Perjalanan Hidup Anak Kampung

Perjalanan Hidup Anak Kampung
Membalas Budi Baik


__ADS_3

Setelah bercengkrama dengan astrid dan dilla, vian pamit untuk pergi ke gazebo, disana sudah ada pak adi, pak bowo dan kakek braja. Vian pun ikut mengobrol bersama mereka.


" vian besok bapak mau ke lokasi pembangunan sekolah ya, kamu mau kemana besok." kata pak bowo


" iya pak, saya mau ke bandung, ada penyuluhan bersama pak gubernur lalu meninjau pembangunan pabrik." kata vian lalu menyalakan rokoknya


" besok sama siapa kamu perginya." kata pak bowo


" saya sama pak dede pak, palingan sama putra dan shinta yang bantu menyiapkan presentasi saya." kata vian


" iya sudah kalau begitu, bapak besok sama pak adi sekalian mengantar kakek braja dan nenek. Gak tau ibu ibunya mau ikut atau gak." kata pak bowo


" iya pak, oh iya kek minggu depan pak dede atau pak edi akan jemput kakek lagi untuk membuat pasport siapkan saja berkas berkasnya." kata vian


" iya cu, nanti kakek siapkan." jawab kakek braja


" vian juga gak tau berapa hari di bandung karena ada kemungkinan besoknya harus ke daerah daerah." kata vian


" yang penting kamu perhatikan kondisi kesehatan kamu." kata pak adi


" iya pak, terimakasih." jawab vian, meteka pun mengobrol sampai waktu magrib, lalu mereka sholat berjamaah di musholla, selesai sholat mereka berkumpul di ruangan makan. Lily dan ika serta yang lainnya juga sudah ada.


" lusi sama mitha kamu kasih tau orang tau kamu ya minggu depan kita buat pasport, tafi saya sudah minta juga ke pak daryat untuk menyampaikan hal ini." kata vian


" iya kak, nanti kita sampaikan." jawab lusi dan mitha


" bapak dan ema juga katanya mau ikut aa, minggu depan mereka juga mau buat pasport disana diantar om kamu." kata ibu ningsih


" iya bu, besok vian kasih tau opik untuk antar jemput bapak sama ema." kata vian


" nenek sama rina juga katanya mau tapi rina mau sama suaminya gimana katanya anak anaknya bisa dititipin sama kakek dan neneknya." kata ibu retno


" iya sudah kalau begitu bu gak apa apa, jadi kira kira yang akan berangkat umroh sekitar 70 orang." kata vian


" ka, kakak minta tolong di ketik ya daftar yang mau ikut." kata lily


" iya kak, kirimkan aja listnya." kata ika


" besok papah jadi ke bandung ya mengisi penyuluhan dan meninjau pembangunan pabrik, dan ada kemungkinan kata pak gubernur papah langsung ngasih penyuluhan ke daerah daerah. Besok papah berangkat sama pak dede, putra sama shinta untuk bantu papah buat presentasi." kata vian

__ADS_1


" kalau gitu aku harus ikut, tapi besok ada kerjaan di butik." kata lily


" iya sama siapa yang bisa ikut, bella, sella atau selly untuk bantu dokumentasi." kata vian


" aku aja mas bisa." kata bella


" iya udah bella aja, sella dan selly perlu di LCI." kata lily


" oke kalau begitu bella ikut mas ke bandung, besok enam berangkat, siapkan aja pakaian kalau kalau menginap ya." kata vian


" iya mas." kata bella. Mereka pun melanjutkan makannya


Selesai makan vian pamit ke gazebo lalu menyalakan rokoknya. kakek braja, pak afi dan pak bowo juga datang kesana. Tak lama ika dan bella beserta teman temannya juga datang kesana.


