
Jam 8 malam, opik datang bersama Endris dan keluarganya. Tadi sore vian memberitahukan ke endris bahwa dia datang ke Pabrik LA bersama keluarganya, pak bambang, Pak Gubernur B, dan ada juga pak Gubernur D dan pak bupati.
" selamat malam bapak bapak semuanya." kata endris lalu menyalami semuanya diikuti istri dan anaknya
" selamat malam juga pak." jawab mereka
" Dris ini istri lw, perasaan bukan ini deh yang lw kenalin." kata vian
" lw ya cari gara gara sama gw, maaf gw telat baru selesai apel mempersiapkan latihan besok." kata endris
" gw kabari lw karena gw takut lw marah. Entar pabrik gw lw ancurin." kata vian
" mohon maaf pak, begini punya teman yang belagu mentang mentang udah punya isteri 3." kata endris
" lw kan udah bintang 3 gw gak mau kalah sama lw, makan dulu, udah gw siapin kambing guling tuh." kata vian sambil mengajak endris dan keluarganya ke tempat lily dan yang lainnya berada serta menyuruh mereka makan. Endris pun mengenalkan isteri dan anaknya ke keluarga vian.
" bu saya mau izin menculik suaminya, besok mau saya suruh terjun payung." kata endris
" bukannya sudah." kata vian
" memangnya sekali aja latihannya." kata endris
" aa papah disuruh om ini terjun dari pesawat boleh gak." kata vian
" e.......... Boleh aja pah, papah kan pemberani." kata devan
" tuh anak lw aja boleh, lw tandem nanti, gw pengen lihat nyali lw." kata endris
" jam berapa acaranya." kata vian
" mulai jam 9 sampai jam 10." kata endris
" InsyaAllah, gw pengen coba." kata vian.
" gitu dong, dulu kan kita latihan cuma di darat, sekarang benerannya." kata endris
" mungkin pak bambang, pak Gubernur, pak bupati mau coba juga." lanjut endris
" gak pak terimakasih, saya baru punya isteri satu." kata pak bambang
" oh jadi bapak mau nikah lagi nih." kata ibu sisil
" bukan begitu bu." kata pak bambang
" kami akan senang kalau bapak bapak semuanya bisa hadir disana." kata endris
" insyaAllah pak endris." kata mereka
__ADS_1
" maaf bapak ibu, saya sama vian seperti ini, saya sama vian sudah seperti saudara, dulu saya yang digembleng vian di pramuka waktu SMA, sampai kita test AKMIL bareng tapi hak lulus, tahun berikutnya saya ikut test jalur lain alhamdulillah lulus, eh dia malahan jadi pengusaha." kata endris
" pantes aja pak vian punya postur seperti tentara." kata pak bambang
" itulah takdir hidup, kita tidak ada yang tau." kata pak gubernur
" betul pak, takdir kita gak tau." jawab endris
Endris pun makan kambing guling, sedangkan isteri dan anaknya makan sosis dan jagung bakar. Endris bergabung bersama bapak bapak sedangkan isteri dan anaknya bergabung sama ibu ibu.
Mereka menikmati malam dengan mengobrol santai sambil makan jagung bakar. Jam 11 malam endris dan keluarganya pamit pulang.
" semuanya kami pamit, besok saya tunggu kehadirannya." kata endris
" siap, insyaAllah kami hadir." kata mereka. Endris pun pergi meninggalkan pabrik. Pak sudiono dan pak siswandi juga pamit pulang. Setelah mengobrol lagi karena sudah larut malam mereka pergi untuk istirahat.
Vian ditemani pak dede, opik, haris dan putra di gazebo.
" mau dibuatkan kopi pak." kata pak dede
" iya boleh pak de, dari tadi pengen ngopi sama ngerokok nih." kata vian lalu menyalakan rokoknya
" bapak mau tidur dimana, di aula atau di kantor." kata opik
" iya udah di aula aja, ada kan kasur. kita sama sama tidur disana" kata vian
Vian pun meminum kopi yang dibuat pak dede.
