Perjalanan Hidup Anak Kampung

Perjalanan Hidup Anak Kampung
Kasihan Para Jomblo


__ADS_3

Sebelum vian bicara panitia menampilkan biodata vian, selanjutnya vian memulai sambutannya.


" Assalamualaikum, selamat pagi semuanya, yang terhormat bapak Gubernur, yang terhormat Bapak Ibu sekalian, terimakasih atas waktu yang diberikan kepada saya, seperti yang bapak gubernur sampaikan saya tidak akan memberikan kuliah karena saya bukan dosen dan tempat ini bukan tempat perkuliahan, tapi saya hanya ingin berdiskusi bertukar pendapat dan nantinya kita sama sama mencari jalan keluarnya, karena saya yakin bahwa bapak ibu lah yang tau kondisi daerah ini, apa yang bapak gubernur sampaikan bahwa saat ini saya sudah bekerjasama dengan para kelompok tani di daerah KBB, akan tetapi tidak menutup kemungkinan untuk bekerjasama dengan daerah daerah lainnya. Karena potensi provinsi ini akan sumber daya alamnya. Kami sudah membicarakan ini dengan pak gubernur bahwa kita harus bisa mensejahterakan para petani, memajukan ekonomi desa sehingga kita bisa menghambat laju urbanisasi, kita ingin supaya bisa menstabilkan harga pangan, dan saya sekarang sedang membangun pabrik pengolahan minyak goreng, penggilingan padi, pabrik tepung jadi saya masih membutuhkan supply bahan bakunya, selain itu juga perusahaan saat ini sudah mengolah hasil peternakan, perikanan, pertanian dan perkebunan. Supplynya bahkan ada dari provinsi lain, untuk pasarnya saya sudah bicara dengan pak gubernur provinsi B, mereka siap menampung, untuk itu mari kita manfaatkan kesempatan ini. Saya harap bapak ibu telah memiliki daftar potensi dari daerah daerah yang ada di provinsi ini. Mungkin itu yang bisa saya sampaikan, selebihnya mari kita diskusi saja. Terimakasih." kata vian


Pembawa acara mempersilahkan apabila ada yang mau di tanyakan.


" saya ingin bertanya kepada pak gubernur, dalam hal ini kita selaku pihak pemerintahan bertindak sebagai apa pak." kata salah satu peserta


" setiap dinas harus bisa memberikan pelayanan, melakukan pendampingan, mendengarkan keluhan warga membatu kesulitan mereka seperti kalau petani kesulitan pupuk, kalian harus cari solusinya. seperti itu tugas kalian seharusnya." kata pak gubernur


" saya mau bertanya sama pak vian, apa perusahaan bapak juga mengadakan pendampingan terhadap para kelompok tani yang bapak kerjasama dan apakah perusahaan bapak bisa kerjasama dengan kami." kata peserta diskusi


" kami melakukan penyuluhan kepada mereka, mengatur pola tanamnya, menyiapkan bibit, pupuk, dan hasilnya pun kami terima, harga yang kami bayarkan kepada petani sesuai dengan harha pasaran tentunya setelah dipotong biaya bibit dan pupuk. Kenapa enggak bisa, kita bisa melakukan kerjasama, teman teman melakukan penyuluhan, pengaturan pola tanam, nanti kami hanya menerima hasilnya saja, jadi urusan dengan para petani silahkan teman teman yang urus, supaya tidak tumpang tindih dan menyalahi aturan teman teman bisa membuka koperasi jadi yang akan melakukan transaksi dengan kami adalah koperasinya. Karena kedinasan kalian tidak boleh melakukan transaksi, maaf maaf daripada teman teman melakukan hal kotor menurut saya ini akan lebih baik." kata vian


" saya setuju pak, kalian bisa mendapatkan uang lebih, kerjaan kalian juga terselesaikan." kata pak gubernur


" kalau boleh saya minta data potensi apa saja dari setiap daerah yang ada di provinsi ini, misal lembang dengan petenakan sapi dan susu, cianjur beras. Nanti kita pilah dulu seperti apa, daerah mana dulu yang akan kita kembangkan, karena kalau satu daerah bisa berkembang makan daerah lain akan mengikuti dan tugas teman teman akan jauh lebih mudah dan kedepannya semoga kita bisa menstabilkan harga harga bahan pokok." kata vian


" itu sudah saya siapkan pak." kata pak gubernur lalu menyuruh stafnya menampilkan presentasi, shinta pun mencatat apa yang di tampilkan di depan.


