
di perjalanan mereka berhenti di restoran untuk istirahat dan makan malam, vian dan yang lainnya ngopi dan merokok, setelah di rasa cukup istirahatnya mereka melanjutkan perjalanan melalui jalur selatan karena vian mau memberikan sample kentang ke LA. jam 6 pagi mereka sampai di kantor LA, vian menitipkan sebagian kentang yang kemarin dibeli ke petugas keamanan kantor, vian melanjutkan perjalanan ke jakarta. mereka sarapan di reat area
jam 9 pagi mereka sampai di rumah, barang barang di turunkan, bu retno mengantar ibunya ke kamar disamping kamarnya yang sudah di siapkan bi narsih, vian dan lily pun masuk kamar.
" pah terimakasih ya sudah mau ke kampung leluhur mamah. dan ibu membawa nenek kesini" kata lily
" iya gak apa apa dong sayank, biar devan juga merasakan dan melihat bahwa kita mau ngurus orang tuanya." jawab vian
" makasih ya pah." kata lily sambil memeluk, vian pun mencium kening lily, lalu mereka berciuman bibir dan semakin hangat dan akhirnya dituntaskan di atas ranjang. mereka tertidur berpelukan dibawah selimut.
keesokan hari mereka bangun subuh, setelah mandi dan sholat, vian duduk di balkon memeriksa laporan terutama laporan LA rencana pembangunan pabrik pengolahan makanan. lily datang menghampiri vian, "papah lagi apa, serius banget," kata lily
" ini mah, papah lagi cek laporan terutama laporan perencanaan pembuatan pabrik pengolahan makanan. mamah kenapa kelihatan lemes banget." jawab vian
" mungkin kecapaian pah, mungkin masuk angin," jawab lily sambil menahan muntah
" kita periksa ke dokter ya, kita panggil dokter kesini." kata vian
" terserah apa aja, mamah masuk dulu ya.. kepala pusing." jawab lily
vian pun mengantar lily ke tempat tidur karena lily sempoyongan jalannya. vian pun telepon dokter dan menyuruh datang ke rumah.
vian menyuruh evi untuk membuatkan bubur, " vian buat siapa bubur, lily mana?" tanya bu retno
" lagi tiduran bu, tadi katanya pusing, makanya vian nyuruh evi buatkan bubur." jawab vian
" udah panggil dokter belum." tanya bu retno
" sudah bu, tadi vian langsung telepon dokternya," jawab vian
setelah sarapan vian pergi ke kamar lagi menemani lily, " ayo sayank makan buburnya, papah suapin ya." kata vian
" gak ah pah, mual nih." jawab lily dan pergi ke kamar mandi.
tok tok tok, " iya masuk." kata vian, evi pun masuk dan memberi kabar bahwa dokter sudah ada, vian menyuruh evi untuk membawanya ke kamar. setelah beberapa menit dokter pun datang dan memeriksa lily. " ibu kapan terkahir menstruasi.?" kata dokter
" kayanya 1 bulan yang lalu deh dok. memang kenapa." tanya lily.
" selamat ya bu atas kehamilannya." kata dokter
tapi biar memastikan ibu bisa datang ke rumah sakit.
" oh iya dok terimakasih, dan tolong jangan kasih tau siapa siapa ya." jawab lily
__ADS_1
" baik bu. saya permisi." jawab dokter, lalu pergi
" pah kita mau punya anak lagi." kata lily
" iya sayank, terimakasih ya.. kita ke rumah sakit sekarang, untuk memastikannya." jawab vian
lily telepon dr silvi dan memberitahukan kehamilannya serta ingin memastikan. vian dan lily pamitan ke orang tuanya mau ke rumahsakit karena anjuran dokter.
