
Setelah siap semuanya mereka pun berangkat ke rumah sakit. Diperjalanan lily meminta vian untuk membeli makanan, kue dan yang lainnya untuk di bawa ke rumah sakit dan memberikan ke dokter dan suster juga. sampai di rumah sakit vian dan yang lainnya pergi ke kamar perawatan. Devan sangat antusias bertemu sama adik adiknya walaupun berbeda ibu itu. Lily memberikan kue kepada dr. Silvy dan dr. Anita serta suster yang ada disana.
" mah mana adik bayinya." kata devan
" adik bayinya sedang bobo sayang." kata astrid
" ya.... Kan aa mau ajak dia main mah." kata devan
" adik bayinya belum bisa di ajak main sayang, sama kaya waktu de qinar." kata lily
" kirain aa beda mah." kata devan dengan polosnya.
" adik aa pasti ganteng kaya aa ya." lanjut devan
" tentu dong sayang, ganteng kaya aanya." kata astrid
" kalau adik bayi dari mamah dilla gimana." kata devan
" adik bayi dari mamah dilla cantik, kaya mamah dilla ini." kata dilla
Tak lama dr. Silvy datang menemui mereka
" selamat pagi dokter, gimana kondisi isteri dan anak saya, apa sudah boleh pulang." kata vian
" kondisi ibu astrid dan ibu dilla bagus. bayinya pun bagus akan tetapi kita harus memastikannya dulu pak, nanti siang dr. Anita akan melakukan pemeriksaan kepada ibu astrid dan ibu dilla sama bayinya." kata dr. Silvy
" baik kalau begitu dokter, terimakasih atas perhatiannya dan kerja kerasnya." kata vian
" itu sudah kewajiban kami pak." kata dr. Silvy
setelah itu dr. Silvy pun pamitan keluar ruangan, vian pun pamit juga mau ke kantin. Vian menelepon opik untuk meminta kambing.
" siang pik, lagi dimana." kata vian
__ADS_1
" lagi di pabrik pak, ada apa pak, oh iya selamat pak atas kelahiran putra dan putrinya." kata opik
" terimakasih pik, saya mau disiapkan 3 ekor kambing untuk aqiqah anak yang besar besar ya, sama daging sapi, ayam, dan lainnya nanti saya kirimkan detailnya." kata vian
" siap pak, nanti saya pilihkan dari kandang, kalau pun enggak ada yang besar besar saya akan cari dari peternak di daerah ini." kata opik
" terimakasih pik, untuk kendaraan yang mengangkutnya saya sudah suruh pak dede, bagaimana teknisnya. Dan tolong kirimkan hari ini daging untuk BBQ dan sosis, susu dan jagung ya" kata vian
" baik pak hari ke lima saya siapkan dan hari ke enam sudah bisa dibawa. Iya nangi saya siapkan dan saya akan suruh expedisi sekalian mengantarkan baranh ke toko livi supaya sekalian." kata opik, lalu menutup teleponnya, vian pun menerima telepon dari pak menteri UMKM
" selamat siang pak vian, selamat ya atas kelahiran putra dan putrinya semoga menjadi anak yang sholeh dan sholelah serta bisa menjadi kebanggaan orang tua, keluarga, dan negara serta agamanya. Maaf saya belum bisa nengok ke rumah sakit, insyaAllah nanti ke rumah saja biar bisa makan jagung bakar. Oh iya kapan ibu astrid dan ibu dilla pulang kerumah." kata pak menteri UMKM
" terimakasih banyak pak menteri atas doa doanya, semoga hari ini pulang pak, menunggu pemeriksaan dokter, semoga saja de avin dan de alea bisa pulang ke rumah hari ini juga." kata vian
" aamiin, kabar kabar saja kalau sudah pulang pak, biar saya bisa ke rumah." kata pak menteri UMKM
