Perjalanan Hidup Anak Kampung

Perjalanan Hidup Anak Kampung
Finalisasi Umroh dan Acara Reuni


__ADS_3

Setelah sampai di paviliun vian mempersilahkan mereka untuk duduk.


" hari ini saya akan memfinalisasi semuanya mengenai perjalanan umroh ini, ada pun pasport yang belum tinggal beberapa saja karena masih di pergunakan dan belum sampai kesini." kata vian


" baik pak kalau begitu, sebelumnya perkenalkan saya Ustd. Ogi pimpinan travel P ini, dan nanti juga saya yang akan membimbing langsung rombongan bapak." kata ust. Ogi


" salam kenal Ustadz, saya vian dan ini isteri saya." kata vian


" kenapa saya membawa membawa isteri karena mereka juga yang akan memfinalisasi fasilitas dan segalanya." kata vian


" baik pak, kalau boleh saya akan menjelaskan hotel hotelnya dan fasilitas apa saja yang akan didapatkan." kata ust. Ogi, dia pun meminta ijin menggunakan proyektor untuk presentasi. Ust. Ogi pun menjelaskan lokasi hotel berapa jauh ke mesjid


" hotelnya yang terdekat dengan mesjid saja pak ustadz, kalau yang lainnya tidak ada masalah, tapi karena yang akan berangkat ini banyak jadi saya harap untuk keluarga saya harus di gabung 1 hotel bersama keluarga pejabat, untuk tim LNI dan distributor dan yang lainnya beda hotel enggak masalah tapi jangan jauh." kata lily


" baik kalau begitu bu,." kata ust. Ogi


" silahkan tim dari Travel P untuk mengecek daftar nama dan pasportnya, jadi kalau yang belum masuk nanti akan saya komfirmasi." kata vian lalu menyerahkan pasport ke mereka. Tim dari travel P langsung melakukan pengecekan.


" jadi kalau ada biaya yang harus bayar komfirmasi saja ke saya." kata vian


" baik pak, kami akan melakukan pengecekan hotel terlebih dahulu dan tiket pesawatnya, nanti saya akan komfirmasi ke bapak." kata ust. Ogi


" pesawatnya yang bagus saja ya pak." kata vian


" baik pak. Mudah mudahan akhir bulan ini kosong baik hotel maupun pesawatnya." kata ust. Ogi


" pilih saja tanggal yang benar benar bisa yang penting bulan ini berangkat, nanti pulangnya mau bulan depan juga enggak apa apa." kata vian


" kalau di majukan ke pertengah bulan bagaimana pak." kata ust. Ogi


" kalau memang itu bisa enggak jadi masalah." kata vian


" ini ada 2 orang yang sudah terdaftar tapi belum ada pasportnya, sama ini yang udah ada pasport tapi belum terdaftar." kata tim Travel P


" iya itu pasportnya masih di pakai pak, mudah mudahan minggu depan dia sudah pulang. Karena sedang study di luar." kata vian


" baik pak kalau begitu, nanti kalau sudah ada langsung saja kirimkan ke kami atau nanti kami ambil kesini." kata tim travel P


" baik pak. Terimakasih." kata vian

__ADS_1


" kalau begitu pak vian dan ibu, kami pamit, kami akan proses pembelian tiket pesawatnya, kalau boleh saya minta photo pasport yang belumnya saja supaya bisa dilakukan pemesan tiketnya dan nanti kami akan proses pembuatan visanya, sama minta daftar ini di kasih tanda mana saja yang 1 keluarga pak." kata ust. Ogi


" baik pak Ustad terimakasih, nanti saya kirimkan photonya. Saya minta daftarnya saja" kata vian,


" baik nanti saya kirimkan." kata tim travel P, tim dari travel P pun pamitan, vian dan yang lainnya mengantar mereka ke depan. Di depan sudah ada pak bambang dan ibu sisil


" oh iya pak kebetulan, saya mau minta photo pasport silvy dan silvia, untuk pembelian tiket pesawat supaya proses pembuatan visa bisa jalan." kata vian


" iya pak, saya minta ke anak anak." kata pak bambang lalu dia pun mengirim pesan ke silvy dan silvia.


