Perjalanan Hidup Anak Kampung

Perjalanan Hidup Anak Kampung
Membantu itu tidak hanya berupa uang


__ADS_3

Kakek braja mengajak ngobrol vian, vian pun menemani beliau mengobrol sambil menikmati kopi dan oleh oleh yang dibawa kakek dan nenek dari kampung halaman


" gimana di kampung halaman kek." kata vian


" alhamdulillah cu, kita diterima dengan baik sama saudara." kata kakek braja


" alhamdulillah kalau begitu kek, saya ikut senang." kata vian


" mungkin ini hikmah dari perjalanan umroh cu, terimakasih banyak." kata kakek braja


" alhamdulillah keluarga nenek juga sekarang menerima kehadiran nenek, terimakasih ya nak kamu sudah memberikan begitu banyak pertolongan dan bantuan sama kami ini, nenek bahagia banget saudara saudara nenek tidak merendahkan nenek dan kakek lagi." kata nenek


" sama sama nek, ini mungkin jalan dari Allah untuk kakek dan nenek melalui saya." kata vian


" iya cu, ini hal yang sangat kakek dan nenek membuat bahagia, kamu telah berbagi baik uang ataupun yang lainnya kepada kakek dan nenek sehingga kami ini bisa mendapatkan kehidupan yang baik, tanpa ada bantuan dari kamu mungkin kita masih tinggal di gubuk bahkan mungkin kita sudah enggak ada lagi." kata kakek braja


" kakek juga sudah membantu saya, membantu itu tidak harus berupa uang, tanpa bantuan kakek juga mungkin saya sudah meninggal." kata vian


" kamu anak baik, kamu dikelilingi orang baik pula, teruslah berbuat baik kepada siapapun," kata kakek braja


" insyaAllah kek, saya akan berusaha sebaik mungkin." kata vian


Setelah mengobrol dengan kakek braja vian dan shinta pamitan mau pergi ke yayasan livi dan pembangunan panti asuhan. Sampai di kantor yayasan vian dan shinta melihat lihat perkembangan laporan penerimaan siswa baru, dan fasilitas pendidikan. Selesai dari sana vian pergi ke lokasi pembangunan panti asuhan, pembangunan panti asuhan sudah 87%, fasilitas lainnya pun sudah dikerjakan.


Vian dan shinta pun kembali ke livi residence mereka langaung memesan makanan, sebelumnya memanggil devan supaya makan siang dulu. Vian duduk di dekat danau bersama pak dede sambil menyalakan rokoknya. Tak lama pak adi, pak bowo, dan pak wanto pun datang mereka pun ikutan duduk bersama vian setelah memesan makanan.


" a sudah ketemu sama kakek braja." kata pak adi


" sudah pak, tadi pas datang aa ke rumah kakek braja dulu." kata vian


" iya dari kemarin dia tanya kamu terus." kata pak adi

__ADS_1


makanan pun datang, mereka pun makan siang bersama. Selesai makan vian menerima telepon dari pak ikhwan.


" selamat siang pak, maaf mengganggu waktunya." kata pak ikhwan


" iya pak, enggak apa apa, saya sedang istirahat kok, gimana pak." kata vian


" ini pak, persiapan untuk pembukaan kantor cabang sudah selesai, gimana mau ada syukuran terlebih dahulu." kata pak ikhwan


" kira kira kapan waktunya pak, dan siapa yang akan bertanggung jawab disana," kata vian


" minggu depan pak, seperti sudah siap untuk memulai operasional kantor cabang ini, untuk penanggung jawabnya pak Sigit, dan beberapa staf dari kantor pusat yang akan dipindahkan kesini, semuanya sudah saya bicarakan juga sama pak manopo, dan untuk karyawan disini pun kita sudah melakukan wawancara dan test jadi di awal bulan depan mereka sudah siap bekerja." kata pak ikhwan


" iya sudah lakukan saja sesuai dengan rencana bapak, untuk masalah syukuran bapak atur saja bersama pak manopo, saya serahkan ke pak manopo saja saya tidak akan ikut campur." kata vian


" baik kalau begitu pak, terimakasih," kata pak ikhwan. Vian pun menutup teleponnya.


