Perjalanan Hidup Anak Kampung

Perjalanan Hidup Anak Kampung
Gangguan di Livi Village 3


__ADS_3

Pak kapolsek pun sama memberikan penjelasan kepada para preman tersebut.


" bagaimana pak mau dilanjutkan ke pengadilan." kata pak mulyono


" saya sudah bilang ke mereka untuk kali ini saya maafkan, tapi kalau terjafi lagi mereka mengganggu proyek ini dan usaha saya lainnya, apalagi sampai mengancam keluarga besar saya, saya enggak akan segan segan untuk meratakan kantor mereka dan saya sudah menyuruh keamanan perusahaan untuk mereka menangkap dan masukan mereka ke dalam karung nanti biar dibawa kapal yang mengankut sawit untuk pabrik saya dan dibuang ke tengah laut saja." kata vian


" kalian sudah dengar, apa konsekuensinya kalau ormas kalian ini atau yang lainnya melakukan hal hal yang melanggar hukum, pak vian tidak segan segan membuang kalian ke laut, saya setuju itu sebagai warga masyarakat dan saya sebagai pihak keamanan pun tidak akan bisa berbuat apa apa, karena jujur kami juga cape menerima laporan dari warga bahwa kalian selalu buat onar dan sekarang kalian kena batunya." kata pak mulyono


Tak lama ada mobil tentara datang kesana, waluyo turun dari mobil bersama endris.


" kenapa lagi bro." kata endris


" biasa ini, minta jatah keamanan." kata vian


" terus kamu maafkan nih orang, kamu kan udah belajar menembak di markas, udah jadiin sasaran aja, kalau enggak buang kelaut sekalian, biar para polisi enggak banyak kerjaannya." kata endris, endris pun menyapa pak kapolres dan pak kapolsek, endris pun memperkenalkan dirinya.


" kenapa kamu bisa tau saya disini." kata vian


" iya kan saya mau ke rumah kamu, tapi tadi saya dapat informasi dari isteri bahwa kata isteri kamu sedang ada masalah disini, saya suruh anak buah cari lokasi perusahaan kamu, pas ke pabrik kata security kemu gkinan kamu disini, lagian penganten bukannya diam di rumah malah keluyuran." kata endris


" enggak mungkin juga saya diam di rumah sedangkan disini ada masalah." kata vian


" udah pak angkut saja dulu ke polsek, kasih pembinaan 1 minggu baru lepasin, jangan denger kata nih orang dia terlalu baik ke orang jadi dia dibeginikan sama orang." kata endris


" siap pak, kami akan memberikan pembinaan terhadap mereka." kata pak kapolsek. Disaat sedang mau memasukan mereka ke mobil polisi, datang rombongan pak gubernur dan pak bupati KBB kesana.


" bagaimana pak kapolres sudah aman." kata pak gubernur


" sudah pak, kami mau bawa mereka ke polsek untuk kami lakukan pembinaan." kata pak mulyono


" tapi kalau di polsek penuh pak, kirim aja ke markas kita lumayan buat latihan." kata waluyo


" betul pak, kalau enggak menampung kirim saja kesana atau nanti di jemput ke polsek, kalau nanti mereka bikin onar lagi setelah dilakukan pembinaan telepon kita saja pak," kata endris


"siap pak." kata taher

__ADS_1


" kok pak gubernur ada disini ada acara apa pak." kata pak mulyono


" saya enggak ada acara apa apa disini, saya mau main saja ke rumah pak vian, soalnya hari ini beliau sedang berbahagia, masa saya enggak datang." kata pak gubernur


" untung aja kalian pas dia sedang bahagia, coba di lain waktu udah enggak ada ampun lagi, mau lari kemana pasti digeledah sama pak endris." kata pak bupati


" harus digitukan juga sih, biar mereka benar benar kapok, kita udah cape cape latihan jaga keamanan eh warga malahan bikin onar." kata endris


