Perjalanan Hidup Anak Kampung

Perjalanan Hidup Anak Kampung
Rialisasi Pabrik


__ADS_3

setelah makan lily diantar vian ke kamar, devan diserahkan ke lilis untuk bermain , " aa, papah antar mamah ke kamar ya. aa main dulu sama lilis." kata vian


" iya pah, adik bayinya mau bobo ya." jawab devan


" iya aa, adik bayinya mau bobo, aa nanti sore main sama papah ya." kata vian.


" iya pah." jawab devan


vian dan lily pergi ke kamar di dalam kamar lily rebahan dan dipeluk sama vian


" mamah jangan cape cape ya." kata vian sambil mengelus rambut lily


" iya pah, tapi gimana ya butik." kata lily


" mamah kasih tau saja designer dan penjaga toko." jawab vian


" iya, tapi mamah gak enak sama papah baru aja dikasih ke mamah, mamah malah ninggalin kerjaan lagi." kata lily


" iya kita kan gak tau, mamah hamil lagi secepat ini. nikmati saja, nanti kalo mamah udah fit dan bisa aktivitas mamah boleh ke butik lagi." jawab vian


" bener ya pah, boleh ke butik," kata lily.


" iya boleh dong, yang penting mamah sehat." jawab vian


setelah lily tidur vian ke balkon dan telepon shinta untuk mengirim produk LNI paket lengkap ke bu rina sleman, bibinya lily, dan tagihannya kirim ke LS. sambil merokok dan minum jus vian mengecek perencanaan pabrik, dari perizinan dan mesin yang akan di pakai. vian pun telepon opik


" pik lagi dimana, ganggu gak." kata vian


" gak pak, saya lagi cek perizinan buat pabrik itu dan sedang menyuruh tim R&D untuk membuat kemasan produk, dan kayanya merk tetap livi saja pak karena sudah terdaftar juga, ini saya juga lagi cek harga mesin mesin. o iya pak sample kentang dari bapak itu bagus pak, kalo sudah ready buat kentang goreng beku." jawab opik


" rencana saya besok kesana, tapi istri lagi hamil, kayanya saya tunda, nunggu dia fit dulu. untuk pembangunan pabrik kamu jalankan saja sesuai kebutuhan." kata vian


" selamat pak, iya gak apa apa saya masih bisa handle kok. iya sudah saya perintahkan untuk memulai pembangunan setelah bapak kasih kabar dan tim R&D memberikan rekomendasi." jawab opik


" untuk kandang gimana, dan bibitnya sudah ada belum." tanya vian

__ADS_1


" kandang ayam potong hampir selesai, untuk ayam petelur 85%, kandang sapi 90%, kolam ikan masih 60%. rumah potong hewan 80%, kandang kuda 90%, villa aula 70%," jawab opik


" o iya pik saya lihat disana jauh ke mesjid, kamu bangun di depan luas bangunan mesjid 300 m2, lahan parkir dan taman dan fasilitas lainnya 200m2, tapi kamu sesuaikan saja ya, karena nanti kalo pabrik disana, karyawan untuk sholat jumat terutama bakalan banyak. untuk design meajid nanti saya kirimkan yang di perumahan" kata vian


" baik pak saya akan kerjakan," jawab opik


setelah telepon dengan opik vian ke bawah untuk sholat ashar, habis sholat vian ke gazebo untuk ngopi dan ngerokok ditemani pak adi dan pak bowo, " kamu kenapa vian, kelihatannya kusut gitu." kata pak bowo


" gak apa apa pak, vian memikirkan cash flow aja, karena realisasi pabrik pengolahan daging dan kentang di percepat. trus expedisi juga perlu kendaraan." jawab vian


" terus solisinya gimana." kata pak bowo


" livi group harus mencairkan modal kerja melalui BLS." jawab vian.


" livi group belum masuk bursa sahamkan." kata pak bowo


" belum pak, mungkin kedepannya iya, tapi untuk saat ini kita mempergunakan dana yang ada saja. karena vian juga ambil deviden hanya 50% saja, sisanya masuk ke setoran modal lagi." jawab vian


" terus kalo pemegang saham di livi group siapa aja, dan yang orang lain itu gimana." tanya pak bowo


" ya sudah bapak setuju masuk di Livi group, kalo begitu resort yang di bali masukan saja ke livi group hitung hitung bapak setor modal, itu masuk di perusahaan mana." tanya pak bowo


" di L-Pro aja pak." jawab vian


" ya sudah kalo begitu, livi group 40%, lily 20%, bapak 20%, yang 20% itu teman bapak 2 orang, ini kan yang L-pro cabang bali saja kan kepemilikannya." kata pak bowo


" iya pak. karena kalo di gabung dengan L-Pro lain yang 20% teman bapak harus terdelusi nilai sahamnya." jawab vian


setelah mengobrol devan datang sama lilis


" papah kita berenang yu." kata devan


" ayo sayank, aa ganti dulu bajunya pakai baju berenang." jawab vian.


" kakek boleh ikutan gak aa." kata pak adi

__ADS_1


" ya boleh dong kek, biar rame." jawab devan


" ya sudah kakek ganti baju dulu yaa." jawab pak bowo


" lis minta tolong ambil baju berenang devan sama celana pendek buat saya." kata vian biar devan sama saya dulu.


" iya pak." jawab lilis, lalu pergi ke rumah.


" pah buat kandang burung yang besar disana." kata devan


" memang aa suka burung. doakan papahnya sehat dan dimudahkan rezekinya ya." jawab vian


" suka pah, iya pah aa doakan papah sama mamah kok." jawab devan


" iya nanti papah buat kandang burung ." jawab vian


" asyiiik, aa bakalan dengerin suara burung, makasih ya pah." kata devan


" iya aa sayank." jawab vian


setelah berganti celana dan devan sudah pakai baju berenang mereka nyebur di kolam renang, tak lama pak adi dan pak bowo juga nyebur main sama cucunya itu. mereka hampir 1 jam main di kolam renang.


" aa udah sore, kita udahan dulu ya. besok lagi kita berenangnya." kata vian


" iya pah, aa juga dingin." jawab vian


vian menyuruh lilis untuk memandikan devan, dan vian bersih bersih lalu pergi ke kamar ganti baju. " papah dari mana kok basah gitu." tanya lily


" habis berenang sama aa." jawab vian


tak lama devan datang ke kamar dan sudah ganti baju


" mah, aa seneng bisa berenang bareng sama papah dan kakek." kata devan


" iya aa sayank, maaf mamah gak bisa temani aa berenang ya." jawab lily

__ADS_1


" gak apa apa mah, kan ada papah." jawab devan


__ADS_2