" untuk itu hari ini saya sama pak vian akan mengunjungi daerah P disana ada peternakan dan perkebunan, nah nanti kalau masih ada waktu baru saya akan ke daerah PA untuk melihat perikanan mungkin itu akan mewakili. Menurut pak vian bagaimana." kata gubernur


" saya ikut instruksi pak Gub saja." kata vian


" pak vian kalau boleh tau sudah bekerjasama dengan daerah mana saja ya." kata peserta diskusi lainnya

__ADS_1


" untuk di provinsi ini baja KBB saja, selain itu kami sudah kerjasama dengan daerah Provinsi J, dan daerah M di provinsi L." kata vian


" produk bapak itu merknya Livi ya pak." kata peserta ibu ibu


" betul bu," jawab vian


" itu enak, anak anak saya suka." kata peserta tadi


" apa boleh kita main main ke pabriknya pak." kata peserta lain


" boleh saja silahkan, kalau mau kesana habis saya pulabg dari saerah PA, tapi kalau enggak juga kapan kapan kesana hubungi saja pak opik." kata vian


" nanti saja biar ada pak vian, supaya kita bisa dapat discount, dan disana juga kan bisa beli langsung." kata peserta tadi lagi.


" ayo kita sama sama jalin kolaborasi dengan siapapun untuk memajukan daerah ini, kenapa saya hari ini cuma pak vian karena beliau memiliki visi yang sama dengan yang saya inginkan dan kebetulan beliau terbuka dan beliau juga mau menyempatkan waktunya untuk menghadiri acara ini, saya tau beliau sangat sibuk." kata pak gubernur


" oh iya pak ini pasport saya dan keluarga takut lupa." kata pak gubernur sambil menyerahkan amplop.


" ini bukan uang ya bapak ibu sekalian supaya menjadi saksi." kata vian sambil membuka amplop tersebut, setelah itu memberikannya kepada shinta untuk di simpan.


" karena pak vian sudah membukanya, saya juga mau bilang bahwa akhir bulan ini, saya akan melakukan perjalanan umroh bersama pak vian dan keluarga besarnya, mohon doanya dari semua," kata pak gubernur


" Aamiin, semoga lancar perjalanan ibadah umrohnya." kata mereka


" nanti kalau ada hasil dari koperasi kalian itu bisa dipergunakan untuk biaya perjalanan umroh kalau mau jalan jalan ke Bali kalian kontak saja pak vian ini supaya dapat discount penginapannya." kata pak gubernur

__ADS_1


" bisa di atur pak Gub." kata vian


" pak vian ini masih muda, sudah berkeluarga pak." kata peserta ibu ibu


" jangan kaget aja ya bu, isteri beliau sudah 3, anak beliau 2, dan isteri ke 2 dan ke 3nya sedang mengandung." kata pak gubernur, vian hanya tersenyum


" bapak becanda aja, itu bapak kali ya." kata ibu yang tanya tadi


" tuh kan apa saya bilang, tanya saja sama sekretaris beliau." kata pak gubernur


" mbak yang cantik, benaran apa yang pak gubernur bilang." kata ibu ibu tadi, shinta hanya menganggukan kepala sambil tersenyum


" jangan jangan mbak isterinya ya." kata ibu yang lain


" Belum, Eh bukan bu." jawab shinta tergagap


" waduh seriusan nih pak vian mau tambah lagi, kasian pak para jomblo seperti saya ini." kata pak gubernur


" wah dimana aja isterinya pak, itu pernikahan resmi atau main main." kata peserta bapak bapak


" kenapa saya bisa bilang tadi. Ibu ibu pasti kaget bapak bapaknya pasti iri, saya sudah cek sama pak gubernur B mereka sudah memiliki Kartu keluarga sudah satu, jadi tinggalnya pasti 1 atap bahkan 1 kamar." kata pak gubernur


" kok bapak tau sampai segitunya sih." kata peserta ibu ibu


" makanya kalau beliau nambah lagi saya akan tambah iri bu, saya pernah menginap di rumah beliau." kata pak gubernur

__ADS_1


" Isteri saya bilang, dibalik suami sukses ada doa doa isteri di balik itu semua. Jadi kalau banyak isteri berarti banyak yang mendoakan saya sukses kan." kata vian


" kata kata itu akan saya bilang ke isteri, tapi kalau di suruh tidur diluar saya pinjam villa bapak ya." kata pak gubernur sambil tertawa


__ADS_2