Perjalanan Hidup Anak Kampung

Perjalanan Hidup Anak Kampung
Kunjungan Orang Penting


__ADS_3

Vian dan pak gubernur terus mengobrol sambil menikmati jagung bakar.


" wah ini enak banget jagungnya, sama bumbunya ini luar biasa mantap." kata pak gubernur


" ini hasil dari pertanian saya di KBB dan dari para petani sekitar dan ada dari jawa timur yang kita kasih penyuluhan, saya berencana ingin mengupayakan swasembada pangan supaya harga harga kebutuhan pokok bisa terjamin, ini daging juga dari hasil peternakan saya. Kalau daerah sini memerlukan supply kebutuhan pokok nanti kita upayakan pak." kata vian


" ini ide luar biasa yang harua didukung pemerintah dan harusnya seperti ini pengusaha." kata pak gubernur


" iya pak Gub, saya lihat dari data di KBB semenjak pak vian membuka usaha disana angka pengangguran menurun, pendapatan warga terutama petani meningkat.dan beliau mau buat pabrik mibyak goreng, penggilingan padi." kata pak bambang


" saya berencana gabung untuk proyek ini," kata pak bambang


" benar benar saya salut dan saya lupa pak vian juga bangun perumahan untuk karyawannya ya." kata pak gubernur


" betul pak di daerah B makanya saya bisa menyediakan antar jemput karyawan." kata vian


" saya juga dapat informasi dari dinas ketenagakerjaan bahwa LIVI Group menjadi pavorit para pelamar, mereka ingin bekerja di livi group." kata pak gubernur


" saya juga sedang membuat asuransi kesehatan untuk proyek awal karyawan Livi Group, jadi karyawan dan keluarganya bisa berobat di rumah sakit hanya dengan membayar 200 ribuan sebulan." kata vian


" wah ini benar benar membantu pemerintah dalam menjalankan program programnya." kata pak gubernur


" kalau ada warga bapak yang sakit dan tidak memiliki asuransi atau tidak mampu bisa berobat di rumah sakit Livi, nanti bawa saja dulu yang sakitnya ke rumah sakit, surat keterangan tidak mampunya menyusul." kata vian


"nanti saya sampaikan ke para pengurus RT, dan sebelumnya saya ucapkan terimakasih banyak." kata pak gubernur


" ini luar biasa, apa nantinya pelayanan rumah sakit gak menurun pak." kata pak bambang


" saya sudah bilang kepada dokter, dan pelayan rumah sakit untuk meningkatkan pelayanan, saya sudah menyesuaikan gaji mereka, jadi siapapun pasien harus dilayani terlebih dahulu untuk pasien yang kurang mampu akan ditanggulangi dari yayasan livi." kata vian


" pantes saja usaha pak vian makin maju, karena banyak doa doa orang yang dibantu, saya salut prinsip bapak." kata pak gubernur

__ADS_1


" saya sadar bukan orang baik, makanya saya membutuhkan doa doa orang lain." kata vian


" saya ngobrol disini jadi banyak manfaatnya nih, juga membantu kerja saya dalam mengurus warga, saya bisa sering seting nih ngobrol sama pak vian." kata pak gubernur.


" kabari saja pak, insyaAllah saya akan membantu sebisa saya." jawab vian


" semoga apa yang direncanakan pak vian bisa terwujud sehingga kebutuhan pokok warga bisa terjamin dan harga bisa stabil." kata pak bambang


" saat ini saya sudah bekerjasama dengan kelompok tani di daerah KBB, tim kita juga memberikan penyuluhan support masalah bibit, pupuk, hingga kami menerima hasil panennya, dan mertua juga di surabaya sudah kolaborasi dengan kelompok tani di daerah sana." kata vian


" tadinya vian juga menyarankan ke kita orangtuanya unyuk buka perusahaan yang pangsa pasarnya pasar tradiaional, karena perusahaan LA pasarnya pasar modern." kata pak bowo


