan pak vian untuk masalah keamanannya dari perusahaan kamu." kata pak dede


" tapi apakaj mungkin perusahaan livi pakai jasa pengamanan kan sekarang sudah ada securitynya." kata putra


" kenapa enggak mungkin, kamu tarik saja security yang ada sekarang ke perusahaan kamu, dan jamin bahwa gaji yang mereka dapatkan minimal sama dengan sekarang bahkan kalau ikut perusahaan bisa lebih besar." kata pak dede


" iya nanti saya ngobrol lagi sama haris." kata putra


" kamu kalau masih mau bekerja tinggal kerja, perusahaan itu serahkan ke ahlinya." kata vian


" tapi pak kita enggak ada modalnya." kata putra


" nanti saya kasih, tapi kalau kurang kamu pinjam ke BLS." kata vian


" tuh put itu peluang, orang lain susah cari modal, kamu sudah dikasih jalan." kata pak dede


tak lama devan dan shinta datang, opik pun datang membawa makanan untuk sarapan. Mereka sarapan bersama.


" papah aa bobonya sama mamah shinta, aa juga dimandikan sama mamah shinta." kata devan


" enggak ah, mamah shinta bobonya sama papah." kata pak dede becandain devan


" enggak we, orang tadi pas aa bangun mamah shinta lagi peluk aa." kata devan


" terus aa lebih sayang ke mamah siapa." kata pak dede


" yang pertama mamah lily dong, semua mamah aa baik ke aa, jadi aa juga sayang sama mamah semuanya." kata devan


" aa sayang enggak sama papah." kata pak dede


" sayang dong papah kan is the best." kata devan


" kalau ke de qinar dan nanti kalau dari mamah astrid , mamah dilla dan mamah shinta ada bayinya aa syang enggak sama mereka." kata pak dede


" tentu sayang dong, nanti aa ajak main, jadi aa juga ada teman deh." kata devan

__ADS_1


mereka pun selesai sarapan, setelah istirahat, vian menyalakan rokoknya lalu meminum kopi.


__ADS_2