
Setelah selesai ngerokok vian mengajak lily dan karyawan LNI untuk pergi ke ruangan meeting tempat acara akan dilaksankan. sedangkan tim marketing diauruh vian untuk menunggu di lobby hotel menunggu kehadiran distributor.
di ruangan meeting vian membriefing yang lainnya.
" shin, panitia buka kamar gak." kata vian
" buka pak 1 kamar buat bu cindy dan 2 orang tim marketing." jawab shinta
" mamah mau istirahat dulu, soalnya masih 2 jam lagi acaranya." kata vian
" iya pah boleh. maaf ya kamarnya saya pakai dulu" kata lily
" shin saya pinjam dulu kuncinya ya." kata vian
" iya pak. ini kuncinya." jawab shinta sambil menyerahkan kunci ke vian. vian dan lily pun izun dulu untuk istirahat ke kamar.
para distributor 1 persatu sudah datang dan mereka pergi ke kamar masing masing yang sudah di tentukan oleh panitia untuk menyimpan barang bawaan dan istirahat.
2 jam kemudian vian membawa lily keluar kamar pergi ke tempat acara, vian menyerahkan kembali kunci kamar kepada shinta di luar ruangan sudah ada coffee break dan para distributor LNI sudah ada sebagian termasuk pak anam, vian memperkenalkan lily kepada para distributor itu.
" selamat datang pak anam, dimana anak anak." kata vian
" terimakasih pak, anak anak di kamar sama adik saya pak." jawab pak anam
" pak saya turut berduka cita ya." kata lily
" iya bu terimakasih." jawab pak anam
mereka mengobrol sambil memakan cemilan yang disediakan disana. setelah itu mereka memasuki ruangan acara Distributor Gathering LNI.
shinta yang di tunjuk sebagai pembawa acara, membuka acara tersebut, dan mempersilahkan vian untuk memberikan sambutan
" selamat siang Bapak ibu distributor semuanya, terimakasih sudah bisa meluangkan waktu untuk dapat menghadiri acara ini, tujuan acara ini salah satunya untuk kita saling bersilaturahmi, dan saya juga atas nama PT. LNI mengucapkan terimakasih atas kontribusi bapak ibu sekalian yang telah mendistribusikan produk kami kepada konsumen. untuk itu kami akan memberikan reward kepada bapak ibu atas pencapaian tersebut. di kesempatan ini pula kami akan melaunching produk baru kami dan kami akan memberikan kesempatan kepada bapak ibu untuk memesan terlebih dahulu produk tersebut sebelum diberikan kepada yang lain. dan bapak ibu jika ada waktu besok bisa berkunjung ke kantor kami. mungkin itu yang dapat saya sampaikan sekali lagi terimakasih." kata vian
selanjutnya sambutan dari pak abe, pak abe memperlihatkan pencapaian para distributor dan reward yang akan mereka dapatkan, serta memperlihatkan dan menjelaskan produk baru tersebut. para distributor langsung memesan saat itu juga, mereka memesan minimal 5 kodi per item.
selanjutnya pembagian reward kepada distributor secara simbolis kepada 20 orang distributor. lily diberi kesempatan untuk memberikan simbolis kepada 5 distributor teratas lalu vian dan seterusnya abe dan direksi lainnya.
setelah pembagian reward lily pamitan karena meninggalkan de qinar terlalu lama. vian mengantar lily ke lobby.
" pah gak apa apa ya mamah duluan, kasian de qinar lama di tinggalnya." kata lily
" iya sayank gak apa apa, makasih ya. papah nanti pulangnya habis nemenin mereka makan malam." kata vian
" iya pah. aku pulang duluan." kata lily lalu mencium tangan vian.
" iya sayank, hati hati kabari kalau udah sampai rumah ya." kata vian dan mencium kening lily. lily masuk ke mobil lalu melambaikan tangan dan pergi pulang ke rumah. vian pergi ke tempat acara lagi dan mengobrol dengan pak anam dan pak dodi
__ADS_1
" pak dod, besok ke kantor LNI dulu gak." kata vian
" insyaAllah pak," jawab pak dodi
" barangkali pak dodi mau coba produk lain di makanan minuman saya ada usaha di KBB, kalau ada waktu lusa kita bisa kesana, pak anam berminat dan mau kesana melihat langsung peternakan, pekebunan dan pabrik pengolahannya." kata vian
" wah boleh tuh pak." jawab pak dodi
" iya udah malam besok pak dodi dan pak anam sama keluarga nginap aja di rumah saya. biar lusa bisa langsung pergi kesana." kata vian
" boleh pak." jawab pak dodi dan pak anam
" besok setelah ke kantor LNI kita bisa ajak anak anak naik kuda di perumahan Livi residence." kata vian
setelah mengobrol mereka langsung ke restoran untuk makan malam. vian menyuruh karyawan LNI untuk makan malam dulu, baru beres beres.
