
Sebelum tanya jawab di mulai mereka melakukan coffee break terlebih dahulu. Vian pun membuat kopi lalu pergi untuk merokok terlebih dahulu. Pak suhendar pun ikutan ngopi dan merokok bersama vian, mereka mengobrol.
" pak kalau boleh tau ikan dan udang dari saya itu di jualnya langsung seperti itu atau di olah dulu." kata pak suhendar
" ada yang langsung, tapi sekarang kebanyakan di olah dulu baru di jual, karena mengingat ada yang di jual ke luar kota juga." kata vian
" pak suhendar sudah main ke pabrik LA atau belum." lanjut vian
" sudah pak, tapi hanya di gudang penerimaan saja." kata pak suhendar
" main kesana lihat lihat prosesnya," kata vian
" enggak apa apa gitu pak, apa enggak takut saya mengikuti." kata pak suhendar
" kenapa mesti takut, silahkan saja, kalaupun bapak mengikuti, mungkin bapak juga enggak akan bisa seperti LA dan rezeki saya sudah diatur kok kenapa saya harus takut." kata vian
" iya pak, walaupun saya mengikuti LA belum tentu bisa sesukses LA." kata pak suhendar
" nanti saya kabari kalau saya pas kesana, bapak bisa membawa keluarga juga kesana dan menginap disana, dibelakang pabrik itu ada beberapa area villa, kemarin itu kita menginap disana bersama pak menteri, pak gubernur, pak bambang, pak bupati KBB, kalau enggak main ke jakarta ke rumah." kata vian
" terimakasih pak atas ajakannya, semoga saja waktunya pas, jadi saya bisa kesana." kata pak suhendar
mereka pun masuk ke ruangan kembali, acara pun di mulai kembali. Sesi tanya pun dibuka.
" perkenalkan nama saya surya, saya sekarang memiliki usaha kerajinan dari bahan kayu seperti membuat lemari, kursi dan lainnya, yang saya hadapi saat ini adalah sulitnya dalam melakukan memasarkan hasil produksi, apakah pak vian dalam hal ini bisa membantu." kata surya
__ADS_1
" saya ada perusahaan property mungkin bisa kerjasama kedepannya dan saat ini juga saya memang memerlukan untuk mengisi asrama dan kelas sekolah, saya minta photo produknya saja nanti saya bilang ke tim." kata vian
" perkenalkan saya dina, saat ini saya memang tidak memiliki produk sendiri, saya sangat tertarik kalau bisa bergabung menjadi distributor atau agen dari perusahaan bapak," kata dina
" boleh saja, ibu tinggal memilih mau menjadi distributor atau agen produk apa, saya ada produk perlengkapan bayi dan anak, prozen food, kosmetik, busana muslim, sebentar lagi minyak goreng, mie instant, tepung terigu, dan beras, serta air minum kemasan, dan makanan ringan. Ibu bisa hubungi saya saja dulu nanti saya kasih kontak nomor perusahaan tersebut." kata vian, vian pun memberikan nomornya.
