
Obrolan mereka pun kadang serius kadang becanda, seperti mengobrol bersama keluarga dekat.
" Besok kita pakai baju apa nih pak." kata pak bambang
" silahkan saja mau resmi pakai jas boleh, santai pun enggak masalah yang penting jangan sampai enggak pakai baju saja." kata vian
" itu di kamar saja pak." kata pak bambang
" selain susu ini saya juga ketagihan sama jagung bakarnya." kata pak menter
" besok kita bisa lihat kebunnya, kita bisa metik dan bakar langsung disana." kata vian
" asyik tuh pak, ikan juga kita bisa bakar ya." kata pak menteri antusias
" iya, tapi bapak mancing sendiri." kata vian
" tapi itu yang membuat kita puas pak." kata pak gubernur
" mau meras susu sapi aja boleh kok pak atau yang lain." kata vian
" jangan kencang kencang dong pak, bapak enak banyak yang di perahnya," kata pak menteri
" wah ini mentang mentang sudah malam bahasa sudah kemana mana." kata pak bambang
karena sudah malam mereka pun masuk ke kamar masing masing, vian memberikan kunci ke pak sapto dan keluarga untuk tidur di mess.
__ADS_1
Seperti biasa habis sholat shubuh vian olahraga naik sepeda bersama lily dan shinta keliling komplek perumahan, setelah beberapa kali putaran mereka kembali ke rumah, vian duduk di teras depan, shinta membawakan air minum dan kopi. Vian pun menyalakan rokoknya.
" pah, makasih ya sudah menerima keluarga aku." kata shinta
" kamu ini kenapa sih." kata vian sambil mengelus kepala shinta
" aku bahagia akhirnya kita bisa bersilaturahmi dengan keluarga aku lagi." kata shinta
" alhamdulillah, kita memang harus tetap menjaga silaturahmi terutama sama saudara sendiri." kata vian lalu mencium kening shinta
" iya sudah kamu masuk, siap siap dan tolong bantu lily, astrid dan dilla ya, makasih sayank." kata vian. Shinta pun masuk membantu mempersiapkan perjalanan ke KBB.
Jam 6.17 menit mereka pun berkumpul termasuk kakek dan nenek vian, mereka pun pergi menggunakan minibus, karena belum sarapan mereka pun berhenti terlebih dahulu di rest area, haris disuruh menghubungi pak suparman dan sudianto untuk mengawal dari keluar pintu tol ke pabrik PBN.
Selesai sarapan mereka pun melanjutkan perjalanan, di pintu keluar tol sudah menunggu patwal, haris pun koordinasi dulu dengan mereka, setelah itu jalan kembali. Jam 10.07 menit mereka pun tiba di pabrik PBN. Vian membawa semuanya untuk duduk di kursi yang sudah disediakan. Lalu vian koordinasi dengan tim PBN.
" Assalamu'alaikum warohmatullohi wabatokatuh, selamat seiang semuanya, yang saya hormati pak bambang selaku dewan komisaris dan pemegang saham PT. PBN, yang saya hormati Pak menteri UMKM, Pak Gubernur D, pak gubernur B, dan pak bupati, tak lupa pula yang saya hormati kakek dan nenek saya, orang tua dan mertua saya, yang saya cintai dan sayangi isteri saya lily, astrid, dilla dan shinta, serta anak saya devan dan de qinar. Yang saya hormati pula para pejabat pemerintahan setempat dan para karyawan PBN. puji syukur kehadirat Allah SWT, yang telah memberikan begitu besar nikmatnya, sehingga kita masih bisa menjalankan aktivitas, sholawat serta salam kepada nabi besar muhammad SAW, keluarganya, para sahabatnya, dan smeoga kita semua termasuk ummatnya, dalam kesempatan ini saya sampaikan terimakasih banyak kepada tim direksi PBN yang sudah bekerja keras sehingga acara ini terselenggara, dan dengan berdirinya perusahaan ini bisa membawa keberkahan buat kita semua, perusahaan ini bisa terus berkembang bisa mensejahterakan bagi karyawan dan share horder lainnya, produk produk dari PT. PBN ini bisa diterima konsumen. Saya berharap dengan keberadaan perusahaan ini bisa membawa dampak positif buat lingkungan disini, serta bisa membuka pintu rezeki untuk semuanya. Dengan keberadaan perusahaan ini pula kedepannya bisa membuat harga kebutuhan pokok bisa stabil, misalnya minyak goreng yang selama ini harganya terus naik turun. Saya tidak akan berbicara panjang lebar, sekali lagi terimakasih banyak atas kehadirannya dan mohon maaf kalau ada kekurangan dalam memberikan penyambutan. Wassalamualaikum." kata vian,
Selanjutnya sambutan dan peresmian PT. PBN oleh pak gubernur D.
