Perjalanan Hidup Anak Kampung

Perjalanan Hidup Anak Kampung
Pendirian Perusahaan Farmasi


__ADS_3

Selesai membayar mereka pun pergi pulang ke rumah. Jam 4.14 menit mereka tiba di rumah, vian dan isterinya masuk ke kamar untuk bersih bersih, selesai sholat ashar vian pamitan mau ke kantor di gedung livi group. Sampai di livi group vian membuat kopi di pantry lalu membawa ke ruangannya. sampai di ruangan vian menyalakan komputer, lalu minim kopi dan menyalakan rokoknya. Vian melihat laporan dr. Chandra mengenai perusahaan farmasi yang akan dibangun. Vian menelepon dr. Chandra dan meminta supaya mengirimkan kartu identitas dr. Chandra, dr. Husni, dr. Hilmi, dr. Azizah, dr. Fakhri, dan dr. Silvia untuk pembentukan perusahaan PT. Livi Farma Indonesia, vian juga menyampaikan bahwa pendirian pabrik PT. LFI akan di bangun di dekat pabrik LA di KBB. Setelah itu mengirimkan ke raka untuk dibuatkan akta dan mengurus pendirian perusahaannya. Setelah itu vian menelepon pak daryat.


" assalamualaikum pak, sedang dimana posisi nih." kata vian


" waalaikumsalam pak, saya, pak opik dan pak hendri lagi di asrama LA nih pak baru pulang meninjau perkembangan pembangunan restoran dan pemadatan lahan untuk sekolah dan tempat wisata serta fasilitas olahraga." kata pak daryat


" kebetulan kalau begitu, mungkin besok atau lusa saya akan kesana untuk meninjau lahan yang 1 hektar sisa pembangunan sekolah TK dan SD, kalau memang memungkinkan saya akan membangun pabrik untuk perusahaan baru PT. LFI. Nanti design standart pabriknya saya akan kirimkan ke bapak, dan saya minta tim L-Pro untuk mendesignkannya juga." kata vian


" baik pak, saya tunggu kabarnya, saya juga dengar tadi dari pak opik ada lahan mau dijual di belakang lahan YPL ini, coba saja bapak tanyakan ke beliau. " kata pak daryat.


" baik pak kalau begitu, saya akan tanyakan, tapi untuk pembangunan pabrik ini akan tetap dilakukan walapun enggak dapat lahan baru. Karena saya rasa dengan 1 hekrar sudah cukup, 3000 sampai 4000 untuk pabrik dan fasilitasnya, sisanya bisa untuk lahan terbuka hijau, tinggal mengaturnya saja termasuk akses nanti supaya tidak mengganggu proses belajar mengajar juga." kata vian


" baik pak. Nanti saya buatkan designnya." kata pak daryat


" terimakasih pak, sampai ketemu." kata vian lalu mematikan telepon. Vian menikmati kopi dan rokoknya di kursi balkon tempat kerjanya. Vian menerima telepon dari raka memberitahukan bahwa proses perizinan perusahaan sudah siap, tinggal bukti transfer kepemilikan sahamnya saja.


" pak maaf mengganggu, untuk setoran modalnya mau berapa, soalnya sekarang harus menunjukan bukti transfer modal sesuai dengan porsi masing masing sahamnya untuk proses perizinannya." kata raka


" oke untuk saat ini di 25 milyar aja modal di setornya. Saya 86 %, dr. Chandra 5%, dr. Silvia 5%, dr. Husni 1%, dr. Hilmi 1%, dr. Azizah 1%, dan dr. Fakhri 1%. Iya sudah kamu buatkan akta pendiriannya aja dulu untuk buka rekening supaya bisa di proses transfernya biar di BLS aja rekeningnya, saya komisaris utama, komisaris, silvia, dr. Chandra direktur utama, dr. Azizah direktur keuangan, dr. Hilmi direktur marketing, dr. Husni direktur operasional, dr. Fakhri direktur HRD." kata vian


" kapan mau tanda tangannya pak." kata raka


" kalau bisa hari ini ka, besok saya mau ke pabrik LA melihat lahan untuk pabrik LFI ini." kata vian


" baik pak, saya kesana jam 7 malam ya." kata raka


" oke saya tunggu, saya akan kabari yang lainnya." kata vian, lalu menutup telepon dan menghubungi dr. Chandra supaya datang ke rumahnya jam 7 malam bersama dr. Husni, dr. Hilmi, dr. Azizah, dr. Fakhri, dan dr. Silvia. Setelah memberi tau dr. Chandra vian menghubungi lily untuk mempersiapkan makan malam karena mau datang tim LFI.


