
Vian menyerahkan kunci mobil putih ke pak wahyudi dan menyuruh dia pulang saja serta menyuruh pak wahyudi untuk datang besok ke rumah jam 8 pagi. Bella pun memindahkan barang barangnya ke mobil hitam. Karena sedikit rame di dillas cafe vian mengajak bella untuk pulang terlebih dahulu ke rumah.
sampai di rumah vian membuat kopi lalu pergi ke gazebo. Tak lama bella datang dwngan membawa minuman kaleng lalu duduk disebelah vian.
" oh iya bell, kamu suruh teman teman kamu bawa keluarganya sekalian nanti. Kita harus datang lebih awal untuk reservasi." kata vian
" iya aku kabari ke mereka, kalau gitu kita menginap disana aja sekalian," kata bella, lalu mengirimkan pesan ke teman temannya.
" kamu mau menginap disana." kata vian
" iya, tapi sama mas ya. Itu salah satu hadiah yang aku minta sama mas." kata bella
" terserah kamu aja deh." kata vian.
" terimakasih ya mas, aku bahagia banget." kata bella lalu dia mencium pipi vian lalu tiduran dipangkuan vian
" iya udah sekarang aja kita berangkat kesana, mas juga mau ambil uang dulu." kata vian.
" iya udah, aku siap siap dulu kalau begitu." kata bella lalu dia bangkit dari tidurannya. Vian dan bella pun masuk ke rumah, bella masuk ke kamarnya dan memasukan baju tidur dan baju ganti ke tasnya. Tak lama masuk ke kamar vian.
" satukan aja mas baju salinnya." kata bella, lalu memasukan baju ganti vian ke tasnya
Mereka pun pergi di perjalanan vian berhenti di toko buku untuk beli amplop dan kebetulan di samping toko buku ada minimarket, vian dan bella membeli minuman buat di hotel, vian membeli rokoknya. Setelah selesai mereka pergi ke hotel C. 25 menit perjalanan mereka sampai di hotel, vian memarkirkan mobilnya. Setelah itu vian pergi ke lobby dan memesan kamar yang bisa merokok. Setelah mendapatkan kunci Vian dan bella pun pergi ke kamar. Sampai di kamar bella menyimpan tas dan makanan kecil serta minuman botol.
" mas mau dibuatkan kopi." kata bella
" iya boleh, terimakasih." kata vian
" kenapa kamu minta hadiah menginap di hotel, bukan minta handphone atau barang lain gitu." kata vian
__ADS_1
" kenapa mas gak mau ya." kata bella sambil cemberut dan membawa kopi ke meja vian
" bukannya begitu, tapi gak enak aja." kata vian
" dulu mas sama mbak mau, kenapa sama aku gak mau." kata bella lalu duduk di sebelah vian
" beda kalau itu, kamu kan adik mas." kata vian
" iya udah kalau mas gak mau, berarti mas bohong akan janji mas." kata bella, dia pun bangkit dari duduknya, vian menarik tangan bella sehingga dia terduduk di pangkuan vian
" jangan marah gitu dong, ini gak pantas saja." kata vian
" iya udah mas kita pulang aja, aku juga gak mau kalau mas gak ikhlas gini." kata bella, dia memaksa bangkit dari duduknya
" iya udah, kamu jangan ngambek ya." kata vian, lalu tangannya memegang pipi bella, bella pun mencium bibir vian. Di saat sedang berciuman handphone bella berbunyi, bella pun melepaskan ciumannya lalu mengambil handphone dan mengangkatnya.
" bell, aku sama orang tua dan adik aku boleh." kata sella
" oke bell, makasih ya." kata sella. Bella pun terus menerima telepon dari teman temannya itu, vian meminum kopi lalu menyalakan rokoknya. Bella pun datang lagi dan duduk disamping vian dan merebahkan kepalanya di pundak vian.
Vian mengajak bella untuk reservasi restoran dan mengambil uang. Mereka pun turun ke lobby dan pergi ke restoran. Vian reservasi untuk 20 orang dan menaruh deposit untuk pesanan tersebut. Selesai reservasi vian mengajak bella ke ATM center.
" kamu mau belanja gak." kata vian
" nanti aja mas barengan, lagian gak tau mau beli apa." kata bella, mereka pun kembali ke kamar, lalu memasukan uang ke amplop yang tadi dibeli. Setelah itu menyimpannya di tas bella. Vian meneruskan minum kopi dan merokoknya di sofa.
" kamu bisa pijit gak." kata vian
" bisa dong, tapi ada imbalannya." kata bella, lalu pergi kebelakang vian dan memijit pundak vian
__ADS_1
" wah enak bener pijitan kamu." kata vian.
" iya udah mas tiduran aja di kasur biar lebih enak." kata bella. Vian pun pergi ke kasur dan dia berbaring disana. Bella pun memijit punggung vian lalu menyuruh vian buka baju dan celana, vian mengganti celana panjangnya. Lalu kembali berbaring. Bella pun memijat punggung, lalu kakinya vian. Vian merasa tubuhnya nyaman sehingga menutup matanya. bella menyuruh vian terlentang untuk memijit kaki bagian depannya. Vian kembali memejamkan matanya.
