Perjalanan Hidup Anak Kampung

Perjalanan Hidup Anak Kampung
Meninjau lokasi Pabrik


__ADS_3

Setelah istirahat vian pergi ke kamar mandi untuk bersih bersih, selesai dari kamar mandi vian pergi ke ruang keluarga lalu duduk di sofa.


" mau dibuatkan kopi mas." kata bella


" iya boleh, terimakasih." kata vian, bella lalu membuat kopi dan menyerahkannya kepada vian, vian pun menyalakan rokoknya


" untung aku ikut ya, jadi aku bisa merasakannya lagi." lanjut bella lalu dia pun pergi ke kamar mandi untuk bersih bersih. Tak lama shinta datang dan duduk di kursi depan vian.


" terimakasih ya pak, maaf kalau aku kurang ajar, jangan berfikiran bahwa aku perempuan yang hanya mengejar harta bapak. Aku memberikan itu memang karena aku suka dan sayang sama bapak, itu sebagai ucapan terimakasih aku juga, bapak udah baik ke aku dan keluarga aku, jangan benci dan menghindar dari aku ya." kata shinta


" saya yang minta maaf udah mengambil mahkota kamu, saya gak pernah berfikiran kesana. Kok panggil bapak lagi sih." kata vian


" iya pak, eeeh aa, aku ikhlas memberikan itu ke aa, ini pengalaman yang gak akan pernah aku lupakan, aku gak akan minta macam macam, yang penting bapak tetap sayang sama aku, aku udah bahagia." kata shinta


" iya, tapi kalau ada apa apa kamu kabari saya ya." kata vian


" iya aa, aku akan kabari aa," kata shinta lalu pindah duduknya kesamping vian lalu menyandarkan kepalanya ke bahu vian.


" aku bahagia banget malam ini, aa gak akan merendahkan dan menghindari aku kan." kata shinta


" kenapa saya menghindar, tapi kita harus jaga jarak kalau di kantor ya." kata vian


" iya a, aku juga tau itu," kata shinta, Tak lama bella datang membawa makanan ringan lalu duduk disamping vian


" terimakasih ya mas udah buat aku bahagia lagi." kata bella

__ADS_1


" terimakasih juga kalian udah mijitin mas." kata vian


Selesai mengobrol mereka pun tidur. Di pagi hari vian bangun, setelah minum air putih vian pergi mandi, vian pun membangunkan shinta dan bella lalu duduk di sofa.


" a, mau dibuatkan teh, kopi atau susu." kata shinta


" susu panas aja ya, terimakasih." kata vian, shinta pun membuat susu panas lalu membawanya ke vian.


" iya a sama sama, Jangan sakiti aku, jangan pernah berubah." kata shinta


" nanti kamu harus bisa menghandle urusan livi group, untuk memudahkan aktivitas kamu beli mobil." kata vian


" bukannya gak mau a, tapi aku masih banyak pengeluaran yang harus aku tanggung." kata shinta


" memangnya orang tua kak shinta kemana." kata bella


" maaf ya kak, aku juga sama sudah gak punya ayah." kata bella


" kemarin aja waktu ibu sakit aku udah pusing mau bawa ibu ke rumah sakit, aku beranikan kirim pesan ke pak vian, alhamdulillah akhirnya ibu bisa dibawa ke rumah sakit." kata shinta


" kalau kamu gak ngomong mana saya tau kamu perlu bantuan. Sebisa mungkin saya akan bantu kalau memang saya membantunya." kata vian


" iya a, terimakasih." kata shinta


" kalau saya gak bantu, kamu juga mana mau sama saya kan." kata vian becandain shinta

__ADS_1


" enggak juga a, aku memang sudah suka sama aa, tapi aku juga tau diri lah." kata shinta


" mas kita nginap lagi aja ya, biar aku bisa terus sama mas." kata bella


" lihat nanti ya, kalau kerjaan disini masih ada iya kita menginap lagi." kata vian


" iya aa, aku juga masih mau sama sama." kata shinta. vian tidak pernah berfikiran untuk berbuat sejauh itu, tapi manusia yang diberikan hawa nafsu, kucing tidak akan melepas ikan uang sudah ada di depannya.


