Perjalanan Hidup Anak Kampung

Perjalanan Hidup Anak Kampung
Berpisah untuk bertemu kembali


__ADS_3

Tak lama astrid datang menemui vian dan ibu dan adiknya.


" mba mau kemana." tanya bella


" mba mau ke bali dulu dek, mau beresin kerjaan mba. mudah mudahan besok sudah pulang." jawab astrid


" mas gak buru buru kan ke bandaranya." kata astrid


" masih ada waktu 2 jam lagi, tadi mas udah bilang ke ibu kalau toko itu akan mas sewa buat kamu buka usaha." kata vian


" maaf ya bu aku belum bilang, karena ini juga rencana mendadak." kata astrid


" gak apa apa nak, ibu bahagia kamu bisa disini lagi," jawab ibu asti


" mba aku udah bilang ke kak vian, kalau aku boleh bantuin mba." kata bella


" iya boleh, tapi kamu harus serius kuliahnya." kata astrid


" kalau gak aku berhenti keliah aja ya mba." jawab bella


" kalau kamu berhenti kuliah, kamu gak boleh bantuin mba mu." kata vian


" kok gitu sih kak, aku kan gak mau nyusahin mba." kata bella


" bukannya kamu kuliah di kampus dekat situ, jadi kamu bisa bantuin mba mu, kamu bisa jadi marketingin ke teman teman kamu." kata vian


" siap kalau begitu kak. aku akan serius kuliah dan bantuin mba." kata bella


" kok kamu nurut sama mas vian, kalau dibilangin mba ngelawan aja." kata astrid


" jangan bilang bilang mba. aku jadi malu." jawab bella


" kamu pergi ke bali hari ini nak." kata ibu asti


"iya bu, aku akan ngurus pengunduran diri dulu, biar fokus ngurus usaha disini." jawab astrid


" iya sudah kalau begitu, ibu hanya bisa doain kamu." kata ibu asti


" makasih bu." jawab astrid


" tadi mas udah bilang ke ibu walaupun usaha itu belum jalan mas akan tetap gaji kalian, sama kalau pengajuan sudah ada dari orang design mas akan transfer ke kamu. sekalian cari orang buat jadi chefnya ya" kata vian


" iya mas. semoga lancar usahanya ya." jawab astrid


" ya udah kamu pesan taxi buat ke bandara." kata vian


" iya mas. mas mau makan siang dimana." kata astrid

__ADS_1


" nanti aja dibandara sekalian beli buat oleh oleh." kata vian


tak lama taxi yang dipesan oleh astrid datang. vian dan astrid pamit


" bu saya pamit pulang dulu ya." kata vian


" iya bu aku juga pamit dulu ya." kata astrid


" ya udah nak, kalian hati hati ya." jawab bu asti


setelah pamitan mereka pergi ke bandara, di bandara mereka check in lalu belanja oleh oleh dan pergi makan siang, astrid duduk berdampingan.


" mas aku masih kangen, mas gak akan ninggalin aku kan." kata astrid


" iya, mas kan udah buatkan usaha, kamu jalankan dengan baik ya." jawab vian


" kapan kita ketemu lagi mas." kata astrid


" nanti kalo usaha itu dibuka, mas akan usahakan datang." jawab vian


" mas harus usahakan datang, nanti aku akan bilang ke ibu kalo kita mau nikah siri dulu." kata astrid


" ya terserah kamu aja baiknya gimana." jawab vian. lalu dia kirim pesan ke lily


" mah, papah udah di bandara sebentar lagi masuk pesawat. mamah ini dimana" kata vian


" mamah di butik pah, ya udah hati hati, mamah suruh edi buat jemput papah." kata lily


" udah tadi beli di cafe." jawab lily


" iya udah papah mau siap siap ya, sampai ketemu sayank." kata vian


" iya pah sampai ketemu." jawab lily


"chatan sama siapa mas.?" tanya astrid


" istri, ngasih kabar." jawab vian


" enak ya jadi ibu, bisa ketemu setiap saat." kata astrid


" kenapa kamu nyesel ya, ya udah kamu cari aja suami yang masih singgle." kata vian