" pekenalkan saya sony, saya saat ini meneruskan usaha orang tua yaitu hotel, bagaimana caranya supaya bisa berkembang lagi dan tidak hanya mengandalkan kalau ada liburan besar saja seperti liburan sekolah." kata sony
" usaha pak sony ini berarti usaha jasa pelayanan, makanya berikan pelayanan yang terbaik dan jangan jadikan hari liburan besar tersebut sebagai ajang untuk meningkatkan harga kamar, boleh menaikan harga tapi jangan sampai keterlaluan dan pelayanan serta fasilitasnya pun tidak dibenahi atau diperbaiki, malahan kalau perlu menambah spot spot untuk dijadikan kenang kenangan para pengunjung sehingga para pengunjung tersebut menjadi betah dan nyaman. Lakukan promosi di hari hari biasanya juga, banyak media untuk melakukan promosi." kata vian
" saya setuju dengan ungkapan pak vian, jadi kita sebagai pengusaha jasa pelayanan harus bisa memperbaiki fasilitas hotel tersebut dan menambah fasilitas lainnya supaya pengunjung tertarik untuk datang lagi, kelola pengunjung yang pernah datang." kata pak menteri UMKM
" saya mira, saya memiliki konveksi dan saya sekarang memproduksi pakaian muslimah, kalau saya mau pinjam modal ke perusahaan bapak bagaimana syaratnya, dimana lokasinya disini." kata mira
" saya mengijinkan sekali pak." kata pak bupati P
" kalau begitu biar nanti tim BLS mensurvei daerah ini kalau memang memungkinkan kami akan buka kantor cabang. Dan untuk produknya juga mungkin bisa kerjasama dengan perusahaan adik saya." kata vian
waktu pun sudah jam 11.37 menit, acara seminar pun selesai, tak lama lily, astrid, dilla dan shinta datang dengan keluarga lainnya bersama ibu ibu pejabat habis jalan jalan membeli oleh oleh, sehabis photo photo vian dan uang lainnya petgi ke resort untuk makan siang dan siap siap pulang.
Sehabis makan vian mereka pergi ke kamar masing masing, setelah itu vian menemui opik
" pak saya izin ikut rombongan karyawan ya." kata opik
" iya sudah kalau begitu, nanti saya juga kesana mengontrol PBN dan perkembangan pabrik." kata vian, vian pun menemui para karyawan yang sudah siap siap pulang.
__ADS_1
" terimakasih ya atas kehadirannya, semoga selamat di perjalanan dan bapak ibu semuanya merasa bahagia, selamat beraktivitas kembali, mohon maaf kalau pelayanan kami disini tidak berkenan." kata vian
" aamiin... Kita yang berterimakasih pak karena sudah mengadakan acara seperti ini." kata karyawan
mereka pun naik ke mobil, opik pun ikut kesana bersama keluarganya. Bua pun pergi dari sana, vian kembali ke resort sambil menyalakan rokoknya.
" pak maaf mengganggu ini pesanan bapak kemarin." kata hisyam
" berapa semuanya." kata vian
" totalnya xxxxxx." kata hisyam
" iya sudah saya minta nomor rekningnya." kata vian, setelah mendapat nomor rekening vian menstrasfernya, vian pun menyuruh pak dede dan haris untuk memasukan barang barang ke bus termasuk ikan dari pak hisyam
Jam 13.17 menit dan Setelah siap semuanya vian dan keluarganya pun masuk ke bus untuk pulang, bus pun bergerak pulang, di perjalan mereka bernyanyi terutama para gadis. karena isteri dan ibu pak gubernur D, serta keluarga pak bupati KBB dan endris ikut di bus. sebelum masuk tol mereka turun dan naik ke mobil mereka masing masinh, setelah berpamitan mereka pun berpisah disana. Vian dan rombongan melanjutkan perjalanan pulang.
karena sudah malam mereka pun berhenti di rest area untuk makan malam terlebih dahulu. Jam 10.37 menit malam mereka sampai di rumah. Karena sudah malam pak.menteri pendidikan, pak menteri UMKM dan pak gubernur serta keluarganya menginap dulu di rumah vian. Vian meminta dibuat kopi dan duduk di kursi halaman depan sambil melihat penurunan barang barang yang dibawa dari pangandaran. Vian pun menyalakan rokoknya lalu meminum kopi yang dibuatkan shinta, setelah itu vian masuk ke kamar.
" pah itu ikan banyak banget untuk siapa saja." kata lily
" itu untuk pak menteri dan pak gubernur, tanya juga pak bambamg mau bawa ke rumahnya atau enggak." kata vian
" oke kalau begitu pah. Besok mamah bagi bagikan." kata lily
karena cape dan perjalanan jauh mereka pun tidur setelah bersih bersih dan berganti pakaian
__ADS_1