
Mereka pun mengobrol sambil makan malam, rasa kekeluargaan sangat terasa.
" oh iya mah, untuk di depan di siapkan juga kan makan." kata vian
" iya pah, disana juga disiapkan makan kok." kata lily
selesai makan vian pamitan untuk melihat ke depan dulu, Vian menyalakan rokoknya sambil jalan ke depan.
" bapak bapak sudah makan belum." tanya vian
" sudah pak, terimakasih banyak pak." kata mereka para ajudan pejabat
" kalau ada apa apa bapak bapak bicara saja sama haris atau putra, untuk istirahat juga ya, maaf kalau pelayanan disini tidak memuaskan bapak bapak semuanya." kata vian
" ini udah lebih dari cukup pak, bahkan mewah." kata mereka
" kalau tempat istirahatnya kurang, di paviliun kan ada kasur tambahan, kamu ambil saja ya pak haris." kata vian
" siap pak, kelihatannya cukup, tapi kalau memang kurang nanti saya ambil kesana." kata haris
" kalau mau bakar bakar jagung, ngopi juga ambil saja ya jangan segan segan kalau disini." kata vian
" siap pak terimakasih." jawab mereka
" ini sudah disiapkan pak untuk bakar jagung nanti." kata haris. Vian pun pamitan lalu kembali ke tempat makan tadi.
" beruntung banget pak haris memiliki bos seperti pak vian." kata ajudan pak menteri UMKM
" alhamdulillah pak, beliau dan keluarga enggak pernah membeda bedakan kita, kita bebas mau apa, makanan pun sama." kata haris
" sepertinya kita menginap lagi disini dan akan sering kesini melihat kondisi seperti ini." kata ajudan pak menteri Sosial
" iya betul, kayanya bos senang banget disini." kata ajudan pak menteri pendidikan
" saya aja setiap malam pulang kesini, padahal bos punya rumah disebelah." kata ajudan pak bambang
" kita aja setiap akhir pekan selalu kesini." kata ajudan pak gubernur B
" saya lihat anaknya bos aja betah, padahal biasanya enggak pernah mau lama lama kalau di luar." kata ajudan pak menteri sosial
" saya salut sama pak vian, sampai sampai membuatkan mess dan kamar tamu sendiri seperti dia tau akan banyak tamu yang menginap disini." kata ajudan pak menteri UMKM
__ADS_1
" awalnya sih karena pak bambang, pak gubernur B, pak gubernur L dan pak bupati menginap disini, jadi pak vian membangun kamar tamu dan mess ini karena ada temannya adiknya dan teman adik iparnya karena takut privasi mereka keganggu kalau di rumah jadinya dibangunkan mess ini. Dan buat tamu juga." kata haris
" ini rumah seperti rumah ketua partai jadinya ya, dan enggak semewah ini juga perlakuannya," kata ajudan pak Bambang
" jangan begitu pak, ada kakek braja dulunya dia rumahnya di bangunan liar dekat rusun, sekarang pak vian ngasih rumah di belakang villa di livi residence sana." kata haris
" benar benar saya salut atas kebaikan beliau, pantas saja karyawannya sampai mati matian membela beliau." kata ajudan pak gubernur L
" jangankan itu pak, waktu kita ngasih sumbangan ke rusun, warganya sampai bilang kalau ada apa apa bilang ke kita, kita siap mengorbankan jiwa kita membela." kata ajudan pak gubernur B
" sampai sebegitunya ya, saya lihat memang pak vian dan keluarganya itu orang baik jadi wajar diperlakukan seperti itu, waktu kejadian kecelakaan pesawat saja, bapak sampai enggak bisa tidur menelepon kemana mana supaya bisa membantu mencari." kata ajudan pak bambang
" sama saya aja disuruh turun ke lokasi kejadian pak." kata ajudan pak gubernur L
" saya melihat dan mengalami sendiri waktu pergi umroh kemarin, bagaimana pak vian diperlakukan disana seperti pejabat pemerintahan, bapak saja tidak diperlakukan seperti itu." kata ajudan pak bambang.
" oh iya bapak bapak kalau mau kopi atau susu atau perlu air minum buat sendiri saja ya, semuanya ada di pantry, khawatir saya ketiduran atau apa." kata haris
" siap pak haris, terimakasih." jawab mereka
Vian pun menyuruh Indra untuk membuat pembakaran jagung karena ada pak bupati dan keluarganya supaya merasakannya.
