Perjalanan Hidup Anak Kampung

Perjalanan Hidup Anak Kampung
Dilas Cafe 2


__ADS_3

mereka pun jalan jalan di mall, lalu melihat toko yang jual sprei dan sarung bantal, astrid dan dilla pun memilih, setelah itu membeli sesuai ukuran kasur yang dibeli, yang super king beli 2 set, beli handuk. lalu vian membeli pakaian santai celana dan kaos serta pakaian dalam. astrid, dilla dan bella pun membeli pakaian tidur. selesai berbelanja mereka kembali ke dilas cafe.


tak lama barang kiriman dari toko perlengkapan cafe datang, vian menyuruh dilla untuk mengecek sesuai surat jalan dan struk pembelian. barang yang buat di rumah pun di pisahkan.


" mas ini dari toko meubel dan toko eloktronik ngasih tau, katanya sekarang mau dikirim." kata astrid


" iya udah kita kesana aja dulu, oh iya ke toko elektronik tambah beli disfenser air, tadi lupa nanti bayarnya pas di rumah. lagian janjian sama chef dan mas bayu jam 5an." kata vian


" tau gitu kita gak usah nginap di hotel lagi ya." kata dilla


" gak apa apa, nanti malam aja kita check out hotel, baru kita nginep di rumah baru." kata vian


" iya. masa kita nempatin rumah baru tanpa mas." kata astrid


" iya makanya nanti setelah dari sini kita ke hotel, istirahat sebentar baru kita ke rumah." kata vian


" asyiik, kita nempati rumah baru." kata dilla


" aku boleh tidur disana gak." kata bella


" boleh tapi tidur sendiri di atas ya. jangan ganggu" kata vian


" iya deh aku ngerti, tapi gak apa apa aku ikutan juga." kata bella


" kamu anak kecil." kata astrid


" aku udah gede mbak," kata bella


" ya udah kita ke sana sekarang, kita beli dulu air minum, air galon, dan perlengkapan mandi,." ajak vian, vian meminta bantuan pak win untuk memasukan peralatan rumah. mereka pun pergi ke rumah sebelumnya ke supermarket dulu.


15 menit perjalanan mereka akhirnya sampe di rumah, sekarang mereka sudah tidak harus melapor karena sudah dapat kartu akses masuk. vian menurunkan belanjaan dan menyimpan didalam.


" kalau begitu telepon ibu dan si ari suruh kesini as." kata vian


" gak apa apa gitu mas." jawab astrid


" iya gak apa apa mereka suruh aja ke cafe dulu, lagian kamar masih ada. besok kan mas mau pulang, dil telepon juga bapak sama ibu, suruh ke cafe aja dulu." kata vian


" iya mas aku telepon mereka." kata della


" suruh naik taxi aja gak apa apa kan. nanti dibayar di cafe." kata vian


" iya gak apa apa mas, sama kita beli makan buat makan malam ya." kata astrid


" iya nanti aja pas kita ke hotel." kata vian


tak lama orang yang kirim kasur dan yang lainnya datang. vian menyuruh memasukan ke tempatnya langsung. setelah selesai vian memberikan tips buat mereka.


tak berselang lama kiriman dari toko elektronik mengirim kulkas, tv, microwave dan disfenser datang, vian membayar tagihan disfenser. setelah selesai vian juga memberikan tips kepada orang yang kirim barang tersebut


astrid, dilla dan bella memasang sprei dan sarung bantal. lalu mereka memasukan minuman yang tadi dibeli ke kulkas.

__ADS_1


" enak ya kalau beli rumah bagus, semuanya udah lengkap wajar aja mahal fasilitasnya udah lengkap." kata astrid


" udah dapat suami baik, ganteng, pengertian, bisa tinggal di rumah kaya gini lagi lengkap sudah hidup aku." kata dilla


" kita mimpi apa ya, berteman dan sekarang memiliki suami yang sama, tinggal 1 rumah lagi." kata astrid


" ini lah jodoh dan kita memang harua terus bersama." kata dilla


" aku juga mau jadi isteri mas vian dong, izinin ya. mungkin mas vian jodoh aku juga." kata bella


" emang kamu mau jadi istri mas vian uang ke 4." kata dilla


" jangankan istri ke 4, isteri simpanannya aja aku mau." kata bella


" bilang sana sama mbak mu, apa dia izinin." kata dilla


" as tolong telepon ke amel yang marketing perumahan ini, bagaimana cara mengaktifkan jaringan telepon dan internet, dan kamu juga harus cari pembantu. sama telepon juga toko elektronik tadi bisa gak antar lagi mesin cuci. sama coba apalagi yang kurang." kata vian


" iya mas, aku telepon sekarang." kata astrid, astrid pun telepon amel memberitahukan keinginannya. tak lama datang dari pengurus perumahan datang dengan membawa peralatan, dia pun memasang modem dan jaringan ke televisi. vian juga meminta supaya jaringan televisi ke kamar utama disambungkan. ini juga sebagai masukan kepada vian bahwa L-Pro dalam membangun kawasan perumahan sederhana ataupun elit harus bisa sampai mendetail, termasuk jaringan internet supaya kabel kabel provider tidak semraut, jadi perumahan harus menyiapkan jalur untuk kabel kabel tersebut.