" pak de, buat senin pesan tiket ke surabaya saya sama bella dan pak wahyudi sama keluarganya ya." kata vian
" oh iya pak, ada acara apa pak di surabaya." kata pak dede
" saya ada acara sama walikota dan dinas ketenagakerjaan disana." jawab vian
" oh iya pak haris dan putra kalian bergantian aja dampingi isteri isteri saya ya selagi saya gak ada." kata vian
" siap pak." jawab haris dan putra
selesai mengobrol mereka pindah ke aula untuk istirahat.
Pagi hari vian bangun untuk sholat subuh lalu membaca alqur'an. Setelah itu pergi membuat susu panas lalu duduk di gazebo, tak lama pak gubernur B, Gubernur D, pak bupati dan pak bambang datang sambil melakukan olahraga ringan
" segar bener udaranya." kata pak gubernur
" iya nih, ini yang dibutuhkan tubuh." kata pak bambang
opik dan dari orang catering mempersiapkan untuk sarapan, mereka pun sarapan bersama. Setelah itu vian mandi dan berganti pakaian.
__ADS_1
Jam 8 vian dan yang lainnya siap siap untuk pergi ke tempatnya endris. Setelah siap mereka berangkat, jam 8.37 menit mereka sampai di tempat endris, endris menyambut mereka dan membawa mereka ke tempat latihan, endris mèmperkenalkan mereka ke prajuritnya yang di sambut hangat oleh mereka.
" lw bener mau ikut terjun nih." kata endris
" bener lah, kalau gak ngapain gw kesini." jawab vian.
" iya udah lw siap siap dulu." kata endris. Endris pun memberikan informasi kepada keluarga vian bahwa dia akan terjun yang ke 7. Vian diajak untuk siapa siap, lalu membawa vian pergi menuju ke pesawat yang akan menerjunkan mereka. Endris memperkenalkan kepada instruktur yang akan menjadi tandem vian. Mereka pun naik pesawat, tak lama pesawat pun lepas landas, setelah mencapai ketinggian 35.000 kaki prajurit melompat untuk terjun, vian terjun setelah endris.
" aa itu tuh papah." kata lily sambil menunjuk keatas
" mas kamu tuh ya nekad banget." kata astrid
" benar benar tuh anak berani banget." kata ibu retno
" dulu dia itu penakut bu, dibawa ke kebun dia tuh gak mau diturunin dari gendongan karena kotor katanya." kata ibu ningsih
" tapi dia setelah aktif di pramuka waktu SMA, jadi berani." kata pak adi
" saya salut sama pak vian, berani mencoba tantangan baru," kata pak gubernur
" pantas dia mau melakukan usaha dibidang berbeda beda, dia suka tantangan baru." kata pak bambang
tak lama para penerjun sampai di daratan. Vian pun sampai di daratan, vian mengucapkan terimakasih ke instrukturnya. Endris pun memberikan selamat ke vian.
" hebat brother, gw salut sama lw." kata endris
" terimakasih lw mau kasih kesempatan gw terjun. Nanti gw akan latihan biar bisa terjun sendiri." kata vian
" masih ada waktu kan lw, coba menembak." kata endris
" boleh dris, gw mau coba." kata vian. Setelah istirahat endris membawa vian dan keluarganya ke tempat latihan menembak.
" papah udah lah, jangan macam macam." kata lily
" gak apa apa mah, orang aman kok." kata vian. Vian pun diberikan penjelasan tata cara memegang senjata dan cara menembak. Vian memakai pelindung mata dan telinga lalu dia mencoba. "doooor." peluru mengenai lingkaran 9.
" luar biasa lw. Baru sekali udah kaya gini." kata endris
" lw coba tembak poin poin itu dari kiri ke kanan." lanjut endris
" door... door... door... Door... Door... Door... Door. " semua poin kena, hanya 1 peluru yang meleset.
" gw gak nyangka bro.. Lw ahli juga menembak, ditambah latihan lw bakalan lebih jago." kata endris
" benar benar saya aja yang sering latihan kalah " kata pak bambang
" pantesan bisa punya isteri 3, orang jago nembak." kata pak gubernur yang langsung disambut ketawa.
__ADS_1
Setelah selesai mecoba menembak pak gubernur D pamit pergi duluan karena ada acara lain.