
Setelah sarapan vian menelepon pak ustadz memberitahukan acara 4 bulanan shinta besok hari. Vian mengundang anak anak panti asuhan juga untuk dapat menghadiri acara tersebut. Setelah itu vian menelepon pak dede supaya datang ke rumah lalu pamitan pergi ke gedung livi group. sampai di gedung livi group vian membuat kopi lalu pergi ke ruangannya. Vian pun duduk santai di balkon sambil menyalakan laptop lalu menyalakan rokoknya. Vian mengecek perkwmbangan usahanya melalui laporan harian yang dikirimkan tim manajemen perusahaannya. Tak lama pak dede datang menghampiri vian.
" ada apa ya pak." kata pak dede
" udah bikin kopi dulu, temani saya ngobrol disini enggak ada kerjaan kan di kantor L-Trans." kata vian,
" enggak ada sih pak, dikira mau pergi kemana." kata pak dede, pak dede pun pergi ke pantry untuk membuat kopi, tak lama dia kembali kesana lalu menyalakan rokoknya.
" nanti pesankan tiket pesawat ya untuk liburan ke lombok dan bali, listnya ini, sekalian aja ajak keluarga pak dede juga." kata vian
" baik pak, saya juga ikut gitu." kata pak dede
" ini udah di list sama isteri dan anak pak dede juga." kata vian
" aduh terimakaaih banyak pak, kebetulan anak anak minta liburan." kata pak dede
" sama sama, kali kali pak dede juga harus ajak abak dan isterinya liburan bareng kita." kata vian
" ini isteri dan anak anak pasti senang." jawab pak dede
" maaf kalau selama ini saya suka enggak ajak isteri dan anak pak dede, jujur saja saya enggak enak, masa orang lain yang baru saya kenal ajak sedangkan pak dede dan keluarga enggak saya ajak." kata vian
" beda pak, saya hanya pekerja sedangkan yang diajak bapak kan para pejabat. Lagian bapak udah baik banget ke keluarga saya, umroh kemarin di ajak." kata pak dede
__ADS_1
" tapi anak anak pak dede belum pernahkan liburan bareng kita." kata vian
" iya pak, terimakasih banyak." kata pak dede
" kaya ke siapa aja sih, nanti juga pak edi dan keluarganya juga di ajak, itung itung membalas waktu yang selama ini saya pakai, karena pak dede suka temani saya kemana mana." kata vian
" isteri dan anak anak enggak masalah sih pak, memang terkadang mereka minta waktu saya untuk bisa pergi liburan." kata pak dede
" makanya itu ini waktunya, nanti untuk karyawan L-Trans juga harus mengadakan family gathering, karena selama ini kan waktu mereka habis di jalan, pak dede harus bisa mengatur waktunya supaya pengiriman tetap berjalan enggak terganggu." kata vian
" itu juga sudah saya agendakan, karena saya merasakan gimana meninggalkan keluarga beberapa hari untuk mengantar barang." kata pak dede
" iya sudah buat aja agendanya kapan kemana, yang saya minta jangan sampai pengiriman ke ganggu itu aja." kata vian
" iya sudah pak dede yang lebih mengerti gimana teknisnya, nanti saya mengikuti aja." kata vian
" kita enggak akan jauh jauh, tapi yang dekat saja asalkan berkesan untuk mereka dan keluarganya pak." kata vian
" bagus kalau begitu, pak dede buat aja agendanya." kata vian
" baik pak, nanti saya bicarakan juga dengan kak heri dan tim lainnya." kata pak dede
" lebih cepat lebih baik, apalagi ini mau luburan sekolah jadi mereka bisa mengajak anak anaknya liburan sekalian. Sama kasih tau juga bagi anak anak mereka yang ingin sekolah di yayasan pendidikan livi, jangan khawatirkan masalah biayanya." kata vian
__ADS_1
" memang ada beberapa yang tanya terutama yang rumahnya di livi residence, meteka ingin memasukan anaknya di yayasan pendidikan livi." kata pak dede
" bagus kalau begitu, kita kan ada yayasan sosialnya jadi bisa di subsidi biaya pendidikan, toh itu juga hasil kerja keras mereka juga, jadi pak dede juga harua bisa menjelaskan ke mereka bahwa keuntungan yang diperoleh perusahaan itu sebagian masuk ke yayasan sosial livi, dan dana dari yayasan sosial tersebut pak dede juga jelaskan untuk apa saja, supaya mereka juga menjadi lebih semangat lagi dalam bekerja, bahwa apa yang mereka kerjakan tidak hanya untuk perusahaan hasilnya akan tetapi untuk mereka dan orang lain yang membutuhkan. Oh iya jangan sampai juga kita mempersulit karyawan jika ada yang mau pinjam uang untuk kepentingan yang urgent misalnya untuk kebutuhan keluarganya, dan saya enggak mau mendengar ada karyawan livi yang keluarganya sampai enggak makan. Saya rasa sih untuk masalah kesehatan dan pendidikan bisa kita atasi tapi kan kita juga enggak tau ada keperluan mendesak untuk orang tua mereka." kata vian
" itu juga sudah saya sampaikan mereka dan mewanti wanti mereka supaya kalau ada apa apa langsung dibicarakan dengan tim manajemen l-Trans, dan untuk masalah kebutuhan pokok juga sama jangan sampai ada yang enggak punya sembako di rumahnya." kata pak dede
" saya kan ada perusahaan PBN, jadi nanti L- Trans buat koperasi, jadi salah satu produknya itu sembako untuk karyawan, nanti kopetasi itu yang mengelolanya nanti kan buat karyawan ada pemasukan tambahan dari hasil koperasi itu." kata vian
" itu sudah di wacanakan pak, tinggal menunggu realisasi saja, sekarang saya sedang membangun untuk tempatnya terlebih dahulu." kata pak dede
" bagus itu, pak dede yang lebih tau kondisi perusahaan seperti apa." kata vian
" oh iya besok ajak isterinya ya untuk datang di acara 4 bulanan shinta, supaya isteri pak dede pun bisa aktif dan mengenal satu sama lainnya, pak dede kan direktur utama L-Trans jadi pak dede juga harus bisa memposisikan diri dan harus kasih pengertian ke isteri jangan minder," kata vian
" sebenarnya saya merasa minder pak, saya kan hanya sopir terkadang saya merasa rendah diri." kata pak dede
" itu dia pak dede harus bisa memposisikan diri, dimana waktu menjadi sopir saya dan dimana menjadi direktur utama L-Trans, memang saya yang salah menjafikan pak dede sopir tapi engbak tau saya merasa enak aja kalau di sopiri pak dede." kata vian
" enggak apa apa pak, saya juga senang kok menjadi sopir bapak dan saya bisa menjadi direktur pun karena bapak." kata pak dede
" pak dede tau lah saya seperti apa, jadi pak dede jangan segan segan juga, pak dede udah saya anggap saudara, kapan pun keluarga pak dede mau main kesini main aja, jangan sampai saya baik ke orang baru sedangkan enggak baik ke orang lama yang saya kenal, saya enggak tau pemikiran pak dede seperti apa, tapi saya merasa saya tidak pernah membeda bedakan." kata vian
mereka pun terus mengobrol menikmati rokoknya dan minum kopi bersama.
__ADS_1