Perjalanan Hidup Anak Kampung

Perjalanan Hidup Anak Kampung
Bekerjasama dengan Semua Elemen Masyarakat


__ADS_3

Setelah selesai makan mereka pun terus mengobrol


" ngomong ngomong pak walikota ada apa nih kesini." kata pak gubernur


" saya ingin silaturahmi dan ingin mengobrol sama pak vian mengenai masalah pengembangan pengusaha UMKM di kota B pak." kata pak walikota


" gimana hasil dari pertemuan waktu itu." kata pak gubernur


" alhamdulillah pak mereka sangat antusias. Dan mereka meminta saya untuk menghubungi pak vian untuk membimbing mereka lagi." kata pak walikota


" bagus kalau begitu, jadi instruksi saya waktu itu enggak salah." kata pak gubernur


" itunpak vian mengenai Bank BLS mereka meminta kami supaya ada cabang di Kota B sehingga tidak banyak memakan waktu untuk ke kantor pusat katanya." kata pak walikota


" iya nanti saya akan telepon direksi untuk membuka cabang disana, karena ini juga peluang BLS untuk berkembang." kata vian


" sama mereka mau meminta bimbingan untuk mengembangkan usahanya, apa bisa pak membantu kami." kata pak walikota


" silahkan saja atur waktunya, kalau saya ada waktunya dan enggak bentrok dengan yang lain saya akan usahakan, akan tetapi kalau saya enggak bisa nanti anak anak dari BLS yang akan mendampingi." kata vian


" terimakasih ya pak sebelumnya." kata pak walikota


" sama sama pak, tapi mohon maklum kalau saya enggak bisa." kata vian


" saya bisa memaklumi dengan kesibukan bapak, dengan bapak bisa menghadiri saja sudah sangat beruntung." kata pak walikota


" makanya pihak pemerintah harusnya bersyukur dengan keberadaan pak vian ini, jangan dijadikan seolah olah sebagai saingan akan tetapi harus di rangkul menjadi partner dalam menjalankan program program dinas terkait yang sudah dibuat kalau perlu pak vian di undang dalam membuat program program tersebut." kata pak bambang


Tak lama pak gubernur B datang dengan isteri dan anaknya


" wah ini sudah berkumpul, maaf saya telat maklum tadi ada acara dulu." kata pak gubernur


" enggak apa apa pak gub. Kalau begitu silahkan makan dulu." kata vian


" tetimakasih pak saya jadi enak, ada pak walikota juga nih, nanti kita diskusi untuk masalah sampah pak." kata pak gubernur


" ayo pak mumpung kita bertemu." kata pak walikota

__ADS_1


" iya pak santai saja, kalau perlu menginap disini saja." kata vian


" enggak apa apa, kita bisa pulang malam juga." kata pak wlaikota


" enggak masalah kasian tuh anak anak kalau pulang malam, lagian ada kamar kosong kok di kamar tamu." kata vian


" iya pak walikota biar enggak keburu buru, lagian tuh lihat isteri dan anak anaknya betah, sama kamarnya juga seperti kamar hotel bintang 5 loh." kata pak bambang


" iya pak walikota biar kita bisa bicarakan sinergi antara wilayah saya dan wilayah pak walikota lagian ada pak gubernur juga nih." kata pak gubernur B


" masalah sampah ini memang menjadi PR kita semua, kalau dibiarkan begitu saja akan terus menumpuk." kata pak bambang


" kalau dibuat PLTS di daerah pak walikota bagaimana ya." kata vian


" bagus juga sih kan selama ini memang pembuangan sampah akhir kesana sekalian saja bangun PLTS disana." kata pak bambang


" makanya itu pak kita harus memikirkan kedepannya, kita ngobrol santai sambil menikmati susu panas dan jagung bakar, nanti kalau udah siap kita adakan rapat bersama untuk mematangkan rencana tersebut, kalau sudah kita bicarakan disini akan lebih mudahkan." kata pak gubernur B


" saya setuju, terkadang kalau langsung masuk ke rapat itu akan banyak pertanyaan dan akhirnya tidak ada hasil yang dicapai." kata pak gubernur D


" iya pak, tergantung mereka saja kalau saya, tapi saya juga heran kenapa isteri dan anak saya biaa langsung akrab gitu ya." kata pak walikota


