Perjalanan Hidup Anak Kampung

Perjalanan Hidup Anak Kampung
Terasa Kekeluargaannya


__ADS_3

Setelah jagung bakar matang, vian mempersilahkan untuk pak walikota mencicipi dan vian juga menawarkan mau minum apa.


" saya biasa pak susu panas." kata pak gubernur B


" sama kita juga." kata pak bambang dan pak gubenrur D


" sama saya juga, saya ingin mencobanya." kata pak walikota. Vian pun menyuruh marni untuk membuatkannya, sedangkan vian membuat kopi sendiri. Para gadis setelah mengambil jagung bakar mereka pamitan untuk pergi ke mess.


" a besok aa ada acara kemana." tanya ika


" palingan ke yayasan, ada apa memangnya." kata vian


" iya udah kita ikut ya." kata ika


" iya sudah kalau mau ikut." kata vian, vian pun langsung telepon pak dede supaya besok membawa minibus karena mau ke yayasan.


" ini susu dan jagungnya enak banget." kata pak walikota


" apalagi di makan di villa pak vian yang di pabrik LA, mantap betul pak wali." kata pak gubernur D


" terus anak anak itu bekerja dimana saja pak." tanya pak walikota


" kebanyakan di Perusahaan SPI, mereka berkreasi dan berinovasi disana." kata vian


" benar benar pak vian ini menyiapkan wadahnya juga buat mereka itu." kata pak walikota


" alhamdulillah omzet mereka sekarang per bulan di 2 milyaran, kemungkinan bulan depan bisa mencapai di 3 milyar karena ada produk baru." kata vian


" yang kaoskaki itu jadi pak." kata pak gubernur D


" jadi pak, malahan kantor LA sekarang dikuasai oleh produk SPI dan alhamdulillah sudah masuk beberapa karyawan baru." kata vian


" wah program pak Bupati KBB terlaksana dong nih berkat bantuan pak vian, beliau menepati janji politiknya." kata pak gubernur D


" sama pak saya juga banyak dibantu pak vian seperti rumah tanpa DP walau perumahan itu tidak di provinsi saya, tenaga kerja, kesehatan warga, mengurangi kemacetan dengan adanya perusahaan pak vian memberikan contoh perusahaan perusahaan menyediakan layanan tranportasi. Dan terutama peningkatan pertumbuhan pelaku usaha UMKM." kata pak gubernur B


" saya juga sama pak, dengan meningkatkan tarap hidup para petani di pedesaan dengan membentuk kelompok tani yang bekerjasama dengan perusahaan LA." kata pak gubernur D


" jadi kinerja bapak bapak gubernur ini dibantu pak vian dong." kata pak bambang, pak gubernur ketawa.

__ADS_1


" apalagi kalau nanti kebutuhan pangan bisa kita kendalikan ini pencapaian luar biasa." kata pak gubernur D


" disini saja baru merekrut kurang lebih 5 karyawan baru untuk yang bersih bersih di mess dan di kantor SPI dan LCI, 2 orang di L-Pro itu dari anak anak panti asuhan yang sudah dewasa yang saya pekerjakan." kata vian


" ngomong ngomong sawah yang di karawang itu siapa yang akan menggarapnya." tanya pak gubernur


" itu pekerja yang sebelumnya yang berasal dari daerah sana, jadi kita tetap mempergunakan tenaga mereka, alhamdulillah mereka masih mau bekerja sama kita." kata vian


" Bodoh saja kalau mereka sampai enggak mau, banyak orang yang mau kerja di livi group." kata pak gubernur D


" saya berharap nanti kalau perusahaan BLS dibuka akan menyerap tenaga kerja dari daerah saya juga pak." kata pak walikota


" insyaAllah pak, dengan berkembangnya perusahaan saya akan banyak tenaga kerja yang akan kami butuhkan." kata vian


" saya juga akan suruh walikota F untuk datang besok ke lokasi yayasan livi, supaya dia bisa bekenalan dengan pak vian." kata pak gubernur D, beliau pun langsung menelepon walikota F, dan memberitahukan bahwa pak gubernur akan pergi ke yayasan livi. Karena sudah malam mereka pun masuk ke kamar masing masing. Di dalam kamar vian mengobrol dengan lily, astrid dan dilla.


