Perjalanan Hidup Anak Kampung

Perjalanan Hidup Anak Kampung
Family gathering BLS 2


__ADS_3

setelah ngobrol di restoran mereka pergi masuk ke resort masing masing, devan yang dari tadi main dan naik kuda sudah mandi dan sedang disuapi lilis. " pah tadi devan naik kuda lho." kata lily, " wah anak papah jagoan, pinter lagi." jawab vian sambil mengangkat anaknya. " iya pak dia gak ada takutnya, dia malahan minta naik terus." jawab lilis.


"anak papah mau kuda." kata vian


devan hanya bisa mengangguk karena bicaranya belum lancar dan jelas.


"doakan papahnya ya sayank, nanti kita beli kuda." kata vian, devan main dulu sama lilis yaa. papah sama mamah mau mandi dulu. vian dan lily pun pergi masuk ke kamar, mereka pun mandi bersama saling menyabuni dan bercumbu, dilanjutkan dengan berhubungan badan suami istri. mereka berpakaian dan sholat bersama.


setelah isya mereka dan keluarganya pergi ke aula pertertemuan, disana sudah berkumpul karyawan BLS dan keluarganya untuk makan malam, setelah selesai makan murti memimpin acara dan menyerahkan sambutan kepada vian.


"selamat malam semuanya, terimakasih sudah bersedia hadir di acara family gathering BLS, semoga acara ini membahagiakan dan bisa mempererat tali silaturahmi. acara ini diadakan salah satunya sebagai bentuk syukur kita dan rasa terimakasih kami kepada bapak ibu karyawan BLS. semoga acara ini bisa terus dilaksanakan ke tempat tempat lain. dan saya juga mohon doanya kepada semuanya bahwa LIVI Group akan membuka usaha property, dan membangun perumahan, perumahan ini nantinya akan di peruntukan khususnya bagi karyawan di bawah naungan LIVI Group yang beljm memiliki rumah." kata vian menjelaskan. mamah ada yang mau disampaikan.


" terimakasih kepada bapak ibu dan keluarga karyawan BLS, saya sangat senang bisa berkumpul bersama disini semoga apa yang kita harapkan bisa tercapai. disini juga saya selaku pemilik dan komisaris BLS akan memberikan penghargaan bagi karyawan BLS yang memiliki kreteria yang akan nanti ibu murti sebutkan. selain itu juga saya sama suami akan memberikan sedikit hadiah buat seluruh karyawan yang hadir kali ini, jangan dilihat dari seberapa nilainya tapi ini bentuk terimakasih kami kepada bapak ibu semua." kata lily.


lalu memberikan ke murti untuk mengumumkan karyawan yang mendapatkan hadiah. setelah pemberian hadiah murti memanggil satu persatu karyawan, lily dan vian berganyian memebrikan amplop yang berisikan uang kepada karyawan tersebut. dan karyawan dilersilahkan untuk menikmati fasilitas yang ada di resort itu.


vian dan lily pergi ke resortnya dan meminta dibuatkan kopi, memanggil haris dan putra untuk menemaninya ngopi di teras resort, vian pun memberikan amplop untuk jajan ke mereka. karena belum larut vian meminta pak haris dan putra untuk beli jagung bakar. pak adi dan pak bowo ikut bergabung diluar, tak lama haris dan putra datang membawa jagung bakar yang masih panas. "ini siapa yang mau jagung bakar." kata vian. "aku mau pah." jawab lily lalu keluar


" ini masih banyak bu, ika, lilis, narsih, evi mau." kata lily. "mau dong." kata mereka, " ka itu masih banyak panggil murti, lusi, mita, tawarin sama keluarganya suruh kesini." kata vian, gak lama mereka pun datang. " ayo pak bu, mur, lus, mit. ini ada jagung," kata vian


"terimakasih banyak pak bu, kami sudah diajak jalan jalan." kata orang tua lusi, murti, dan mita


" sama sama pak, ayo gabung disini," kata vian


mereka pun ngobrol dan becanda.


"o iya pak vian tadi saya dengar bahwa bapak mau membangun perumahan, apakah lahannya sudah tersedia pak." kata pak daryat bapak murti


" saya masih mencarinya pak yang lokasinya tidak jauh dari perusahaan dan harga tanahnya belum mahal." kata vian


"kalo bapak mau saya memiliki kenalan karena saya dulu kerja di bidang peoperty, kalo gak salah masih ada lahan di daerah B pinggiran kota, akses dan fasilitas umum dekat, perusahaan itu memiliki kurang lebih 10 hektar, karena dananya kesendat maka dihentikan" kata pak daryat. dan pak opik dan pak hendri ini juga dulunya di property


" boleh itu pak, terimakasih banyak informasinya nanti sampaikan saja ke murti, dan kalo bapak bapak disini masih mau bekerja bisa bantuin saya untuk operasional perusahaan ini." kata vian


" insyaallah pak, kalo tenaga saya masih kepakai. " jawab pak opik dan pak hendri


" nah ini rezeki silaturahmi. kalo sudah ada informasinya, saya berharap bapak bersedia ke rumah saya untuk membahas ini semua, karena sekarang saya masih beresin toko di kawasan komplek rumah saya" kata vian


" baik pak saya akan hubungi kenalan saya itu setelah pulang dari sini." jawab pak daryat.

__ADS_1


" iya mur kalo bapak udah dapat info kamu antar beliau ke rumah saya ya, ajak aja sekalian ibu, kasih tau lusi dan mita juga biar dia bisa datang sekalian kerumah." kata vian


"baik pak." jawab murti


"ini bener bener di luar perkiraan saya, mudah mudahan bisa cepat di realisasikan. karena saya lihat sebagian dari karyawan itu masih mengontrak rumah." kata vian


"wah cita cita bapak mulia banget." kata pak daryat


"saya pernah merasakan gimana pindah pindah rumah kontrakan pak." kata vian


"karena sudah malam mari kita beristirahat.nanti kita bisa ngobrol lagi " kata vian


mereka pun pergi ke resort masing masing, vian juga masuk ke kamar.


