
Jam 11 lebih vian dan keluarga besarnya berangkat ke tempat makan rekomendasi bu rina naik minibus. devan main bersama dilla dan astrid menggendong de qinar.
" makasih ya as, dil udah mau ngasuh devan sama de qinar." kata lily
" gak apa apa mba kan gak setiap saat." jawab astrid
" iya udah kalian tinggal di jakarta aja kalau begitu." kata lily
" kita kan harus kelola cafe mba, nanti kita akan sering kesana deh." kata astrid
" nah gitu dong, tapi pas mba lagi gak datang bulan ya." kata lily
" emang kenapa mba." kata dilla
" masa nanti saya nonton kalian. gak enak dong saya cuma jadi penonton." jawab lily
" atur aja sama mba baiknya." jawab astrid
gak berapa lama mereka pun sampai di tempat makan yang direkomendasikan bu rina, vian minta izin ke atm terlebih dahulu dan menyuruh putra untuk membeli beberapa bungkus rokok untuk dia dan untuk pak dede, pak wahyudi, haris dan putra serta meminta dibelikan amplop di supermarket dekat rumah makan. lily meminta daftar menu, lalu menyuruh semuanya memilih makanan, sambil menunggu makanan bergabung dengan pak dede, pak wahyudi, haris dan putra untuk merokok.
" ini buat kalian barangkali mau beli oleh oleh atau makan ya." kata vian sambil memberikan amplop.
" terimakasih banyak pak." jawab mereka
" maaf ya ini diluar rencana saya, harus pergi kesini dan ke surabaya." kata vian
" kami ikut bahagia pak." kata pak dede
" habis dari sini kemana lagi pak." kata pak wahyudi
" dari sini ke stasiun jemput adiknya astrid, terus jalan jalan, setelah itu kita ke villa." jawab vian
" baik pak." jawab pak wahyudi
" pak haris, pak putra masa kalah sama pak vian sih." kata pak dede
" beda pak de, kita ini siapa." kata haris dan putra
" o iya menurut kalian apa jasa keamanan banyak diminiti." kata vian
" sekarang banyak perusahaan yang memerlukan jasa keamanan melalui agensi supaya enak mengaturnya dan ada yang bertanggungjawab." kata haris
" kalau kalian buka bisa gak menjalankannya." tanya vian
" insyaAllah pak bisa." kata haris
" kamu pelajari dulu prosesnya seperti apa, kalau memang kalian sudah yakin ngomong ke saya." kata vian
" jangan buang kesempatan bagus ini." kata pak dede
" jangan pernah merasa diri tidak mampu coba saja dulu, apa kalian fikir saya bisa seperti ini pernah kebayang sebelumnya." kata vian
__ADS_1
" apalagi punya istri tiga akur lagi." kata pak dede
" kalian tanya pak dede apa dia pernah kefikiran bisa jadi direktur perusahaan expedisi." kata vian
" boro boro pak, saya cuma lulusan SMP, udah bisa jadi sopir aja udah bahagia. apalagi jadi direktur." kata pak dede
" pada intinya kemauan, percaya pada diri sendiri, saya salut sama pak dede mau belajar, gak merasa rwndah diri," kata vian
" saya juga salut pak sama pak dede ini." kata pak wahyudi
" kamu juga bisa, kedepannya belajar bagaimana cara mengurus perusahaan, bisa saja kamu jadi direktur kantor cabang L-Trans." kata vian
" Siap pak, terimakasih sebelumnya." kata pak wahyudi
mereka pun mengakhiri obrolan karena makanan sudah datang datang. vian kembali duduk dekat istri istrinya. mereka pun memakan makanan yang tadi dipesan, devan dan de qinar diajak main dulu sama lilis dan evi.
