
Vian dan isterinya pun masuk ke kamar mereka. Karena sudah lama tidak melakukan hubungan suami isteri dalam minggu minggu itu dengan di dukung suasana mereka pun melampiaskannya. Shinta yang sedang hamil pun semangat menggebu tapi karena kondisi dia akhirnya menyerah setelah mengalami ******* 2 kali. Akan tetapi lily, astrid dan dilla tidak demikian teritama lily, peperangan pun berlanjut, sampai sampai vian dibuat kelelahan.
" papah harus banyak olah raga dan jaga kesehatan ya. Siapa suruh memiliki banyak isteri." kata lily sambil memberikan kecepun
" iya, terimakasih ya, maaf akhir akhir ini papah banyak kerjaan." jawab vian lalu membalas kecupan lily
Setelah melepas hasrat mereka pun tidur bersama. Di pagi hari setelah mandi dan sholat shubuh bersama mereka pun mengobrol di sofa.
" papah mau dibuatkan kopi." kata dilla
" boleh sayang terimakasih banyak. Oh iya gimana anak anak rewel enggak." kata vian.
" alhamdulillah pah de alea anteng, sepertinya dia juga menikmati liburan ini." jawab dilla, lekas dia membuat kopi untuk vian
" de avin juga, alhamdulillah kuat, dia mau mebikmati liburan ini juga." kata astrid
" de qinar tuh dia udah mulai jalan, sampai sampai evi kewalahan sekarang pah." kata lily
" lebih hati hati lagi aja kalau begitu, khawatir dia ke tempat yang berbahaya kalau lepas dari pengawasan kita dan evi." kata vian
" iya kita saling mengawasi aja ya." kata lily
" pah ini kopinya.." kata dilla
" makasih ya sayang." jawab vian, lalu dia pamitan pergi ke balkon, dia menyalakan rokoknya sambil menikmati pemandangan laut yang indah. Tak lama lily mengajak vian pergi melihat sunrise di halaman hotel, yang lainnya pun sama datang kesana. Mereka tidak ingin melewatkan moment tersebut. Lily meminta berphoto bersama vian dan devan sama de qinar astrid, dilla dan shinta pun meminta diphoto bersama vian dan anak anaknya serta bersama orangtua mereka supaya bisa menjadi kenang kenangan. Setelah masing masing keluarga mereka berphoto bersama semuanya. Selesai melihat sunrise mereka pergi ke restoran untuk sarapan. Lily pun menjelaskan kepada yang lainnya supaya tas dan barang bawaan yang enggak akan di bawa ke kapal supaya di simpan di kamarnya aja. karena malam ini tidak akan menginap disana. selesai sarapan vian pun pergi ke tempat yang bisa merokok, vian duduk di halaman bersama pak dede, haris dan putra.
Jam 9.17 menit mereka sudah siap siap untuk naik ke kapal, mereka pun naik perahu kecil untuk naik ke kapala sebagian sebagian. Rombongan vian yang terlebih dahulu naik ke kapal. Di atas kapal mereka di sambut oleh kru kapal dengan memberikan mereka jus. Semuanya pun menikmati keindahan kapal tersebut, mereka pun diberikan arahan keselamatan selama di kapal dan tindakan penyelamatan jika terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan, setelah itu vian dan yang lain diajak keliling melihat lihat fasilitas yang ada disana. Kapal pun bergerak menuju lautan. Vian dan yang lainnya pun pergi ke dek untuk melihat pemandangan lautan.
" pah mau dibuatkan kopi." kata lily
__ADS_1
" boleh sayank sekalian tanya yang lainnya juga ya, sekalian pesan buat mereka." kata vian. Vian pun menhalakan rokoknya sambil duduk di kursi, pak adi, pak bowo dan pak wnago pun gabung, pak dede, pak edi, haris dan putra pun sama sambil melihat anak anak mereka. Anak anak SPI asyiik berphoto ria.
" kamu enggak mabuk kan sayang." kata vian
" sedikit pusing pah." jawab shinta. Lalu menyandarkan kepalanya di bahu vian.
