Perjalanan Hidup Anak Kampung

Perjalanan Hidup Anak Kampung
Mengecek Perkembangan L-Pro 1


__ADS_3

Setelah sholat magrib vian dan yang lainnya makan malam bersama, sebelumnya vian telah membuat masakan seafood dengan bumbu asam manis dan udang goreng untuk devan.


" terimakasih papah, aa akhirnya makan udang goreng buatan papah lagi." kata devan


" sama sama sayang papah, aa makannya harus banyak ya supaya cepat gede." kata vian


" pasti pah, soalnya masakan papah is the best, aa suka." kata devan


mereka pun makan malam bersama, lily dan yang lainnya pun sampai nambah.


" aku masih mau makan tapi perutnya udah sakit." kata astrid


" iya sudah berhenti aja, nanti kalau masih mau makan papah buatkan lagi." kata vian


" iya pah, makasih." jawab astrid


" oh iya pak, ibu besok saya pamit ya, enggak enak soalnya lama meninggalkan bapaknya." kata ibu nurul


" sudah beli tiketnya atau belum bu, kalau belum biar kita pesankan." kata lily


" belum bu, tadinya habis makan malam ini saya mau pesannya." kata ibu nurul


" iya sudah biar nanti dipesankan saja." kata lily


" iya udah bareng saya saja bu, saya juga mau mengecek perkembangan L-Pro disana, sejauh mana pembangunan perumahan LAD's residence sudah dilaksanakan." kata vian


" papah mau kesana, iya sudah mamah ikut kalau begitu, mamah mau cek pabrik LCI juga." kata lily


" iya sudah kalau begitu." kata vian


" aku juga ikut ya pah." kata shinta


" iya sudah ikut aja." kata vian. Lalu vian pun mengabarkan ke pak dede supaya dibelikan tiket untuk dia, lily, shinta dan bu nurul.


" awas jangan lama lama disananya." kata dilla


" palingan 2 bulan lah disana." kata lily menggoda astrid dan dilla

__ADS_1


" kasian de qinar mbak." kata astrid


" kan ada kalian yang jaga, aku sama shinta mau pacaran lagi." kata lily


" kalian ini ada aja yang dibiat ribut ya," kata bu retno


" iya nih mamah ribut aja, kaya anak kecil aja." kata devan


" aa sama de qinar enggak di ajak dulu ya sayang, nanti mamah beliin mainan oke." kata lily


" oke mah, yang banyak ya mainannya." jawab devan


" iya sayang, jaga adiknya ya." kata lily


setelah makan vian pamitan ke teras depan untuk merokok dan santai setelah makan. Setelah mendapat tiket pesawat vian mengabari pak wahyudi supaya menjemput di bandara besok. Tak lama lily datang menghampiri


" pah berapa lama kita di surabaya." kata lily


" paling lama 3 harian lah." jawab vian


" enggak usah lah disana juga ada kan." kata vian


" oke kalau begitu, mamah juga enggak akan bawa banyak kalau begitu." kata lily, lalu pamitan pergi ke kamar mau siap siap pergi ke surabaya. Tak lama vian pun menyusul masuk ke kamar. Di kamar mereka melakukan aktivitas pertarungan, demi menjaga staminanya vian mulai rajin olahraga dan meminum jamu kesehatan. Mereka pun tertidur sampai pagi hari, setelah mandi dan sholat shubuh bersama, vian pergi berolahraga bersama shinta, mereka beberapa kali berkeliling komplek setelah itu pulang, vian duduk seperti biasa di depan, shinta membawakan minum.


Jam 6.30 menit Vian membuat sarapan lalu sarapan bersama dengan keluarga besarnya itu. Selesai sarapan vian, lily, shinta dan ibu nurul siap siap untuk pergi ke bandara, setelah pamitan mereka pun berangkat, jam 7.57 menit mereka sampai ke bandara lalu mereka melakukan check in karena pesawat jam 9an. Karena sudah sarapan mereka langsung menuju boarding pass.


Jam 9 pesawat pun terbang menuju surabaya, menempuh perjalanan 1 jam 40 menit. Jam 10.40 menit peswat yang mereka tumpangi mendarat di bandara surabaya. Karena tidak membawa barang bawaan banyak jadi mereka langsung ke luar bandara. Vian menelepon pak wahyudi untuk menjemputnya di lobby bandara. Karena sudah dibilang dari awal bahwa vian akan mengantar ibu nurul sekalian jadi ibu nurul pun tidak meminta pak gubernur L untuk menjemputnya.