" mas kata bapak mereka akan ke cafe jam 6an." kata dilla


" ibu juga mas sekitar jam segituan katanya." kata astrid


" kalian cati juga asisten rumah tangga ya. supaya kalian gak terlalu cape." kata vian


" nanti kita obrolin sama keluarga." kata dilla


" kayanya enak kita karaokean." kata astrid


" iya udah sekalian pesan mesin cuci juga tv buat di kamar dan beli speaker aktif sama micnya buat karaokean kalian. suruh antar malam ini" kata vian


" ini sudah mas aku pesan, katanya harus ditransfer dulu baru dikirim. ini totalnya dan nomor rekningnya." kat astrid. vian pun lalu mentransfer pembayaran barang barang tersebut. lalu astrid pun mengirimkan bukti transfer ke toko tersebut


" katanya malam ini dikirim jam 8an." kata astrid


" iya udah kita ke Dilas cafe lagi." ajak vian, sekarang vian yang menjadi sopir, 10 menit mereka sudah sampai di Dilas cafe, disana sedang menurunkan meja dan kursi cafe serta perlengkapan lainnya lalu mereka pula yang menatanya. astrid, dilla, dan bella izin ke supermarket mau beli minuman dan makan ringan.


tak lama mas bayu juga datang


" bagaimana kabarnya mas vian." kata mas bayu


" baik mas bayu, terimakasih sudah bekerja maximal untuk dillas cafe ini." kata vian


" sama sama mas itu kewajiban saya, o iya mas saya ngasih komfirmasi dulu bahwa saya juga membuatkan musholla disamping." kata mas bayu


" gak apa apa mas malahan bagus saya lihat, dan itu diluar pemikiran saya sebelumnya." kata vian


" iya mas soalnya pasti aja yang memerlukan temoat sholat, dan kalau di dalam kurang nyaman." kata mas bayu


" makasih mas bayu, jadi bagaimana progres pengerjaannya." kata vian

__ADS_1


" sudah selesai mas vian, sekarang lagi merapihkan ruangan lantai atas katanya mau buat kantor, dan mau pemasangan plang cafe dan toko buah." kata mas bayu, anak buah mas bayu langsung memasang plang di titik yang sudah ditentukan.


" oke mas, jadi total tagihan keseluruhan berapa lagi." kata vian


" ini total pengerjaan awal Rp. xxx.juta, pembayaran pertama dan kedua Rp. xx. juta, sisa Rp. xx. juta tambahan pengerjaan lainnya. Rp. xx.juta, jadi sisa pembayaran Rp. 7x.juta. itu sudah saya tekan harganya mas." kata mas bayu


" saya transfer ke rekening yang waktu itu dikasihkan." kata vian


" iya mas kesana aja, terimakasih banyak mas atas kepercayaannya." kata mas bayu. vian lalu mentransfer uang ke mas bayu, setelah berhasil vian mengirimkan buktinya ke mas bayu.


" mas sudah saya transfer ya, silahkan di cek aja." kata vian.


" sudah masuk mas, terimakasih banyak. kalau ada apa apa kabari saya aja mas, insyaAllah saya bantu." kata mas bayu


" kalau ke luar kota bisa kan mas ya." kata vian


" bisa mas, dimana aja kami akan kerjakan, o iya mas katanya mas sudah menikahi mbak astrid sama mbak dilla, selamat ya mas ." kata mas bayu sambil tersenyum


" terumakasih, tapi jangan ribut ya nanti istri pertama saya tau lagi." kata vian tersenyum juga. lalu dia menyalakan rokok


" wah hebat mas vian ini, saya 1 aja belum mas, " kata mas bayu


" masa kalah sama saya sih, saya melakukan ini saya takut tambah dosa mas." kata vian


" iya mas, saya salut sama mas vian, padahal mas vian bisa saja cuma mempermainkan mereka sesudah itu dibuang." kata mas bayu


" memang sampah mas dibuang begitu aja, makanya saya buatkan usaha ini untuk kehidupan mereka mas, saya hak akan ngasih kehidupan mereka dari hasil kerja saya di tempat usaha saya dengan istri saya pertama. ini ujian dan tantangan buat mereka mas." kata vian menjelaskan


" benar benar saya salut mas." kata mas bayu


" ini juga sebagai tantangan saya supaya saya lebih kerja keras lagi dalam menghidupi mereka." kata vian


" itu bagaimana plangnya, apa sudah cukup seperti itu." kata mas bayu


" bagus. luar biasa kerja tim mas bayu ini, semoga kedepannya ada kerjasama lainnya." kata vian


" aamiin, terimakasih mas." kata mas bayu


tak lama astrid, dilla, dan bella datang menghampiri vian, mereka habis membeli minuman dan makanan ringan dari supermarket lalu menyerahkan minuman ke vian dan mas bayu


" mas, berapa kekurangan yang harus saya bayarkan." kata dilla


" sudah semuanya mbak dilla sama mas vian. o iya selamat ya mbak dilla dan mbak astrid atas pernikahan kalian." kata mas bayu


" terimakasih mas bayu." kata astrid dan dilla


" mas kan uang buat pembangunan ini ada di aku, kenapa mas yang bayar." kata dilla


" gak apa apa itu buat operasional cafe aja ya. nanti untuk total pembangunan ini saya kirim ke kamu. nanti buat laporan." kata vian


" iya nanti aku buatkan laporannya, kalau sudah ada rekening perusahaan aku kirimkan kesana semua supaya hak kecampur sama uang pribadi aku." kata dilla

__ADS_1


" kamu atur aja, toh ini juga perusahaan kalian, kalau mau berkembang ya harus begitu." kata vian


" iya mas, setiap bulan juga kita dapat gaji, jadi penghasilan cafe akan kita putarkan terus." kata dilla


__ADS_2