" iya udah kalau begitu kamu masuk ke kamar aja, istirahat disana." kata vian
" enggak ah pah, aku mau disini, aku juga mau menikmati suasana ini." kata shinta
" iya udah terserah kamu aja, kalau mau makan atau apa bilang atau pesan aja langsung ya." kata vian
" iya pah, makasih ya." kata shinta sambil menganggukan kepalanya.
" oh iya kalau bapak bapak mau memancing nanti bisa kalau kita sudah berhenti, peralatan semuanya sudah kami siapkan." kata kepala kru
" aa juga mau mancing ah, aa mau lihat lumba lumba." kata devan
" mudah mudahan aja kita berkesempatan lihat sebentar lagi kita akan ke tempat dimana biasanya ikan lumba lumba muncul." kata kepala kru
" aa harus hati hati ya, nanti aa kecebur ke laut loh." kata vian
" iya pah, aa akan selalu hati hati." kata devan
" ayo pah kita photo photo juga, buat kenang kenangan kita." kata lily. Mereka pun ber photo disana, photo berdua, berphoto sama devan dan de qinar, astrid, dilla dan shinta pun enggak mau ketinggalan, akhirnya mereka pun berphoto bersama. Selesai berphoto vian menikmati kopi dan menyalakan kembali rokoknya.
" papah ada ikan lumba lumba," teriak devan, vian pun pergi menemui devan, yang lain pun ikut mrlihat lumba lumba dan memphotonya.
" kita beruntung bisa melihat lumba lumba ya." kata lily
__ADS_1
" iya nih, kita berkesempatan bisa melihatnya." kata ibu citra
Tak lama kapal pun bersandar, mereka naik perahu kecil untuk pergi ke taman nasional komodo. Vian dan rombongan pun di pimpin oleh petugas disana untuk melihat komodo, vian menggendong devan sambil mendengarkan arahan dan pemberitahuan dari petugas disana.
" setelah mengawani komodo betina, komodo jantan akan meninggalkan komodo betinanya." jelas petugas disana
" dasar ya para pria itu setelah enak enak, kabur meninggalkan." kata ibu ibu
" saya enggak seperti itu bu, jangan samakan dong." kata vian
" sama aja ah." kata lily
" enggak lah, buktinya papah nikahin kalian." jawab vian. Setelah melihat lihat disana mereka kembali ke kapal. Mereka pun makan siang terlebih dahulu dan istirahat.
Sore hari mereka pun pergi ke tempat wisata lainnya untuk melakukan snorkeling dan berenang, devan sangat senang, vian mengajak de qinar berenang.
" ayo shin ikutan juga, bagus loh buat ibu hamil." kata lily
" iya nak, kamu berenang sebentar aja, supaya kamu juga bisa rilexs." kata ibu shinta. Shinta pun ikutan berenang, anak anak SPI dan ibu ibu mereka seng melakukan snorkeling. Vian juga ikutan setelah menyerahkan de qinar ke evi. Setelah puas mereka kembali ke kapal untuk bersih bersih dan berganti pakaian, lalu mereka pergi ke dek untuk menikmati sunset. Vian membawa kopi dan menyalakan rokoknya dan mengobrol bersama pak dede dan yang lainnya.
" terimakasih pak sudah mengajak saya dan keluarga liburan, mereka senang sekali." kata pak dede
" sama sama pak de, alhamdulillah kalau keluarga pak dede senang, lagian kan kita udah jadi keluarga, masa yang lain saya ajak sedangkan keluarga saya sendiri enggak." kata vian. Tak lama lily datang menemui mereka
" pah photo yu.... Mumpung masih ada sunsetnya." ajak lily, vian pun menuruti keinginan lily, vian dan lily pun berphoto berdua, mereka diphoto sama bima. Selesai di photo lily pun mengajak vian duduk di dek atas, mereka duduk berdua, lily menyandarkan kepalanya di bahu vian.
" mamah senang banget pah bisa liburan kesini, terimakasih ya pah." kata lily
" sama sama sayank," jawab vian lalu mencium kening lily. Mereka pun menikmati sunset berdua disana.
__ADS_1