
Jam 11an vian pergi ke ruko, seperti biasa dia ke cafe dan memesan kopi. sambil merokok vian menghubungi pak daryat.
" siang pak, gimana sehat." kata vian membuka obrolan
" alhamdulillah pak, bapak sendiri bagaimana, kapaan bapak mau kesini." kata pak daryat
" insyaAllah besok saya kesana pak, o iya pak, saya minta design pembangunannya." kata vian
" baik pak saya kirimkan." kata pak daryat, lalu mengirimkan gambar design. vian memikirkan tidak hanya dari sisi bisnis saja tapi dengan adanya sekolah ini harus melahirkan generasi generasi yang berkualitas mampu bersaing di dunia kerja bahkan bisa menciptakan pengusaha pengusaha baru nantinya. keuntungan lainnya dengan adanya lembaga pendidikan ini Livi group tidak akan kekurangan tenaga tenaga profesional untuk bekerja dibawah naungan livi group.
vian mengirim pesan ke lily bahwa dia berada di cafe
" mah, papah ada di cafe, mau makan siang dimana." tanya vian
" oh.. papah udah di cafe, mamah pengen makan di restoran langganan mamah itu." kata lily
" iya, papah tunggu disini ya." kata vian
" mamah beresin dulu kerjaan, nanti mamah kesana." kata lily
tak lama lily datang, mereka pun pergi ke restoran biasa, didalam mobil mereka pun mengobrol tentang yayasan pendidikan itu.
" pah, teman teman mamah katanya pengen ketemu dan mengobrol masalah sekolah, gimana." kata lily
" iya sudah suruh aja datang ke lokasi pembangunan kalau gak suruh datang aja malam ini ke rumah." kata vian
" kayanya lebih baik ngobrol dulu aja di rumah, kalau begitu mamah auruh teman teman datang ke rumah aja." kata lily. lily pun mengirim pesan ke teman temannya supaya datang ke rumah
" kalau begitu mamah pesan makanan buat makan malam." kata vian
" iya pah, mamah hubungi catering biasa, ini teman teman mamah bersedia datang." kata lily
" kita habis makan langsung aja ke mall, suruh aa, bapak dan ibu kesana." kata vian, lalu menelepon pak dede untuk pergi ke rumah dan mengantarkan keluarganya ke mall
" mamah setuju biar efektif juga." kata lily. lily pun mengubungi ibunya supaya janjian di mall. mereka pun tiba di restoran, lily dan vian pun memesan makanan
" papah besok jadi ke lokasi pembangunan sekolah." kata lily
" jadi mah, soalnya lusa papah kan harus pergi ke pabrik." kata vian
" papah gak cape gitu." kata lily
" cape ya pasti mah, tapi bagaimana ini kerjaan." kata vian
" papah harus jaga kesehatan jangan terlalu cape ya." kata lily
" iya sayank, makasih ya." kata vian
selesai makan vian dan lily menuju ke mall, vian dan lily tiba di mall tak lama keluarganya pun datang, devan langsung mengajak vian untuk pergi ke toko mainan, karena sudah janji vian pun menemani sang anak kesana.
" memangnya aa mau beli mainan apa sih." kata vian
" aa mau robot robotan pah." kata devan
" iya sudah aa pilih mau yang mana." kata vian, devan pun memilih mainan yang ia inginkan. selain membeli robot robotan devan juga memilih bola. sedangkan lily memilih mainan untuk de qinar, selesai membayar lily mengajak ke toko pakaian anak, devan mengajak ke tempat bermain.
