Perjalanan Hidup Anak Kampung

Perjalanan Hidup Anak Kampung
Menjemput Ibu Mertua


__ADS_3

Pak dede memarkirkan mobil di villa disana, vian tadi turun di mesjid komplek Livi Residence, selesai sholat vian pergi ke villa, pak agus disuruh vian memberikan kebutuhan pokok ke kakek braja dan pak zainuri, tak lupa vian juga memberikan kepada pak agus.


Vian istirahat dulu di gazebo sambil meminum kopi dalam kemasan lalu menyalakan rokoknya, tak lama kakek braja datang kesana.


" cu gimana kabar kamu, kamu sendiri aja kesininya." kata kakek braja


" iya kek, tadi saya habis rapat lalu kesini mau cek pembangunan sekolah dan kampus." jawab vian


" gimana kabar isteri isteri kamu, orang tua dan mertua kamu." kata kakek braja


" alhamdulillah kek, astrid dan dilla sekarang sedang mengandung 7 minggu." kata vian


" alhamdulillah, semoga ibi dan janinnya sehat." kata kakek braja


" aamiin, kakek sama nenek bagaimana." tanya vian


" alhamdulillah cu, kakek dan nenek sehat." kata kakek braja


" kalau kakek ada yang sakit, nanti suruh aja agus mengantar kakek atau nenek ke rumah sakit livi." kata vian lalu memberitahukan kepada agus jika kalau ada apa apa bawa kakek dan nenek atau siapapun ke rumah sakit livi.


" gimana kabar jagoan kakek sudah bisa apa sekarang." kata kakek braja


" si aa sudah pintar ke, dia bahagia mendengar mau punya adik lagi." kata vian


" kakek turut bahagia mendengarnya." kata kakek braja


" kakek hanya bisa berpesan ke kamu, jangan sampai lupa daratan, jadi sombong apalagi sampai semena mena terhadap orang lain, semakin pohon akan semakin tinggi tiupan anginnya." lanjut kakek braja


" terimakasih atas nasehatnya kek." jawab vian


"kakek bangga, kakek suka mendengar karyawan kamu yang tinggal disini suka membicarakan kamu, mereka bilang beruntung bisa kerja di perusahaan kamu." kata kakek braja


" itu dia kek, beban di pundak saya menjadi lebih berat kek, selain tanggung jawab di rumah saya juga memiliki tanggung jawab di perusahaan," kata vian


" alhamdulillah semoga kehidupan kamu dan keluarga selalu diberikan kesehatan, kebahagiaan dan keselamatan." kata kakek braja, dia pun mendekat ke vian lalu memijit pundaknya


" aamiin, sama kakek dan nenek juga sehat sehat ya." kata vian


" kek saya izin mau melihat proses pembangunan sekolah dulu." lanjut vian

__ADS_1


" iya nak, kakek juga mau mandiin si thunder aa sama pak zainuri." kata kakek braja


Vian pun beranjak pergi bersama pak dede. Dari lokasi pembangunan TK dan perumahan untuk guru.


" Ajaran tahun deoan sudah bisa dipakai nih pak." kata pak dede


" iya pak de, saya sudah suruh tim sekolah untuk memulai mencari guru dan membuat promosi." kata vian


" saya dengar dengar bapak mau bangun pabrik minyak." kata pak dede


" iya pak de, mudah mudahan ada rezeki dan jodohnya, besok mau cek lahan untuk pabriknya." kata vian


" besok jadi pak bambang dan pak gubernur kesana." kata pak dede


" jadi, mereka ikut bareng kita naik minibus." kata vian


" nanti harus dirapihkan lagi dong mobilnya." kata pak dede


" kursi kursi mobil masih bagus kan." kata vian


" masih pak, yang baru saya tambah bantal dan selimut, handuk kecil." kata pak dede


" iya pak tenang saja, bisa di atur itu." kata pak dede. Mereka pun pergi ke lokasi pembangunan sekolah dan kampus


Di lokasi vian melihat pembangunan, prosesnya sesuai dengan rencana bahkan lebih cepat, karena setiap bangunan di kerjakan masing masing tidak menunggu satu satu selesai. vian menanyakan kendala aa yang dihadapi dalam pembangunan kepada mandor, mereka menyebut kendala yang gak bisa dihindari adalah cuaca yang tidak menentu.


