Perjalanan Hidup Anak Kampung

Perjalanan Hidup Anak Kampung
Ngobrol Santai


__ADS_3

Jam 8 pak wahyudi datang, vian mempersilahkan pak wahyudi untuk masuk, vian dan pak wahyudi pun ngobrol di ruang keluarga sambil minum kopi dan merokok. Vian menjelaskan tugas nanti pak wahyudi di surabaya, dan vian mempersilahkan pak wahyudi untuk menjemput ibunya setelah vian dan bella pergi besok.


" terimakasih pak atas kepercayaan yang diberikan kepada saya, InsyaAllah saya akan menjalankan amanah ini dengan sebaik mungkin." kata pak wahyudi


" saya juga mohon pak yudi bisa menjalankan usaha ini dengan baik dan bisa membantu saya mengawasi pekerja lainnya." kata vian


" baik pak." kata pak wahyudi


Tak lama datang sella dan selly, mereka mau ikut ke kantor walikota. Mereka berdua dibawa masuk ke kamar bella.


" kelihatannya kamu senang banget, mas vian ngasih hadiah apa." kata sella


" ada deh rahasia, yang jelas tidak bisa di ukur dengan uang" kata bella sambil tersenyum


" apa kamu di kasih saham sama mas vian." kata selly


" itu udah pasti, aku kan pemilik di perusahaan SPI." kata bella


" memang berapa persen saham kamu disana." tanya sella


" 20% sekitar 3 milyar." kata bella


" gila kamu jadi orang kaya. Bagi bagi nanti ya kalau dapat hasilnya." kata selly


" makanya kalian juga harus serius nanti kerjanya, mas vian kan kemarin sudah bilang kalau kinerja kalian bagus akan memberikan saham," kata bella


" tentu dong, aku juga kan pengen jadi bos seperti kamu bell." kata selly


" mas vian memberikan itu karena aku adiknya mbak, dia ingin keluarganya maju bersama." kata bella


" kalau buat keluarganya kak dilla gimana." kata sella


" mas vian audah mikirin itu, bapaknya kak dilla punya saham di perusahaan dillas." kata bella


" wah baik banget yah mas vian itu, aku mau deh walau jadi simpanan mas vian." kata selly


" wus kamu ngawur ly, kamu jangan macam macam dia tuh kan udah punya 3 isteri. Tapi boleh juga tuh idenya." kata sella


" kalian ini ya, awas aja kalian macam macam, kalian jangan buat aku malu nanti, kalian tunjukin kemampuan kalian." kata bella


" bukannya kamu juga naksir sama mas vian mu itu. Jangan jangan kamu udah memasang perangkap supaya mas vian jatuh ke pelukan kamu lagi, apalagi kalian berdua disini." kata sella

__ADS_1


" kalian ya berfikiran yang enggak enggak aja," kata bella


Jam 8.47 menit vian memanggil mereka, " bella, sella, selly, ayo kita berangkat." kata vian


" iya mas," kata bella, mereka bertiga keluar dari kamar bella setelah itu vian dan yang lainnya berangkat ke kantor walikota. Jam 9.37 menit mereka sampai di kantor walikota, vian dan yang lainnya mengisi daftar tamu setelah itu dibawa ke ruangan kerja, disana sudah ada pak suherman kepala dinas ketenagakerjaan, vian pun memberikan salam kepada orang orang yang hadir disana. Bella, sella dan selly duduk di sebelah vian. Tak lama walikota pun hadir disana, beliau pun memberikan salam.


" terimakasih atas kehadirannya, mohon maaf menunggu, ini kita ngobrol santai aja, kita diskusi." kata bapak walikota


" salam kenal pak vian dan timnya, mohon maaf waktu itu saya gak bisa hadir dalam peresmian pabriknya karena ada rapat, saya juga belum sempat mampir ke pabrik pak vian." lanjut pak walikota


" salam kenal juga pak, suatu penghargaan yang luar biasa saya bisa duduk disini, gak apa apa pak." jawab vian


" saya mau mengucapkan terimakasih kepada pak vian atas kebersediaan bapak membeli dan mengoperasionalkan kembali pabrik tersebut, sehingga karyawan tidak jadi di PHK, dan saya juga mendapat informasi bahwa pak auherman kemarin sudah berkunjung kesana." kata pak walikota


" betul pak, saya dan tim berkesempatan berkunjung kesana." kata pak suherman


" alhamdulillah saya ada jodoh dan rezekinya sehingga bisa memiliki pabrik tersebut." kata vian


" kalau boleh tau bapak ini tinggal dimana ya." kata pak walikota


" saya asli bandung, tinggal di jakarta, kebutulan isteri saya asli kota ini," kata vian


" alhamdulillah beliau bisa hadir, mungkin karena isteri beliau salah satu pemegang saham di PT. LCI ini dan kebetulan juga saya berteman baik sama beliau." kata vian


" oh isteri pak bambang juga pemilik pabrik tersebut toh." kata pak walikota


" iya pak tapi di akta pendirian ini Ibu Sisil belum masuk, karena baru dibuat, kalau mau buat akta perubahan saya fikir akan lama lagi proses untuk operasional pabrik tersebut, jadi setelah RUPS luar biasa nanti baru akan dimasukan ke akta perusahaan. Waktu itu memang mendadak beliau gabungnya kalau gak salah waktu itu pak bambang main ke rumah, setelah ngobrol bersama isteri, ibu sisil mau gabung dan kebetulan nama beliau berawaln S katanya cocok untuk dikata LAD's. sedangkan proses perizinan sedang berjalan." kata vian


