
setelah ashar mereka kembali ke hotel bersama keluarga pak narto dan soimah. " bu apa gak telepon nenek aja surih menginap di hotel besok baru kita sama sama ke sana." kata lily
" iya bu, minta anter adik mu aja dan biar dia juga menginap sama keluarganya, biar ibu juga bisa kangen kangenan." kata pak bowo
** dari pihak ibu lily masih ada neneknya bu julaeha, bu retno anak pertama dari 2 saudara, yang ke 2 Rina.
bu retno pun menghubungi rina karena ibunya tinggal sama rina.
" Rin, apa kabarnya. ibu gimana kabarnya" tanya bu retno
" alhamdulillah baik mba, mba sendiri gimana? ibu sehat mba." jawab rina
" alhamdulillah, oh iya rin mba mau minta tolong kamu dan keluarga kamu bisa gak menginap di hotel sekarang mba menginap di hotel dekwt mallioboro nanti alamatnya mba kirim, sekalian bawa ibu ya." kata bu retno
" oh iya mba bisa banget. lagian ibu suka nanyain mba terus, sama aku juga kangen mba." jawab rina
" ya sudah mba tunggu ya." jawab bu retno
" iya ly kamu bisa pesankan 2 kamar lagi buat nenek mu sama buat rina.". bu retno pun mengirim alamat hotel ke rina
lily langsung telepon hotel lagi, untungnya bukan hari weekend jadi masih ada kamar yang kosong. sampai di hotel lily checkin kamar yang tadi di pesan dan memberikan kunci ke pak narto dan bu soimah. lily pun berpesan nanti malam kita pergi cari makan habis magrib.
jam 5an nenek lily datang bersama rina dan keluarganya, bu retno dan pak bowo sudah menunggu di lobby. vian dan lily pun pergi kesana dengan menggendong devan. " pak bu kita ke restoran hotel aja biar sambil makan dan enak ngobrolnya." ajak vian
__ADS_1
mereka pun pergi ke restoran, rina mendorong ibunya dia atas kursi roda. di restoran vian telepon ika untuk ke restoran hotel dan mengajak bapak ibunya. tak lama ika dan orangtuanya datang di restoran. pak bowo memperkenalkan besannya itu. lily telepon lilis dan evi supaya ke restoran juga.
" mba kapan datang kesini kok gak ngasih kabar." tanya rina
" kemarin malam rin, rencana besok baru mau ke sana, kita kesini dadakan juga kemarin habis dari kampungnya suami lily, dan dia mengusulkan gimana kalo sekalian kesini." jawab bu retno
" ly, anak kamu berapa?" tanya rina
" baru 1 bu dhe." jawab lily
bu retno masih memeluk ibunya.. dia kangen katena sudah lama gak ketemu, dia cuma bisa kirim uang aja untuk keperluan ibunya itu.
" bu maafin retno ya, retno salah, retno anggap bahwa uang bisa membuat kita bahagia sepenuhnya." kata bu retno sambil menangis
" gak apa apa nak, ibu maafin kalian, syukur kamu menyadarinya, uang memang bisa bikin kita bahagia dan sedih, buat orang tua kehadiran anak anaknya lah sudah cukup." jawab bu julaeha.
" ibu sudah tua nak, nanti merepotkan kalian." jawab bu julaeha
" gak bu retno gak merasa direpotkan, biar giliran retno rawat ibu." kata bu retno
" iya bu, biar kami merawat ibu." kata pak bowo
" iya nek ikut kita ya," kata lily menambahkan
__ADS_1
" ibu ikut aja gimana kemauan kalian." jawab bu julaeha
" rin, ibu mba yang ngerawat ya." kata bu retno
" iya mba silahkan saja, saya gak bisa maksa ibu untuk terus tinggal sama aku." jawab rina
" kamu kalo kangen ibu tinggal naik pesawat atau kereta, nanti bilang aja sama mba." kata bu retno
" iya mba, terimakasih." jawab rina
setelah makan lily memberilan kunci kamar ke bu rina dan ke bu retno untuk ibunya. "nanti malam ibu dihotel aja ya nemani ibu." kata bu retno," iya bu, kalo ibu dan nenek mau makan tinggal ke restoran ini aja, atau antar ke kamar." jawab lily.
setelah magrib mereka kumpul di lobby dan pergi ke restoran di daerah sana, setelah makan mereka kembali ke hotel, vian, lily, devan, ika, pak adi, bu ningsih, lilis, dan evi pergi jalan jalan ke mallioboro. mereka photo photo disana setelah caoe mereka kembali ke hotel, setelah mengantar lily dan yang lainnya, vian mengajak pak dede, pak burhan, dan haris untuk mencoba kopi arang. sambil menikmati kopi dan rokok, vian menjelaskan kepada pak dede bahwa nanti akan ada pengambilan produk dari tempatnya pak narto, vian menyuruh menyiapkan truk dan sopir dan keneknya, kapasitas hasil panen kurang lebih antara 10 - 20 ton per minggu.
" berarti kita harus beli 2 mobil truk, 2 mobil box, 4 mobil box yang freezer, 2 bus." kata pak dede
" untuk saat ini seperti itu, kamu cari yang bekas aja tapi cek dahulu." jawab vian
" siap pak, saya masih cari informasinya." kata pak dede
setelah kopi habis mereka pergi pulang ke hotel
keesokan paginya setelah sarapan pak narto dan bu soimah pamit pulang, pak bowo dan keluarga yang lainnya pamit gak bisa ke rumah lagi dan akan langsung pulang ke jakarta. bu retno dan yang lainnya serta bu julaeha naik mini bus ke kediaman neneknya lily. 45 menitan mereka aampai di kediaman neneknya lily, bi rina mengemasi pakaian bu julaeha karena mau ikut ke jakarta, lily menanyakan kegiatan bibinya. lily menawarkan kepada bu rina untuk menjual perlengkapan bayi di tokonya. bu rina juga antusias atas tawaran itu dan dia baru tau bahwa merk Livi itu milik ponakannya. bu rina membuka toko perlengkapan muslimah dan dia bilang banyak yang tanya untuk perlengkapan bayi merk Livi. lily pun memberitahu bahwa barangnya akan di kirim setelah sampe di jakarta.
__ADS_1
siang hari mereka pamitan ke bu rina, dan mereka pergi mencari restoran untuk makan siang, setelah selesai makan siang mereka kembali ke hotel, karena rencana pulang ke jakarta malam harinya lily mengajak yang lainnya berbelanja oleh oleh kecuali bu retno dan bu julaeha tetap di hotel. vian memberikan uang kepada pak dede, pak burhan, haris, lilis, dan evi supaya mereka berbelanja juga, khawatir mereka malu untuk bilang. mereka pun asyik berbelanja di toko toko sepanjang jalan mallioboro. setelah cape berbelanja dan dirasa cukup mereka kembali ke hotel dan barang belanjaan mereka masukan ke bagasi mobil. vian menyuruh pak burhan istirahat, sedangkan pak dede dan haris beli kue khas jogja pake mobil hotel dan membeli air mineral, roti, kue kering, kopi, rokok, mie kemasan di supermarket, sedangkan vian pergi ke restoran untuk ngopi dan ngerokok.
jam 8 malam vian dan rombongan berangkat pulang ke jakarta.