Perjalanan Hidup Anak Kampung

Perjalanan Hidup Anak Kampung
Sudah Bisa Mengatur Sendiri


__ADS_3

Jam 9.17 menit indra sudah mulai membakar jagung, setelah ada yang matang vian menyerahkan kepada pak menteri sosial dan yang lainnya, mirna dan bi narsih pun menghidangkan susu panas dan kopi.


" ini luar biasa enak, manis serasa di puncak." kata pak menteri sosial


" iya nih enak banget." kata ibu kayla isteri pak menteri sosial


" pak, boleh ya aku menginap disini, kak ika, kak bella, kak silvy dan yang lainnya ngajak aku menginap disini, mereka baik banget dan aku juga nyambung sekalian aku mau belajar bisnis. Boleh ya." kata resya anaknya pak menteri sosial


" tumben kamu cepat bisa klop gitu, biasanya kamu susah untuk bersosialisasi. Bapak sih enggak masalah tapi ibu kamu gimana." kata pak menteri sosial


" boleh dong kak, tuh adik kamu aja biasanya ngajak pulang dia anteng main sama aa devan sama azka." kata ibu kayla


" makasih ya pak, ibu." kata resya


" daffa ayo kita pulang sudah malam." kata pak menteri sosial


" adek masih asyiik main pak, menginap disini aja ya, aa devan ngajak aku naik kuda loh pak." kata daffa


" benarkan apa kata saya, jangan harap bisa pulang kalu sudah disini." kata pak bambang


" tadinya saya enggak percaya, eh mereka jadi betah begini." kata pak menteri sosial


" iya sudah menginap saja pak, lagian ada kamar kosong kok." kata vian


" iya besok kita bisa jalan jalan ke panti asuhan sekalian ajak anak anak naik kuda disana." kata pak gubernur B


Jam 9.27 menit haris datang kesana bersama pak menteri pendidikan dan isterinya


" selamat malam semuanya, lagi ada acara apa nih, pak menteri sosial juga ada." kata pak menteri pendidikan


" malam pak, ibu, silahkan makan dulu." kata vian


" terimakasih pak vian, tadi sudah makan, eh isteri ngajak kesini katanya sedang pada kumpul ternyata benar saja, ada pak gubernur L juga." kata pak menteri pendidikan


" benar benar rumah pak vian ini jadi seperti rumah ketua umum partai saja ya." kata pak menteri sosial


" saya juga heran daya pikat pak vian dan keluarga ini,." kata pak menteri UMKM


" sepertinya pak vian mau mendirikan partai, fasilitas sudah disiapkan." kata pak bambang


" hanya feeling saja pak, saya nambah bangunan kamar dan mess itu, alhamdulillah enggak sia sia." kata vian


" enggak bakalan sia sia pak, kami siap mengisinya." kata pak menteri UMKM sambil ketawa

__ADS_1


" saya juga heran isteri dan anak anak betah disini." kata pak menteri sosial


" resya sekarang masih sekolah atau sudah kuliah." kata vian


" kuliah om jurusan bisnis semester 6, makanya aku tertarik mengobrol dengan kakak kakak disini karena sesuai dengan jurusan aku om." kata resya


" kamu bisa mengobrol dengan kak silvy, kak anisa, kak amira dan kak ika, kalau untuk design bisa sama kak bella dan kak febby, kalau urusan bisnis pemasaran bisa ngobrol sama kak nirmala." kata vian


" iya om, terimakasih, maaf aku jadi merepotkan om dan keluarga nih. Seperti aku juga kan magang di SPI." kata resya


" kamu atur saja sama mereka, sekarang seperti perlu banyak orang juga untuk mengelola usaha SPI." kata vian


" iya om, sekarang SPI lagi mau meluncurkan produk baru dan pangsa pasarnya kita juga mau ke luar negeri, jadi aku, anisa dan amira akan bertanggung jawab disana, nah untuk di dalam sendiri akan kekurangan orang selain nirmala." kata silvy


" iya a, ika, bella harus sering ke pabrik, febby dan yang lainnya jaga gawang dan menguris design promosi dan produk." kata ika


" kalu ke pabrik kamu minta ke pak dede aja cari sopir, jangan kalian nyetir sendiri resiko, soalnya jaraknya jauh." kata vian