" gimana mas enak." kata bella, vian hanya menganggukan kepalanya.
" udah bell, terimakasih banyak tubuh mas jadi enakan nih." kata vian lalu duduk.
" sama sama mas. Tapi aku mau ......." kata bella lalu dia mencium bibir vian, karena dorongan bella, vian pun terlentang dengan posisi masih berciuman. " mas memberikan kebahagian lainnya." lanjut bella, dia pun melanjutkan ciumannya tadi.
" bell tapi... Kita gak boleh kebablasan, nanti kamu nyesel." kata vian
" gak mas, aku bahagia bisa memberikannya ke mas, aku ingin merasakan yang pertama dari mas." kata bella. Bella membuka pakaiannya lalu dia memeluk vian dan memcium bibir vian lagi. Ciuman itu membuat vian terlena, sehingga dia membalas ciuman bella. Dari bibir vian menciumi leher bella. " oh maaaas... Geli... Tapi enak maaasss.", bella membuka pakaian dalamnya sehingga bukit kembarnya menantang untuk di nikmati. Vian pun memainkan bukit kembar itu dengan lidah sesekali menyedotnya membuat bella kelojotan. " Mas... Enak maaas.. Terus...". Bella yang sudah bergelora meraih pusaka vian yang masih dibungkus celana dengan menggosok gosoknya.
" aku ingin merasakan ini mas...." kata bella
" jangan sampe masuk ke mahkota kamu ya..." kata vian
" iya mas... terserah mas yang penting aku bisa merasakan punya mas." kata bella lalu dia mencium vian lagi. Lalu memasukan tangannya ke dalam celana vian sehingga dia bisa memegang pusaka vian. " mas gede....apa masuk ke mahkota aku, aku pengen mengemutnya.". dia pun memberikan kembali bukitnya supaya vian menyedotnya kembali. Setelah birahinya meningkat diamelepaskan celana vian, pusaka vian terpampang lalu bella mencoba menjilatnya setelah itu dia memasukan ke mulutnya. Vian pun merasakan sensasi baru dari adik iparnya itu. vian bangkit lalu membuka celana bella terlihat di ****** ******** sudah basah akibat birahi bella, vian menggesek gesekan jarinya. Vian menciumi paha bagian dalam. Membuat bella melengguh.. " mas geliiii... Tapi enak mas..." cairannya pun bertambah banyak vian menarik ****** ***** bella dan terpampang lah mahkota yang dikelilingi rambut tipis disekitarnya. Vian mulai memainkan lidahnya di mahkota bella, " mas... Ampuuun mas... tapi enak banget mas.... Aku jadi pengen pipis..". " pipis aja... Jangan ditahan.." dan keluarlah cairan kental yang berbau amis. " ooooh mas.. Enak banget... Aku seperti melayang layang." kata bella. Vian pun tiduran disamping bella.
" maafin mas." kata vian
" kenapa minta maaf, bella yang mau, makasih ya mas udah buat aku merasakan ini. Tapi mas itunya gimana." kata bella
" gak apa apa, mas mandi aja." kata vian lalu bangkit pergi ke kamar mandi, vian membersihkan pusakanya lalu berendam di bathub. Tak lama bella masuk ke kamar mandi
" sini bella bantu tuntaskan, aku pengen merasakan cairan mas." kata bella. Lalu masuk ke bathub, meraih pusaka vian, vian duduk di pinggiran bathub. Bella mulai memasukan pusaka vian ke mulutnya, vian pun memainkan bukit kembar bella dengan tangannya, "mas aku pengen lagi." kata bella. Vian dan bella mengeringkan tubuhnya lalu pergi ke kasur. dikasur vian mencium bibir bella lalu leher dan bukit kembarnya, turun lagi ke mahkota bella membuat berkelinjang. vian menghentikan aktivitasnya lalu dia terlentang dan menyuruh bella untuk memberikan mahkotanya dan menyuruh bella memainkan pusakanya. " mas.. aku pengen pipis lagi.. Uuuuh enak. Vian menyuruh bella untuk menghesekan mahkotanya di pusakanya, bella pun nurut menggesekan mahkotanya itu. " mas enak banget.. Aku gak kuat lagi.... Aaaaaah..." terasa cairan bella mengalir di pusaka vian, vian pun membantu menggesakan pusakanya. " bell mas pengen keluar..." cairan pusaka pun keluar. Bella mendekap vian, mencium vian." makasih mas, ini pengalaman berharga buat bella, apalagi kalau dimasukan ya mas, katanya setelah sakit ada kenikmatan yang luar biasa.". Kata bella
" mas gak mau melakukan itu, mas gak mau ngerusak masa depan kamu." kata vian
__ADS_1
" aku gak akan meminta mas apa apa, yang penting buat aku mas tetap sayang sama bella, aku juga gak mungkin merusak keluarga mas." kata bella
" terimakasih atas semuanya." kata vian lalu mencium kening bella, bella pun memeluk vian. Setelah itu mereka pergi mandi. Selesai mandi mereka berganti pakaian dan siap siap untuk pergi ke restoran hotel.