Perjalanan Hidup Anak Kampung

Perjalanan Hidup Anak Kampung
Mempersiapkan acara 4 Bulanan Shinta


__ADS_3

Di balkon ruangan kantornya vian duduk sambil menikmati kopi yang dia buat di pantry lalu menyalakan rokoknya. Tak lama lily dan shinta datang kesana.


" selamat siang pak bos, kita mengganggu enggak nih pak bos yang sedang bersantai." kata lily lalu duduk di dekat vian


" ada apa sayank." tanya vian


" papah kemana hari ini," kata lily


" enggak kemana mana, memangnya ada apa." kata vian


" kita mau ke dokter anter shinta periksa, hari ini jadwal dia periksa tadi dr. Silvy mengingatkan." kata lily


" iya sudah, mau kapan ke rumah sakitnya." kata vian


" jam 10an aja, jadi kita bisa makan siang di luar sekalian." kata lily


" kehamilan kamu udah berapa bulan sekarang." kata vian


" minggu ini udah masuk ke 16 minggu pah." kata shinta


" oh... Iya sudah kalau begitu kita adakan acara 4 bulanan akhir minggu ini." kata vian


" terserah papah aja, gimana bagusnya, aku ngikutin aja." jawab shinta


" iya udah kita siap siap aja." kata lily


" kalian siap aiap aja dulu, nanti papah nyusul ya." kata vian, lily dan shinta pun pergi ke rumah untuk siap siap. Vian pun menyalakan kembali rokoknya lalu meminum kopi. Setelah itu vian pergi ke rumah. Disana pak gubernur L sudah siap siap untuk pulang.


" terimakasih banyak pak atas segalanya. Sampai ketemu kemabali." kata pak gubernur L


" sama sama pak, hati hati di jalan." kata vian. Pak gubernur pun pergi diantar tim L-Trans. Vian masuk ke rumah untuk siap siap mengantar shinta ke rumah sakit.


Jam 10.17 menit vian, liky, dan shinta pamitan ke astrid dan dilla, lalu pergi ke rumah sakit, jam 10.47 menit mereka telah tiba di rumah sakit disana ausah di tunggi dokter silvy, mereka langaung dibawa dr. Silvy ke ruangan dokter anita untuk melakukan pemeriksaan. Shinta pun di suruh dr. Anita untuk berbarung di tempat pemeriksaan.


" alhamdulillah, sekarang sudah masuk 16 minggu, janinnya alhamdulillah sehat dan perkembangannya juga bagus, ibu shinta masih tetap mengkomsumsi vitaminnya kan." kata dr. Anita, setelah melakukan pengecekan USG, lalu dia memberikan resep untuk di tebus

__ADS_1


" masih dokter, terimakasih." kata shinta


" baik kalau begitu, saya berharap ibu tetap menjaga pola makan dan asupan gijinya." kata dr. Anita


" baik dokter, terimakasih banyak." kata vian


Setelah itu vian dan yang lainnya di bawa dr. Silvy untuk menebus obat, setelah selesai vian berpamitan ke dr. Silvy


" terimakasih dokter sudah membantu." kata vian


" sama sama pak, itu sudah menjadi kewajiban saya." kata dr. Silvy


" kalau begitu saya pamitan, sekali lagi terimakasih banyak." kata vian. Vian, lily dan shinta pun meninggalkan rumah sakit.


" pak edi, kita ke restoran biasa ya." kata lily


" baik bu." jawab pak edi, lalu pergi menuju restoran yang biasa dikunjungi lily


Jam 11.37 menit mereka sampai di restoran, lily memesan makan untuk vian dan dirinya, shinta pun sama memesan makanan yang dia ingin nikmati untuk makan siang.


