Perjalanan Hidup Anak Kampung

Perjalanan Hidup Anak Kampung
Membuat usaha Restoran


__ADS_3

Jam 6 pagi mereka baru bangun. vian langsung ke kamar mandi lalu disusul astrid. setelah mandi vian dan berpakaian vian duduk di kursi. melihat hanphone takut lily telepon atau kirim pesan. astrid yang sudah berpakaian menghampiri vian


" mas mau buat teh atau kopi." kata astrid dan dia membuat air panas


" teh aja sayang. makasih." jawab vian


" mas isterinya gak telepon." kata astrid


" gak, dia tau suaminya lagi diluar kota, jadi gak telepon kalo gak penting." kata vian menjelaskan


" mas gak ngasih kabar." kata astrid sambil memberikan teh yang udah dia buat


" nanti aja kalo sudah di bandara. oh iya ke lokasi yang buat usaha itu jauh gak dari sini" kata vian


" cuma 30 menitan kalo gak macet mas, oh iya hampir lupa aku minta kunci toko itu." jawab astrid. lalu dia mengirim pesan ke adiknya supaya mengantar ke tempat toko itu jam 9an.


" kalo begitu kita sarapan dulu aja." ajak vian, sambil beranjak pergi di ikuti oleh astrid. sesampainya di restoran tempat sarapan mereka mengambil buah buahan dan duduk di kursi yang kosong.


" mas mau makan apalagi, biar aku ambilkan." kata astrid


" gak usah biar mas ambil sendiri aja." jawab vian lalu beranjak mengambil nasi goreng dan lauknya. asteid mengikuti vian mengambil makanan. dan duduk kembali di tempat yang tadi.


" jam berapa kamu janjian sama teman kamu itu." kata vian


" jam 9an mas. mas kasih kabar ke istrinya takut dia khawatir." kata astrid. vian pun mengeluarkan handphonenya dan mengirimkan pesan


" mah lagi apa?, hari ini mamah mau kemana?." tanya vian


" baru aja mamah mau kirim pesan, papah udah kirim duluan. baru selesai mandiin de qinar, oh iya pah mamah boleh ke butik." kata lily


" iya boleh sayank." jawab vian


" papah hari ini kemana." tanya lily


" paling jalan jalan di dekat hotel, baru nanti ke bandara." jawab vian


" iya udah kalo begitu, kabari aja kalo sudah di bandara ya." kata lily


" iya sayank. mamah jangan lupa sarapan ya, mamah mau dibawain oleh oleh apa." kata vian


" beli makanan khas sana aja pah." jawab lily


" iya udah kalo begitu. nanti papah kabari lagi ya." kata vian


" istri mas mau dibawain apa." kata astrid


" dia minta makanan khas kota ini." jawab vian


" iya udah nanti beli di toko oleh oleh." kata astrid


" oke makasih ya." jawab vian


setelah sarapan vian dan astrid kembali ke kamar, merapikan barang bawaan. vian duduk di kursi menyalakan rokok dan minim kopi.


" oh iya kalo bisa sekalian aja kalo ada teman kamu yang bisa design interior buat restoran biar ketemuan hari ini juga." kata vian


" iya mas, aku suruh teman aku untuk sekalian ngajak orang design interior." jawab astrid dan dia langsung mengirim pesan ketemannya.

__ADS_1


" kamu kan mulai besok sudah gak kerja lagi, jadi kamu bisa awasi pengerjaannya ya." kata vian


" iya mas itu pasti, itukan buat kehidupan aku juga." jawab astrid


" nama restorannya apa." kata vian


" kalo Viastri Resto gimana, bagus gak." jawab astrid


" apa artinya.?" tanya vian


" Vian astrid, kalo livi kan Lily Vian, jadi kalo usaha kita itu. boleh gak." kata astrid


" bagus juga." jawab vian


" mas nanti istrinya bakalan tanya gak uang yang dipake buat usaha kita ini." tanya astrid lalu menghampiri vian karena sudah beres beres dan duduk lagi di pangkuan vian


" ini uang simpanan aku dulu sebelum nikah sama istri. jadi gak ada sangkutan sama hasil usaha setelah menikah." jawab vian


" jadi istri mas gak tau uang itu." kata astrid


" iya gak, aku pake kalo kepentingan pribadi aja bukan kepentingan usaha, jadi kamu harus bener bener ngelola usahanya." kata vian


" iya mas, aku pasti serius." jawab astrid


" kalo kamu gak serius, aku gak bisa hidupin kamu." kata vian


" kok gitu sih mas.. tega banget sama istrinya." jawab astrid


" aku kan udah bilang aku gak bisa nikahin kamu kalo aku gak ada usaha lain selain yang udah aku dan istri aku jalanin. jadi kamu harus benar benar ngelolanya, ngembangin usahanya." kata vian


" iya, aku ngerti mas. makasih udah mau membuat usaha restoran ini buat aku." jawab astrid lalu dia mencium bibir vian dan menarik tangan vian supaya memeluknya


" kok ngomong gitu lagi sich mas. aku akan selalu sayang sama mas, aku juga akan ngertiin kondisi mas." jawab astrid cemberut


" kita gak bisa setiap hari kaya suami istri lainnya terutama masalah waktu." kata vian mengingatkan astrid


" aku tau itu mas, dan mas juga jangan berfikiran macam macam ke aku walau kita jauhan. aku akan menjaga kehormatan mas." kata astrid


" kita jalanin dulu aja ya, mas percaya sama kamu, dan kamu harus buktiin itu." kata vian


" iya mas. aku sangat sayang sama mas, aku gak mau mas ninggalin aku." kata astrid


mereka siap siap untuk pergi ke lokasi yang akan dijadikan restoran. lalu vian check out dari hotel itu yang menjadi saksi mereka walau gak melakukan yang lebih jauh.


