
setelah bermain devan sudah tidak sedih lagi, vian perfi ke kamar mandi bersih bersih dan ganti pakaian
" pah, mamah ke butik ya ada kerjaan yang harus diselesaikan, gak apa apa." kata lily
" iya boleh mah, tapi jangan cape cape ya, papah juga mau ke L-Trans mau mastiin unit kendaraan buat expedisi LA." kata vian
" iya sudah kalau begitu kita berangkat bareng aja." kata lily. setelah itu mereka pun turun dan pamitan ke orang tua dan mertuanya. lalu pergi ke ruko, setelah menurunkan lily di ruko,vian minta di antar ke kantor L-Trans, sesampai di kantor L-Trans vian menyuruh pak edi untuk kembali ke ruko takut lily perlu.
" mah papah udah di kantor L-Trans, pak edi sudah papah suruh kembali kesana." kata vian
" iya pah, nanti mau makan siang dimana pah." kata lily
" terserah mamah aja mau dimana." kata vian
" iya sudah kalau begitu mamah mau kerja dulu, nanti kabar kabar aja ya." kata lily
" iya sayank." jawab vian
vian meminta dibuatkan kopi lalu merokok dan mengobrol dengan pak dede
" pak de, L-Trans harus bisa nyeimbangi kebutuhan LA ya." kata vian
" siap pak, nanti saya juga akan tanya opik dan abe juga untuk kebutuhan pengiriman." kata pak dede
" selain itu L-Trans harus ada rencana tambah unit dan memikirkan kondisi barang kalau pengiriman jauh, pak dede tau sendiri kemarin gimana." kata vian
" iya pak, saya juga bahas itu sama tim yang lainnya." kata pak dede
" kamu sekarang udah terbiasa ya." kata vian
" saya kan belajar sama bapak, saya sekolah cuma lulusan SMP, kalau gak ada kepercayaan dari bapak seumur hidup saya paling jadi sopir." kata pak dede
" pendidikan penting, yang lebih penting kemauan untuk belajar, ilmu tidak harus duduk di bangku sekolahan." kata vian
" iya pak, ini juga saya sambil belajar." kata pak dede
" iya udah kalau ada meeting atau ketemu client saya bawa pak dede." kata vian
" iya pak terimakasih, saya harus belajar cara negosiasi." kata pak dede
" iya.. nanti saya ajarkan bagaimana caranya." kata vian
" saya gak biasa ngobrol resmi pak.. saya gak pede. oh iya pak saya tinggal dulu mau cek kendaraan." kata pak dede.
" gampang itu, iya sudah saya terusin ngopinya." kata vian. tak lama ada pesan masuk dari dilla
" mas lagi dimana, sibuk gak.?" tanya dilla
" lagi di kantor L-Trans, gak, ini mas lagi ngopi, ada apa gitu." kata vian
" semalam aku udah ngomong sama bapak dan ibu, mereka merestui hubungan kita mas." kata dilla
" kok bisa, mas kan belum pernah ketemu mereka." kata vian
" astrid ngebantuin ngomong mas, sekarang aku sama astrid jadi teman sehidup semati berbagi suami." kata dilla
__ADS_1
" kalian harus fokus ngejalanin usahanya, mas gak akan ngasih apa apa kalau usaha itu gak jalan." kata vian
" iya mas aku dan astrid tau kok." kata dilla
" syukur kalau kalian bisa jalanin usaha ini, kalau udah jalan kalian juga harus mikirin usaha apalagi yang harus di kembangkan." kata vian
" iya mas, ini aku dan astrid lagi di lokasi cafe mas." kata dilla
" gimana perkembangannya sekarang." kata vian
" yang buat toko buah tinggal finishing dan masang showcase cooler mas." kata dilla
" kamu mulai cari pemasok buah buahannya ya. biar pas ready supply buah buahannya juga ready." kata vian
" siap sayang ku. bos ku, calon suamiku." kata dilla
" sama kamu juga cari tau harga dipasaran berapa buat perbandingan, dan cari juga keranjang buah buat parcel." kata vian
" iya mas, mas kapan mau kesini." kata dilla
" kalau gak ada halangan minggu depan." jawab vian
" asyiiik. aku tunggu lho mas." kata dilla
" mas tunggu kabar yang tadi mas bilang ya sama laporan keuangan." kata vian
" siap sayang." kata dilla
" mas mau makan siang dulu ya.. kalian juga jangan lupa makan siang." kata vian
" iya, mas pergi sama istri." kata vian
" kalau gitu salam buat mba ya." kata dilla
setelah selesai chatan sama dilla, vian ngasih kabar ke lily
" mah, mau makan siang dimana?" tanya vian
" di restoran C aja pah, nanti mamah jemput ya." kata lily
" oke sayank, papah tunggu disini." kata vian. tak lama ada pesan masuk dari astrid
" mas udah sama mba," kata astrid
" belum, mas lagi nunggu di jemput nih, ada apa?." kata vian
" kata mas bayu, yang di depan itu mau pakai tenda apa mau pakai canopy." kata astrid
" pakai canopy aja tapi atasnya pakai bahan tenda." kata vian lalu mengirimkan gambar
" kaya gambar itu ya. ukurannya sesuaikan saja." kata vian
" baik mas, aku sampaikan ke mas bayu." kata astrid
__ADS_1
" kamu jangan lupa makan ya." kata vian
" iya sayang, salam sama mba ya." kata astrid
tak lama lily datang menjemput, lalu vian pamitan ke pak dede dan pergi ke restoran C bareng lily.