__ADS_1
" pah, mamah mau ngajak ibu beli pakaian ya." kata lily
" iya sudah, papah nunggu di cafe aja ya, si aa kan ditemani lilis aja." kata vian
" iya pah, nanti kita aku kesana kalau udah selesai." kata lily. vian pun pergi ke cafe bersama pak bowo dan pak adi, vian pun memesan kopi lalu merokok disana. vian pun mengirim pesana ke astrid
" sayang, kalian sudah makan." kata vian
" sudah mas, kita makan di cafe." jawab astrid
" gimana pengunjung cafe sudah rame." kata vian
" alhamdulillah mas sudah mulai rame, mas pram dan mas bram juga mengusulkan untuk mengeluarkan menu makan siang." kata astrid
" bagus itu, exsekusi aja. untuk operasional masih ada dananya." kata vian
" masih mas, uang modal dan hasil penjualan kemarin juga ada." kata astrid
" syukur kalau begitu, untuk promosi bagaimana." kata vian
" aku udah jalankan di sosial media dan kartu member pun sudah di buat, ini udah sekitar 11 orang yang jadi member." kata astrid
" untuk pelayan gimana." tanya vian
" hari ini masuk 2 orang teman sekolah aku dulu." kata astrid
" kalau buat yang bantuin di rumah." kata vian
" baru besok, rekomendasi tante sri." jawab astrid
" lagi ajak jalan aa, dia mau beli mainan, besok mas ke lokasi pembangunan sekolah, lusa ke pabrik." kata vian
" mas jangan cape cape ya." kata astrid
" iya sayang, kalian juga." kata vian
" iya mas, aku sayang mas. mas aku kerja lagi ya" kata astrid
" iya, mas juga sayang kalian." jawab vian
lily datang kesana, lalu mengajak pergi ke swalayan untuk membeli kebutuhan rumah.
" ibu dan bapak udah makan siang belum." kata vian
" udah sebelum kesini." jawab bu retno
" kok tumben siang sih jalan jalannya." kata pak bowo
" soalnya nanti malam teman teman lily mau datang membahas perencanaan pengelolaan sekolah pak." kata lily
mereka pun pergi ke swalayan untuk membeli kebutuhan rumah sebelumnya memanggil devan yang sedang bermain. lily dan ibunya mengambil barang yang diperlukan untuk di rumah. setelah selesai vian membayar semuanya. lalu menyuruh pak dede dan pak edi untuk ke lobby mall.
jam 5 sore mereka sampai di rumah, vian dan lily pergi ke kamar bersih bersih dan berganti pakaian, setelah itu vian pamit ke gazebo dengan membawa laptop mau membuat presentasi untuk pertemuan nanti malam. di gazebo vian membuat kopi lalu membuka laptopnya lalu membuat presentasi proyek lembaga pendidikan Livi. vian juga menampilkan analisa SWOT : Kekuatan lembaga pendidikan livi adalah gedung milik sendiri dengan fasiltas yang lengkap, penyaluran kerja bagi siswa siswinya karena di dukung oleh livi group, kelemahannya lembaga pendidikan ini baru didirikan, peluangnya bahwa setiap orang tua berharap anaknya bisa bekerja setelah lulus sekolah, dan lembaga ini menyalurkannya srdangkan ancaman banyaknya lembaga pendidikan serupa dan biaya pendidikan, mutu dan kualitas pendidikan. vian juga menampilkan design bagunan, sarana dan prasarana yang ada dan rumah untuk pengajar. selesai membuat presentasi vian minum kopi dan menyalakan rokok sambil santai.