35 menit perjalanan mereka sampai di lokasi yang akan dijadikan restoran, sepanjang jalan tadi vian melihat kondisi lingkungan disana.


" mas udah sampai." kata asrid


" ini lokasi yang akan dijadikan restoran itu." jawab vian


" iya mas, tuh adik aku sudah nunggu." kata asrrid sambil nunjuk ke adiknya Bella. astrid mengenalkan bella kepada vian


" mas ini adik ku, bella. dek ini mas vian." kata astrid. vian dan bella bersalaman


" mba memangnya mau dibuat apa toko ini." kata bella


" mba sama mas vian ini mau bikin restoran dek, jadi nanti mba gak akan kerja lagi di bali. mba akan fokus ngejalanin dan ngembangin usaha ini. mas vian ini yang akan ngemodalin mba." kata astrid

__ADS_1


" asyik kalo begitu, nanti aku boleh bantuin ya mba." kata bella


" tentu dong boleh. doain ya semoga lancar semuanya. oh iya kamu kesini naik apa." kata astrid


" aku naik ojek online mba." jawab bella sambil menyerahkan kunci toko. astrid membuka toko itu sedangkan vian semenjak datang terus melihat situasi disana.


" mas mau lihat tokonya." kata astrid


" nanti dulu mas mau lihat lihat dulu. kalo toko yang sebelah ini melik siapa." kata vian dan dia menyalakan rokok


" itu juga milik aku, tapi gak begitu besar kaya yang ini." jawab astrid


" kalo ini dijadikan toko buah buahan boleh." kata vian


" boleh aja mas, memang mas mau buka toko buah buahan juga." jawab astrid


" kalo melihat disekitaran sini gak ada toko buah, dan lokasinya dekat dengan rumah sakit, biasanya kalo orang mau jenguk suka bawa buah buahan. terus kita juga mau buat restoran jadi untuk jusnya dari toko buah buahan ini." kata vian


" o iya mas mau minum apa biar aku belikan di supermarket itu." kata astrid


" minuman dingin aja, teh atau kopi sama air mineral. oh iya rokok juga ya." jawab vian sambil menyalakan lagi rokok dan memberikan uang 3 lembar 100 ribuan


" iya mas." jawab astrid sambil menerima uang yang diberikan vian lalu dia mengajak bella dan berjalan pergi menuju supermarket


" mba, mas vian itu siapa." tanya bella


" kasih tau gak ya." jawab astrid


" ih mba ini. jangan jangan yang mba bilang ke ibu waktu kemarin itu ya." kata bella


" kalo iya kenapa dek, cakep kan, awas aja kalau kamu naksir dia." jawab astrid


" kalau naksir kenapa." kata bella


" iya gak boleh lah, itu kan calon kakak ipar kamu." jawab astrid


" beneran mba." kata bella


" iya doain aja ya, semoga usaha ini lancar jadi mba sama mas vian bisa cepat bersama." kata astrid


" apa hubungannya dengan usaha dan pernikahan." kata bella


" kamu tau kan mas vian udah punya keluarga, jadi buat kehidupan mba itu dari usaha ini, mas vian gak mau ngambil uang dari hasil usahanya sama istrinya itu." jawab astrid sambil memilih makanan ringan dan minuman yang tadi di pesan vian dan untuk dirinya sama temannya nanti


" beneran dia udah berkeluarga. terus kenapa mba mau, mba kan cantik dan pasti ada yang mau sama mba yang masih singgle." kata bella ingin memastikan


" iya. mba juga gak tau kenapa, yang pasti mas vian baik, menghargai mba dan peduli sama keluarga kita. uang buat berobat ibu itu dari dia dek." kata astrid


" jadi dia itu bos tempat mba kerja." kata bella


" iya dia pemilik tempat mba kerja, keluarganya juga baik, istrinya, dan mertuanya juga. dan usaha yang akan dijalankan ini modalnya dari mas vian." jawab astrid


" kok mba bisa kenal sama bos tempat mba kerja." kata bella


" pertama ketemu waktu rapat, mas vian ngasih pencerahan buat manajemen, dan mba ditunjuk jadi penanggung jawabnya, dari situ mba sudah mulai suka sama dia, dan terakhir kemarin karena habis rapat sampai malam mba nemanin dia ngobrol sambil ngopi di tempat mba kerja. dan mba ngejelasin tentang kondisi keluarga kita. mas vian disitu langsung ngasih uang ke mba untuk berobat ibu, kalo gak ada bantuan dari dia mungkin ibu gak akan ketolong dek.." kata astrid menjelaskan


" mba suka karena dia ngasih uang aja." kata bella

__ADS_1


" gak juga. mba lihat mas vian pekerja keras, baik, sayang sama keluarganya, peduli sama karyawannya." jawab astrid


setelah selesai membayar astrid dan bella kembali lagi ke tempat vian berada.


__ADS_2