
Para bapak duduk di meja makan bersama kakek vian, sedangkan para ibu ibu dan anak anak di ruang keluarga.
" bu pak vian ngajak bapak pergi ke pabrik di KBB boleh." kata pak Gubernur L
" ibu juga mau kesana ingin tau." kata ibu nurul
" iya pah kita kesana aja yu, mamah pengen lihat pabrik yang baru." kata lily
" boleh tuh, saya juga pengen lihat pabrik itu." kata pak bambang
" boleh kita pulang pergi saja, atau menginap semalam disana." kata vian
" enggak pah kan orang tua astrid sama dilla mau datang." kata lily
" biar nyusul aja diantar pak edi kesana." kata vian
" boleh kalau begitu," kata lily
" bisa sekalian main ke kampung bapak kalau kesana." kata pak hardian
" boleh tuh, bisa dikondisikan. Saya jadi pengen tau kampungnya pak vian." kata pak bambang
" iya sudah habis sarapan ini kita siap siap pergi kesana." kata vian
" ika dan yang lainnya mau ikut juga." kata vian
" boleh a, bella juga katanya mau tau kampung kita." kata ika
" iya sudah kalau begitu, kita bisa desak desakan aja di minibus." kata vian
" oke enggak masalah." kata pak bambang
" atau mau pakai bis besar juga ada sih, tapi kalau ke kampung akan sulit." kata vian
" pakai minibus aja." kata pak gubernur B
" nanti kakek, nenek sama bi rina bisa naik mobil biasa aja biar nyaman." kata vian
" iya boleh kamu atur aja, bapak juga kangen sama kampung." kata pak hardian
__ADS_1
" pak mala katanya nanti ikut lagi kesini, mau belajar bisnis sama ika dan bella dan yang lainnya." kata bu athia
" beneran, enggak bakalan nangis enggak ada bapak sama ibu." kata pak gubernur
" memangnya aku anak kecil pak, lagian kuliah aku kan libur juga." kata nirmala
" iya boleh aja, tapi minggu depan kita juga kan kesini, baju baju kamu gimana." kata pak gubernur D
" iya sudah suruh orang rumah antar ke pabriknya om vian pak ." kata nirmala
" iya deh bapak ngalah." kata pak gubernur D
Selesai sarapan Vian pamitan mau koordinasi sama pak edi dan pak dede. Vian pun menyalakan rokoknya.
" pak de ternyata kita ke bandung, dan kita perlu sopir untuk membawa kakek dan nenek naik mobil biasa karena di minibus pasti enggak akan cukup, pak edi nanti jemput keluarga astrid dan dilla ke bandara lalu bawa mereka ke pabrik LA,." kata vian
" baik pak." kata pak edi
" iya sudah saya bawa sopir L-Trans aja pak, ada pak Kosasih." kata pak dede
" iya sudah suruh dia kesini sekarang, soalnya habis sarapan kita berangkat." kata vian
" baik pak, saya hubungi dia sekarang." jawab pak dede, dia pun langsung telepon pak kosasih, vian pun menyuruh astrid dan dilla menghubungi orang tuanya bahwa yang akan jemput mereka pak edi dan langsung nanti ke KBB. Vian menghubungi opik supaya menyiapkan villa. Vian juga untuk mengeluarkan tas umroh untuk pak gubernur, pak bupati dan keluarganya serta untuk opik dan isterinya.
" mau makan siang dimana nih, di pabrik LA atau di tempat biasa kita makan." kata vian
" tempat yang biasa itu aja aa." kata ika
" iya pak enakan disana, biar santai dan enak suasananya." kata pak bambang
" iya makan disana saja, biar saya booking tempatnya." kata pak bupati
" oh iya ya, ada yang punya daerahnya." kata pak bambang
jam 11.47 menit mereka tiba di pabrik LA. Vian membawa mereka menuju villa.
" ini luar biasa pak, ini bisa menjadi wisata edukasi pak." kata pak gubernur L
" kita sudah siapkan tinggal jalan saja," kata vian, vian pun menjelaskan keberadaan peternakan, proses pemotongan, proses pengolahan, dan packaging.
__ADS_1
" ini cocok untuk edukasi pak terutama anak anak." kata pak gubernur L
" betul pak, jadi mereka tau apa yang mereka makan itu." kata vian
" itu perkebunan milik bapak juga." kata pak gubernur L
" betul pak ini milik PT. LA." jawab vian
" kalau lokasi pembangunan pabrik yang baru dimana pak." kata pak gubernur L
" sebelah sana pak, kurang lebih 5 menitan dari sini." kata vian
" kita jadi menginap disini aja ya, ke kampung sebentar saja, kita ke pabrik dulu aja baru ke tempat makan, pasti kampung saya akan heboh nih dikunjungi para pejabat kesana." lanjut vian
" kami ikut tuan rumah aja, kita sekarang bukan pejabat tapi warga biasa kok." kata pak gubernur B
" betul pak, kami sekarang warga biasa." kata pak gubernur L
setelah itu mereka pun pergu ke lokasi pembangunan pabrik, sesampai disana vian menjelaskan ke pak bambang dan yang lainnya. Baru jam 12.27 menit mereka pergi ke tempat makan, dengan menempuh perjalanan 17 menit mereka sampai di tempat makan, disana sudah berada tim dari pak bupati, orang orang yang ada disana pun terkesima melihat begitu banyak pejabat negara yang datang kesana. Karena makanan sudah di hidangkan mereka pun langsung makan
" suasananya enak banget, ini akan saya ambil sebagai contoh untuk pelaku Usaha di daerah saya." kata pak gubernur L
"oh iya pak, kenapa di danau dekat rumah bapak tidak dimanfaatkan seperti ini, lebih di tata lagi." kata pak gubernur B
" kebetulan bapak tanya, udah lama saya mau menanyakan hal itu, apakah pihak developer perumahan sudah menyerah terimakan ke pihak pemda pak." kata vian
" kalau itu saya belum tau jelasnya, nanti saya coba cek, memangnya kenapa pak." kata pak gubernur B
" untuk masalah perizinannya pak, kalau belum berarti saya harus hubungi pihak developer kalau sudah ya ke Pemda." kata vian
" palingan yang akan kami benahi bagian dekat ruko saja sih pak, karena kalau audah masuk ke dalam komplek kan akan mengganggu privasi pemilik rumah di komplek." lanjut vian
" nanti saya tanyakan lebih jelasnya, itu bagus juga buat tempat wisata warga dan pelaku UMKM sekitarnya akan terangkat juga." kata pak gubernur B
" itu dia pak, tapi itu harus benar benar di tata dan dikelola dengan baik, jangan sampai merubah fungsi awal danau itu juga sebagai pengendali banjir." kata vian
" betul pak, terkadang itu yang menjadi dilema, kalau sudah di mulai saja pasti akan ada bangunan bangunan liar yang akan muncul, dan itu dimanfaatkan oleh pihak ormas juga." kata pak gubernur B
" itu dia pak, rencana saya di dekat danau itu akan dibangun pos keamanan, karena jalur tersebut sekarang sudah rame dan kalau malam suka rawan juga." kata vian
__ADS_1
" saya setuju pak, biar nanti pihak polsek menghubungi bapak baiknya seperti apa." kata pak gubernur B
mereka pun menikmati makan siang disana dengan kekeluargaan dan kadang kala diselingi canda tawa, devan pun membawa azka, akbar melihat ikan di kolam.