sehabis magrib teman teman lily datang, lily memperkenalkan vian dan orang tua serta mertuanya kepada ani, anne, selli, bayu, dan beni, lalu menyuruh mereka makan bersama. selesai makan vian pamitan untuk ke gazebo diikuti pak bowo, pak adi, bayu, dan beni. sedangkan lily dan ketiga temannya mengobrol
__ADS_1
" ly, hebat kamu punya rumah sebesar ini, perasaan rumah dulu gak kaya ini deh." kata ani
" iya ni, rumah itu udah aku jual, vian waktu mau nikah beli rumah ini karena dia ingin kumpul sama keluarga dan bisa buat kumpul kumpul juga." kata lily
" yang aku tau bukannya suami kamubtuh si yacob ya." kata anne
" aku sama si yacob udah cerai, setelah itu aku nikah sama vian dan sekarang alhamdulillah aku udah punya 2 anak." kata lily
" yang aku dengar vian ini dulunya karyawan kamu, kok bisa jadi suami kamu." kata selli
" iya benar dulu dia staf aku, iya mungkin jodoh, kalian tau aku sama yacob kan dijodohin, aku juga merasa ga cocok karena orang tua aja maksa." kata lily
" terus orang tua kamu, kayanya dekat banget sama vian." kata selli
" iya, kadang aku juga merasa aku atau vian yang anak mereka." kata lily
setelah itu mereka kumpul di paviliun, vian membuka pertemuan tersebut membahas perencanaan operasional sekolah
" terimakasih kepada semuanya yang udah menyempatkan waktu untuk hadir kesini, saya dapat informasi dari lily bahwa saudara saudari ini memiliki latar belakang dari dunia pendidikan, pada saat ini kami sendang mendirikan yayasan lembaga pendidikan dan pembangunannya sedang dikerjakan di lahan 2,5 hektar." vian menampilkan design bangunannya
" analisa swotnya seperti ini, kenapa portofolio livi group sebagai keunggulan karena itu yang akan menjadi landasan jurusan apa saja yang akan ada disana. misalnya perbankan syariah, fashion, peternakan, pertanian, perhotelan, industri, kedokteran, keperawatan." kata vian dan meminta pendapatan dari yang lainnya
" disini saya meminta bantuan dari kalian supaya bisa menjadi tim untuk membuat perencanaan yayasan tersebut, seperti mencari kepala sekolah, guru, dosen dan staf lainnya." kata pak bowo
" lembaga pendidikan ini mencakup dari Taman kanak kanak, Sekolah dasar, Sekolah menengah Pertama, Sekolah menengah atas, Sekolah Menengah Kejuruan dan universitas." kata lily
" wah ini proyek besar." kata bayu
" nah itu dia, saya membutuhkan teman teman semua untuk membantu kami dalam menjalankan proyek ini." kata vian
" nah untuk kedokteran dan keperawatan apakah livi group juga memiliki rumah sakit." kata ani
" saat ini baru akan di buat klinik di lingkungan sekolah, kedepannya kita akan bangun rumah sakitnya atau mengakuisisi rumahsakit yang sudah ada." kata vian
" kalau livi group mau mengakuisisi rumah sakit, saya pernah dengar bahwa rumah sakit di daerah B yang lokasinya antara rumah ini dan lokasi lembaga pendidikan itu." kata beni
" boleh tuh informasinya, tanyakan saja berapa nominalnya." kata vian
" baik mas, nanti saya akan tanyakan." kata beni
" inilah manfaat silaturahmi." kata vian
" kira kira berapa lama pembangunan ini dilaksanakannya." kata anne
" untuk TK itu sudah jalan, mungkin 6 bulan ke depan sudah bisa dipakai, kalau sekolah lain paling gak tahun depan, jadi 18 bulanan. karena dikerjakan dibawah livi group dan setiap sekolah dikerjakan masing masing tidak menunggu 1 selesai baru mengerjakan uang lainnya." kata vian
" gimana kalian mau gabung gak." kata lily
" mau dong, peluang besar ini." kata mereka
" alhamdulillah terimakasih, untuk kantor sementara bisa pakai di ruko atau mau disini juga gak apa apa, untuk koordinasi bisa sama bapak atau lily, karena saya masih ada kerjaan lainnya." kata vian
" kita ngerti kok mas vian kesibukannya." kata bayu
" bukan sok sibuk sih, mumpung ada peluang aja." kata vian
__ADS_1
mereka pun mengobrol sampai jam 9 malam, setelah itu teman teman lily pamit pulang.