" kamu kenapa nak," kata bu retno
" gak apa apa bu, lily kecapaian aja, ini mau cek darah aja tadi saran dokter." jawab lily
" ibu temani ya." kata bu retno
" gak usah bu, lily sama vian aja." jawab lily
setelah 1 jam perjalanan vian dan lily samapi di rumah sakit bersalin untuk melakukan pemeriksaan, disana sudah ada dokter silvi menunggu. " mari bu kita langsung ke ruangan dr. anita, kebetulan beliau ada." kata dr silvi
vian dan lily pun pergi ke ruangan pemeriksaan dr. anita. disana sudah di tunggu dr. anita.
" kenapa ibu kelihatan pucet." kata dr. anita
" iya dok ini pusing, jadi gak bisa makan." jawab lily
" selamat bu, bayinya sudah mau masuk 4 minggu." kata dr anita setelah itu dr. anita memberikan resep dan print USG.
" baik dokter terimakasih." jawab vian, vian dan lily ditemani dr. silvi pergi ke apotek untuk ambil obat. setelah itu vian dan lily pamitan dan pulang ke rumah. " yank makan apa." kata vian di perjalanan
" nanti aja biar edi yang beli, mamah pengen tiduran." jawab lily
" pak edi habis nganter kita ke rumah, pak edi beli makanan ya." kata vian
" baik pak." jawab edi
di rumah sudah di tunggu kabar dari lily ataupun vian, pas pintu rumah di bula mereka memandang ke arah pintu semua. " ly, kamu gak apa apa kan, apa kata dokter." kata bu retno khawatir
" gak apa apa bu pak, maaf sudah buat kalian khawatir. cuma................." jawab vian menggantung jawabannya
" cuma apa vian, jangan gitu dong ibu beneran jadi tambah khawatir." kata bu retno
" iya nih aa bikin kita jantungan aja." kata bu ningsih
" sabar dong bu main potong aja. lily... lily... dia..." jawaban vian dipotong lagi
__ADS_1
" lily kenapa vian..." kata bu retno sambil berdiri mendekati lily
" Lily sedang mengandung anak ke 2 kami bu." jawab vian
" alhamdulillah." jawaban orang tua mereka
" ini hasil USGnya bu." kata vian sambil menyerahkan ke bu retno print USG.
" ini kabar kejutan buat kami," jawab pak bowo
" oh iya sayank kamu mau makan apa. biar pak edi belikan." tanya vian
" mamah pengen sop, lalapan dan sambel," jawab lily.
vian memanggil pak edi dan memberikan uang untuk beli makanan yang disebut lily tadi dan menanyakan kepada yang lain juga. lily diantar vian masuk ke kamar. " maaf pah ya aku tiduran dulu." kata lily
" iya gak apa apa sayank, kamu istirahat aja dulu." jawab vian
di ruang keluarga orang tua mereka tak henti henti bersyukur mengucap alhamdulillah atas kehamilan lily. wah kita bakalan punya cucu ke 2,
" yank pak edi sudah datang tuh bawa makanan, mau makan dimana." kata vian
" di bawah aja pah, kita makan bersama. lagian sekarang aku udah gak pusing." jawab lily,
vian pun menggandeng lily turun ke ruang makan, lily pun makan dengan lahap mungkin karena perutnya kosong habis dimuntahkan. vian menyuruh evi membuatkan jus strowbery dari kebun. " selamat ya cu, semoga kamu dan bayinya sehat." kata bu julaeha
" terimakasih nek." jawab lily
" wah bener ya kamu harus bawa lily dulu ke kampung kamu, baru dia hamil." kata pak bowo
" iya juga ya, waktu devan pulang dari kampung, sekarang sama. sering sering aja kesana nanti ya." kata bu retno
" ih ibu kebenaran aja kali," jawab lily malu
" kamu jangan cape cape, butik biarin aja dulu toh sudah ada yang urus." kata bu retno
tak lama devan datang habis main. " mah katanya di perut mamah ada adik bayi ya." kata devan
" iya sayank disini ada adiknya aa." jawab lily sambil mengelus perutnya
" asyiiiik, aa bakalan punya adik." kata devan sambil mencium perut lily.
aa seneng yaaa.. vian sambil menggendong devan.
__ADS_1