" kapan kapan saya ingin main kesana ah. Lihat pertanian, peternakan, pabrik pengolahannya, ngomong ngomong ini produk perusahaan bapak." kata pak gubernur


" boleh pak, iya ini produk kami, dan saya sedang membuat alur supaya anak anak bahkan orang tua bisa melihat alur proses produk ini." kata vian


" bapak juga harus coba susu hasil olahan kita pak." lanjut vian, lalu meminta dibuatkan susu panas


" boleh pak, nanti saya juga akan sampaikan ke pak bupati mengenai hal baik ini supaya para petani disana menjadi lebih semangat." kata vian


" ayo pak bambang kita main kesana, sekalian ngajak anak liburan, kapan kira kira pak vian ada waktu." kata pak gubernur


" akhir pekan ini saya rencana kesana, mau ngecek lahan untuk pabrik, karena awal minggu depan saya ke surabaya beberapa hari katanya dinas ketenagakerjaan sama walikota sana ingin bertemu juga." kata vian


" boleh akhir pekan ini, saya jadwalkan, bagaimana pak bambang kesana juga?" kata pak gubernur


" memang saya sudah rencana, mudah mudahan gak ada jadwal keluar kota." kata pak bambang


" lusa saya kabari bapak deh, biar barengan saya kesini dulu kali ya." kata pak gubernur


" boleh pak, nanti bisa mobil bapak simpan disini, kita kesana biar barengan naik minibus." kata vian

__ADS_1


" boleh pak." kata pak gubernur


" kalau banyak waktu bisa menginap juga disana, mudah mudahan 2 hari selesai karena saya buatnya dari kayu di atas balong." kata vian


" asyik tuh, saya juga ingin santai." kata pak gubernur


tak lama handphone vian berbunyi, pak bupati meneleponnya. Vian meminta izin untuk mengangkatnya.


" selamat malam pak, lagi sibu gak." kata pak bupati


" gak pak saya sedang ngobrol aja, santai. Gimana pak ada yang bisa dibantu." kata vian


" saya dapat telepon dari pak gubernur, katanya beliau ingin bertemu dan datang ke pabrik LA, kapan kira kira bisa." kata pak bupati


" akhir pekan ini saja pak, kebetulan ini saya, pak bambang dan pak gubernur lagi ada di rumah sedang ngobrol, pak gubernur dan pak bambang ingin kesana juga akhir pekan ini." kata vian


" wah kebetulan nih, nanti saya sampaikan ke pak gubernur mengenai hal ini. Kalau begitu saya mohon maaf nih ganggu obrolannya, nanti saya kabari ke bapak lagi" kata pak bupati lalu menutup teleponnya


" karena sudah malam, saya mau pamit dulu, sampai ketemu besok. Terimakasih jamuannya." kata pak gubernur


" baik pak terimakasihbatas kunjungannya, saya tunggu besok kehadirannya." kata vian


Vian dan yang lainnya mengantar pak gubernur dan keluarganya ke depan rumah, setelah pak gubernur pergi, vian kembali ke gazebo diikuti ika, bella, lusi dan mitha. Sedangkan yang lain masuk ke kamarnya masing masing termasuk pak bambang, dia mau menginap disana.


" aa besok bakalan rame nih gimana, kita belum izin keramaian." kata ika


" besok pagi biar haris ke kapolsek untuk mengurusnya." kata vian


" iya sudah kalau begitu, kita pamit untuk istirahat dulu." kata ika, lalu pergi bersama bella, lusi dan mitha. Vian santai di gazebo menyalakan rokoknya, lalu mengirimkan pesan ke opik dan pak daryat supaya pembangunan villa di percepat karena akan ada kunjungan orang penting kesana. Vian juga menyuruh opik untuk merapihkan lingkungan pabrik


Karena sudah larut malam vian pun masuk ke dalam rumah dan pergi ke kamar bersih bersih dan berganti pakaian.

__ADS_1


__ADS_2