" jangan kan bapak, saya juga awalnya sama bingung, anak saya awalnya enggak mau pulang dari luar dan mau berkarir disana, eh setelah bertemu keluarga pak vian dia jadi enggak betah pengen buru buru kembali, sekarang aja setiap hari tinggalnya disini." kata pak bambang


" iya pak wali anak saya aja pas ketemu sekali enggak mau pulang, sama kaya anak pak gubernur L juga." kata pak gubernur D


" saya tuh setiap pulang kerja itu kesini dulu pak wali, sampai saya beli rumah disana tuh, eh sama aja anak anak enggak mau pulang ke rumah, mereka lebih senang disini apalagi udah disiapkan kamar di mess. Jadi betah mereka disini." kata pak bambang


" siap siap saja setiap akhir pekan isteri dan anaknya minta kesini lagi." kata pak gubernur B


" iya ya jadi jadwal akhir pekan kita ke rumah pak vian." kata pak gubernur D


" kalau untuk pembangunan PLTS sudah ada perencanaan atau gambarannya pak gub." kata vian


" sudah pak, nanti saya kirimkan hasil perencanaan ke pak vian, kalau enggak salah ada di email saya." kata pak gubernur B


" terimakasih pak, saya akan analisa juga nantinya." kata vian

__ADS_1


" kita harus bisa mengedukasi warga masyarakat mengenai sampah ini mulai dari awal terutama sampah rumah tangga, dan permasalahan sampah ini tidak hanya terjadi di negara kita saja sebenarnya. Kita harus sama sama bukan hanya dari pihak pemerintah saja, tapi warga pun harus berperan disini." kata pak bambang


" kita lakukan saja edukasi kepada masyarakat ini dengan aktivis lingkungan hidup, jangan hanya mereka bisa berteriak saja tanpa ada solusi." kata pak gubernur B


" kita harus bekerjasama dengan semua elemen masyarakat karena tidak akan bisa terealisasi kalau hanya dikerjakan hanya dati 1 pihak saja." jata pak gubernur D


" semua daerah pasti mengalami hal ini, akan tetapi kalau kita sudah menemukan solusi terbaik insyaAllah selanjutnya akan enak, apalagi masyarakat tidak membuang sampah sembarangan apalagi dibuang ke kali dampaknya kemana mana." kata pak walikota


" nanti saya akan bantu di dewan supaya masalah ini bisa dibicarakan juga di tingkat atas." kata pak bambang


" saya juga akan bentuk tim untuk pembangunan PLTS di daerah pabrik LA, apakah disana memungkinkan atau tidak. Karena dengan dibangunnya pabrik minyak perusahaan LA ada tim lingkungan hidupnya juga dan saya juga akan koordinasikan sama pak bupati KBB." kata vian


" wah hebat pak, semoga saja bisa terealisasi dan itu akan menjadi percontohan pak." kata pak gubernur D


" semoga saja niat kita yang baik ini diberikan kemudahan dan kelancaran." kata vian


" aamiin." jawab mereka


Tak lama isterinya pak walikota datang bersama lily dan ibu ibu yang lainnya.


" pak, angga enggak mau pulang gimana ya, dia langsung main sama anaknya ibu lily dan pak gubernur tuh." kata ibi Hanum


" kenapa dia mau menginap disini atau ibu juga mau menginap disini." kata pak walikota


" iya katanya." kata ibu hanum sambil tersenyum


" iya sudah menginap saja, pak vian juga tadi menawarkan untuk kita menginap disini." kata pak walikota


" benar apa kata saya kan, virus keluarga pak vian sangat dasyat, siapapun yang datang kesini pasti betah." kata pak bambang


" betul pak biasanya isteri dan anak tuh susah untuk bisa bergaul dan cepat akrab sama orang lain, janagkan orang lain sama saudara sendiri saja susah." kata pak walikota


" iya udah mah, kasih saja kunci kamar tamu, kalau ibu mau istirahat." kata vian


" iya pah, nanti mamah kasih." kata lily


mereka pun mengobrol lagi, vian menyuruh indra untuk membuat bara api untuk bakar jagung.

__ADS_1


__ADS_2