"pah, bener ya kalo kita baik sama orang, jalan kita dimudahkan." kata lily


"iya. pah juga gak menyangka, semiga aja bisa terealisasi ya. aamiin." jawab vian


keesokan paginyanya mereka pergi untuk sarapan, karyawan dan keluarganya juga sudah berkumpul disana. setelah sarapan mereka pergi ke lapangan untuk melakukan permainan sampai siang hari. mereka makan siang di aula kemarin. di sore hari mereka melakukan aktifitas masing masing. vian dan lily mengajak devan naik delman. devan sangat seneng. selesai main mereka pergi mandi dan mengajak orangtuanya, ika, evi.narsih, lilis, haris dan putra ke restoran.


vian mesan sop buntut dan jus stroberi. lily menyuapi devan, setelah makan selesai kembali ke resort, vian nyuruh ika untuk manggil murti, lusi, dan mita. vian sambil ngopi dan ngerokok, tak lama ika, murti, lusi dan mita datang.


" organ tunggal pak sama BBQ habis isya untuk makan malam di aula habis magrib." jawab murti


" oke kalo begitu. mumpung ada waktu kalian pergi belanja beli buat doorprize, kalian minta temenin putra minta anter pake mobil hotel" kata vian sambil mengeluarkan uang. mereka pun pamit. vian nyuruh haris beli rokok.


habis sholat magrib vian dan lily ngobrol di ruangan tengah. dan mengajak mereka pergi ke aula barangkali mau makan lagi atau makan cemilan. vian ngambil kopi dan cemilan ngerokok di luar aula ditemani haris. di lapangan sudah ada perapian buat BBQ vian mengajak haris kesana dan membawa kopi, vian membuat jagung bakar. dan menyuruh music dinyalakan karena adzan isya sudah selesai. mendengarkan music sambil minum kopi dan makan jagung bakar serta dengan cuaca dingin luar biasa. karena belum banyak yang ada disitu vian pun bernyanyi, lily yang mendengar suara vian nyanyi di keluar aula dan nyamperin vuan. " wah papah bisa nyanyi juga." kata lily, " ya. ngeramein aja mah." jawab vian. sekarang giliran mamah nyanyi lalu menyerahkan mic ke lily, lily pun bernyanyi yang membuat orang orang banyak tang kelaur aula untuk melihat siapa yang bernyanyi. setelah bernyanyi lily makan jagung bakar karena tadi gak makan nasi.


"pah, mah happy banget, kaya lagi pacaran aja ya, dingin gini ada yang meluk sambil makan jagung dan dengerin music." kata lily


" syukur kalo mah seneng." jawab vian


banyak karyawan yang melihat kemesraan mereka termasuk elis. "bu itu bukannya om yang ada di photo bersama ibu." kata caca anaknya elis. elis hanya diem gak komentar.


di selang selang musik, murti, lusi, mita, dan ika mengumumkan siapa yang mendapatkan doorprize. dan vian memberikan sambutan.


"terimakasih banyak kepada semuanya, semoga bapak ibu senang dan bahagia dengan diadakannya family gathering ini. mari kita sama sama mengembangkan usaha kita ini. acara ini berkat bapak ibu juga, perusahaan untung bapak ibu juga bisa merasakannya." kata vian, vian memberikan mic kepada lily.


" saya mengucapkan terimaksih kepada bapak ibu semoga senang dan saya juga memohon maaf apabila saya jarang datang ke kantor, saya percaya kepada bapak ibu untuk bisa memajukan BLS, dan saya mohon doanya karena saya sama suami mau buka cafe, butik, semoga usaha saya ini lancar. aamiin." kata lily

__ADS_1


"silahkan kalian bersenang senang, kita nikmati malam ini." kata vian lagi. "pah itu anaknya elis ngelihatin papah." kata lily


"kita temuin mereka yu," ajak vian ke lily.


"halo lis, sigit, apa kabarnya." kata vian


" baik pak, ibu." kata elis dan sigit yang canggung


" om tante boleh gak aku photo sama om sama tante" jawab caca


" boleh dong cantik." kata lily


"bu photoin ya." kata caca


elis mengambil photo anaknya sama vian dan lily. "anak cantik ini buat jajan ya." kata lily sambil menyerahkan amplop ke caca


"terimakasih tante, tante juga cantik." kata caca.


"udah makan jagung atau sosis." kata lily


"belum tante, masih kenyang tapi pengen juga." kata caca


" ayo sama tante dan om kita makan jagung bareng, gak apa apa kan lis." kata lily


"iya bu gak apa apa." jawab elis


vian dan lily serta caca jalan ke tempat pembakaran, dan meminta sosis buat caca, jagung buat dia dan vian.


"pah aku jadi pengen anak perempuan." kata lily


" iya udah kita bikin nanti." jawab vian


"om tante aku pamit ya mau tidur, terimakasih." kata caca.


"sama sama cantik, bobo ya." kata lily sambil meluk caca


karena udah malam acara pun selesai, vuan dan lily masuk ke resort dan pergi ke kamar, setelah bersih bersih mereka ke kasur berpelukan dan memulai percumbuan sepasang suami istri dan kebahagiaan tercapai bersama. seperti biasa vian mengecup kening lily, mereka berpelukan sampai pagi hari.


di pagi hari mereka pergi sarapan dan pamit kesemuanya untuk pulang duluan.

__ADS_1


__ADS_2