" dil kamu masih kurang enak badan." kata lily
" udah gak mbak, alhamdulillah." kata dilla
" bagus jadi kamu gak akan jadi penonton." kata lily, astrid dan dilla tersenyum. lily sudah menghabiskan makanannya lalu dia memanggil lilis dan evi untuk makan
" aa gak makan." tanya vian
" gak pah, aa masih kenyang tadi makan ice cream." kata devan
" aa harus makan nasi, sini mamah suapin, di villa ada kolam renang lho a." kata lily
" aa kenyang mah." kata devan
" boleh mah, sekarang aa jadi lapar." kata devan
" katanya kenyang." kata lily
" sekarang udah lapar mah, nanti aa mau berenang soalnya." kata devan
dilla pun mengambil nasi dan sayur sop lalu menyuapi devan
" aa aa, kamu tuh ya lucu." kata bu retno
" kakek boleh gak disuapin sama mamah dilla a." kata pak adi
" kakek udah besar, gak pantes disuapin." kata devan
" kamu tuh ya a." kata pak bowo
" sini sama bi ika aja ya suapinnya." kata ika
" gak ah bi ika lagi makan nanti pedas makanannya." kata devan, semua yang ada tertawa akan tingkah devan
" kalau papah minta disuapin boleh gak." kata vian lalu meminta astrid dan dilla menyuapinya
__ADS_1
" papah udah gede masih disuapin, malu tau." kata devan
" ayo loh bapak sama anak berebut." kata bu retno
" sayank nanti malam kita bikin acara bakar bakar di villa." kata vian
" boleh pah nanti mamah telepon." kata lily
" habis ini kita ke stasiun dulu ya jemput adiknya astrid, baru nanti jalan jalan dan belanja." kata vian
" memang jam berapa sampai stasiunnya," kata bu retno
" jam 1an bu." jawab astrid
" kita bisa bersenang senang bersama nih. ada bos livi yang bayarin." kata lily
vian pun pergi ke tempat pak dede lalu merokok sambil menunggu yang ke toilet dan vian membayar makanan. setelah selesai mereka pun pergi menuju stasiun menjemput bella. sampai di stasiun hanya astrid dan vian yang turun untuk menjemput, tak lama handphoe astrid berbunyi.
" mba aku baru sampai nih, mba dimana." kata bella
" mba sama mas vian nunggu di pintu keluar." jawab astrid. tak lama bella muncul di hadapan astrid dan vian.
" mba aku kangen." kata bella lalu mencium tangan dan memeluk kakaknya itu lalu mencium tangan vian
" iya udah kita ke mobil, kamu udah makan belum." tanya vian
" udah mas tadi aku beli makan di kereta." jawab bella
mereka pun pergi ke tempat diparkirnya minibus tadi. sesampainya di mobil vian memperkenalkan bella kepada keluarganya. bella pun menyalami mereka. vian menyuruh pak dede untuk jalan ke tempat berbelanja. lalu dibawa ke belakang mobil dan duduk bersama lily, dilla, dan ika. astrid pun mengenalkan bella kepada lily dan ika, bella masih sedikit canggung
" kamu sudah makan bel." kata lily
" sudah mba tadi dikereta." jawab bella
" kamu jangan canggung gitu dong, kita kan udah jadi keluarga sekarang." kata lily
" iya mba terimakasih." kata bella
devan yang belum tau kehadiran bella karena tadi ke kamar mandi.
" mamah astrid ini siapa,kok mirip mamah sih." kata devan
" ini adiknya mamah namanya tante bella, kaya bi ika adiknya papah." kata astrid, bella pun memperkenalkan dirinya ke devan dan mengajak salaman, devan pun mencium tangan bella.
" tante bella menggambar sama aa ya." kata devan
" boleh a, mau gambar apa." kata bella
" main menggambar." kata devan lalu mengeluarkan handphone tabletnya.
" mas mau dibuatkan kopi." kata astrid
__ADS_1
" boleh sayang." jawab vian, vian pun duduk di pinggir dekat jendela, lalu ikutan bernyanyi
mereka pun bersenang senang selama diperjalanan dan akhirnya sampai di tempat parkir dekat Mallioboro. vian membawa keluarga besarnya turun dan berjalan jalan disana dan mengambil photo. lily mengajak berbelanja dari toko yang satu ke toko yang lainnya sehingga haris dan putra bergantian membawa barang belanjaan ke mobil.