" mas minggu depan ke surabaya hanya mas aja kan." kata bella


" memangnya kenapa, mas belum tau." kata vian


" mas aja sendiri ya, biar kita bisa berduaan." kata bella


" kan ada ibu." kata vian


" nanti kan ibu di rumah, kita tidurnya di rumah mas." kata bella


" lihat aja nanti ya, kayanya nanti barengan sama pak daryat untuk mengurus pembangunan perumahan di pabrik LCI." kata vian


" iya udah kita menginap aja di hotel oke kan." kata bella sambil memeluk lalu mencium pipi vian.


" mas aku mau lagi." rengek bella manja. Lalu duduk di pangkuan vian dan mencium bibir vian, vian yang mendapat serangan seperti itu di pagi hari dia pun membalasnya, lirihan bella pun sudah terdengar, " mas aku gak tahan lagi nih." lanjut bella. Bella mengambil tangan vian supaya memegang bukit kembarnya, setelah itu dia bangkit dan membuka celana pendek vian, lalu memainkan pusaka vian " kak shinta belum pernah kan ayo kak coba." kata bella lagi, shinta sedikit ragu karena dia belum pernah, akan tetapi hasratnya sudah naik membuat ia mengambil alih pekerjaan bella. Setelah 7 menitan vian pun mengajak mereka ke kamar, bella sudah membuka pakaiannya, lalu mencijm bibir dan memeberikan bukitnya ke vian. Shinta masih memegang kendali di pusaka vian yang sekarang dia sudah biasa. Bella pun memberikan mahkotanya, setelah itu menyuruh shinta bergantian, bella membimbing mahkotanya untuk masuk ke dalam pusaka vian. Shinta mencium bibir dan vian pun memainkan bukit kembar shinta, shinta sudah terbawa suasana lalu memberikan mahkotanya ke vian.


Bella mempercepat permainannya, " mas aku sampai." kata bella lalu ambruk di tubuh vian. Vian menyuruh shinta untuk terlentang, lalu mengarahkan pusakanya ke mahkota shinta. " pelan pelan mas, masih sakit." kata shinta. Vian menurutinya dengan perlahan lahan memasukan pusakanya, setelah beberapa detik vian sudah menaikan tempo dan menciumi bibir dan bukitnya shinta, akhirnya shinta sudah bisa mengimbanginya permainan tersebut. " a, aku mau pipis." lirih shinta. Vian menaikan tempo dan memainkan bukit kembarnya. " aku gak tahan a." kata shinta lalu dia mengejang. Vian mencabut pusakanya lalu mengarahkan kepada mahkota milik bella. " mas kok kuat sih." kata bella.

__ADS_1


Vian mengendalikan permaian dengan menciumi bibir dan leher lalu bukit kembarnya. Bella dibuat kewalahan. " mas aku gak tahan lagi nih." kata bella, " tahan sebentar, kita barengan." kata vian, lalu menaikan lagi tempo permainannya dan akhirnya bella dan vian mencapai puncak bersama. Vian mencium kening bella lalu beralih ke shinta. Vian pun memeluk mereka berdua, keringat hasil olahraga pagi pun keluar. Selesai beristirahat selama 20 menit bella mengajak vian untuk mandi bareng, shinta pun tidak mau ketinggalan untuk bergabung. selesai mandi vian siap siap untuk ke lokasi pembangunan pabrik, vian mengirim pesan kepada opik untuk membeli sarapan, vian pun duduk di sofa lalu minum air putih, menyalakan rokoknya. Sedangkan bella dan shinta sedang di dalam kamar merapihkan kasur dan yang lainnya serta berdandan.


Jam 7 vian dan yang lainnya sarapan bersama di aula, setelah itu mereka pergi untuk meninjau ke lokasi pembangunan pabrik, hanya 7 menit perjalanan mereka sampai di lokasi, opik menjelaskan kepada vian tentang proses pembangunan tersebut.


__ADS_2