" iya sudah kasih meteka pembinaan, semoga saja mereka insaf dan yang lain menjadi jera juga." kata pak gubernur


" siap pak," kata pak kapolsek, mereka pun membawa para preman ke kantor polsek


" bapak ibu semuanya silahkan bubar, kalau terjadi hal seperti ini cepat cepat hubungi polsek terdekat," kata pak gubernur


" baik pak, tapi kami minta photo dulu." kata warga


" pak, ibu kalian juga pulang langsung saja enggak usah ke pabrik lagi." kata vian


" baik pak terimakasih banyak." kata karyawan LNI


" tapi pak asep dan pak aldi tetap jaga ya." kata vian


" oke kalau begitu, kalian istirahat." kata vian


" terimakasih pak." kata aldi dan asep


" dris kamu langsung ke rumah atau kemana nih." kata vian


" saya kerumah mertua dulu jemput isteri dan anak anak, kemarin mereka enggak ikut ke rumah dinas soalnya." kata endris


" iya udah duluan aja sana, kasian isteri dan anak kamu nunggu." kata vian


" bangsat kamu ya ngusir nih, iya udah kalau begitu saya duluan." kata endris, lalu dia pamit ke pak gubernur dan pak bupati serta warga disana, endris dan pak waluyo pun pergi.


Vian pun pamit ke pekerja perumahan dan warga disana, pak gubernur di depan di ikuti mobil vian lalu mobil pak bupati, sedangkan pak daryat masih melakukan koordinasi sama tim terlebih dahulu.

__ADS_1


Jam 6.37 menit mereka tiba di rumah vian, pak gubernur dan pak bupati serta isteri dan anak mereka pun turun lalu masuk ke rumah vian, sedangkan vian tadi berhenti dulu di jalan karrna mau membeli persediaan rokoknya dan kopi.


Ibu siska dan ibu athia pun memberikan selamat kepada shinta.


" mana ini pengantin laki lakinya kok enggak kelihatan." kata bu athia


" tadi pergi ke karawang bu, ada masalah di lokasi penbangunan perumahan livi village." kata lily


" lah kita dari sana, iya kan pak, saya enggak bertemu pak vian." kata bu athia


" betul itu bu, kita dari sana tapi sekarang kok pak vian enggak ada ya." kata pak gubernur


" jangan begitu dong pak bu." kata lily


" beneran kita dari sana tanya saja bu siska dan pak bupati." kata ibu athia


" iya bu kami dari sana." kata bu siska


lily pun langsung menelepon vian, dia enggak mau kejadian waktu itu terulang kembali


" papah dimana, kata ibu athia mereka dari sana tapi papah enggak ketemu sama beliau." kata lily cemas


" papah di jalan tadi berhenti dulu beli rokok, memang papah sama ibu athia enggak ketemu, tapi sama pak gubernur dan pak bupati ketemu kok." kata vian


" iya sudah kalau papah baik baik aja, buruan pulang jangan mampir mampir lagi." kata lily


" iya sayank." kata vian.


" enggak lucu bu ah becandanya." kata lily


" iya memang saya enggak ketemu pak vian kalu melihat iya." kata ibu athia sambil tersenyum


tak lama vian pun datang lily langsung memeluk dan memeriksa vian


" papah enggak apa apa kan, enggak ada yang luka." kata lily

__ADS_1


" enggak sayang, terimakasih ya udah mengkhawatirkan papah." kata vian lalu mencium kening lily, dia pun pamitan pergi ke kamar tamu, mau ganti baju, didalam kamar vian langsung di serbu sama astrid dan dilla, mereka sangat khawatir suaminya kenapa kenapa.


" kenapa sih, papah enggak apa apa kok." kata vian lalu mencium kening astrid dan dilla. Vian pun pergi mandi dan mengganti pakaiannya. Pak gubernur dan pak bupati pun pergi ke kamar tamu setelah diberikan kunci, mereka pun ingin mandi dan istirahat terlebih dahulu.


__ADS_2