" rugi pak kalau diet, dan kita mengobrol tambah asyik, tambah lagi susu panas, tambah mantaaap pokoknya." kata pak menteri UMKM
" saya kalau pulang kerja malam, di luar kalau rapat pasti makan kan, datang kesini makan lagi terus tidur. Gimana berat badan enggak nambah." kata pak bambang
" memangnya setiap malam seperti ini pak." kata pak menteri sosial
" kalau lagi kumpul kumpul iya seperti ini, jagung bakar itu pasti ada. Apalagi sekarang bertambah lagi saudara baru." kata pak bambang
" kalau ada iya seperti ini pak, kalau enggak ada ya mohon maaf." kata vian
" insyaAllah ada terus jagung bakar dan susu panas selama LA ada." kata pak bambang
" terimakasih nih saya sudah dianggap saudara." kata pak bupati P
" kalau disini jangan malu malu dan segan segan pak, yang penting jangan malu maluin." kata pak bambang
" sama sama pak bupati, saya senang bisa menambah saudara." kata vian
" iya pak bupati, seperti ini lah disini, rame, maaf kalau terganggu, berisik." kata pak bowo
__ADS_1
" saya malahan senang pak, suasana seperti ini." kata pak bupati P
" iya pak, kami malahan yang mohon maaf mengganggu istirahat bapak bapak." kata pak menteri sosial
" saya senang malahan pak, kapan lagi rumah kami didatangi sama para pejabat publik." kata pak adi
" iya pak, saya bahagia banget bisa banyak saudara, awalnya saya di rumah itu cuma bertiga, eh setelah lily nikah sama vian jadinya rame begini,." kata pak bowo
" awalnya saya juga bingung kenapa vian ini membangun kamar tamu dan mess, eh ternyata dia sudah mempredeksi bahwa bakalan banyak saudara." kata pak adi
" saya sendiri merasakan susana disini itu rasa persaudaraan dan kekeluargaannya kental banget, saya jadi merasa seperti datang ke rumah saudara sendiri." kata pak menteri sosial
" sama saya juga pak menteri, isteri aja biasanya enggak pernah mau kalau saya bawa ke acara acara, eh pas dibawa kesini sampai enggak mau pulang." kata pak menteri pendidikan
" terimakasih banyak kalau bapak bapak merasa nyaman berada disini." kata vian
" bagaimana enggak nyaman, disini dikasih makan enak, kamar untuk menginap yang mewah." kata pak menteri UMKM
" pantes saja ya waktu umroh, pak vian ini diperlakukan spesial disana melebihi perlakuan ke pejabat pemerintahan seperti kita." kata pak bambang
" betul pak bambang, saya saja kagum banget, ciba kalau enggak ada beliau ini, mana mungkin kita bisa mencium hajar aswat, bisa berlama lama di raudhoh." kata pak gubernur B
" wah kita telat ya pak menteri, jadi kita enggak ikut pergi umroh bareng pak vian dan yang lainnya. Pak gubernur L ikut umroh bareng juga waktu itu." kata pak menteri pendidikan
" alhamdulillah pak saya bisa ikut pergi umroh bareng." kata pak gubernur L
" kita telat gabungnya pak menteri." kata pak menteri sosial
" kapan kapan kita adakan lagi aja umroh barengnya." kata vian
" boleh tuh kita agendakan umroh bareng." kata pak menteri pendidikan
" untuk lebih mempererat lagi persaudaraan kita kita harus agendakan liburan bareng lagi aja." kata pak menteri sosial
" kalau saya kapan aja bisa, bapak bapak yang akan sulit menemukan waktu yang tepat." kata vian
" bisa saja di atur waktunya kalau memang pekwrjaan enggak terlalu banyak, saya juga pengen tau respon anak saya nazwa, biasanya dia tuh sulit kalau diajak ajak seperti ini." kata pak menteri pendidikan
" saya rasa dia akan bisa cepat bergabung, anak saya saja yang tadinya mau berkarir di luar eh setelah bertemu keluarga pak vian, mereka memutuskan untuk berkarir disini aja." kata pak menteri UMKM
mereka pun terus mengobrol sambil menikmati jagung bakar dan susu panas, apalagi pak bupati P yang baru bergabung.
__ADS_1