" mereka akan kembali kesini senin besok pak." kata ibu sisil


" bagus kalau begitu, supaya visanya bisa selesai dan kita bisa tenang kalau visa sudah di dapatkan." kata vian


" shin kamu bantu untuk palidasi keluarga tim dan distributor LNI." kata vian


" baik pak, saya minta daftarnya saja, nanti saya koordinasikan sama ibu cindy." kata shinta


" kamu ada acara enggak shin." kata lily


" enggak ada bu, memangnya kenapa ya." kata shinta


" baik bu." kata shinta


" ini sudah jam 9.35 menit loh pah." kata lily


" iya sudah enggak apa apa, lagian tuh ada patwal." kata vian. vian pun menemui petugas patwal menjelaskan rutenya, setelah itu menyuruh keluarganya masuk ke minibus. Devan langsung meminta di gendong shinta. Di dalam bis pun dia mengajak shinta main


" enggak apa apa ya desak desakan." kaya vian


" enggak apa apa lagian deket kok." kata mereka


" awas oleng aja bis nya pah, beli yang lebih besar makanya pah." kata devan


mereka pun pergi dengan di kawal patwal di depan. Mampir dahulu di kantor LCI untuk mengambil paket produk LCI, mereka pun melanjutkan perjalanan. Tak lama handphone vian berbunyi


" bro, dimana?, saya udah di lokasi nih, kamu pasti datang kan." kata endris


" ini baru berangkat sama keluarga besar." kata vian

__ADS_1


" oke deh, saya tunggu, kasian isteri enggak ada temannya nih. Kamu pakai patwal bro, kedwngar ada sirine." kata endris


" iya. takut macet, dan ini bareng sama pak bambang juga soalnya dia mau ikut." kata vian


" wah bisa heboh nih acara kedatangan ketua dewan." kata endris


" situasi disana gimana udah banyak teman teman yang datang." kata vian


" ternyata ini Reuni bukan angkatan kita aja bro," kata endris


" waduh rame banget dong ya." kata vian


" iya enggak apa lah, saya tunggu kabari kalau sudah dekat." kata endris


" siap komandan." kata vian


" siapa pah." tanya lily


" endris, dia tanya udah dimana katanya isterinya enggak ada teman, udah gitu katanya ini reuni bukan angkatan papah aja." kata vian


" oh Reuni akbar, iya udah nanti kita turun dulu sebentar lalu menyuruh keluarga lainnya ke rumah bapak. Mobil ini bisa sampai rumah atau di luar." kata lily


" palingan di luar mah." kata vian


jam 10.17 menit vian sampai di sekolah tempat dilangsungkannya acara reuni akbar. Vian pun memberitahu endris. Karena sudah banyak yang datang mobil enggak bisa masuk. mobil vian berhenti di luara gerbang. Banyak yang melihat kedatangan vian, vian pun turun dari minibus, endris datang menjumpai vian.


" mana keluarga kamu." kata vian


" nunggu dihalaman mesjid. mana isteri kamu." kata endris


" bentar saya koordinasi sama isteri, orang tua dan mertua saya dulu." kata vian lalu masuk lagi ke dalam mobil, karena banyak yang datang jadi keluarga vian enggak turun dan mau ke rumah orangtuanya saja, yang turun hanya lily, astrid, dilla, ibu sisil dan pak bambang saja.


" nanti kalau udah di telepon ya pak." kata vian


" iya a, kamu ketemu aja dulu sama teman teman kamu." kata pak adi


" pak dede nanti di telepon haris atau putra ya untuk jemput kita." kata vian


" baik pak." kata pak dede. Vian dan isteri isterinya turuan bersama pak bambang dan ibu sisil, putra dan haris membawa paket produk LCI, minibus pun bergerak lagi menuju rumah orang tua vian.

__ADS_1


__ADS_2