" kalau boleh tau singkatan apa LAD's itu pak." kata pak walikota penasaran


" itu gabungan dari isteri saya pak, Lily, Astrid dan dilla." kata vian


" memangnya isteri pak vian ada 3 gitu." kata pak walikota terkejut


" alhamdulillah pak benar saya memiliki 3 isteri, jadi perusahaan tersebut untuk isteri isteri saya." kata vian


" luar biasa pak vian ini. Kalau boleh tau siapa saja pemilik di perusahan tersebut " kata pak walikota


" saya, lily, astrid, dilla, bapak mertua dari lily, sama ibu sisil." kata vian


" yang dua apa gak minta jatah saham juga pak." kata pak walikota

__ADS_1


" orang tua dilla saya kasih di perusahaan Dillas, kalau astrid karena bapaknya sudah meninggal saya masukan adik ipar saya ini bella di perusahaan SPI bersama adik kandung saya tapi perusahaan tersebut di jakarta." kata vian


" jadi ibu dilla yang asli sini." kata pak walikota


" dilla sama astrid asli sini." jawab vian


" terus perusahaan dillas lokasinya dimana pak." kata pak walikota


" di kota ini pak, dillas ini awalnya bergerak di Cafe tapi sekarang berkembang menjadi supplier hasil pertanian dari daerah sini untuk di kirim ke perusahaan saya yang berada di KBB." kata vian


" kira kira apalagi yang bisa di kembangkan di kota ini pak, mudah mudahan bisa merekrut karyawan dari kota ini." kata pak walikota


" saya akan buka kantor cabang L-Trans perusahaan expedisi, perbankkan syariah yang tujuannya untuk membantu mengembangkan usaha usaha kecil menengah, dan saya akan membangun perumahan untuk karyawan pabrik, lokasinya di sebelah pabrik sekarang sedang negosiasi harganya, nanti kantor cabang bank insyaAllah disana juga." kata vian


" saya mendukung pak." kata pak walikota


" tadinya saya mau membangun pabrik minyak goreng disini, tapi setelah melihat dan menganalisa bahwa di kota ini kita akan kesulitan mendapatkan lahan luas dan harganya juga sudah mahal. Dan mungkin perizinannya juga akan sedikit sulit karena untuk pengolahan limbahnya." kata vian


" jadi pabrik tersebut dimana jadinya pak." kata pak walikota


" di daerah KBB walupun memang akan sedikit merepotkan dalam hal transportasi." kata vian


" iya sih, disini untuk lahan pabrik sudah tidak memadai apalagi perlu pengolahan limbahnya. Saya tertarik tadi masalah bank syariah yang membantu usaha kecil menengah, itu konsepnya seperti apa pak." kata pak walikota


" kami akan membantu membiayai usaha kecil menengah untuk mengembangkan usahanya dari sisi permodalan, tidak hanya itu kami juga akan membantu memberikan arahan kepada usaha usaha kecil menengah tersebut baik dari sisi produk, manajemen, pemasarannya, karena keuntungan Bank syariah ini dari sana. Jadi usaha kecil menengah ini hanya membayar pokok pinjaman saja kalau usahanya tidak mengalami keuntungan, nanti kalau usaha tersebut untung baru membayar berapa persen kepada kami sebagai bentuk bagi hasil." kata vian


" wah ini perlu di tindak lanjuti pak karsono, supaya kita bisa membantu usaha kecil dan menengah di kota ini bisa naik kelas." kata pak walikota


" baik pak, maaf pak vian karena terkadang usaha kecil ini susah memasarkan produknya, apakah bapak juga ada jalan keluarnya." kata pak karsono


" iya kita bantu pemasarannya juga, apalagi usaha tersebut ada korelasi dengan usaha saya lainnya. Misal konveksi, saya ada perusahaan di bidang fashion jadi nanti perusahaan saya itu produksinya di usaha yang meminjam dana ke kami. Sekarang saya sudah bekerjasama dengan kelompok tani di daerah KBB, jadi para petani hanya menggarap lahannya saja, bibit, pupuk dan hasil pertaniannya kami tangani, dan kemarin saya juga di minta sama pak gubernur D untuk membantu para petani di provinsi D ini." kata vian


" bagus itu pak, ini bisa membantu usaha kecil." kata pak karsono


" kalau di kota ini ada hasil pertanian dan perikanan bisa hubungi ke perusahaan dillas." kata vian


" ini bisa jadi agenda kerja pak karsono nih." kata pak walikota


" iya pak, mungkin nanti saya akan sering berkomunikasi dengan pak vian." kata pak karsono


" selagi saya bisa insyaAllah saya akan bantu pak, dan kemarin juga saya sudah ngobrol dengan pak gubernur B dan pak gubernur D waktu liburan di tempat saya di KBB, kami akan berusaha supaya bisa menstabilkan harga pangan makanya pak gubernur D mau mengintruksikan kepala dinas untuk merespon wacana ini." kata vian

__ADS_1


__ADS_2