Perjalanan Hidup Anak Kampung

Perjalanan Hidup Anak Kampung
Bentuk Tanggungjawab


__ADS_3

Astrid dan Dilla pun duduk di sebelah vian


" besok setalah dari cafe kita ke rumah pak anam, terus ke tempat toko kamu yang akan di sewakan itu. baru kita sore kita mengurus acara kita. oh iya ibu gina notaris udah ada kabar belum kapan bisa janjian." kata vian


" katanya sore mas, tempatnya belum di bahas untuk ketemuannya." kata dilla


" kalau ke tempat kamu dari sini jauh gak." kata vian


" paling lama juga 49 menitan." kata dilla


" terus keluarga kamu gimana." kata vian sambil melirik astrid


" aku udah suruh bella cari kendaraan untuk ke rumah dilla mas, besok kan kita ketemu di toko." kata astrid


" jadi acara ini akan di langaungkan di rumah dilla aja, terus untuk makannya dimana." kata vian


" iya mas kuta udah sepakat di rumah aku, nah untuk makan aku akan reservasi di restoran dekat rumah aku. aku minta photo KTP mas sama astrid dong." kata dilla


" iya udah kamu reservasi aja. atur untuk berapa orang." kata vian sambil menghisap rokoknya dan minum kopi


" iya mas, aku bahagia banget, mas mau tepati janji." kata astrid lalu memeluk vian


" aku ngak nyangka besok aku akan nikah, makasih ya sayang." kata dilla lalu mencium vian dan memeluk vian. vian pun mengelus kepala kedua gadis tersebut yang menyandarkan kepalanya ke pundak vian di sebelah kanan dan kirinya.


"iya udah, kita besok mau nginap disini lagi atau dimana." kata vian


" disini aja mas enak kok." kata astrid dan dilla


" mas mau dibuatin kopi lagi atau mau istirahat." kata dilla


" boleh kopi aja yang ini udah dingin." kata vian. dan dilla pun langsung bangun pergi memanaskan air.


" makasih ya mas, aku bahagia dan sayang banget sama mas." kata astrid, lalu dia bangun dan duduk dipangkuan berhadapan dengan vian lalu mencium bibir. ciuman itu terus bergelora ******* demi ******* terus berlangsung, tangan vian mengusap ngusap punggung astrid yang tubuhnya menempel di dada vian,. setelah itu mereka melepas ciumannya. astrid pun bergeser lalu dilla pun datang menyimpan kopi di mwja lalu dia duduk dipangkuan berhadapan dengan vian seperti astrid tadi.


" aku juga sayang sama mas, kalau mas mau aku serahkan mahkota aku malam ini ke mas." kata dilla dan mencium bibir vian dan **********, vian membalas ciuman itu dengan bergairah tangan kirinya mengelus punggung dilla dan yang kanan mengelus punggung astrid.


setelah ciuman dengan dilla selesai, vian lalu mengambil kopi yang dibuat dilla lalu menyalakan rokok kembali. lalu mengirimkan pesan ke lily


" mah udah makan, anak anak lagi apa." kata vian


" udah pah, anak anak udah tidur pah. papah ini dimana, udah makan." kata lily


" udah. ini lagi mau istirahat. besok mamah kemana." kata vian


" paling ke butik, papah besok masih sama pak anam." kata lily


" iya mah, besok cek toko yang mau disewa, iya udah kalau begitu mamah istirahat ya." kata vian


" papah juga jangan kecapean." kata lily


" makasih ya sayank. mudah mudahan papah bisa cepat pulang." kata vian


" mamah gak bisa tidur nih gak ada yang peluk." kata lily

__ADS_1


" iya nanti papah peluk ya. sekarang mamah bobo." kata vian


gadis gadis di samping melihat pesan hang dikirim vian kepada lily


" enaknya ya si mba tiap hari bisa dipeluk mas." kata astrid


" ini juga kan lagi dipeluk mas. kenapa kalian menyesal." kata vian


" gak mas, aku udah yakin akan keputusan aku, aku sayang sama mas.," kata astrid


" aku juga udah yakin akan pilihan aku, aku terima konsekuensi atas pilihan itu. aku sangat sayang sama mas" kata dilla


mereka pun semakin mempererat pelukannya, vian pun mencium kening astrid dan dilla.


" terimakasih ya. mas lakukan ini sebagai Bentuk Tanggunjawab mas kepada kalian." kata vian


" kita istirahat aja mas." ajak astrid. vian pun menuruti keinginan mereka. vian tidur di tengah astrid menidurkan kepalanya di sebelah kanan dan dilla disebelah kiri, mereka memeluk vian dan mencium pipi vian sambil tangan mereka mengelus dada vian sedangkan vian mengelus rambut kedua gadis itu.