" telepon dari siapa pah." kata shinta


" alhamdulillah kalau begitu." kata shinta


" tuh kalau kamu turun tangan semuanya beres." kata pak bowo


" kamu enggak pergi kesana a." kata pak adi


" enggak lah pak, biar pak manopo saja, jadi tidak semuanya harus melibatkan aa, lagian khawatir astrid sama dilla minggu depan sudah melahirkan, aa juga mau mempersiapkan tim di livi group." kata vian


" memangnya apa saja yang dibutuhkan di livi group." kata pak bowo


" palingan keuangan untuk melakukan konsolidasi laporan keuangan dan tim analis, tim IT yang akan banyak memerlukan tenaga kerja yang banyak, soalnya nanti semua data akan disimpan di kantor livi group semuanya." kata vian


" bagus kalau begitu jadi semua akan secara digitalisasi." kata pak bowo

__ADS_1


" betul pak, kuta harus bisa memanfaatkan era digitalisasi ini, jangan sampai livi ketinggalan." kata vian.


tak lama ada telepin masuk dari opik, vian izin untuk mengangkatnya. Vian juga meminta shinta untuk memesankan kopi.


" siang pak, maaf nih mengganggu waktunya." kata opik


" iya pik, enggak apa apa saya lagi istirahat, ada apa pik." kata vian


" ini pak, untuk pabrik pengolahan air minum dan pabrik makanan ringan sudah hampir selesai dan mesin mesinnya pun minggu ini akan datang, nah untuk karyawannya bagaimana pak, apa kita membuka lowongan pekerjaan baru atau mau memindahkan dari karyawan yang ada saat ini." kata opik


" menurut kamu gimana, apa kalau di pindahkan dari yang ada sekarang kerjaan yang ada akan terbengkalai atau enggak, kalau memang akan mengganggu produksi yang sudah berjalan lebih baik buka lowongan baru, toh masih ada data data pelamar pakai saja yang itu, jadi kita tidak harus buka lowongan lagi. Kalau pun mau kamu pi dahkan sebagian dan rekrut penggantinya untuk proses produksi yang lama dan yang baru ini jadi di pabrik yang baru tidak semuanya karyawan baru, jadi dari karyawan lama kamu bisa pilih atau seleksi dulu jadi ada jenjang karir untuk karyawan." kata vian


" oh kalau begitu saya akan atur bersama HRD pak, terimakasih atas masukannya." kata opik


vian meminum kopi lalu menyalakan rokoknya, vian pun mengecek laporan dari PBN bagaimana perkembangannya, karena seharusnya sudah ada barang jadi, vian pun menelepon pak andi.


" selamat siang pak, bagaimana kondisi perusahaan saat ini, saya lihat sudah ada barang yang sudah jadi." kaya vian


" selamat siang pak, betul pak kita sudah ada batang yang siap untuk di jual, dan bagian pemasaran pun sudah melakukan pengiriman ke agen agen di pasar tradisional dan sedang melakukan pendekatan ke pasar swalayan." kata pak andi


" untuk pengiriman bapak sudah koordinasikan sama pihak L-Trans." kata vian


" Oh sudah pak, ini juga pengiriman melalui L-Trans." kata pak andi


" kalau begitu tolong kirim semua produk minyak goreng, mie instan, tepung dan beras ke livi store nanti saya kirimkan alamatnya, baik yang bagus ataupun yang biasa, minyak 20 karton, mie instan masing masing rasa 10 karton, tepung terigu 10 karton, beras 1 ton. nanti invoicenya kirim kesana dan kirimkan photonya ke saya." kata vian


" baik kalau begitu pak, saya akan suruh ke bagian marketing untuk mengeksekusinya." kata pak andi


" saya tunggu, karena ini akan saya pergunakan sendiri dan untuk di lempar ke toko mertua saya sama saya akan bagikan ke beberapa rekan supaya mencobanya." kata vian.


Setelah selesai vian menutup telepon, mereka ke mesjid. Selesai sholat vian mengajak shinta dan devan pergi ke rumah kakek braja untuk pamitan karena mau pulang ke rumah karena sudah siang, sedangkan pak adi, pak bowo dan pak wanto kembali ke yayasan livi. Setelah pamitan ke kakek braja dan nenek vian pun pergi pulang ke rumah.

__ADS_1


__ADS_2