" gimana mah, di butik banyak orderan." kata vian mengobrol di dalam mobil
" alhamdulillah pah, minggu ini dan minggu depan ada yang mau fitting baju buat nikahan." kata lily
" alhamdulillah, tapi mamah jangan cape cape ya. nanti papah gak dapat jatah lagi." kata vian
" ish papah nih." kata lily
" soalnya papah minggu depan mau ke surabaya bahas rencana usaha sama pak anam. besok ke pak dodi bahas rencana pengembangan usaha dia dengan LA dan masalah pinjaman dengan BLS." kata vian
" iya pah, jadi harus dari sekarang nih dibekalinya." kata lily sambil tersenyum
" iya dong, nanti kalau ada yang mau sama papah gimana." kata vian
" iya sok aja, jangan jajan aja." kata lily
mereka pun sampai di restoran C, vian dan lily memesan makanan seperti biasa, pak edi dan putra pun sama.
" pah, aku gak enak sama papah, nenek lama tinggal di rumah kita." kata lily
" gak apa apa sayank, papah senang kok, kita bisa gini juga mungkin karena doa doa mereka mah." kata vian
" makasih ya pah." kata lily
" iya sayank. karena ada bapak sama ibu juga kita tenang ninggalin devan sama de qinar. mamah jangan berfikiran macam macam lagi ya." jawab vian
" iya pah. makasih." jawab lily
selesai makan vian dan lily kembali lagi ke ruko, vian mengantar lily ke butik sebentar lalu pamit pergi ke cafe, vian lalu kirim pesan ke pak dede supaya besok mengantar dia ke rumah pak dodi, setelah itu vian juga kirim pesan ke pak dodi bahwa besok dia berencana akan pergi ke rumahnya lalu meminta alamatnya.
sore hari lily datang dan mengajak pulang, sesampainya di rumah vian dan lily langsung ke kamar dan mandi. setelah berganti pakaian vian mengajak main devan ke taman. mau magrib mereka kembali kerumah untuk sholat magrib bersama lalu makan malam bersama.
selesai makan malam vian pamit pergi ke gazebo untuk merokok karena dia dilarang merokok lagi di balkon kamar. di gazebo vian membuka laporan. PT. LA sudah melakukan transaksi pembelian tanah dan besok mulai pematangan lahan untuk pabrik dan pengerjaan tanggul pembatas antara sungai dan lahan PT. LA. PT. LNI Produk yang baru dilaunching sudah siap untuk dikirim ke distributor. sedang di PT. BLS ada laporan bahwa PT. LA telah meminjam untuk Modal Investasi. Produk Logam mulia sudah mulia jalan. PT. L-Trans nambah unit untuk mendukung pengiriman PT. LA, dan travel sudah mulai mendapatkan pesanan liburan. PT. L-Pro proyek perumahan livi regency sudah mau rampung dan mau melakukan pembangunan pabrik PT. LA, sedangkan Livi resort belum mengalami perkembangan siginifikan tapi sudah melakukan kerjasama dengan penyedia wisata air.
setelah memeriksa laporan dari livu group vian kembali ke kamar, lily masih menidurkan de qinar.
" mah apa kita jalankan sekarang aja ya, rencana Livi masuk dunia pendidikan." kata vian
" iya udah pah jalankan saja dulu yang taman kanak kanak di Livi Residence itu. mamah juga waktu itu sudah ngobrol sama teman teman mamah yang menjadi guru." kata lily
" iya kalau begitu papah besok mau mibta pak daryat buatkan designnya. kalau bisa cari lahan juga buat sekolah tingkat lainnya." kata vian
" iya pah, tapi lihat juga cash flow livi group gimana." kata lily
" iya mah, makasih ya." kata vian sambil memeluk lily yang lagi nidurin de qinar.
" de qinar belum bobo bener, nanti bangun lagi." kata lily
setelah menunggu beberapa saat, de qinar sudah pulas, vian melancarkan aksinya, mereka saling memberikan kemesraan dan akhirnya mereka mendapatkan puncaknya. saling mengecup dan berpelukan lalu mereka tidur di bawah selimut dengan pulas.
__ADS_1