" aku bahagia bisa berada disamping mas. apalagi bisa setiap hari." kata astrid


" aku merasakan kebahagiaan dari mas." kata dilla


" katanya kalian mau istirahat." kata vian.


karena kecapean dan adanya belaian dari vian astrid dan dilla pun tertidur, vian gak menyangka akan mendapatkan istri sekaligus 2, padahal mereka gadis yang memiliki wajah cantik, dengan tinggi 165cm, rambut panjang, perbedaan mereka hanya di warna kulit, dilla lebih putih.


vian tidak pernah terbayang akan memiliki 3 istri yang cantik cantik, padahal dulu dia selalu di ejek bahkan dihina. bahkan bersyukur kalau dulu dia gak pernah dihina gak akan bisa seperti saat ini



vian pun akhirnya tertidur ditengah tengah mereka dan membiasakan karena kedepannya akan seperti ini bahkan akan tambah dengan kehadiran lily.


di pagi hari vian bangun lalu minum air putih lalu pergi ke kamar mandi untuk cuci muka dan bersih bersih. setelah itu dia membuka kaca kamar lalu duduk di kursi dan meminum kopi yang semalam masih ada lalu menyalakan rokok. vian mengirim pesan ke lily


" mah udah bangun." kata vian


" udah pah, papah lagi apa." kata lily


" lagi duduk sambil ngopi. aa udah bangun." kata vian


" kayanya sebentar lagi deh, soalnya belum kedengaran dia main." kata lily


" mamah jangan lupa sarapan ya, dan jangan cape cape kerjanya." kata vian


" iya papah sayank, o iya pah nanti teman mamah yang guru mau datang kesini, mamah mau minta tolong dia untuk bantu kita di yayasan itu, gak apa apa." kata lily


" iya gak apa apa sayank, malahan bagus." kata vian


" oke kalau begitu pah, mamah mau lihat de qinar sama aa ya. papah juga jangan lupa sarapan." kata lily


" iya sayank, makasih ya." kata vian


tak lama astrid bangun melihat vian gak ada disamping dia celingukan sambil mengucek matanya. setelah melihat keberadaan vian lalu dia pergi ke kamar mandi. keluar dari kamar mandi dia menghampiri vian dan duduk disebelahnya.

__ADS_1


" mas kok gak bangunin aku sih." kata astrid sambil memeluk vian


" mas kasian mau bangunin," kata vian


" iya gak apa apa mas, mas mau dibuatin kopi atau teh." kata astrid


" teh aja deh, makasih ya." kata vian. astrid pun berdiri dan menyalakan pemanas air. tak lama dilla pun bangun.


" kalian jahat ih.. kok bak bangunin aku sih." kata dilla


" aku aja baru bangun, mas vian tuh dari tadi bangunnya." kata astrid. lalu membuat teh dan membawanya ke meja. dilla pun lalu pergi ke kamar mandi bersih bersih. 7 menit kemudian dia keluar dari kamar mandi lalu menghampiri vian dan astrid


" kok mas gak bangunin aku sih, maaf ya aku nyenyak banget tidurnya." kata dilla


" mas kasian banguninnya, lihat kalian tidurnya nyenyak." kata vian


" mas gak pakai jas buat nanti." kata astrid


" iya ya, ya udah nanti kita beli, sekalian kalian juga cari baju pengantin mudah mudahan ada yang jadi dan cocok buat kalian." kata vian


" kemarin aku lihat di mall ada mas, tapi kan bukanya jam 10an sedangkan kita harus ke cafe dan ke temu teman mas itu." kata dilla


" iya udah nanti sepulang dari rumah teman mas kita ke mall, terus nunggu ibu gina, lalu kita pergi ke rumah kamu. jam berapa janjian sama ibu ginanya." kata vian


" jam 4an mas." kata dilla


" acara di rumah kamunya." kata vian


" jam 18.30." kata dilla


" pastiin lagi aja ya. ke bu gina sama orang tua kamu." kata vian


" iya mas, temlat ketemuannya berarti disini ya." kata dilla


" iya di hotel ini aja, ingetin mas nanti perpanjang kamar ini ya." kata vian


" iya mas, kita mandi aja dulu mas." kata astrid


" o iya kalau yang nunggu dan jaga cafe itu siapa." kata vian


" aku akan nyuruh pakdhe windarto, dia anak kakak ibu dan perlu kerjaan." kata astrid


" iya sudah telepon pakdhe kamu suruh datang jam 9an ke cafe." kata vian


" iya mas aku telepon dia." kata astrid, lalu mengambil handphonenya dan menelepon pak windarto. setelah janjian astrid menutup telepon


" iya udah mas mandi duluan ya." kata vian


" pakdhe win akan kesana mas, aku pengen mandi bareng sama mas." rengek astrid


" aku juga, aku kan belum pernah." kata dilla


" kalau bareng nanti bakalan lama lho." kata vian mengoda mereka

__ADS_1


" gak apa apa." jawab mereka


vian masuk kamar mandi duluan, vian menyalakan air di bathub, setelah air cukup vian berendam disana.


__ADS_2