
" mohon maaf karena saya ada acara keluarga, saya enggak bisa lama lama, bukannya sombong atau sok sibuk, karena anak udah protes bapaknya pergi pergi aja, ibunya sibuk kerja, jadi saya harus menyempatkan waktu untuk mereka, terimakasih atas waktu yang diberikan kepada saya, mohon maaf kalau ada kata dan tindakan yang tidak berkenan." kata vian. Vian pun turun dari panggung lalu duduk di dekat lily. Acara reuni pun dilanjutkan. Vian menyuruh putra telepon pak dede supaya kesini jemput dan menyuruh lily menelepon ibunya.
" dris kamu mau kemana sekarang." kata vian
" saya mau ke rumah orang tua, tapi anak anak ngajak main, main kemana ya." kata endris
" sekalian aja sama saya ke tempat wisata T." kata vian
" iya pak bu, supaya si aa ada temannya." kata lily
" okelah kalau begitu dan enggak ganggu acara kamu." kata endris
" enggak lah ini liburan, kita bertemu teman teman dulu." kata vian
" boleh." kata endris lalu mereka berdua pergi dan meminta isterinya menemani mereka bertemu dengan teman temannya.
" kamu udah lupa sama kita kita ya, mentang mentang udah jadi bos." kata aida teman sekelas vian dan endris
" siapa yang lupa, kalian aja kali yang lupa sama saya." kata vian
" isteri udah 3, cantik cantik lagi, kok mbak mau sih sama vian." kata aida
" dia cakep, pekerja keras, pintar, sayang keluarga." kata lily
" isteri pertama, kedua, ketiga siapa vian." kata aida
" sesuai kata LAD's aja." kata vian
" kapan kapan kita reuni kelas aja dong, biar enak ngobrolnya, kalau enggak di rumah kamu vian gimana." kata Halida
" boleh aja, atur aja waktunya ya, akhir pekan depan boleh kalau mau." kata vian
" iya benar, mumpung saya masih disini." kata endris
" teman teman gimana, kita ngumpul di rumahnya vian sabtu depan." kata halida
" boleh tapi sore ya, soalnya saya kerja dulu paginya." kata supriadi
" minta alamat kamunya dong. Habisnya kamu keluar group." kata halida
" kalau besok gimana vian bisa enggak." kata aida
" ayo aja, enggak masalah." kata vian
" iya udah besok aja." kata yang lainnya
" bener ya besok, biar disiapkan. Saya keluar group, habisnya di group hanya bahas masalah keluarga aja." kata vian
" habis ngobrolin apa kalau enggak bergosip." kata aida
" bikin usaha bareng aja, jadi kita berkumpul bahas masalah usaha, tiap tahun kita bisa kumpul membagi hasil usaha." kata vian
" iya bro, saya setuju, kamu atur deh." kata endris
" yang jalanin jangan saya lah, coba aja teman teman yang lain yang mau, saya support aja." kata vian
__ADS_1
" nanti kalau di rumah kamu aja kita bahas. Gimana, mana alamat rumah kamunya." kata aida
" boleh, atur aja. Nanti saya share lokasinya." kata vian
" saya ada bro alamat kamu." kata endris
" bagi nomor kamu dong vian." kqta halida
" saya belum apal nomor ini, sebentar saya tanya isteri dulu." kata vian. " sayank minta nomor baru papah dong." lanjut vian, lily pun menyebutkannya, halida dan aida mencatatnya.
" kabari aja ya ke nomor itu." kata vian
" saya masukan ke group ya," kata halida
" iya udah." kata vian
" pah aku mau ke rumah bapak sama ibu dulu ya, aku belum pernah loh." kata astrid
" iya pah kesana dulu ya." kata dilla
" aku aja baru 2 kali, waktu sebelum nikah sama sesudah nikah." kata lily
" habisnya bapak sama ibu kan di rumah kita ya." kata astrid
" iya udah sayank kita kesana dulu. Kalau gitu suruh hang lain tunggu di rumah, pak dede aja yang jemput." kata vian
" siap pak bos." kata lily
" bu boleh dong kita discount kalau mau beli produk LAD'snya." kata hilda
" boleh dong kita photo dulu ya." kata aida, mereka pun berphoto bersama, tak lama pak dede datang.