diacara makan malam itu pun vian menawaran kepada para distributor lainnya untuk menjadi distributor produk LA, untuk sample dan brosurnya akan diberikan di kantor LNI besok. karena barangnya baru dikirim malam ini dari KBB. sebelumnya vian sudah meminta opik untuk mengirimkan sample sekaligus sebagai oleh oleh.
vian telepon pak dede untuk menjemput dia di hotel S. lalu vian melihat ada pesan masuk dari astrid. astrid mengirimkan laporan pengerjaan cafe.
" maaf ya baru bales, ini baru selesai acaranya, kamu dimana, udah makan belum." kata vian
" aku lagi dijalan pulang dari rumah dilla, pulang dari cafe aku nganter dilla ambil baju di rumahnya karena dia mau nginap di rumah. ini lagi mau cati tempat makan. mas udah makan belum." kata astrid
" ini lagi bareng sama distributor. terus gimana renovasi berjalan lancar" kata vian
" syukur kalau begitu. jadi bisa cepat buka cafenya. oh iya chefnya kamu udah dapat belum." tanya vian
" udah mas kenalan aku waktu di bali, dan kontraknya habis bulan depan. kebetulan mereka dari kota tetangga surabaya." jawab astrid
" iya udah tanya aja mereka pengen gaji berapa, di bali gaji berapa." kata vian
" iya mas besok aku tanyakan. mas nginap di hotel." kata astrid menyelidiki
" gak bentar lagi mas pulang." kata vian
" syukur deh kalau gak nginep. aku jadi tenang." jawab astrid
" iya udah mas mau pulang. kamu hati hati di jalan." kata vian
" iya mas, mas juga hati hati, jangan mampir mampir langsung pulang ke rumah. aku sayang mas." kata astrid.
" kamu juga langsung istirahat, kabari kalau sudah sampai rumah." jawab vian
setelah makan malam, vian telepon pak dede udah dimana. mengetahui pak dede sudah di hotel menyuruhnya ke lobby. vian pamitan kepada distributor untuk pulang ke rumah dan besok ketemu lagi di kantor LNI.
di perjalanan pulang vian melihat chat astrid
__ADS_1
" aku udah sampai rumah." kata astrid
" oke, mas juga ini di perjalanan pulang." jawab vian
" mas gak pulang bareng sama mba." kata astrid takut kalau ada istrinya vian
" istri udah pulang dari tadi." jawab vian
" kenapa pulang duluan." kata astrid.
" karena tadi ninggalin lama de qinar." jawab vian
" oh. anak pertama mas itu siapa namanya." kata astrid
" devan sama qinar, kenapa gitu." jawab vian
" aku kan harus tau juga anak mas, nanti kan mereka jadi anak aku juga." kata astrid
" oh iya ya. kamu bakalan sayang gak sama anak mas itu." kata vian
" pasti dong mas. walau mereka gak lahir dari rahim aku, aku akan menyayangi mereka. oh iya mas si dilla cemberut mau cincin sama kaya aku, katanya biar dia gak digodain sama cowok." kata astrid
" iya udah beli aja, kamu masih ada uang kan. nanti aku ganti, biar dia gak manyun lagi." jawab vian
" iya kalau mas setuju, besok akan aku ajak dia pergi cari cincin." kata astrid
" terus kamu mau mahar apa kalau aku mau nikahin kamu." kata vian
" seperangkat alat sholat sama perhiasan 7 gram." kata astrid
" kenapa 7 gram." tanya vian
" aku suka angka 7, walau cuma 1 gram juga gak apa apa mas, yang penting mas mau nikahin aku." jawab astrid
" iya udah dulu ya. mas udah mau sampai rumah." kata vian
" iya mas. aku sayang mas. aku akan selalu menantikan mas. " jawab astrid
mereka pun mengakhiri pembicaraan itu. vian sampai di rumah, setelah mengucapkan terimakasih ke pak dede vian langsung pergi ke kamar.
" papah udah pulang, acaranya memang sudah selesai." kata lily
" udah sayang, besok dilanjut kunjungan ke kantor LNI." jawab vian.
" iya udah papah bersih bersih, mamah siapkan bajunya." kata lily
vian pergi ke kamar mandi untuk bersih bersih, selesai dari kamar mandi terus berganti pakaian yang disiapkan lily. mereka pun tiduran di kasur sambil saling peluk.
__ADS_1