Perjalanan Hidup Anak Kampung

Perjalanan Hidup Anak Kampung
Marah karena tidak kebagian jatah


__ADS_3

Vian pun menyuruh opik untuk memberikan kunci kamar di bangunan baru kepada pak bupati P dan hisyam. Mereka pun asyik menikmati malam itu.


" kita happy banget nih, hilang stress kerjaan." kata pak menteri pendidikan


" betul pak, kelihatannya aja kerja kita itu enak, padahal mumetnya minta ampun." kata pak menteri sosial


karena sudah larut malam mereka pun masuk ke kamar masing masing untuk istirahat. Vian pun sama, dia bersih bersih lalu duduk di sofa di villanya.


" papah kenapa enggak langsung tidur." kata lily


" sebentar mah, enggak tau kenapa papah merasa khawatir ini." kata vian


" khawatir apa sih pah, udah ah jangan difikirkan nanti papah sakit akhir pekan besok kita mau ke surabaya." kata lily


" iya pah ayo istirahat.. Mamah pijitin." kata astrid


" mau dipijit plus plus juga oke kita layani." kata lily sambil menarik tangan vian untuk masuk ke kamar. Vian menuruti keinginan isteri isterinya itu, setelah berbaring di kasur para isterinya pun memijit badan, kaki, dan tangan, dan akhirnya lily mengambil situasi dengan meraba raba area pusaka vian, akhirnya mereka pun melakukan hubungan suami isteri, setelah mendapatkan kepuasan dari permainan itu, mereka tertidur.


Di pagi hari vian mandi disusul isteri isterinya lalu mereka melaksankan sholat berjamaah. Vian pun duduk didepan villa. Tak lama dilla memberikan secangkir susu panas. Lalu duduk disebelah vian dan menyandarkan kepalanya dibahu vian. Vian meminum susu, lalu menyalakan rokoknya dan tanga kanannya memeluk dilla.


" udah lama aku enggak merasakan seperti ini pah." kata dilla


" kamu cape ngurus de alea sayang," kata vian


" itu udah keawajiban aku pah, aku pengen banyak bersama papah aja." kata dilla


" kita kan selalu sama sama sayang," kata vian


" iya, tapi kita jarangkan seperti ini." kata dilla


" iya maafkan papah yah, kalau enggak memperhatikan kalian." kata vian


" mamah tau kok, papah pasti cape mengurus perusahaan, bolehkan mamah seperti ini, manja sama papah." kata dilla


" iya boleh sayang, kenapa memangnya, kaliankan isteri papah." kata vian

__ADS_1


" makasih ya pah, udah buat mamah bahagia dan mau nerima mamah sama keluarga mamah." kata dilla, dilla melayangkan ciumannya ke pipi vian, vian pun mencium kening dilla lalu mengusap usap rambutnya. opik pun datang kesana


" maaf pak ganggu, mau tanya untuk sarapan mau makan apa." kata opik


" sebentar pik, mamah mau makan apa." kata vian


" aku pengen lontong sayur pah, enggak tau mbak, astrid sama shinta, aku tanya dulu deh." kata dilla, lalu masuk ke dalam dan menanyakan ke mereka, tak lama datang lagi


" mereka juga sama pah lontong sayur, tapi kata mba sama nasi uduk aja supaya ada pilihan." kata dilla, dia pun duduk kembali diaamping vian


" iya udah pik lontong sayur sama naai uduk aja, lauknya kamu atur aja ya, oh iya sayang ambil uangnya di tas papah." kata vian, lalu menghisap rokoknya.


" enggak usah pak, uang kemarin saja masih ada di saya, kalau begitu saya permisi." kata opik. Dia pun pergi untuk membeli sarapan


" opik itu teman papah, teman waktu apa." kata dilla


" opik itu dulu staf papah waktu kerja di perusahaan S, papah keluar dan pindah ke perusahaan ivestama. Mereka masih kerja di perusahaan S, setelah papah punya modal dan mendirikan usaha sendiri dulu vianca sekarang jadi LNI, mereka ingin gabung sama papah dan mereka pun keluar, jadi di LNI itu alumni perusahaan S." kata vian


" ke al sama mba jadi di investama ya." kata dilla


" iya, dia itu direktur keuangan papah, iya akhirnya jadi isteri deh." kata vian


" gimana anak anak belim bangun." kata vian


" belum pah, mereka nyenyak banget tidurnya, jadi kita ke surabaya pah." kata astrid


" insyaAllah jadi sayang, semoga aja tidak ada halangan." kata vian


" aku mau ke makam ayah ya nanti.. Bolehkan pah." kata astrid


" iya boleh, kita ketemukan sama cucunya." kata vian


" terimakasih pah." kata astrid.