" aa, minggu depan SPI akan meluncurkan produk Second Brand, alhamdulillah pesanan sudah lebih dari 200 pcs." kata ika


" alhamdulillah, tapi kalian juga harus atur barang keluarnya, utamakan distributor besar yang sudah lama bekerjasama." kata vian


" iya a, kita memang utamakan distributor yang sudah lama dulu. Mengapa harus kita tahan produknya a?." kata ika


" khawatir nanti produk utama SPI akan ke gerus pasarnya tergantikan sama produk Second Brand, apalagi kita sudah investasi di mesin dan bahan." kata vian


" kalian masih perlu jam terbang." kata pak bowo


" kalian harus manfaatkan kalau ada kesempatan seperti ini untuk berdiskusi." kata pak adi


" iya pak." kata ika


" om, produk second brand kan mendapatkan keuntungan sama dengan produk utama, mengapa harus di tahan peredarannya kan bagus om nambah omzet." kata silvy


" kalau di lihat dari sisi keuntungan produk oke, tapi kita juga harus memperhatikan sejauh mana perusahaan melakukan investasia terhadap produk yang lain. Misalnya bahan, mesin, bahan penunjangnya." kata vian


" oh gitu ya om, terimakasih ilmunya." kata silvy


" sama sama, om juga harus banyak belajar sama kamu." kata vian


" oh iya om aku minggu depan balik ke kampus dulu, mudah mudahan bisa cepat balik lagi." kata silvy


" kalian komunikasikan aja, kalau ada yang perlu di bahas." kata vian

__ADS_1


" iya om." jawab silvy. Karena sudah malam mereka pun masuk ke dalam rumah untuk istirahat. sampai di kamar bella mempersiapkan barang dan pakaian untuk pergi ke bandung besok.


" papah kira kira berapa hari disana." kata lily


" siapkan untuk 3 hari aja." kata vian


Setelah selesai mereka pun tidur. Seperti biasa vian bangun pagi lalu membangunkan astrid dan dilla untuk sholat shubuh berjamaah.


" mbak bangun, kita sholat shubuh berjamaah dulu." kata astrid membangunkan lily


" memang lily sudah gak datang bulan." kata vian


" tadi sore mbak bilang mau bersih bersih mas." jawab dilla. Lily pun bangun lalu ke kamar mandi, mereka pun melaksankan sholat berjamaah.


Selesai sholat Vian duduk di sofa di temani astrid dan dilla tak lama lily pun gabung fan duduk di pangkuan vian.


" ini harus diberi bekal dulu trid, dill bahaya." kata lily lalu menciumi pipi dan bibir vian. Lalu mengajak vian ke kasur lalu membuka pakaian vian dan dirinya. Astrid dan dilla pun melakukan hal yang sama. Mereka akhirnya mencapai puncaknya, vian memberikan kecupan di kening lily, astrid dan dilla.


Setelah beristirahat vian pun mandi lalu mengenakan pakaian yang sudah disiapkan. Vian pun pamit untuk ke teras depan rumah, membuat susu panas lalu membawanya ke teras depan. Vian pun menyalakan rokoknya sambil meminum susu. Jam enam kurang 15 menit pak dede sudah tiba di rumah. Vian pun pergi pamitan kepada isterinya. Mereka pun turun mengantar vian, bella sudah menunggu di teras depan.


" papah pergi dulu ya." kata vian lalu menyalami dan mencium kening lily, astrid dan dilla, lalu ke orang tua dan mertuanya. Vian pun pergi bersama bella, putra dan pak dede.


vian menyuruh pak dede ke rumahnya shinta sesuai lokasi yang diberikan shinta, 37 menit mereka sampai di rumah shinta, shinta menunggu di depan rumahnya. Vian dan bella pun turun lalu menemui shinta.


" kamu sudah siap." kata vian


" sudah pak." jawab shinta. Tak lama ibu shinta datang, shinta memperkenalkan vian ke ibunya


" bu, ini pak vian bos tempat aku bekerja." kata shinta


" salam kenal ibu, maaf saya izin membawa shinta untuk kerjaan di luar kota. Oh iya bagaimana kondisi ibu." kata vian


" salam kenal pak, alhamdulillah baik, terimakasih atas bantuannya, sama terimakasih sudah mau mengajak ibu untuk pergi umroh." kata ibunya shinta


" sama sama bu, oh iya perkenalkan ini bella adik ipar saya." kata vian. Shinta dan ibunya pun menyalami bella.


" mohon maaf ibu, karena saya di kerjar waktu saya pamitan pergi dulu, semiga lain waktu saya bisa bersilaturahmi kesini lagi." kata vian


" iya pak, sekali lagi terimakasih, saya tidak bisa membalas budi baik bapak, saya hanya bisa mendoakan yang terbaik saja." kata ibunya shinta.

__ADS_1


" Dengan doa dari ibu itu sudah lebih dari cukup bu, terimakasih." kata vian. setelah pamitan vian dan yang lainnya pergi.


__ADS_2