" pah besok mau kemana." kata lily


" papah mau ke yayasan livi sama pak bambang, pak gubernur B dan pak gubernur D, enggak tau pak walikota B mau ikut atau enggaknya." kata vian


" iya udah mamah ikut kesana ya, mamah mau lihat kondisi sekarang." kata lily


" iya boleh, tapi ingat harus jaga kondisi kalian." kata vian


mereka pun pergi tidur, mereka pun berpelukan dan akhirnya mereka pun tertidur.


Seperti biasa di pagi hari vian bangun lalu membangunkan astrid dan dilla untuk sholat bersama, vian pun pamitan untuk olahraga, vian pergi naik sepeda keliling komplek perumahan, setelah berkeringat dan cape vian pulang dan mengambil air minum dan membuat susu panas lalu pergi ke teras depan. Vian menikmati susu panas dan menghisap rokoknya. Tak lama pak gubernur D dan pak gubernur B datang kesana.


" enggak ajak ajak nih olah raga." kata pak gubernur D


" khawatir cape pak, kalau mau sepedahan ada 2." kata vian


" boleh pak saya pinjam, supaya jaga kondisi juga nih." kata pak gebernur B, mereka berdua pergi menaiki sepeda untuk keliling komplek tentunya di ikuti pengawalan


" enak banget ya suasana disini, dari kamar melihat danau dan ada suara burung pohon pohon juga ada jadinya terasa sejuk di tambah suasana disini terasa banget kekeluargaannya." kata pak walikota


" sampai sana itu masih tanah pak vian juga." lanjut pak walikota sambil menunjuk ke arah mess


" alhamdulillah pak, nanti disana akan dibangun untuk kantor livi group." kata vian, tak lama para gadis datang kesana.

__ADS_1


" ayo mas kita olahraga." kata bella


" mas udah tadi naik sepeda." jawab vian


" iya udah a, kita mau joging dulu ya, siapin untuk nanti umroh." kata ika


" iya sudah sana keburu siang, dan kalian jangan karena mau umroh aja tapi setelah itu pun harus tetap dijalankan." kata vian


" kita berangkat dulu om." kata silvy


" iya hati hati." kata vian


" itu siapa saja pak kok banyak anak anak gadis disini." kata vian


" seperti inilah kalau di sini pak, alhamdulillah bisa menjadi tempat silaturahmi dan memperbanyak saudara. yang tadi itu adik kandung dan adik ipar saya, terus teman temannya adik ipar yang kerja di SPI dan LCI, anaknya pak Bambang, anaknya pak gubernur D dan pak gubernur L sama temannya." kata vian


" pak wali hari ini ada acara enggak, kalau enggak dan mau ikut kita akan pergi ke yayasan livi." lanjut vian


" boleh pak, kalau tidak merepotkan bapak dan keluarga." kata pak walikota


" enggak lah pak, nanti kita naik minibus saja biar rame rame." kata vian


" boleh pak, kapan lagi saya bisa berkumpul seperti ini. Semalam juga anak bilang katanya mau naik kuda sama devan." kata pak walikota


" boleh itu, nanti anak anak bosa naik kuda dan naik bebek bebekan di danau." kata vian


" memangnya disana ada tempat wisatanya pak." kata pak walikota


" kalau kuda itu ada di area villa keluarga kalau bebek bebekan ada di dekat restoran milik ibu dan ibu mertua saya pak." kata vian


" benar benar pak vian ini menyiapkan untuk semuanya ya." kata pak walikota


" supaya mereka ada kegiatan saja pak dan menyalurkan hobbynya, karena kita enggak tau posisi seperti ini akan terus berlangsung." kata vian


" papah ayo kita main sepeda." kata devan yang baru datang


" papah udah tadi sayang, papah temani aa aja ya main sepedanya, lagian kan aa mau naik thunder jadi jangan cape cape dan minggu depan kita akan pergi jauh." kata vian


" iya udah pah aa main sepeda disini aja ya." kata devan

__ADS_1


" oke sayang." kata vian, devan pun mengambil sepedanya lalu dia berkeliling di halaman.


__ADS_2