" pak yudi kita antar dulu ibu nurul ya ke rumah beliau." kata vian


" baik pak." kata pak wahyudi, mereka pun menuju ke kediaman pak gubernur L mengantar ibu nurul.


Setelah menemluh perjalanan sekitar 40 menit mereka sampai di kediaman ibu nurul, ibu nurul meminta mereka untuk masuk terlebih dahulu untuk istirahat dan makan siang disana. Vian dan lily tidak bisa menolaknya, vian pun meminta izin untuk pergi ke area yang bisa merokok, lalu ibu nurul menyuruh pegawai di rumah untuk membuatkan kopi untuk vian dan pak wahyudi. Vian dan pak wahyudi pun merokok bersama disana.


" gimana pak yudi kondisi disini." kata vian


" alhamdulillah pak lancar, dan dillas pun sekarang bisa berkembang dengan supply barang yang stabil dan permintaan pun sudah mulai banyak. Terimakasih banyak pak atas kepercayaan yang diberikan kepada saya, walaupun saya hanya lulusan SMA dan hanya sebagai sopir." kata pak wahyudi

__ADS_1


" bagus kalau begitu pak yudi bisa cepat belajar, pendidikan tidak bisa mencerminkan kepintaran dan prilaku baik, yang terpenting pak yudi mau belajar dan enggak malu untuk belajar." kata vian


" iya pak, terimakasih." kata pak wahyudi


Jam 11.27 menit pak gubernur L datang, beliau langsung menemui vian.


" kok di luar sih pak. Gimana kabarnya?, maaf saya jadi merepotkan bapak dan keluarga." kata pak gubernur


" enggak apa apa pak, lagian saya merokok, enggak merepotkan kok, malahan kami senang bisa berlibur bersama." kata vian, vian pun mematikan rokoknya.


" iya pak terimakasih banyak." kata pak gubernur, lalu membawa vian untuk masuk ke dalam rumah. Mereka pun makan siang bersama.


" kapan ibu beli sea food gini." kata pak gubernur


" ini oleh oleh dari daerah P, udang sama ikan dari hasil tambak disana pak." kata ibu nurul


" pantas saja masih kelihatan segar segar walau udah beberapa hari ya." kata pak gubernur


" kita juga harus meniru pak, supaya para penambak dan nelayan bisa memperoleh penghasilan yang baik." kata ibu nurul


" betul itu nanti bapak kasih tau ke dinas terkait supaya bisa melakukan hal yang sama seperti di daerah P itu, dan kemungkinan besar harus bisa kerjasama dengan pak vian." kata pak gubernur


" boleh pak nanti suruh saja pak wahyudi untuk masalah kerjasamanya seperti apa." kata vian


" oh pak wahyudi itu perwakilan dari LA." kata pak gubernur


" bukan pak, dia tadinya saya suruh menangani expedisi disini, tapi karena pak wanto yang bertanggung jawab di Dillas sekarang tinggal di jakarta jadi pak wahyudi saya suruh untuk menjadi penanggung jawab dinas dan expedisi juga disini." kata vian


" hebat kalau begitu, nanti saya suruh orang untuk menemui pak wahyudi kalau begitu." kata pak gubernur


" untuk daerah ini saya akan optimalkan perusahaan Dillas pak, karena kalau semuanya dikirim ke perusahaan LA akan membutuhkan waktu lama, jadi untuk meminimalisirnya saya akan suruh perusahaan Dillas ini mencontoh LA." kata vian


" bavus kalau begitu, jadi akan banyak menyerap tenaga kerja juga. Ngomong ngomong bapak dan ibu ada acara apa kesini selain mengantar isteri." kata pak gubernur


" saya sedang mengecek perkembangan L-Pro pak, sejauh mana progres pembangunan perumahan dan yang lainnya, sedangkan lily dan shinta itu mengecek perusahaan LCI." kata vian.


sehabis makan siang, vian, lily, dan shinta pamitan untuk pulang ke rumah, pak gubernur juga bilang kalau ada waktu akan main ke rumah. Vian dan yang lainnya pun pergi pulqng ke rumah.

__ADS_1


__ADS_2