" kok gitu sih mas, mas gak suka lagi sama aku." kata astrid sambil cemberut


" bukan gitu, mas kan udah bilang kondisi mas, kalo kamu mau nikah sama mas ya harus tau hal itu." kata vian


" iya mas, aku tau maaf yaa. aku bilang gitu karena aku ingin selalu bersama mas, aku masih kangen mas." kata astrid

__ADS_1


" sabar ya. kita jalanin aja hubunginan ini." kata vian


" iya mas, aku sayang sama mas." jawab astrid sambil memeluk vian lalu mencium vian


" iya udah kalo begitu, mas harus naik pesawat, kita berpisah disini ya nanti kan kita ketemu lagi." kata vian


" iya mas, aku sayang sama mas, kabari aku kalau mas sudah sampai." jawab astrid lalu mencium tangan vian. dan vian mengecup kening astrid


" mas pergi ya sayang." kata vian


" iya mas. salam sama ibu." kata astrid lalu memeluk vian lagi enggan melepaskannya. mereka akhirnya berpisah. vian naik kepesawat tak lama pesawat pun teerbang. kurang dari 2 jam pesawat telah mendarat di bandara jakarta. karena tidak membawa barang banyak vian langsung ke luar bandara lalu menelepon pak edi.


tak butuh waktu lama pak edi datang, vian memasukan batang bawaannya ke bagasi mobil lalu naik dan pergi ke ruko. 40 menit perjalanan vian sudah tiba di ruko lalu pergi ke butik.


" masih sibuk mah." kata vian


" eh papah udah datang. sebantar lagi ya pah." jawab lily lalu mencium tangan vian, vian pun memberikan kecupan dikening lily.


" iya udah. papah tunggu di cafe aja ya, biar gak ganggu mamah." kata vian


" iya udah, maaf ya pah, jadi nunggu mamah." kata astrid


" iya gak apa apa sayank. papah ke cafe." kata vian lalu pergi ke cafe


di cafe vian mengirim pesan ke astrid bahwa dia sudah sampai di rumah, lalu dia menghapusnya. vian pun memesan mjnuman dan menyalakan rokok. 30 menit lily datang dan mengajak pulang


" pah udah ngopinya, ayo kita kita pulang." ajak lily


" udah mah." jawab vian lalu berdiri dan menggandeng lily masuk ke mobil dan menyuruh pak edi untuk jalan pulang ke rumah.


15 menit perjalanan mereka sampai di rumah, vian mengambil barang barangnya dan membawa masuk. setelah menyimpan oleh oleh di meja makan vian dan lily pergi ke kamar.


" papah mandi duluan aja, biar mamah siapkan baju dulu." kata lily


" papah pengen mandi bareng sama mamah." jawab vian sambil menarik lily masuk ke kamar mandi


" ih papah ya. nanti aja." kata lily


" nanti ya main lagi. memang gak boleh." jawab vian lalu mencium lily dengan mesra membuat lily merasakan gairah dari sang suami. pakaian mereka pun sudah terlepas, vian pun mengambil peran terlebih dahulu sehingga lily pun ikut memainan perannya.


" baru semalam berjauhan, udah kaya begini." kata lily


" habisnya aku kangen sama mamah, ingin merasakan kehangatan ini terus bersama mamah." jawab vian


15 belas menit mereka melakukan pemanasan, vian ingin menuntaskannya, permainan pun dimulai dan 10 menit kemudian mereka berdua mencapai puncaknya.


" makasih ya mah." kata vian mencium kening lily

__ADS_1


" sama sama pah, mamah juga bahagia." jawab lily dan memeluk vian


setelah itu mereka mandi membersihkan diri, merka berdua keluar dari kamar mandi dan berganti pakaian, lalu mereka pergi melihat de qinar dan devan yang lagi bermain bersama wvi dan lilis.


__ADS_2