" siap pak saya tunggu kehadirannya di rumah." kata vian setelah itu vian menutup telepon lalu meminum kopi dan menyalakan rokoknya. Tak lam ada telepin dari pak menteri pendidikan
" terimakasih banyak pak menteri atas doa doanya, semoga hari ini pulang pak, menunggu pemeriksaan dokter, semoga saja de avin dan de alea bisa pulang ke rumah hari ini juga." kata vian
" aamiin, kasih kabar saja kalau sudah pulang pak, biar saya dan isteri bisa main ke rumah bapak." kata pak menteri pendidikan, selanjutnya telepon dari pak gubernur B masuk
" selamat siang pak vian, selamat ya atas kelahiran putra dan putrinya semoga menjadi anak yang sholeh dan sholelah serta bisa menjadi kebanggaan orang tua, keluarga, dan negara serta agamanya. Maaf saya belum bisa nengok ke rumah sakit, insyaAllah nanti ke rumah saja biar bisa makan jagung bakar dan minum susu. Oh iya kapan ibu astrid dan ibu dilla pulang kerumah, insyaAllah saya dan keluarga main kesana." kata pak gubernur B
" terimakasih banyak pak gubernur atas doa doanya, semoga hari ini pulang pak, menunggu pemeriksaan dokter, semoga saja de avin dan de alea bisa pulang ke rumah hari ini juga." kata vian
" aamiin, saya tunggu kabarnya ya pak, sampai ketwmu di rumah nanti kangen nih sama jagung bakar dn susu panasnya." kata pak gubernur B
" insyaAllah pak, nanti saya kabari, sampai bertemu nanti." kata vian.
Handphone vian berbunyi lagi, lily yang menelepon kali ini
" papah dimana," tanya lily
__ADS_1
" papah di kantin mah, ada apa." kata vian
" sebentar lagi sudah siang, papah mau makan siang dimana." kata lily
" terserah mamah mau makan dimana, papah ikut kamu aja sayank." kata vian
" iya udah kita aja ibu dan keluarga lainnya makan siang di restoran aja ya." kata lily
" iya, ayo kita pergi kesana, terus astrid dan dilla gimana siapa yang menunggu disana." kata vian
" biar marni aja lilis dan evi aja disini dulu, mamti kita belikan makannya saja, jadi devan sama de qinar kita bawa gimana." kata lily
" iya sudah kalau begitu, papah kesana sekarang." kata vian, lalu menutup telepon dan mematikan rokoknya. Dia pergi ke kamar perawatan astrid dan dilla.
" sayang papah ajak ibu dan yang lainnya makan di luar dulu ya sambil menunggu dokter, kalian mau dibelikan apa." kata vian
" aku mau yanh segar segar pah, sop buntut boleh sama jus strowbery ya." kata astrid
" aku juga sama sop buntut sama jus jeruk aja deh." kata dilla
" iya sudah nanti kita belikan, lis dan evi disini aja ya nanti kita belikan makan untuk kalian juga, kalian mau makan apa." kata vian
" baik pak, apa saja boleh." kata lilis dan evi
" ayo bu kita berangkat sekarang." ajak vian, mereka pun pergi ke restoran, meteka naik 2 mobil, devan di pegang vian sedangkan de qinar dibawa shinta gantian sama lily.
Jam 11.27 menit vian dan keluarganya pun sampai di restoran, vian memenyuruh lily memesankannya dan memesankan makanan untuk astrid dan dilla serta evi dan lilis juga untuk dibawa ke rumah sakit. Vian pergi ke tempat yang bisa merokok, devan di pegang shinta. Vian pergi ke tempat pak edi dan pak dede lalu menhalakan rokoknya
" pak de, tolong atur nanti hari ke enam ambil kambing dan yang lainnya ya di KBB." kata vian
" siap pak, nanti saya atur kendaraannya." kata pak dede
vian dan pak dede pun mengobrol sambil menunggu makanan siap.
__ADS_1