" jadi kita mau belanja sekarang atau nanti saja pah." kata lily


" sekarang aja deh ya, takut kalau nanti nanti kita enggak bisa dan terlalu mendadak kalau kita sekarang bisa tau apa aja yang kurang nantinya, kalau sudah ada persiapan acara 4 bulanan ini kan enak, lagian kita enggak beli makanan basah. Dan sepertinya keperluan di rumah juga sudah menipis." kata lily


" iya sudah kalau begitu, habis dari sini kita beli, mamah pesankan juga goodybagnya ya." kata vian


" iya, mamah pesankan ke murti." kata lily


" terimakasih ya mbak." kata shinta


" sama sama shin, kamu kaya kesiapa aja sih." kata lily


" nanti untuk snacknya ditambah dari produk LA juga, oh iya sayang kamu mau undang siapa diacara 4 bulanan ini." kata vian


" keluarga kita aja, palingan sama saudara saudara aku aja." jawab shinta

__ADS_1


" itu berarti kamu sama ibu aja yang atur ya." kata vian


" iya pah, aku nanti bicara sama ibu, ibu juga belum tau soalnya mau ada acara 4 bulanan ini." kata shinta


" oh iya pah jadi enggak kita liburan ke bali, atau mau ke singapura aja." kata lily


" papah ikut aja, kalian maunya kemana," kata vian


" iya udah kalau begitu, mamah bicara sama astrid dan dilla, papah beljm ada agenda kemana mana kan." kata lily


" belum ada sih, sekarang sekarang palingan ke lokasi pembangunan perumahan L-Pro aja, paling besok ke pabrik LNI sekalian lihat perkembangan pembangunan perumahan disana." kata vian


" maaf ya aku enggak bisa ikut dulu pah, aku takut nanti malahan ngerepotin papah." kata shinta


" iya sudah enggak apa apa." kata vian, lalu dia pergi ke tempat pak edi, dia menyalakan rokoknya dan mengobrol dengan pak edi sambil menunggu pesanan makanan datang.


" belanja untuk apa pak." kata pak edi


" untuk di rumah sama untuk mempersiapkan acara 4 bulanan shinta." kata vian


" ibu shinta sudah 4 bulan aja ya kehamilannya." kata pak edi


" iya pak edi, waktu terasa cepat banget, 5 bulan lagi saya akan punya 5 anak." kata vian. Setelah itu vian pamitan ke mejanya, lalu makan siang bersama lily dan shinta.


" sayank untuk di rumah mau beli makan enggak." kata vian


" nanti mamah coba telepon astrid dan dilla, dia mau oesan makanan atau enggak." kata lily, lalu dia mengirim pesan ke astrid.


selesai makan vian pamitan pergi merokok dulu sambil menunggu lily dan shinta selesai makannya.


Selesai makan vian, lily, dan shinta pergi ke supermatket tetlebih dahulu mau membeli untuk acara 4 bulanan shinta. Shinta meresa bahagia diperlakukan dan diperhatikan seperti itu oleh suami dan lily. sampai di supermarket lily langaung mengajak ke supermarket, selain membeli untuk acara 4 bulanan shinta lily juga membeli untuk keperluan di rumah.


" kebutuhan di rumah sekarang lumayan cepat habis pah, karena yang ada di rumah juga nambah. Tapi alhamdulillah ya, kita selalu ada aja untuk memenuhi itu, jujur saja waktu awal mamah sedikit khawatir dengan banyaknya orang di rumah berarti pengeluaran kita juga akan besar, akan tetapi enggak nyangka Allah pun memberikan kelancaran rezeki kita." kata lily


" hitungan kita beda dengan hitungan Allah, menurut kita 1 ditambah 1 itu 2, tapi kata Allah bisa seratus, seribu bahkan tidak terhingga, kita syukuri aja, ini bentuk kita bersyukur kepada Allah, kita wajar sebagai manusia ada rasa mengeluh. Papah juga enggak nyangka orang yang akan tinggal di rumah itu akan sebanyak ini, dan di panti asuhan pun kata pak ustadz ada beberapa anak yang masuk kesana." kata vian

__ADS_1


" keluarga kita aja sudah hampir 20 orangan, belum lagi anak anak yang ada di mess dan pekerja di rumah." kata shinta.


lily dan shinta pun emmilih, vian dan pak edi kebagian membawa troly belanja.


__ADS_2