" iya a, ika udah bilang kok ke pak dede, katanya minggu depan ada, kalaupun enggak pasti pakai karyawan L-Trans dulu." kata ika


" iya sudah kalau begitu, kalian sudah bisa mengatur sendiri." kata vian


" oh iya om, aku sama teman sepertinya mau pulang dulu mau menyeselasikan skripsi dulu, nanti kalau sudah kita kembali lagi kesini, enggak apa apa kan om." kata febby


" enggak masalah, kalian atur saja, dan komilunikasikan dengan yang lain." kata vian


" kalau kalian sibuk, jadi enggak ikut dong jalan jalan ya." kata lily


" memangnya mau liburan ke mana kak." kata ika


" kasih tau enggak ya.." kata lily


" ke bali terus ke singapura bi ika, aa mau beli mainan soalnya disana." kata devan


" ikut dong, masa kita ditinggal." kata ika


" katanya sibuk..." kata lily


" iya kan sudah ada yang menangani itu kak, biar karyawan yang bekerja bos jalan jalan." kata ika sambil ketawa


" gayanya bos, pah tuh lihat adiknya udah sombong." kata lily


" bagus kalau begitu kalau memang kerjaan kalian sudah bisa didelegasikan ke yang lain, jangan sampai operasional perusahaan gara gara kalian enggak ada menjadi kacau balau." kata vian

__ADS_1


" kita liburan sambil kerja om, apalagi kalau ke singapura kita bisa sekalian mencari partner bisnis terus kita ke malaysia." kata silvy


" dari grafik iklan kita diluar itu bagus om, minat mereka juga bagus bahkan ada beberapa yang ingin menjadi distributor jadi kita bisa sekalian menemui mereka, melihat kondisi usaha mereka saat ini." kata nirmala


" produk apa yang mau kalian pasarkan disana memangnya." kata vian


" kaoskaki, pakaian muslimah, kerudung om." kata nirmala


" iklankan juga dong produk LCI." kata lily


" boleh tante, nanti kita bisa membandling produk yang sesuai." kata nirmala


" tapi biaya iklannya kita bagi 2 ya kak." kata ika


" kamu ya, perhitungan sama kakak sendiri." kata lily


" bisnis is bisnis." kata ika


" iya nanti biaya liburan juga kalian bayar sendiri kalau begitu," kata lily


" itu enggak termasuk bisnis, tapi kalau memang disana pengeluaran untuk acara bisnis, kita keluarkan kok sebagai biaya promosi." kata ika


" ini yang saya suka, pemikiran kalian luar biasa. Itu yang seharusnya dilakukan mengelola usaha." kata pak menteri UMKM


" sudah berapa omzet kalian saat ini." kata pak menteri sosial


" baru 4 milyard lebih om." kata anisa


" kalian mau masuk ke bursa enggak sahamnya." kata pak menteri UMKM


" mau sih, tapi kan perusahaan belum juga setahun dan sepertinya kita masih bertahan dengan modal usaha yang ada, toh dengan adanya BLS kita masih berkembang." kata amira


" kita enggak mau muluk muluk dulu pak, jangan hanya karena ingin terlihat bagus di luaran kita jadinya habis habisan membuat citra bagus tanpa memikirkan dampak dari hal itu." kata anisa


" memangnya seberapa kuat modal usaha SPI saat ini, dan dengan modal yang ada saat ini berapa omzet yang bisa dicapai." kata vian


" kita bisa sampai ke 7 milyard om, alhamdulillah pengelilaan piutang pun bagus, jadinya enggak banyak dana yang tersedot di persediaan dan di piutang, jadi cukup likuid." kata amira


" asyik tuh, bapak jadi bisa dapat deviden gede dong ya nanti." kata pak menteri UMKM


" bapak enggak dapat lah, kan itu semua atas nama kita." kata anisa


" oh pak menteri ada saham juga di perasahaan tersebut." kata pak menteri sosial

__ADS_1


" enggak pak di perusahaan SPI anak anak aja, saya di perusahaan pak vian lainnya yang baru perusahaan PBN." kata pak menteri UMKM


mereka pun lanjut mengobrol sambil menikmati jagung bakar dan susu panas, vian izin pergi merokok lalu duduk di tempat yang sedikit jauh dari mereka.


__ADS_2