Jam 7 vian mengajak semuanya untuk sarapan, mereka pun menikmati ketupat sayur ada juga yang mengambil nasi uduk.

__ADS_1


" terimakasih pak kita sudah di jamu begini, bisa bisa berat badan saya ini naik." kata pak menteri UMKM


" iya semalam aja, enggak berhenti makan, dari bakar ikan, sosis, daging BBQ, jagung, ini luar biasa pokoknya." kata pak menteri sosial


" sama sama pak, mohon maaf kalau makanannya tidak sesuai dengan lidah bapak bapak dan ibu ibu nih." kata vian


" makanannya mantap, enak enak kok pak, kalau enggak malu saya pasti nambah terus" kata pak menteri UMKM


" iya sudah nambah saja, nanti dibilang saya enggak kasih makan lagi." kata vian, selesai makan vian pergi ke saung sambil membawa teh hangat, dia pun menyalakan rokoknya.


Jam 8 lewat opik datang menghampiri vian, dia baru saja menerima telepon dari pak andi, pak andi memberikan kabar bahwa ada segerombolan orang datang ke pakbrik PBN, mereka melakukan pemukualan ke security karena tidak dibolehkan ketemu dengan pimpinan perusahaan dan mereka sedang melakukan protes.


" pak maaf ganggu barusan pak andi telepon bahwa ada segerombolan orang yang sedang melakukan protes, katanya limbah dari PBN telah mencemari lingkungan mereka." kata opik. Vian pun pergi mengambil handphone, dia melihat ada beberapa telepon masuk dari pak andi. Vian pun menelepon pak andi.


" pagi pak andi, maaf tadi saya sedang sarapan, ada apa di perusahaan." kata vian


" ini pak, maaf sebelumnya kalau mengganggu bapak, tadi ada segerombolan orang datang ke perusahaan, mereka ingin ketemu pimpinan tapi di hadang security, karena security yang bertugas hanya 4 orang dan yang datang ada sekitar 15 orang jadi kewalahan dan ada 2 orang yang kena pukul mereka, saya sudah telepon ke polsek pak, tapi ini karyawan juga keluar membantu melawan orang orang itu." kata pak andi


" sebentar saya kesana, apa yang diinginkan mereka." kata vian


" mereka bilang sih karena limbah kita telah mencemari lingkungan dan dia meminta uang ganti rugi. Tapi ada sopir bilang mereka itu biasanya meminta uang di jalanan pak, tapi mereka enggak pernah dikasih karena keseringan, saya fikir mereka marah karena enggak kebagian jatah saja jadi cari cari alasan." kata pak andi


" ini harus diluruskan jangan sampai terulang kembali, apalagi mereka suka minta jatah di jalan ke sopir sopir, karena mereka mempermasalahkan masalah limbah, siapkan surat suratnya dan laporan pengolahan limbah. Saya kesana 25 menitan saya koordinasi juga sama pak bupati mengenai hal ini karena ini ada di daerah beliau" kata vian.


" baik pak." kata pak andi, Vian pun menutup teleponnya


" serius amat bro, ada apa, ada yang bikin onar lagi." kata endris


" iya, di pabrik PBN ada yang bikin onar, katanya mereka itu suka minta uang di jalan tapi enggak dikasih sama sopir yang anggkut bahan baku, jadi mereka ke perusahaan." kata vian.


" udah sama saya kesana... Sebentar saya telepon dulu." kata endris, dia pun menelepon anggotanya supaya pergi ke pabrik PBN dalam waktu 20 menit ditunggu di pabrik LA.


" mereka itu marah karena eggak dapat jatah, kelakuan seperti ini masih ada." kata endris


" sudah telepin polsek pak." kata pak gubernur

__ADS_1


" sudah pak, pak bupati maaf, bisa panggil dari dinas lingkungan hidup, karena mereka mempertanyakan masalah limbah, itu alasan mereka membuat onar." kata vian


" bisa pak, saya telepon mereka." kata pak bupati, pak bupati pun menelepon kepala dinas lingkungan hidup.


__ADS_2