" yang saya hormati pak bambang beserta ibu, pak menteri UMKM beserta ibu, Pak gubernur B beserta Ibu, pak bupati beserta ibu, yang saya hormati dan banggakan keluarga besar pak vian, serta bapak ibu semuanya, saya merasa terhormat bisa meresmikan PT. PBN ini karena saya tau bagaimana pembahasan perencanaan perusahaan ini, san bagaimana niat baik dari pak bambang dan pak vian supaya bisa mensejahterakan masyarakat dengan menstabilkan harga harga bahan kebutuhan pokok, menurut saya dampak positif dari didirakan perusahaan ini sangatlah banyak, pertama lapangan pekerjaan, kedua berapa banyak petani yang akan bekerjasama dengan perusahaan ini, saya tau dengan para petani bisa bekerjasama dengan perusahaan ini mereka tidak akan mendapatkan kerugian mengapa saya katakan seperti itu karena saya melihat perusahaan pak vian lainnya yang melakukan kerjasama dengan petani, peternak dan petambak, laporan dari mereka positif semua, semoga perusahaan ini bisa terus berkembang karena banyak share horder yang menunggu manfaatnya juga. Dalam kesempatan ini saya selaku gubernur dengan mengucap bismillahirohmanirohim PT. Pangan Berkah Nusantara ini saya resmikan." kata pak gubernur D
Pak bambang, pak menteri, pak bupati diminta untuk membuka tirai penutup plang nama perusahaan di depan, setelah itu memotong pita di pintu masuk perusahaan. Pembawa acara pun menyampaikan bahwa para tamu dan karyawan dipersilahkan untuk makan siang bersama, vian bersalaman dengan pak bambang, pak menteri dan pak gubernur serta pak bupati dan yang lainnya. mereka pun makan siang bersama sama.
" papah disini ada kantor juga." kata lily
__ADS_1
" iya ada dong sama pak bambang juga." kata vian
selesai makan vian mengajak mereka untuk berkeliling pabrik, pak andi sebagai direktur utama pun menjelaskan semuanya sampai ke pengolahan limbahnya, para karyawan pun bersemangat melihat kedatangan ketua dewan, menteri, gubernur dan bupati.
kakek dan nenek merasa bangga melihat cucunya bisa sukses, tak terkecuali orang tua dan mertua vian atas keberhasilan anak dan menantu mereka, bahkan pamannya shinta pun takjub atas kesuksesan suami keponakannya itu.
" shin kalau perusahaan LA itu dan villa ada dimana." kata ibu anita
" disana bu, tadi kelewat," kata shinta
" oh yang tadi sedang ada pengerukan tanah itu." kata ibu anita
" iya bu, itu mau dibangun pabrik pengolahan air minum sama pabrik makanan ringan." kata shinta
" terus kamu dulu kerja dimana." kata ibu anita merasa pusing karena begitu banyak perusahaan menantunya itu
" saya di jakarta bu di kantor LNI, terus pindah ke Livi Group tapi kantornya sama." kata shinta
" tapi a vian kedepannya mau fokus di perusahaan ini sama LA aja, yang lainnya sedikit demi sedikit lepas karena sudah merasa sudah bisa dilepas dan bisa berkembang sendiri oleh tenaga profesional." lanjut shinta
" seandainya bapak kamu masih ada ya, dia pasti akan senang melihat kesuksesan menantunya ini." kata ibu anita
" iya bu, kenapa aku mau sama a vian karena dia sayang keluarga, ini semua untuk keluarganya. Semoga bapak juga sudah mendapatkan kebahagiaannya disana." kata shinta
" aamiin." kata bu anita
__ADS_1
setelah melihat pabrik minyak, mie instan, tepung dan beras mereka kembali ke temlat tadi.
.