" memang ada acara apa pah." kata lily

__ADS_1


" itu mau menandatangani akta pendirian perusahaan sayank, besok papah mau ke pabrik LA melihat lahan untuk pabrik LFI." kata vian


" jadi papah enggak bisa dong antar aa sekolah ya." kata lily


" iya udah mamah aja dulu ya, supaya kerjaan papah bisa cepat selesai dan pabrik ini bisa cepat jadinya." kata vian


" iya udah enggak apa apa, kira kira berapa lama disana." kata lily


" 2 hari, papah menginap 1 malam, enggak tau bapak mau ikut juga sekalian, soalnya sekarang lagi pemadatan lahan untuk sekolah, tempat wisata dan tempat olah raga, kalau untuk restoran udah mulai di bangun." kata vian


" memangnya mau bangun tempat wisata apa disana pah." kata lily


" wahana water boom, di belakang restoran, nanti akan ada pondok pondok di atas sungai, kolam renang, lapangan futsal dan lapangan bulutangkis." kata vian


" itu kolam renang, lapangan bulutangkis dan lapangan futsal buat fasilitas sekolah atau untuk disewakan." kata lily


" itu bisa digunakan oleh sekolah juga dan bisa di sewakan." kata vian


" biar masuk ke perusahaan BBB aja, di YPL juga akan dibangun fasiltas itu juga." kata vian


" papah betah banget sih di kantor, kapan pulang." kata lily


" sebentar lagi sayank... Kenapa kangen ya." kata vian


" iya udah mamah kesana ya." kata lily. Tak lama lily datang bersama de qinar.


" pa..pah..." kata de qinar sambil merentangkan tangannya ingin di gendong, vian pun menggendong anaknya itu lalu menciumnya, de qinar pun tertawa


" kok abaknya aja sih dicium, mamahnya enggak." kata lily, vian pun mencium kening dan bibir lily, lalu menurunkan de qinar main di lantai balkon.

__ADS_1


" pantes aja betah disini, enggak ada yang ganggu, tapi asyiiik pah disini ya." lanjut lily, dia pun duduk dikursi balkon disamping vian sambil menyandarkan kepalanya.


Karena sudah sore vian mengajak lily kembali ke rumah, vian menggendong de qinar, lily menggandeng lengan vian. Di halaman depan rumah devan sedang main sepeda sama lilis dan yang lainnya.


" mamah sama papah darimana, kok enggak ajak ajak aa sih." kata devan


" papah sama mamah habis dari kantor sayang, papah ada kerjaan, gimana tadi sekolahnya." kata vian


" seru pah, asyik aa jadi banyak teman." jaaab devan


" besok papah harus ke pabrik LA, jadi besok papah enggak bisa anterin aa lagi, enggak apa apa ya." kata vian


" iya pah enggak apa apa kok, lagian kan ada lilis sama nenek juga." kata devan.


" udah sore ayo kita masuk." ajak vian mengajak semuanya masuk. Vian menelepon pak dede supaya besok mengantar dia ke pabrik LA. Vian pergi ke kamar lalu siap siap mandi.


" papah besok mau ke pabrik LA." kata shinta


" iya sayang, papah harus mengecek lahan untuk pabrik LFI." kata vian


" lama enggak disananya." kata shinta


" 2 hari aja sayang, kenapa." kata vian


" enggak apa apa, pokoknya pas lahiran aku mau papah ada." kata shinta lalu memeluk vian


" iya, makanya papah harus bereskan kerjaan dulu, papah mau mandi dulu ya, kamu mau ikut." jawab vian. Shinta mengangguk dan mengikuti vian ke dalam kamar mandi. Astrid dan dilla berada di kamar sebelah sedang memandikan de avin sama de alea.


" papah janji ya, harus ada pas aku lahiran," kata shinta sambil memeluk vian

__ADS_1


" iya sayang, kamu lagi pengen yaaa." kata vian. mereka pun berpelukan sambil saling menyabuni. Mereka pun melakukan hubungan suami isteri di kamar mandi. Setelah puas mereka mandi, selesai mandi mereka memakai pakaian dan sholat magrib bersama.


__ADS_2