Setelah selesai melihat progres pembangunan, vian kembali ke villa dia pergi ke gazebo dan santai disana sambil ngopi dan ngerokok sama pak dede, mereka mengobrol santai disana


Jam 2an vian dan pak dede pergi setelah pamitan kepada kakek braja, vian pergi ke bandara untuk menjemput ibu mertuanya. Sampai bandara vian menunggu ibu mertuanya di pintu kedatangan, tak lama ibu mertuanya datang. Vian pun menanyakan keberadaan iateri isterinya dimana.


" ibu, gimana perjalanannya?" tanya vian lalu dia menyalami ibu mertuanya itu


" alhamdulillah lancar nak, nak vian sendiri yang menjemput." kata ibu asti


" saya sama pak dede, astrid sama dilla sedang di toko, saya suruh diam di rumah mereka gak mau." kata vian, lalu menelepon pak dede supaya menjemputnya.


Setelah memasukan barang barang ke bagasi, mereka pergi ke menuju rumah.


" ibu udah makan belum, kita cari makan dulu ya." kata vian

__ADS_1


" udah kok nak, nanti saja, ibu pengen cepat cepat ketemu dilla." kata ibu sri


" iya nak nanti saja, ibu pengen ketemu astrid." kata ibu asti


" iya sudah kalau begitu, kita langsung ke toko aja." kata vian


37 menit kemudian vian sampai di toko LAD's, astrid dan dilla pun saling memeluk ibunya. Lily dan ibu sisil pun menyalami mereka.


" kok kamu kerja sih nak." kata ibu asti


" kalau di rumah bosen bu, lagian aku gak ngapangapain juga disini." jawab astrid


" sayang kalian ngobrolnya di cafe aja sana, sekalian biar ibu sambil makan." ajak vian, mereka pun pergi ke cafe, vian menyuruh ibu mertuanya memesan makanan


" pak vian perhatian dan baik ya bu, sampai memeprhatikan mertuanya." kata ibu sisil


" iya bu, ibu saya aja sayang banget sama dia, kayanya melebihi sayang ke anaknya. Kadang saya suka berfikir, saya ini anaknya apa bukan. kata lily


" kok gitu sih bu." kata ibu sisil


" kalau saya lagi diam diaman sama vian nih, ibu suka marahin saya bukan membela anaknya malahan bela menantunya kan sebel, terkadang mereka kerjasama jailin saya, malahan saya yang dibela ibu mertua." kata lily. Tak lama vian datang kesana.


" gimana mah, penjualan hari ini." kata vian


" alhamdulillah walau gak serame hari kemarin." kata lily


" kalau produk masih ada." kata vian


" masih pah, dan mamah sudah suruh pak rudi untuk kirim lagi." jawab lily


" o iya mah siapin 10 paket buat besok dibawa ke KBB." kata vian


" kalau gak bawa 20 paket aja ya, takut ada tamu lainnya." kata lily


" iya boleh sayank. Atur aja sama mamah." kata vian


Karena sudah sore vian mengajak lily, astrid, dilla, ibu sisil dan ibu mertuanya untuk pulang. Setelah memberikan intruksi ke winda lily dan yang lainnya pulang. Ibu sisil pun menelepon anak anaknya yang ada di kantor SPI, mereka bilang mau bareng sama ika dan yang lain pulangya. Bu sisil pun ikut sama lily pulang.


Sesampainya di rumah vian langsung bersih bersih dan berganti pakaian, setelah itu pergi ke gazebo. Vian membuat kopi dan menyalakan rokok lalu dia browsing tetang pabrik minyak, limbah dan yang lainnya.

__ADS_1


__ADS_2