" papah, mamah." teriak devan datang bersama shinta
" aa cape pah, main sama tante shinta," kata devan
" aa salam dulu sama teman teman papah." kata vian, devan pun menyalami teman teman vian
" aa masih kenal enggak sama om." kata endris
" eeeeh.. Om yang waktu papah terjun ya, sama ke rumah juga." kata devan, dia pun langsung main sama anaknya endris
" aa pinter masih ingat." kata endris
" dris jadi kan bareng jalan jalan sama kita, tapi saya ke rumah ortu dulu ya, isteri belum pernah soalnya, atau mau bareng sama kita naik minibus tapi desak desakan." kata vian
" tuh lihat anaknya udah akrab aja." kata Nadia isterinya endris
" iya udah kita bareng sama kamu bro." kata endris yang melihat anaknya sudah di ajak naik ke minibus sama devan
" iya udah kita pamitan ya, kabar kabar aja kalau memang jadi atau enggakny." kata vian. Mereka pun pergi ke minibus, endris menyuruh sopirnya mengikuti. Sampai di rumah orang tua vian astrid dan dilla berkeliling.
" kita makan siang di dekat tempat wisata aja ya." kata vian
" kok lama sih, ngapain aja disana, gimana reuninya." kata bu ningsih
__ADS_1
" tadi pak walikota datang menemui aa disuruh pak gubernur untuk jadi pendamping dalam pengembangan pelaku usaha UMKM bu." kata vian
" wah pak walikota nyamperin kamu a." kata pak adi
" iya pak, beliau mengajak aa untuk menjadi pendamping dalam program tersebut." kata vian
" iya udah pah kita pergi sekarang, kasian udah pada lapar." kata lily. Mereka pun siap siap lalu pergi ke tempat makan terlebih dahulu, karena anaknya endris mau ikut sama minibus endris pun ikut bersama vian di minibus. Setelah vian pergi dari tempat acara reuni teman teman sekelas vian ngobrol, mereka membahas ke rumah vian, lalu halida mengirimkan ke group alumni, bahwa besok jam 10an mereka akan datang ke rumah vian.
Setelah selesai makan vian dan yang lainnya pergi ke tempat wisata, mereka pun bersuka cita disana, mereka pun mengabadikan kebersamaan mereka.
" bro kamu dari sini kemana." kata vian
" rencana awal sih mengajak anak jalan jalan, terus ke rumah mertua." kata endris
" besok kan teman teman akan datang ke rumah saya, kamu dan keluarga menginap saja, anak kamu juga udah dekat sama anak saya." kata vian. Endris melirik isterinya
" gimana bun, kita menginap saja di tempat vian." kata endris
" bunda ikut ayah aja, lagian anak anak bisa main sama devan, tujuan kita awal juga kan liburan untuk anak anak." kata Nadia
" kita enggak merepotkan kamu kan." kata endris
" enggak lah, ada kamar kosong kok disana." kata vian
" iya mbak, menginap saja di rumah kita." kata astrid
"iya udah kalau begitu, saya nginap di rumah kamu." kata endris
" kamu kan bisa bantu bantu beres beres rumah, kapan lagi saya bisa nyuruh komandan." kata vian becanda
" sialan loh bro, jadi kamu ngundang kita menginap nyuruh saya jadi pembantu." kata endris.
" kamu ada waktu enggak akhir bulan ini, kalau ada bareng kita pergi umroh." ajak vian
" itu sih bisa diatur bro karena pelatihan sudah selesai, baru bulan depan sibuk terima calon pasukan baru, tapi kamu tau berapa gaji saya, kita memang berencana tapi masih belum cukup ya bun." kata endris
" kamu udah ada pasport belum." kata vian
" belum bro." kata endris
" kelengkapan membuat pasport dimana." kata vian
" ada di rumah mertua semuanya." kata endris
" kalau kamu mau bareng kita aja pergi umroh akhir bulan ini, pasport hari senin buat, mau enggak." kata vian
" tapi saya belum ada dananya bro," kata endris
" udah saya yang akan tanggung, kamu ajak ibu sama mertua kamu sekalian." kata vian
" saya enggak enak sama kamu." kata endris
" pak, bapak waktu itu sudah menolong vian, dan bapak adalah teman vian, kita ini udah seperti keluarga, mohon diterima ya." kata lily
" iya bro, kita udah seperti saudara, waktu SMA kita pernah di tempa sama sama, ujian masuk tentara kita juga pernah sama sama, nasib aja yang membedakan." kata vian
__ADS_1
" gimana bun." kata endris walau terlihat garang tapi dia merasa terharu sampai matanya memerah menahan tangisan mendengar apa yang vian dan isterinya katakan.